cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota medan,
Sumatera utara
INDONESIA
Al-MARSHAD: Jurnal Astronomi Islam dan Ilmu-Ilmu Berkaitan
ISSN : 24425729     EISSN : 25982559     DOI : -
Core Subject : Science, Education,
Al-Marshad: Jurnal Astronomi Islam dan Ilmu-Ilmu Berkaitan, published by the Observatorium Ilmu Falak, University of Muhammadiyah Sumatera Utara (UMSU), Medan, Indonesia, which includes articles on the scientific research field of Islamic astronomy observatory and others. Al-Marshad: Jurnal Astronomi Islam dan Ilmu-Ilmu Berkaitan accepts manuscripts in the field of research includes scientific fields relevant to: Islamic astronomy observatory and others. Al-Marshad: Jurnal Astronomi Islam dan Ilmu-Ilmu Berkaitan published Twice a year in June and December.
Arjuna Subject : -
Articles 5 Documents
Search results for , issue "Vol 3, No 2 (2017)" : 5 Documents clear
الخطء لخط الطول أولغ بك في الزيج الجديد السلطاني Ihsan Kamil Lathif
Al-Marshad: Jurnal Astronomi Islam dan Ilmu-Ilmu Berkaitan Vol 3, No 2 (2017)
Publisher : University of Muhammadiyah Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (414.503 KB) | DOI: 10.30596/jam.v3i2.1528

Abstract

ملخصأولغ بك (797 - 852 ه) أحد الفلكيين المسلمين المشهورين، وله الزيج تسمى بالزيج الجديد السلطاني، وضمن فيه 252 عدد أطوال المدن من جزائر الخالدات. وهو أحد مبدأ الطول عند المتقمين. فعدد أطوال المدن عند أولغ بك مخالف بعدد طولنا. فهذه المقالة تناقش عن خط طول المدن عند أولغ بك، حيث دقتها والارتباط الذي بين طول المدن أولغ بك والطول الجرينتشية. واستخدمنا في تشريح مناقشة النوعية المكتبية (Library Research) باستفادة المنهج التاريخي (Historical Approach), وفي تحليل البيانات التحليل النوعي. والمضمون (content analisis) والانحدار(regression analysis)  . نتائج البحث في هذه المقالة أن معظم عدد الأطوال في زيج أولغ بك تختلف الواقع، ولم يرتبط تماما بأطوال البلدان من جرينتش، ويكون بسبب عدة عوامل متنوعة محتمالة، ومن عوامل محتملة مخطئ في المقدار للمسافات والتحويل الخاطئ لقياس المسافة إلى الدرجات. ويتحقق واحدا منها، وهو الخطء في قياس محيط الأرض.الكلمة الأساسية: أولغ بك, خط الطول أولغ بك, مقارنة خط الطول
Kalender Hijriah Global Dalam Perspektif Fikih Arbisora Angkat
Al-Marshad: Jurnal Astronomi Islam dan Ilmu-Ilmu Berkaitan Vol 3, No 2 (2017)
Publisher : University of Muhammadiyah Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (504.991 KB) | DOI: 10.30596/jam.v3i2.1524

Abstract

AbstrakKalender merupakan sarana pengorganisasian waktu secara tepat dan efektif serta sebagai pencatat sejarah. Sementara bagi umat beragama khususnya umat Islam, kalender merupakan sarana penentuan hari-hari keagamaan atau ibadah secara mudah dan baik. Pada zaman dahulu, kalender berarti pertanda bagi manusia untuk melakukan hal-hal penting berkaitan dengan aktifitas ibadah maupun aktifitas sosial sehari-hari. Kalender juga merupakan pertanda dimulainya sebuah tradisi yang sudah melekat pada individu masyarakat. Dalam sejarahnya, tiap bangsa memiliki tradisi kalender dengan standar dan ciri khasnya masing-masing. Peradaban Sumeria yang muncul 6000 tahun lalu telah memiliki suatu sistem penanggalan yang terstruktur dengan baik. Bahkan di Aberdeenshire, Scotlandia, baru ini ditemukan satu bentuk kalender qamariyah tertua sejauh ini, yakni berusia mencapai hampir 10.000 tahun. Hal yang memilukan bahwa setelah hampir 15 abad usia peradaban Islam, umat Muslim tidak mempunyai satu Kalender Hijriyah Global. Tiadanya Kalender Hijriyah Global ini membawa dampak kekacauan dalam penentuan hari-hari penting keagamaan dan ibadah Islam seperti awal Ramadhan, Syawal dan Dzulhijjah. Salah satu pertemuan internasional yang baru saja dilakukan untuk melakukan penyatuan kalender hijriyah adalah sebuah muktamar bertaraf internasional di kota Istanbul, Turki. Kaidah dan rumusan Kalender Hijriyah Global ini terdapat sejumlah problematika dan dialektika, khususnya pada konsep permulaan hari, konsep awal bulan, konsep mathla’. Kalender Hijriyah Global menyisakan problem, yaitu mengenai bagaimana mengakomodir persoalan fiqh yang selama ini telah berjalan, serta mengenai landasan ilmiah, dan landasan dalil syar’inya.Kata kunci : Kalender Hijriyah Global, Perspektif, Fiqh.
Peningkatan Kemampuan Belajar Matematika Dengan Menggunakan Media Rubu’ Al-Mujayyab Muhammad Hidayat
Al-Marshad: Jurnal Astronomi Islam dan Ilmu-Ilmu Berkaitan Vol 3, No 2 (2017)
Publisher : University of Muhammadiyah Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (201.785 KB) | DOI: 10.30596/jam.v3i2.1525

Abstract

Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah terdapat peningkatan kemampuan belajar matematika dengan menggunakan media Rubu’ Al-Mujayyab pada siswa kelas IX SMP Muhammadiyah 48 Medan T.P 2015/2016.Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dan jenis penelitian yang digunakan yaitu penelitian tindakan kelas (Classroom Action Research) dan memiliki beberapa tahap yang merupakan suatu siklus. Agar permasalahan tidak terlalu luas, maka peneliti membatasi penelitiannya pada pelajaran matematika materi kesebangunan dengan menggunakan media Rubu’ Al-Mujayyab.Hasil penelitian ini menunjukkan dengan menggunakan  media Rubu’ Al-Mujayyab kemampuan belajar matematika siswa meningkat, hal ini dapat ditunjukkan  dengan peningkatan ketuntasan belajar secara klasikal mencapai 54% pada siklus I meningkat menjadi 70% Pada siklus II kemudian pada siklus III meningkat menjadi 87% Karena tingkat ketuntasan secara klasikal yaitu 75%  Sudah terpenuhi, dengan demikian dapat disimpulkan bahwa dengan menggunakan media Rubu’ Al-Mujayyab dapat meningkatkan kemampuan belajar matematika siswa kelas IX SMP Muhammadiyah 48 Medan T.P 2015/2016.Kata Kunci: KemampuanBelajarMatematika, Rubu’ Al-Mujayyab
Ketajaman Mata Dalam Kriteria Visibilitas Hilal Muhammad Faishol Amin
Al-Marshad: Jurnal Astronomi Islam dan Ilmu-Ilmu Berkaitan Vol 3, No 2 (2017)
Publisher : University of Muhammadiyah Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (133.521 KB) | DOI: 10.30596/jam.v3i2.1526

Abstract

Abstrak Dalam kriteria visibilitas hilal, ada beberapa faktor yang seharusnya menjadi variabel pendukung dalam perumusan kriteria, diantaranya adalah faktor konfigurasi benda langit (Astronomi), Geografi, Meteorologi dan kualitas instrumen, dalam hal ini kualitas instrumen dapat berupa teleskop dan juga organ mata sebagai subjek utama dalam rukyatul hilal, yang nantinya akan berhubungan dengan faktor akuitas mata (ketajaman mata). Berdasarkan praktek dilapangan, kriteria visibilitas hilal ini tidak pernah menerapkan faktor ketajaman mata sebagai acuan perumusannya, namun Judhistira Aria Utama bersama Binta Yunita sempat meneliti tentang hal tersebut, ia mengkaji faktor ketajaman mata dan penerapannya dalam kriteria visibilitas hilal Kastner. Ia juga berusaha untuk memecahkan kasus pengamatan hilal rekor dunia yang menurut kriteria Kastner tidak mungkin dapat diamati, tetapi dalam prakteknya berhasil untuk diamati. Dari kajian tersebut disimpulkan bahwa : 1) Faktor ketajaman mata sangat berperan penting dalam berhasil tidaknya hilal terlihat saat pengamatan, hal tersebut dikarenakan kemampuan mata tiap individu yang berbeda-beda, ada yang normal, ada yang dibawah normal (cacat), bahkan ada yang mempunyai kemampuan mata diatas normal. 2) Dalam prakteknya faktor ketajaman mata belum pernah diterapkan, baik dalam kriteria visibilitas hilal, maupun dalam penetapan awal bulan Kamariah. 3) Ketajaman mata harus dipertimbangkan dalam rukyatul hilal, meskipun hal tersebut dirasa rumit jika diterapkan dalam sebuah kriteria, namun ada alternatif lain yang bisa dipakai yaitu menjadikan faktor ketajaman mata sebagai bahan pertimbangan atau bahan verifikasi terhadap laporan hasil rukyatul hilal. Jadi dalam penerimaan atau penolakan sebuah laporan rukyatul hilal harus ada faktor ketajaman mata dari pengamat yang berhasil melihat hilal, yang menjadi pertimbangan mungkin tidaknya hilal dilihat oleh orang tersebut.Kata Kunci : Rukyatul Hilal, Ketajaman Mata, Kriteria Visibilitas Hilal
Formulasi Waktu Salat Perspektif Fikih dan Sains Rizal Mubit
Al-Marshad: Jurnal Astronomi Islam dan Ilmu-Ilmu Berkaitan Vol 3, No 2 (2017)
Publisher : University of Muhammadiyah Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (283.065 KB) | DOI: 10.30596/jam.v3i2.1527

Abstract

Abstrak Salat merupakan salah satu dari rukun Islam yang istimewa dimana pelaksanannya sudah ditentukan sedemikian rupa. Perlu konsep kejelasan waktu yang tepat untuk dijadikan patokan waktu mulai pada jam dan menit ke ke berapa salat harus dilaksanakan. Ada dua cara yang bisa dilakukan untuk mengetahuinya. Secara fikih dan sains. Secara fikih, waktu sholat bisa diketahui dengan fenomena gerakan matahari. Sedangkan dari sudut pandang sains, waktu salat bisa diketahui dengan menggunakan sains yang dalam Islam dikenal dengan ilmu hisab. Kedua metode penentuan waktu salat tersebut pada dasarnya saling mendukung satu sama lain. Kedua metode tersebut, baik sains maupun fikih perlu untuk diterapkan dan dikembangkan. Sejauh ini tidak ada permasalahan penentuan waktu salat baik dengan fikih atau sains. Berbeda dengan penentuan awal bulan kamariyah yang sampai saat ini masih menjadi perbedaan.Kata Kunci: Waktu Salat, Fikih, Sains

Page 1 of 1 | Total Record : 5