cover
Contact Name
Suryo Bramasto
Contact Email
suryo.bramasto@iti.ac.id
Phone
+6281563470055
Journal Mail Official
jtm@iti.ac.id
Editorial Address
Mechanical Engineering Department, Institut Teknologi Indonesia Jl. Raya Puspiptek Serpong, South Tangerang, Banten, Indonesia, 15320
Location
Kota tangerang selatan,
Banten
INDONESIA
JTM-ITI (Jurnal Teknik Mesin ITI)
ISSN : -     EISSN : 25483854     DOI : https://doi.org/10.31543
The theme of the paper is focused on the : 1. Mechanical Construction 2. Energy Convertions 3. Manufactures 4. Engineering Material
Articles 83 Documents
PENGARUH PUTARAN POROS PADA POMPA SENTRIFUGAL YANG DISUSUN PARALEL TERHADAP KARAKTERISTIK VIBRASI Tambos Sianturi; Winfrontstein Naibaho
JTM-ITI (Jurnal Teknik Mesin ITI) Vol 6, No 1 (2022): JTM-ITI (Jurnal Teknik Mesin ITI)
Publisher : Institut Teknologi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (500.946 KB) | DOI: 10.31543/jtm.v6i1.719

Abstract

Pompa merupakan alat yang digunakan untuk mempercepat aliran fluida ketempat yang diperlukan. Pengaruh putaran pada pompa sangat memperngaruhi kecepatan laju aliran menghantarkan fluida tersebut ataupun melakukan daya hisap (suction). Metode penelitian ini dilakukan dengan memvariasi kecepatan putar pada pompa untuk mengetahui getaran yang terjadi akibat variasi putaran tersebut dari sis arah horizontal dan vertical. Hasil penelitian yang telah dilakukan, diperoleh beberapa hasil yang merupakan jawaban dari tujuan  penelitian ini . Hasil penelitian yang dilaksanakan dapat disimpulkan sebagai berikut :Dari kedua  posisi pengukuran diatas dapat disimpulkan bahwa hasil respon getaran maksimum  yang paling rendah terdapat pada pompa di titik P-04 pada n = 500 rpm dengan harga simpangan  0,75 x 10-6 m arah horizontal  sedangkan yang paling tinggi terdapat pada pompa  dititik P-01 pada n = 500 rpm dengan harga simpangan  1,85x 10-6 m arah horizontal.Dari hasil pengukuran respon getaran yang diukur pada  pompa, elektromtor , landasan dapat disimpulkan bahwa simpangan terbesar terjadi pada  pompa di titik P-01 dengan harga simpangan  1,85 x 10-6 m arah horizontal, diikuti elektromotor di titik P-05 dengan harga simpangan 1,77 x 10-6 m arah vertikal kemudian landasan di titik P-06 dengan harga simpangan 1,66 x 10-6 m arah vertikal. Dari standart ISO 10816-3 untuk velocirty pada pompa  dengan harga tertinggi  vertikal 4,56  m/s di titk P-05 dikategorikan  pada zona   C  berwarna kuning, getaran dari mesin dalam batas toleransi dan hanya dioperasikan dalam waktu terbatas, untuk  arah horizontal harga tertinggi 4,37 m/s dititik P-02  dikategorikan  pada zona B  berwarna hijau muda, getaran dari mesin baik dan dapat       dioperasikan tanpa larangan.
Analisis Jumlah dan Sudut Blade terhadap Kecepatan dan Tekanan Turbin Air Savonius dengan Metode CFD Doddy Suanggana
JTM-ITI (Jurnal Teknik Mesin ITI) Vol 5, No 3 (2021): JTM-ITI (Jurnal Teknik Mesin ITI)
Publisher : Institut Teknologi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1575.627 KB) | DOI: 10.31543/jtm.v5i3.624

Abstract

Salah satu sumber energi yang dapat menghasilkan listrik ramah lingkungan adalah tenaga air. Turbin air memiliki berbagai macam tipe yang digunakan sesuai dengan keadaan aliran air. Turbin tipe savonius digunakan untuk mengembangkan sumber energi air ini, yang memiliki daerah aliran sempit dan kecepatan aliran air rendah. Salah satu jenis turbin tersebut adalah turbin savonius, yang utamanya digunakan untuk memanfaatkan energi angin untuk kemudian diaplikasikan pada pembuatan turbin air. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui nilai dan pengaruh dari jumlah dan sudut blade pada distribusi tekanan dan kecepatan pada turbin. Penelitian dilakukan dengan membuat model dan menggunakan software simulasi Solidworks Flow Simulation 2020. Pada distribusi kecepatan, rata-rata paling tinggi terjadi pada turbin 2 sudu dengan sudut blade 135° yaitu 1,437 m/s. Sedangkan yang paling rendah terjadi pada turbin 4 sudu dengan sudut blade 90° yaitu 1,420 m/s. Pada turbin 2 sudu dengan sudut blade 135° memberikan perbedaan distribusi rata-rata tekanan paling tinggi yaitu 101.338,74 Pa, sedangkan turbin dengan jumlah 4 sudu dengan sudut blade 135° memberikan perbedaan distribusi rata-rata tekanan paling rendah yaitu 101.333,21 Pa.
Analisis Statistika Hubungan antara Lebar Pemotongan (Kerf) dengan Variabel Proses Permesinan Wire-Electrical Discharge Machining (WEDM) Perak Samosir; Pathya Rupajati; Ismail Nur Fahmi
JTM-ITI (Jurnal Teknik Mesin ITI) Vol 6, No 1 (2022): JTM-ITI (Jurnal Teknik Mesin ITI)
Publisher : Institut Teknologi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (452.814 KB) | DOI: 10.31543/jtm.v6i1.721

Abstract

Salah satu proses permesinan yang banyak digunakan dalam industri manufaktur adalah proses wire-electrical discharge machining (WEDM). Proses WEDM digunakan untuk teknologi pemotongan atau pahatan dalam proses pembuatan bagian perkakas (dies) pada mesin industri. Dalam proses WEDM benda kerja atau material yang digunakan biasanya adalah benda dengan tingkat kekerasan yang sangat tinggi dan bentuk yang kompleks, namun diharapkan hasil kinerja proses dengan tingkat kepresisian yang tinggi dan optimal. Hasil proses yang optimal dipengaruhi oleh variabel proses WEDM dan salah satu kinerja proses WEDM adalah lebar pemotongan (kerf) yang sempit.  Dalam penelitian ini dilakukan analisis statistika hubungan antara lebar pemotongan (kerf) dengan variabel proses WEDM yaitu  arc on time (AoT), servo voltage (SV) dan wire feed (WF) pada proses pemotongan material baja AISI O1. Dari hasil penelitian ini diperoleh bahwa lebar pemotongan (kerf) minimum terjadi pada AoT = 2 A, SV = 55 volt dan WF = 12 mm/min.
Analisa Tingkat Getaran dan Kebisingan Vibrating Screen Crusher FC 02 pada PT Mifa Bersaudara Herdi Susanto; Dailami Dailami; Kamarullah Kamarullah
JTM-ITI (Jurnal Teknik Mesin ITI) Vol 5, No 3 (2021): JTM-ITI (Jurnal Teknik Mesin ITI)
Publisher : Institut Teknologi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (216.87 KB) | DOI: 10.31543/jtm.v5i3.673

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah menganalisa tingkat getaran dan kebisingan pada Equipment Vibrating screen crusher FC 02 pada PT. MIFA Bersaudara. Getaran diukur dengan menggunakan alat vibration meter, kebisingan diukur dengan sound level meter dengan tipe digital. Pengukuran dilakukan pada sumbu x,y dan z pada setiap titik pengukuran. Hasil penelitian menunjukan bahwa nilai tingkat getaran pada vibrating screen crusher FC 02 pada sumbu x dengan nilai velocity 28,56 mm/s, sumbu y nilai 29,82 mm/s dan sumbu z nilai velocity 25,46 mm/s. Sedangkan nilai Acceleration pada sumbu x sebesar 20,7 m/s2 nilai 30,86 m/s2 pada sumbu y dan z sebesar 21,42 m/s2. Sedangkan nilai kebisingan menujukan bahwa nilai rata-rata pada sisi kanan menujukan sebesar 99,6 dBA pada sisi kanan dan pada sisi kiri sebesar 101,7 dBA. Upaya yang dilakukan untuk mengatasi masalah yaitu dengan cara tidak mengoperasikan vibrating screen crusher FC 02 melebihi batas maksimum yang di anjurkan 60 dBA dan maksimum yang diperbolehkan yaitu 70 dBA sehingga dapat mencegah terjadinya permasalahan kenyamanan, kesehatan, dan keselamatan kerja. Operator berserta karyawan disarankan berada dilokasi tersebut tidak lebih dari 15-30 menit, jika lebih dari waktu tersebut harus menggunakan earmuff safety.
Analisis Flame Temperatur Terhadap Magnetisasi Campuran Bahan Bakar Bensin Dan Bioetanol Pada Mesin Bensin Dianta Mustofa Kamal
JTM-ITI (Jurnal Teknik Mesin ITI) Vol 6, No 1 (2022): JTM-ITI (Jurnal Teknik Mesin ITI)
Publisher : Institut Teknologi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (373.283 KB) | DOI: 10.31543/jtm.v6i1.718

Abstract

Telah dilakukan perhitungan flame temperature pada bahan bakar campuran bensin dan bioethanol. Flame temperature diperlukan untuk mengetahui berapa besar panas yang terjadi ketika bahan bakar tersebut dibakar. Secara tidak langsung flame temperature ini  akan  mempengaruhi emisi gas buang. Hal lain yang dapat  mempengaruhi emisi gas buang adalah magnetisasi bahan bakar. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis seberapa besar efek flame temperature dan magnetisasi bahan bakar terhadap emisi gas buang. Penelitian dilakukan secara eksperimen. Sampel yang digunakan merupakan campuran antara bensin dengan bioetanol, komposisinya adalah E10 (10% bioetanol + 90% bensin), E20 (20% bioetanol+80% bensin), E30(30% bioetanol+70% bensin). Dan sebagai pegontrolnya digunakan bahan bakar bensin murni. Mesin bensin yang digunakan adalah sepeda motor 4 tak,125cc. Kekuatan magnet sebesar 1416 Gauss dipasang diantara tangki bahan bakar dan injector. Hasilnya magnetisasi bahan bakar menyebabkan terjadinya peningkatan flame temperature sebesar 7-15%. Dan penurunan emisi gas buang sebesar 50%. 
Perancangan Konveyor Pengangkat Sampah dari Dasar Sungai Michael Siebert
JTM-ITI (Jurnal Teknik Mesin ITI) Vol 5, No 3 (2021): JTM-ITI (Jurnal Teknik Mesin ITI)
Publisher : Institut Teknologi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1023.467 KB) | DOI: 10.31543/jtm.v5i3.678

Abstract

Di Indonesia, sampah terdapat dimana-mana khususnya di daerah perkotaan dan sekarang menjadi masalah terbesar yang dihadapi manusia saat ini. Banyak solusi yang ditawarkan pemerintah setempat, seperti penggunaan wiremash, excavator dengan pasukan oranye-nya yang banyak melibatkan tenaga kerja. Untuk mengurangi keterlibatan banyak tenaga kerja, perlu dirancang konveyor pengangkat sampah secara otomatis dari dasar sungai. Perancangan diawali dengan pengumpulan data, pembuatan konsep rancangan, pemilihan konsep rancangan, perhitungan serta analisis dan pembuatan gambar teknik dengan software Solidworks.. Hasil rancangan ini menggunakan konveyor sabuk Mitsuboshi dengan kecepatan 0,8 m/s, bucket, transmisi v-belt Mitsuboshi, motor AC TECO dan bantalan dari SKF. Konveyor pengangkat sampah ini akan ditempatkan di Sungai Sekretaris, Duri Kepa, Jakarta Barat.
Analisis Umur Fatik Rangka Penyangga Aileron Flight Control Simulator Berkapasitas 101 kg Di PT MMF Iwan Engkus Kurniawan
JTM-ITI (Jurnal Teknik Mesin ITI) Vol 6, No 1 (2022): JTM-ITI (Jurnal Teknik Mesin ITI)
Publisher : Institut Teknologi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (808.692 KB) | DOI: 10.31543/jtm.v6i1.724

Abstract

Penelitian ini mengkaji tentang umur fatik rangka penyangga aileron flight control simulator menggunakan metode elemen hingga. Desain dan perhitungan umur fatik rangka menggunakan perangkat lunak Solidworks 2020. Dalam penelitian ini menggunakan 3 variabel desain yaitu: Awal, Baru, dan Alternatif. Sedangkan material yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan ASTM A500 dan ASTM A36. Hasil simulasi memperlihatkan rangka penyangga aileron desain Awal, Baru dan Alternatif dengan material ASTM A36 memiliki umur fatik minimum berturut-turut yaitu 1,41 x 105, 6,50 x 106, dan 1,00 x 107 siklus. Sedangkan pada desain Awal, Baru dan Alternatif dengan material ASTM A500 memiliki umur fatik minimum berturut-turut 1,04 x 104, 3,71 x 104, dan 1,00 x 107 siklus.
Analisa Kekuatan Tarik dan Tekuk pada Komposit Fiberglas-Polyester Berpenguat Serat Gelas dengan Variasi Fraksi Volume Serat Siti Auliana Rahmawaty
JTM-ITI (Jurnal Teknik Mesin ITI) Vol 5, No 3 (2021): JTM-ITI (Jurnal Teknik Mesin ITI)
Publisher : Institut Teknologi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (744.579 KB) | DOI: 10.31543/jtm.v5i3.685

Abstract

Kapal yang banyak digunakan di Indonesia yaitu kapal ikan berbahan dasar fiberglass yang harganya murah, serta proses pembuatannya sederhana dan mudah. Kapal ikan fiberglass merupakan jenis kapal komposit karena terdiri dari pengikat (matrix) berupa polyester dan penguat (reinforcement) dari fiberglass. Namun kapal jenis ini sering mengalami kerusakan akibat dari pembeban yang diterima seperti hantaman ombak yang terus menerus sehingga dapat menyebabkan terjadinya patahan. Salah satu penyebab ketidak mampuan kapal dalam menahan beban yaitu karena tidak memenuhi standar BKI terutama pada desain konstruksi, fraksi volume bahan dan proses laminasi pada lambung kapal ikan fiberglass. Untuk meminimalisir hal itu, dilakukan penelitian dengan memvariasi fraksi volume serat fiberglass dengan metode hand lay up  dan orientasi arah serat 0o dengan tujuan untuk meningkatkan kekuatan tekuk dan tarik sehingga mampu memenuhi standar yang telah ditetapkan.  Dari hasil pengujian, diperoleh fraksi volume serat yang optimum yaitu 12,5 % dengan kekuatan tarik sebesar 79,31 MPa dan kekuatan tekuk sebesar 129,38 MPa serta perkiraan kandungan void-nya yaitu 1,84 %. Hasil yang diperoleh kurang 19% untuk kekuatan tarik dan 13% untuk kekuatan tekut dari standar BKI, namun terdapat indikasi bahwa jika fraksi volume serat yang digunakan lebih dari 12,5 % maka akan bisa memenuhi standar BKI.
PENGARUH PARAMETER PROSES CNC MILLING TERHADAP ROUGHNESS DAN FLATNESS PADA INLET OUTER VALVE Ramdan Suryadi
JTM-ITI (Jurnal Teknik Mesin ITI) Vol 6, No 2 (2022): JTM-ITI (Jurnal Teknik Mesin ITI)
Publisher : Institut Teknologi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31543/jtm.v6i2.770

Abstract

Cast Iron FC200 atau bisa disebut besi cor kelabu dengan kandungan karbon (C) 2,5-5% dan silicon (Si) 0,8-3% komponen mesin yang dicor dengan material tersebut diantaranya, cylinder blok, crank case, crank shaft. Karena kualitas permukaan yang lebih baik dan biaya yang tidak begitu mahal, grafit dalam Cast Iron FC200 menghasilkan material yang memiliki ketahanan abrasi dan kekerasan yang tinggi. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui dan menganalisis pengaruh parameter terhadap roughness dan flatness hasil pemesinan CNC Milling Vertical Machining Centre Wele AA1165 BT40 dengan material Cast Iron FC200 ukuran panjang 90mm x lebar 90mm x tebal 6mm. CNC Milling sangat cocok digunakan di perusahan manufaktur karena ketelitian yang akurat dan waktu yang dibutuhkan pabriksi lebih cepat. Cast Iron FC200 atau bisa disebut besi cor kelabu dengan kandungan karbon (C) 2,5-5% dan silicon (Si) 0,8-3% komponen mesin yang dicor dengan material tersebut diantaranya, cylinder blok, crank case, crank shaft Jenis penelitian ini adalah penelitian eksperimen dengan 27 benda uji. Variasi parameter pada penelitian ini adalah Spindle Speed (1000 Rpm, 1100 Rpm dan 1200 Rpm), Feed rate (45 mm/min, 95 mm/min 155 mm/min) dan Depth of Cut (0,5 mm, 0,7 mm dan 0,9 mm). Rekomendasi parameter berdasarkan roughness yaitu spindle (spindle speed) 1200 Rpm, kecepatan pemakanan (feed rate) 45 mm/min, dan kedalaman potong (depth of cut) 0,5mm. Kemudian rekomendasi parameter berdasarkan flatness yaitu spindle (spindle speed) 1100 Rpm, kecepatan pemakanan (feed rate) 45 mm/min, dan kedalaman potong (depth of cut) 0,9mm.
ANALISA TORSI PADA POROS KAPAL BARUNA JAYA I MENGGUNAKAN SHAFT POWER MEASUREMENT Kusnindar Priohutomo; Chandra Permana
JTM-ITI (Jurnal Teknik Mesin ITI) Vol 6, No 2 (2022): JTM-ITI (Jurnal Teknik Mesin ITI)
Publisher : Institut Teknologi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31543/jtm.v6i2.676

Abstract

Pengukuran performa poros (torsi) kapal merupakan salah satu cara yang dapat digunakan untuk menghitung atau mengetahui performa dari mesin kapal. Pengukuran performa ini dilakukan pada saat mesin dan poros kapal belum dipasang atau dalam keadaan kapal baru. Untuk pengukuran performa (torsi) poros kapal pada saat kapal sudah berlayar lama tidak bisa dilakukan dengan menggunakan metode seperti pada saat mesin dan poros dalam keadaan baru. Terdapat beberapa kesulitan yang menyebabkan metode ini sulit untuk dilakukan terutama untuk mengukur torsi yang bekerja pada poros kapal. Hal ini disebabkan oleh minimnya ruang untuk melakukan pengukuran pada poros kapal. Salah satu metode yang dapat digunakan adalah melakukan pengukuran performa poros (torsi) kapal adalah menggunakan peralatan yang bernaman Shaft Power Measurement. Dengan peralatan ini maka dapat diketahui torsi, kecepatan dan daya yang bekerja pada poros (shat horse power/SHP) untuk nantinya diturunkan menjadi daya yang bekerja pada mesin kapal (effective horse power/EHP). Hasil yang didapatkan dari pengukuran torsi pada poros kapal adalah untuk mesin 1 dengan gearbox 1 mempunyai daya efektif (EHP) sebesar 822.56 HP dan untuk mesin 2 dengan gearbox 2 mempunyai daya efektif (EHP) sebesar 659.61 HP