cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota bogor,
Jawa barat
INDONESIA
Jurnal Resolusi Konflik, CSR dan Pemberdayaan (Jurnal CARE)
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Education,
Arjuna Subject : -
Articles 8 Documents
Search results for , issue "Vol. 3 No. 1 (2018)" : 8 Documents clear
Perilaku Prososial dan Social Power Penggerak Pendidikan Dan Kewirausahaan Di Cilamaya Kulon, Kabupaten Karawang Adi Firmansyah
Jurnal Resolusi Konflik, CSR dan Pemberdayaan (CARE) Vol. 3 No. 1 (2018)
Publisher : Center for Alternative Dispute Resolution and Empowerment (Care), Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat, IPB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Salah satu faktor keberhasilan kegiatan pengembangan masyarakat adalah adanya kader-kader lokal sebagai subjek dan penggerak dalam program tersebut. Heru Saleh merupakan contoh kader lokal dari Kecamatan Cilamaya Kulon Kabupaten Karawang yang aktif melakukan pemberdayaan di bidang pendidikan melalui lembaga PKBM Assolahiyah. Tujuan penulisan makalah ini adalah (1) mengkaji prilaku prososial penggerak pemberdayaan berbasis pendidikan di Cilamaya Kulon; (2) menganalisis social power penggerak pemberdayaan berbasis pendidikan di Cilamaya Kulon. Kajian ini menggunakan pendekatan kualitatif. Sumber data penelitian berasal dari berita online dan video terpilih. Data dianalisis secara kualitatif. Berdasarkan hasil penelitian diketahui bahwa perilaku prososial Heru Saleh yaitu membantu masyarakat Cilamaya Kulon untuk meningkatkan kualitas hidup mereka melalui pendidikan gratis. Banyaknya kelompok rentan yang enggan bersekolah menjadi salah satu motif mengapa Heru Saleh mendirikan PKBM Assolahiyah. Heru Saleh melalui PKBM Assolahiyah telah berhasil merubah persepsi dan perilaku masyarakat tentang pendidikan. Awalnya masyarakat menganggap pendidikan adalah sesuatu yang tidak penting, saat ini pandangan tersebut telah berubah dan masyarakat Desa Cilamaya Kulon lebih berminat untuk melanjutkan pendidikan. Heru Saleh memiliki social power (kekuasaan sosial). Sumber-sumber social power seorang Heru Saleh adalah reward, experd dan informational (Wiggin et. Al, 1994). Dari sisi reward, masyarakat mendapat imbalan berupa jasa pelayanan pendidikan. Selain itu, masyarakat juga mendapatkan nilai ekonomi berupa hasil penjualan dari usaha terasi. Dari sisi experd, kompetensi, keterampilan dan keahlian sebagai seorang pendidik (sesuai dengan program ini). Kata kunci: pemberdayaan, PKBM Assolahiyah, prososial, social power
Pemberdayaan Masyarakat Melalui Pendidikan Lingkungan di PAUD Alam Al Firdaus, Desa Muktijaya, Kecamatan Cilamaya Kulon, Karawang Minanti Putri; Ikrimatul Maknun
Jurnal Resolusi Konflik, CSR dan Pemberdayaan (CARE) Vol. 3 No. 1 (2018)
Publisher : Center for Alternative Dispute Resolution and Empowerment (Care), Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat, IPB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kondisi lingkungan Indonesia semakin terancam. Pembangunan infrastruktur yang tidak memperhatikan lingkungan menjadi salah satu faktor kerusakan lingkungan. Anak usia dini sebagai calon agen perubahan harus mampu menerapkan hidup ramah, peduli, dan cinta lingkungan untuk menjadikan dunia sebagai tempat tinggal yang lebih baik. PAUD Alam Al Firdaus menerapkan pendidikan berbasis lingkungan baik secara teori maupun praktik pembelajaran. Kajian ini bertujuan untuk mengkaji program pemberdayaan masyarakat di PAUD Alam Al Firdaus, manfaat pendidikan lingkungan untuk anak usia dini, dan integrasi pendidikan berbasis lingkungan. Pendidikan lingkungan yang di adopsi oleh PAUD Alam Al Firdaus memiliki inovasi sistem berupa sekolah berbayar sampah dan sodaqoh sampah. Dalam inovasi ini, para siswa diajarkan untuk memilah dan mengolah sampah baik organik maupun anorganik. Manfaat pembelajaran lingkungan pada anak usia dini tentunya untuk menerapkan hidup ramah, peduli, dan cinta terhadap lingkungan serta untuk menjaga keseimbangan lingkungan baik sosial maupun alam. Integrasi pendidikan berbasis lingkungan ini mampu menjadi motivasi bagi murid dan wali murid untuk terus menjaga lingkungan sekitar karena efek yang dirasakan besar untuk kehidupan masa kini maupun yang akan datang
Pemetaan Sosial Komunitas Desa Wisata Pasir Eurih, Bogor. Widya Amaliah
Jurnal Resolusi Konflik, CSR dan Pemberdayaan (CARE) Vol. 3 No. 1 (2018)
Publisher : Center for Alternative Dispute Resolution and Empowerment (Care), Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat, IPB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Paradigma pariwisata kerakyatan dalam berbagai bentuknya telah menjadi paradigma alternatif  untuk dapat memberi pemerataan kesejahteraan masyarakat dan pemberdayaan masyarakat menuju pariwisata yang berkelanjutan. Salah satu desa wisata di Kabupaten Bogor yang mulai mengembangkan industri kreatif dalam menarik wisatawan adalah Desa Wisata Pasir Eurih. Desa Wisata Pasir Eurih mulai dikenal sebagai salah satu destinasi wisata kesenian dan kerajinan sunda. Perubahan-perubahan yang terjadi di desa dengan berbagai permasalahannya membutuhkan keterlibatan masyarakat untuk menemukan jalan keluarnya.Tujuan melakukan pemetaan dan analisis sosial di Desa Wisata Pasir Eurih Kecamatan Tamansari Kabupaten Bogor ini adalah untuk memahami realitas sosial suatu komunitas lokal yang menjadi salah satu landasan perancangan kebijakan dan program pengembangan masyarakat. Data dan informasi sekunder tersebut bersumber dari berbagai dokumen dan publikasi. Pengolahan dan analisis data kualitatif yang bersumber dari dokumen dan catatan harian dilakukan dengan Metode ContentAnalysis. Kelembagaan ekonomi yang terdapat di Desa Wisata Pasir Eurih termasuk dalam kelompok sector participatory dalam bentuk koperasi desa wisata. Koperasi Desa Wisata Pasir Eurih sudah ada sejak tahun 2012 bertujuan untuk menghimpun home industry UMKM yang dijadikan sebagai objek wisata dan juga berfungsi sebagai wadah pemenuhan kebutuhan dasar anggotanya dalam bentuk perguliran modal dan pemasaran Desa Wisata. Sistem nilai dan norma yang berlaku bagi masyarakat di diatur dalam norma agama. Warga kasepuhan menjadi salah satu masyarakat yang masih memegang teguh adat dan budaya Sunda. Pengembangan desa Pasir Eurih sebagai kawasan wisata meningkatkan akses warga terhadap perubahan lingkungan lokal, peran sektor jasa dalam pengembangan pariwisata dan pengolahan produk kerajinan.Kata kunci: pemetaan sosial, desa wisata, Desa Pasir Eurih
Analisis Kependudukan di Kabupaten Tabanan Widya Amaliah
Jurnal Resolusi Konflik, CSR dan Pemberdayaan (CARE) Vol. 3 No. 1 (2018)
Publisher : Center for Alternative Dispute Resolution and Empowerment (Care), Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat, IPB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pengembangan desa wisata di Kabupaten Tabanan ini merupakan upaya membangun desa  dengan menjunjung tinggi seni dan kebudayaan lokal seiring dengan banyaknya pergeseran budaya oleh budaya luar negeri. Untuk memahami situasi dan kondisi dari masyarakat di Kabupaten Tabanan, maka perlu dilakukan suatu pemetaan sosial yang menggambarkan keadaan penduduk tersebut. Tujuan dari Analisis Kependudukan Kabupaten Tabanan adalah 1) Mengetahui jumlah dan komposisi penduduk menurut umur dan jenis kelamin serta perubahannya; 2) Mengetahui kualitas penduduk; 3) Mengetahui keadaan penduduk kedepan. Sumber data pada makalah ini merupakan data sekunder dari berbagai sumber. Data Kependudukan Kabupaten Tabanan dianalisis dengan menghitung reit perkembangan penduduk menggunakan rumus eksponensial, rasio jenis kelamin, rasio ibu dan anak/ rasio anak-wanita, umur median, angka rasio beban tanggungan, dan digambarkan pula piramida penduduk KabupatenTabanan. Berdasarkan Tahun 2005, 2010 dan 2016 kategorisasi umur median masuk dalam penggolongan umur median tinggi sehingga memerlukan peningkatan mutu pelayanan kesehatan yang lebih baik dan lingkungan yang mendukung bagi golongan tersebut. Perhitungan Rasio Beban Tanggungansetiap 100 penduduk usia produktif di Kabupaten Tabanan menanggung kurang dari 50 orang penduduk usia non produktif, hal ini menunjukan bahwa di Kab.Tabanan telah mengalami bonus demografi pada tahun 2010 dan 2016 sehingga memerlukan ketersediaan lapangan pekerjaan yang lebih banyak bagigolongan tersebut. Faktor-faktor yang mempengaruhi penurunan angka kematian di Kabupaten Tabanan antara lain adanya usaha pemerintah memberikan perhatian lebih terhadap akses dan mutu pelayanan kesehatan, perilaku hidup masyarakat yang mulai beralih ke pola hidup sehat, dan keadaan lingkungan mendukung seperti sarana dan akses air minum berkualitas serta sanitasi dasar yang layak.Kata kunci: Kabupaten Tabanan, Bali, kependudukan, kualitas hidup
Pelaksanaan Program tanggung Jawab Sosial Perusahaan PT. Pertamina TBBM Bandung Group (Studi Kasus Tentang Program Sehati di Cisaranteun Kidul Kecamatan Gede Bage Kota Bandung) Sandi Gumilar; Kamto Triwibowo; Agnes Dwi Jayani
Jurnal Resolusi Konflik, CSR dan Pemberdayaan (CARE) Vol. 3 No. 1 (2018)
Publisher : Center for Alternative Dispute Resolution and Empowerment (Care), Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat, IPB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Program SEHATI (Sehat Ibu dan Anak Tercinta) dan OMABA (Ojek Makanan Balita) merupakan Program Corporate Social Responsibility PT. Pertamina TBBM Bandung Group, yang memiliki tujuan untuk meningkatkan kesehatan serta menurunkan Angka Anak Balita Gizi Buruk di Cisaranteun Kidul, Kota Bandung. Riset ini bertujuan mengetahui kedua program tersebut. Metode penelitian yang digunakan adalah metode penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Data yang dikumpulkan melalui pengamatan di lapangan, wawancara mendalam, dan studi dokumentasi. Teknik analisis data melaluiproses reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil Riset menunjukan bahwa program SEHATI di Cisaranteun Kidul, Kota Bandung, sudah sangat linear dengan adanya fasilitas dapur OMABA yang selalu mengantarkan PMT (Pemberian Makanan Tambahan) kepada Anak Balita Gizi Buruk. JumlahAnak Balita Gizi Buruk yang sangat tinggi pada 2012 (22 kasus) bisa ditekan menjadi 0 pada 2016. Kesuksesan Program SEHATI dan OMABA tidak lepas dari Stakeholder Corporate Social Responsibility dengan Komite Kesehatan. Selanjutnya, CSR memberdayakan Komite Kesehatan dengan memasarkanproduk-produk OMABA kepada masyarakat umum, dan sudah berjalan efektif karena Komite Kesehatan mendapatkan profit. Meskipun secara keseluruhan berkategori baik, peneliti menyarankan bahwa masyarakat yang memiliki ekonomi lemah untuk ikut menjadi bagian dari pengelola OMABA, sehinggamemberikan dampak pemberdayaan secara menyeluruh (Holistik).Kata kunci: Anak Balita Gizi Buruk, Program SEHATI, OMABA, CSR, Komite Kesehatan
Inovasi Pertanian Berkelanjutan Dalam Pengelolaan Hutan Kota Ranggawulung, Kabupaten Subang. Yulia P Wulandari; Sibil Rusdiana
Jurnal Resolusi Konflik, CSR dan Pemberdayaan (CARE) Vol. 3 No. 1 (2018)
Publisher : Center for Alternative Dispute Resolution and Empowerment (Care), Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat, IPB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Hutan Kota Ranggawulung (HKR) dalam beberapa tahun terakhir menghadapi ancaman seperti penebangan pohon, longsor, ancaman kebakaran akibat pembakaran sampah serta kekeringan. Keberadaan petani penggarap lahan di kawasan HKR di satu sisi memberikan dampak positif berupa keterlibatan mereka dalam pengelolaan lingkungan kawasan HKR, namun di sisi lain praktek pertanian yang dilakukan berpotensi menimbulkan gangguan terhadap kelestarian kawasan HKR. Dalam rangka meningkatkan kelestarian kawasan HKR, PT. Pertamina EP Aset 3 Subang Field melalui program CSR telah memberikan pendampingan dalam pengembangan inovasi pertanian berkelanjutan. Tujuan penelitian ini adalah 1) Mengkaji berbagai jenis inovasi yang diaplikasikan dalam sistem pertanian berkelanjutan di kawasan HKR; 2) Mengkaji dampak aplikasi inovasi yang diterapkan terhadap perubahankualitas lingkungan, sosial maupun ekonomi. Hasil kajian menunjukkan Inovasi pertanian yang dikembangkan di kawasan HKR terdiri atas inovasi teknologi dan inovasi sosial. Inovasi teknologi ini diantaranya pemanfaatan sampah botol plastik untuk irigasi tetes, pupuk organik dan mulsa organik. Inovasi sosial ditunjukkan dengan model pengelolaan Hutan Kota yang melibatkan sinergitas pemerintah, perusahaan dan masyarakat. Dampak lingkungan dari aplikasi inovasi antara lain a) peningkatan kualitas lingkungan (tanah, air dan tanaman), b) penurunan input bahan agrokimia serta emisi CO2. Perubahansosial dapat dilihat dari penguatan kelembagaan kelompok tani Patra Ranggawulung serta adanya perubahan value chain dari sistem pertanian secara keseluruhan. Manfaat ekonomi berupa pengurangan biaya operasional usaha tani dan peluang sumber-sumber penerimaan baru bagi petani.Kata kunci: hutan kota, inovasi, pertanian berkelanjutan, Ranggawulung
Pemberdayaan Masyarakat Pesisir melalui Inovasi Budidaya Rumput Laut Polikultur untuk Pengentasan Kemiskinan Adi Firmansyah; Nadia Rasyina
Jurnal Resolusi Konflik, CSR dan Pemberdayaan (CARE) Vol. 3 No. 1 (2018)
Publisher : Center for Alternative Dispute Resolution and Empowerment (Care), Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat, IPB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kemiskinan merupakan fenomena sosial yang sering terjadi, ditandai dengan keterbelakangan, ketertinggalan, rendahnya produktivitas, serta rendahnya pendapatan. Salah satu komunitas yang teridentifikasi sebagai golongan miskin saat ini adalah masyarakat pesesir. Data BPS tahun 2015 menunjukkan bahwa sekitar 25% atau sekitar 7,87 juta orang miskin adalah masyarakat pesisir dimana nelayan merupakan pekerjaan utamanya. Namun dalam konteks penyediaan pangan, 80% konsumsi perikanan dalam negeri, di penuhi oleh perikanan skala kecil (maritimnews.com, 2017). PT Pertamina EP Tambun Field secara berkelanjutan mendampingi masyarakat pesisir di Pantai Utara Kabupaten Karawang Jawa Barat melalui program pendampingan budidaya rumput laut polikultur sebagai upaya turut serta dalam program pengentasan kemiskinan. Tulisan ini bertujuan: (1) Menganalisis pola pemberdayaanmasyarakat pesisir di Pantura Jawa Barat, dan (2) Menganalisis dampak pemberdayaan masyarakat pesisir di Pantura Jawa Barat dalam rangka pengentasan kemiskinan. Metode yang digunakan dalam kajian ini adalah studi kasus. Lokasi penelitian di Tambaksari, salah satu desa di Pantai Utara Jawa Barat yang menghadapi permasalahan degradasi sumberdaya alam pesisir. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ternyata program pemberdayaan berdampak pada keberlanjutan usaha tambak di Pantai Utara Jawa Barat, yaitu dilihat dari: (1) manfaat ekonomi (profit), (2) manfaat sosial (people), dan manfaat lingkungan (planet). Inovasi pengelolaan tambak rumput laut polikultur ternyata berdampak pada keberlanjutan usaha tambak di Pantai Utara Jawa Barat, yaitu dilihat dari: (1) manfaat ekonomi (profit), (2) manfaat sosial (people), dan (3) manfaat lingkungan (planet). Manfaat ekonomi yang didapatkan dari budidaya tambak polikultur adalah adanya peningkatan pendapatan masyarakat petambak. Manfaat lingkungan secara ekologis berupa absorbsi cemaran tambak yang dilakukan rumput laut sehingga kualitas air tambak akan lebih baik dan kondisi lingkungan kawasan tambak akan tetap terjaga kelestariaannya. Manfaat sosial, budidaya tambak polikultur ternyata efektif untuk penciptaan lapangan pekerjaan yang luas bagi masyarakat sekitar sehingga dapat mengurangi pengangguran.Kata kunci: keberlanjutan, rumput laut, pemberdayaan masyarakat, pengentasan kemiskinan
Pemberdayaan Masyarakat Melalui Program Urban Farming Organik di Kabupaten Bekasi Sebagai Program CSR PT. Pertamina EP Tambun Field Adi Firmansyah
Jurnal Resolusi Konflik, CSR dan Pemberdayaan (CARE) Vol. 3 No. 1 (2018)
Publisher : Center for Alternative Dispute Resolution and Empowerment (Care), Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat, IPB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Konsep urban farming hadir di tengah upaya membangun kemandirian pangan masyarakat. Kegiatan urban farming muncul sebagai jawaban atas kegelisahan masyarakat menyikapi permasalahan keterbatasan lahan. Kajian ini bertujuan untuk: (1) mengkaji perubahan perilaku pertanian setelah adanya program urban farming yang dinisiasi PT. Pertamina EP Tambun Field; (2) menganalisis kelembagaan urban farming yang dinisiasi PT. Pertamina EP Tambun Field. Kajian menggunakan pendekatan kualitatif deksriptif. Berdasarkan hasil kajian diketahui bahwa inisiasi program urban farming organik oleh Pertamina EP Tambun Field di Kabupaten Bekasi menunjukkan beberapa perubahan antara lain: (1) perubahan perilaku petani dalam teknik budidaya tanaman dari sistem pertanian konvensional menjadi organik,  (2) perubahan dalam interaksi dan relasi aktor, tata aturan, nilai, dan norma yang dibangun, dan pengelolaan sumber daya yang dimanfaatkan. Perubahan-perubahan tersebut mendorong terbangunnya kelembagaan yang berperan untuk memperkuat dan meningkatkan manfaat dari sistem pertanian organik dari aspek sosial, ekonomi, maupun ekologi. Pengorganisasian komunitas dan penerapan teknik sosial menjadi salah satu alternatif dalam rangka penguatan kelembagaan urban farming organik yang berkelanjutan.

Page 1 of 1 | Total Record : 8