cover
Contact Name
Yusrawati JR Simatupang
Contact Email
yusrawati090992@gmail.com
Phone
+6285260106663
Journal Mail Official
intankemalasari00@gmail.com
Editorial Address
STKIP Bina Bangsa Getsempena, Jalan Tanggul Krueng Aceh, No.34, Rukoh, Darussalam, Banda Aceh, 23112
Location
Kota banda aceh,
Aceh
INDONESIA
Numeracy : Jurnal Ilmiah Pendidikan Matematika
ISSN : 23550074     EISSN : 25026887     DOI : -
Core Subject : Education,
Numeracy Journal is a journal on mathematics education. The Journal publishes articles comprising on mathematics learning, critical study of mathematics learning, classroom action research research on mathematics curriculum, learning method of mathematic, learning media of mathematic, research on mathematics assessment, and research on the development of mathematics learning.
Articles 9 Documents
Search results for , issue "Vol 7 No 2 (2020)" : 9 Documents clear
ANALISIS KEMAMPUAN PENALARAN MATEMATIS SISWA DALAM MENYELESAIKAN SOAL SETARA PISA KONTEN GEOMETRI Orin Asdarina; Masriyah Ridha
Jurnal Numeracy Vol 7 No 2 (2020)
Publisher : Program Studi Pendidikan Matematika, STKIP Bina Bangsa Getsempena

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46244/numeracy.v7i2.1167

Abstract

The purpose of this study was to determine students’ mathematical reasoning abilities in solving PISA equivalent geometry content problems at the class VIII of SMP Negeri Unggul Tunas Nusa and these factors can influence students’ mathematical reasoning abilities in solving equivalent questions of PISA geometry content grade VIII of SMP Negeri Unggul Tunas Nusa. The research design used in this study was descriptive research. The subjects in this study were 30 students from grade VIII- SMP Negeri Unggul Tunas Nusa. Data collection was obtained through the distributing of tests and interviews. From the results of the data analysis, it was concluded that the mathematical reasoning students’ ability in Solving on geometry content problems in grade VIII of SMP Negeri Unggul Tunas Nusa was in the very low category. The ability of students’ on mathematical reasoning at the indicator I was 21.56%, indicator II was 33.49%, indicator III was 16.11%, and indicator IV was 15.56%. The cause of the obstacles faced by students in solving geometry content material problems is that students were not accustomed to solving non-routine questions, a little bit complicated, and require a high level of problem solving as the questions given to students were equivalent to PISA problems, the ability of students to mastery of the material is limited and cannot suitable to the concepts that have been studied with the problem being worked on. Abstrak Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui kemampuan penalaran matematis siswa dalam menyelesaikan soal setara PISA konten geometri di kelas VIII SMP Negeri Unggul Tunas Nusa dan faktor-faktor yang mempengaruhi kemampuan penalaran matematis siswa dalam menyelesaikan soal setara PISA konten geometri kelas VIII SMP Negeri Unggul Tunas Nusa. Rancangan penelitian yang digunakan dalam penelitian ini merupakan penelitian deskriptif. Subjek dalam penelitian ini adalah 30 siswa dari kelas VIII-Nusa SMP Negeri Unggul Tunas Nusa. Pengumpulan data diperoleh melalui pemberian tes dan wawancara. Dari hasil analisis data, diperoleh kesimpulan bahwa kemampuan penalaran matematis siswa dalam mengerjakan soal konten geometri kelas VIII Nusa SMP Negeri Unggul Tunas Nusa berada dalam kategori sangat rendah. Kemampuan penalaran matematis siswa pada indikator I sebesar 21,56%, pada indikator II sebesar 33,49%, pada indikator III sebesar 16,11%, dan indikator IV sebesar 15,56%. Penyebab dari kendala yang dihadapi siswa dalam menyelesaikan soal materi konten geometri adalah siswa tidak terbiasa menyelesaikan soal-soal nonrutin, sedikit rumit, serta memerlukan tingkat pemecahan masalah yang tinggi seperti soal yang diberikan kepada siswa adalah soal setara PISA, kemampuan siswa dalam menguasai materi yang terbatas dan siswa tidak mampu mengaitkan konsep yang telah lama dipelajari dengan soal yang sedang dikerjakan. Kata Kunci : Kemampuan Penalaran Matematis, PISA
EFEKTIVITAS PEMBELAJARAN TURUNAN PADA MASA PANDEMI COVID-19 MELALUI MEDIA MOBILE LEARNING DITINJAU DARI HASIL BELAJAR MAHASISWA Raudatul Husna
Jurnal Numeracy Vol 7 No 2 (2020)
Publisher : Program Studi Pendidikan Matematika, STKIP Bina Bangsa Getsempena

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46244/numeracy.v7i2.1187

Abstract

The education system is faced with a situation that requires teachers to be able to master distance learning media, such as during the Covid-19 pandemic outbreak. The distance education system is one of the solutions to overcome difficulties in face-to-face learning with the existence of social distancing rules which are a major obstacle today. Mobile Learning ( M-Learning) is a distyance paradigm utilizing mobile technology and devices which are predicted to experience rapid and potential development along with the development of mobile technologiitself. M-Learning is a distance leaning medium that is easy and often used. This study aims to see the effectiveness of derivative learning using M-Learning media in terms of student learning outcomes. The research model used in this study was a quasi experiment using a one group pretest postest design. The research sample was students in semester 2 who took calculus courses. The sample data were processed by descriptive analysis and test the difference in the average learning outcomes. The results showed that calculus courses with derivative materials using M-Learning media were quite effective when viewed from the student learning outcomes. Student learning outcomes after lecturing using M-Learning are higher than student learning outcomes before lecturing using M-Learning. Abstrak Sistem pendidikan dihadapkan dengan situasi yang menuntut para pengajar untuk dapat menguasai media pembelajaran jarak jauh, seperti pada masa wabah pandemi Covid-19 ini. Sistem pendidikan jarak jauh menjadi salah satu solusi untuk mengatasi kesulitan dalam pembelajaran tatap muka dengan adanya aturan social distancing yang menjadi kendala besar saat ini. Mobile Learning (M-Learning) merupakan paradigma pembelajaran memanfaatkan teknologi dan perangkat Mobile yang diperkirakan akan mengalami perkembangan pesat dan potensial seiring dengan perkembangan teknologi mobile itu sendiri. M-Learning merupakan salah satu media pembelajaran jarak jauh yang mudah dan sering digunakan. Penelitian ini bertujuan untuk melihat efektifitas pembelajaran Turunan dengan menggunakan media M-Learning ditinjau dari hasil belajar mahasiswa. Model penelitian yang digunakan pada penelitian ini adalah quasi experiment dengan menggunakan one group pretest postest design. Sampel penelitian yaitu mahasiswa semester 2 yang mengambil matakuliah kalkulus. Data sampel diolah dengan analisis deskriptif dan uji perbedaan rata-rata hasil belajar. Hasil penelitian menunjukkan perkuliahan mata kuliah kalkulus materi turunan dengan menggunakan media M-Learning cukup efektif jika dilihat dari hasil belajar mahasiswa. Hasil belajar mahasiswa setelah perkuliahan dengan menggunakan M-Learning lebih tinggi dibandingkan dengan hasil belajar mahasiswa sebelum perkuliahan dengan menggunakan M-Learning.
PENGEMBANGAN DAN HAMBATAN SISWA DALAM MENINGKATKAN KEMAMPUAN BERPIKIR TINGKAT TINGGI MATEMATIKA MELALUI METODE IMPROVE Bansu Irianto Ansari; Taufiq
Jurnal Numeracy Vol 7 No 2 (2020)
Publisher : Program Studi Pendidikan Matematika, STKIP Bina Bangsa Getsempena

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46244/numeracy.v7i2.1190

Abstract

This study overall develops models/learning tools for higher order thinking mathematics using the IMPROVE method which is valid, practical and effective using the ADDIE (Analysis, Design, Development, Implementation and Evaluation) model. However, specifically in this paper, the researcher reveals the other side of the development results of these learning tools, namely the development and obstacles faced by students in increasing higher-order thinking skills (Higher-Order-Thinking). Therefore, the specific objective of this study is to determine the development trend of students' higher order thinking skills and the difficulties encountered during learning. The research instruments were student on-task activity sheets, student activity observation sheets, formative tests and learning outcomes tests. The test was conducted on 66 students of class X SMAN 3 and SMAN 5 Banda Aceh as samples. The test results show that the mathematics learning device is valid, practical and effective in accordance with predetermined product criteria. The tendency for the development of high-order thinking skills (HOTS) of students in formative exercises (T1 and T2) moved up and the Learning Outcomes Test was good, on average 72%. The difficulties faced by students are dominant in indicators of creation and evaluation. The implication of this study is that higher order thinking mathematics learning model with the IMPROVE method and metacognitive strategies can be used for class X SMA students. Abstrak Secara keseluruhan studi ini melakukan pengembangan model/perangkat pembelajaran matematika berpikir tingkat tinggi dengan metode IMPROVE yang valid, praktis dan efektif menggunakan model ADDIE (Analysis, Design, Development, Implementation and Evaluation). Namun secara khusus dalam tulisan ini, peneliti mengungkapkan sisi lain dari hasil pengembangan perangkat pembelajaran tersebut yaitu perkembangan dan hambatan yang dihadapi siswa dalam meningkatkan kemampuan berpikir tingkat tinggi (Higher-Order-Thinking). Oleh sebab itu, tujuan khusus dari studi ini adalah untuk mengetahui kecenderungan perkembangan kemampuan berpikir tinggkat tinggi siswa dan kesulitan yang dihadapi selama pembelajaran. Instrumen penelitian adalah lembar aktivitas on task siswa, lembar pengamatan aktivitas siswa, tes formatif dan tes hasil belajar. Ujicoba dilakukan pada siswa kelas X SMAN 3 dan SMAN 5 Banda Aceh sebanyak 66 orang sebagai sampel. Hasil ujicoba menunjukkan, perangkat pembelajaran matematika tersebut telah valid, praktis dan efektif sesuai dengan kriteria produk yang telah ditetapkan. Kecenderungan perkembangan keterampilan berpikir tingkat tinggi (HOTS) siswa pada latihan formatif (T1 dan T2) bergerak naik dan Tes Hasil Belajar kategori baik, rata-rata 72%. Kesulitan yang dihadapi siswa dominan pada indikator kreasi dan evaluasi. Implikasi dari studi ini adalah model pembelajaran matematika berpikir tingkat tinggi dengan metode IMPROVE dan strategi metakognitif telah dapat digunakan untuk siswa kelas X SMA. Kata Kunci: HOTS, IMPROVE, Metakognitif, ADDIE
EFEKTIVITAS PEMBELAJARAN MATEMATIKA BERBASIS EDMODO DI MAN LHOKSEUMAWE Abdul Kadir
Jurnal Numeracy Vol 7 No 2 (2020)
Publisher : Program Studi Pendidikan Matematika, STKIP Bina Bangsa Getsempena

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46244/numeracy.v7i2.1198

Abstract

The study aimed to identify the effectiveness of mathematics edmodo in learning. Effectiveness indicators used the research is the capability of teachers in managing learning, activity students in learning, response to the students learning and student learning. Type research descriptive used is the qualitative study. Population in this study student of class XII MAN Lhokseumawe and sample a student MIA 4 and MIA 1. Technique data collection in this research was sheets observation manage learning, sheets observation activity students, study results survey and tests. Data analysis technique used is a technique qualitative data analysis deskriftif. Based on the results of the analysis that their teachers data is collected in managing learning is good in categories. Student for learning activity also categorized in categories good. Response to positive lessons and the students student learning in categories in clasical is good. Thus it can be concluded that learning mathematics using edmodo effectively implemented i in MAN Lhokseumawe. Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas pengggunan edmodo dalam pembelajaran matematika. Indikator efektivitas yang digunakan dalam penelitian ini adalah kemampuan guru dalam mengelola pembelajaran, aktivitas siswa dalam pembelajaran, respon siswa terhadap pembelajaran dan hasil belajar siswa. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian kualitatif deskriptif. Populasi dalam penelitian ini siswa kelas XII MAN Lhokseumawe dan sampel adalah siswa kelas MIA 4 dan MIA 1. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini adalah lembar observasi mengelola pembelajaran, lembar observasi aktivitas mahasiswa, angket dan tes hasil belajar. Teknik analisis data yang digunakan adalah teknik analisis data kualitatif deskriftif. Berdasarkan hasil analisis data diperoleh bahwa kemampuan guru dalam mengelola pembelajaran tergolong dalam katagori baik. Aktivitas siswa selama pembelajaran juga tergolong dalam katagori baik. Respon siswa terhadap pembelajaran positif dan Ketuntasan belajar siswa secara tergolong dalam katagori baik. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa pembelajaran matematika dengan menggunakan edmodo efektif diterapkan di MAN Lhokseumawe. Kata Kunci: Efektivitas Pembelajaran, Pembelajaran Matematika Edmodo
ANALISIS KEMAMPUAN MENYELESAIKAN SOAL CERITA DITINJAU DARI KEMAMPUAN PENALARAN DAN KOMUNIKASI MATEMATIS SISWA Irmayanti; Rohani; Laili Habibah Pasaribu; Indah Fitria Rahma; Rahmi Nazliah
Jurnal Numeracy Vol 7 No 2 (2020)
Publisher : Program Studi Pendidikan Matematika, STKIP Bina Bangsa Getsempena

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46244/numeracy.v7i2.1205

Abstract

This research is a descriptive qualitative research which aims to describe the students 'ability in solving story problems in terms of students' mathematical reasoning and communication abilities. Reasoning and communication abilities can be identified by solving story problems on two-variable linear equation material based on reasoning and communication indicators in research, namely (1) proposing conjectures, (2) stating everyday events in language or mathematical symbols, (3) estimating answer and solution process, (4) draw conclusions, compile evidence and provide reasons for the correctness of the solution. The selection of the research subjects used a purposive sampling technique. The data collection method was the test method through 3 steps of analysis, namely data reduction, data presentation and conclusion drawing. The results showed that the students' ability in solving story problems in terms of mathematical reasoning and communication abilities was classified as moderate with the average percentage of each indicator, namely: 77% of the indicators proposed a guess; 73% of indicators represent everyday events in language or mathematical symbols; 66% on indicators predicted the answer and solution process; and 50% on indicators draw logical conclusions. Overall, the percentage results obtained an average of 66% in the medium category. From these results it can be concluded that the ability to solve story problems of class X students of SMK Dwi Guna Kampung Pajak in terms of mathematical reasoning and communication abilities of students is classified as moderate. Abstrak Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif deskriptif yang bertujuan untuk mendeskripsikan kemampuan siswa dalam menyelesaikan soal cerita ditinjau dari kemampuan penalaran dan komunikasi matematis siswa. Kemampuan penalaran dan komunikasi dapat diidentifikasi dagan menyelesaikan soal cerita pada materi persamaan linier dua variable yang dibuat berdasarkan indikator penalaran dan komunikasi dalam penelitian yaitu (1) mengajukan dugaan, (2) menyatakan peristiwa sehari-hari dalam bahasa atau simbol matematika, (3) memperkirakan jawaban dan proses solusi, (4) menarik kesimpulan, menyusun bukti dan memberikan alasan terhadap kebenaran solusi. Pemilihan subjek penelitian ini menggunakan teknik purposive sampling. Metode pengumpulan data dengan metode tes melalui 3 langkah analisis yaitu reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kemampuan siswa dalam menyelesaikan soal cerita ditinjau dari kemampuan penalaran dan komunikasi matematis tergolong sedang dengan hasil rata-rata persentase tiap indikator yaitu: 77% pada indikator mengajukan dugaan; 73% pada indikator menyatakan peristiwa sehari-hari dalam bahasa atau simbol matematika; 66% pada indikator memperkirakan jawaban dan proses solusi; dan 50% pada indikator menarik kesimpulan yang logis. Secara keseluruhan hasil persentase didapat rata-rata sebesar 66% masuk kategori sedang. Dari hasil tersebut disimpulkan bahwa kemampuan menyelesaikan soal cerita siswa kelas X SMK Dwi Guna Kampung Pajak ditinjau dari kemampuan penalaran dan komunikasi matematis siswa tergolong berkemampuan sedang. Kata Kunci: Kemampuan Penalaran dan Komunikasi, Kualitatif Deskriptif, Menyelesaikan Soal Cerita, Dwi Guna Kampung Pajak
PENGEMBANGAN LEMBAR KERJA PESERTA DIDIK BERBASIS PENDEKATAN KONSTRUKTIVISME PADA MATERI BARISAN DAN DERET Mulya Novita; Selvia Erita; Maila Sari; Aan Putra
Jurnal Numeracy Vol 7 No 2 (2020)
Publisher : Program Studi Pendidikan Matematika, STKIP Bina Bangsa Getsempena

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46244/numeracy.v7i2.1235

Abstract

This study aims to produce Student Worksheets based on a constructivism approach on line and series materials to improve student learning outcomes. The development model used in this research is the ADDIE model development. The Student Worksheets design was validated by experts and tested. The validity instrument used a validation sheet and the practicality instrument used a teacher response questionnaire and a student response questionnaire. The results showed that the resulting constructivism based Student Worksheets met the valid and practical product quality criteria. The average validity index in all aspects is 0.731 with the valid category, so it can be recommended for use in the learning process. The average index for the questionnaire response of students was 84.31% with the practical category and the average index for the teacher's questionnaire response was 90.27% with the very practical category in the use of learning tools based on the constructivism approach. Student Worksheets based on the constructivism approach can be used in learning line and series materials because they have been assessed valid and practical. Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk menghasilkan Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD) Berbasis Pendekatan Konstruktivisme pada materi barisa dan deret untuk meningkatkan hasil belajar peserta didik.Model pengembangan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pengembangan model ADDIE. Rancangan LKPD divalidasi oleh pakar dan diujicoba. Instrumen validitas menggunakan lembar validasi dan instrumen praktikalitas menggunakan angket respon guru dan angket respon peserta didik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa LKPD berbasis pendekatan konstruktivisme yang dihasilkan telah memenuhi kriteria kualitas produk yang valid dan praktis. Rata-rata indeks validitas pada semua aspek adalah 0,731 dengan kategori valid, sehingga dapat direkomendasikan untuk digunakan dalam proses pembelajaran. Indeks rata-rata angket respon peserta didik adalah 84,31% dengan kategori praktis dan indeks rata-rata angket respon guru adalah 90,27% dengan kategori sangat praktis dalam penggunaan perangkat pembelajaran berbasis pendekatan konstruktivisme. Lembar Kerja Peserta Didik berbasis pendekatan konstruktivisme ini dapat digunakan dalam pembelajaran materi barisan dan deret karena telah mendapat penilaian sangat baik dan layak digunakan. Kata Kunci: Lembarkerja Peserta Didik (LKPD), Pendekatan Konstruktivisme, Hasil Belajar
MENINGKATKAN KEMAMPUAN BERPIKIR KREATIF DAN SELF-CONCEPT SISWA SMP DI KABUPATEN PIDIE JAYA DENGAN PEMBELAJARAN KONTEKSTUAL BERBANTUAN GEOGEBRA Junaidi; Taufiq
Jurnal Numeracy Vol 7 No 2 (2020)
Publisher : Program Studi Pendidikan Matematika, STKIP Bina Bangsa Getsempena

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46244/numeracy.v7i2.1243

Abstract

This study aims to examine and describe the effect of contextual learning assisted by Geogebra on creative thinking skills, increased creative thinking skills, students' self-concept towards mathematics and the relationship between creative thinking and self-concept. The research design was an experimental group with a pretest and posttest control group. The experimental group received geogebra-assisted contextual learning and the control group received conventional learning. To obtain research data, instruments used in the form of tests of creative thinking skills and students' self-concept attitude scale. The output in this research is in the form of learning tools (lesson plans and worksheets) that use geogebra-assisted contextual learning, instruments for tests of creative thinking abilities and students' self-concept scales. Quantitative analysis was carried out on normalized post-test and gain data on creative thinking skills and self-concept data between the two sample groups using the mean difference test of the two populations. The instrument used was 12 questions about creative thinking skills and 31 statements about self-concept. To find the difference in the average used t-test and use the Pearson test to find the correlation coefficient. The results showed that the creative thinking skills of students who received geogebra-assisted contextual learning were better than students who received conventional learning. The results of the self-concept scale indicate that the self-concept of students who receive geogebra-assisted contextual learning is better than the self-concept of students who receive conventional learning. The results of the self-concept scale also show that self-concept affects students' creative thinking abilities either totally or based on student groups, namely the experimental group and the control group. Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk menelaah dan mendeskripsikan pengaruh pembelajaran kontekstual berbantuan Geogebra terhadap kemampuan berpikir kreatif, peningkatan kemampuan berpikir kreatif, self-concept siswa terhadap matematik dan hubungan berpikir kreatif dengan self-concept. Desain penelitian ini adalah kelompok eksperimen dengan kelompok kontrol pretes dan postes. Kelompok eksperimen memperoleh pembelajaran kontekstual berbantuan geogebra dan kelompok kontrol memperoleh pembelajaran konvensional. Untuk mendapatkan data hasil penelitian digunakan instrumen berupa tes kemampuan berpikir kreatif dan skala sikap self-concept siswa. Luaran dalam penelitian ini berupa perangkat pembelajaran (RPP dan LKS) yang menggunakan pembelajaran kontekstual berbantuan geogebra, Instrumen tes kemampuan berpikir kreatif dan skala self-concept siswa. Analisis kuantitatif dilakukan terhadap data postes dan gain ternormalisasi kemampuan berpikir kreatif dan data self-concept antara kedua kelompok sampel dengan menggunakan uji perbedaan rerata dua populasi. Instrumen yang digunakan sebanyak 12 soal tes kemampuan berpikir kreatif dan 31 pernyataan mengenai self-concept. Untuk mencari perbedaan rata-rata digunakan uji-t dan menggunakan uji pearson untuk mencari koefisien korelasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kemampuan berpikir kreatif siswa yang memperoleh pembelajaran kontekstual berbantuan geogebra lebih baik daripada siswa yang memperoleh pembelajaran konvensional. Hasil skala self-concept menunjukkan bahwa self- concept siswa yang memperoleh pembelajaran kontekstual berbantuan geogebra lebih baik daripada self-concept siswa yang memperoleh pembelajaran konvensional. Hasil skala self- concept juga menunjukkan bahwa self-concept mempengaruhi kemampuan berpikir kreatif siswa baik secara total, ataupun berdasarkan kelompok siswa yaitu kelompok eksperimen dan kelompok kontrol. Kata Kunci: Kemampuan Berpikir Kreatif, Self-Concept, Kontekstual, Geogebra
PROFIL HASIL BELAJAR MATEMATIKA SISWA YANG DIAJAR MENGGUNAKAN MEDIA PEMBELAJARAN BERINTEGRASI BUDAYA ACEH Siti Hadijah; Laksmi Aulia; Cut Yuniza Eviyanti
Jurnal Numeracy Vol 7 No 2 (2020)
Publisher : Program Studi Pendidikan Matematika, STKIP Bina Bangsa Getsempena

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46244/numeracy.v7i2.1256

Abstract

The purpose of this study was to describe the learning outcomes of elementary school students who were taught using learning media integrated with Aceh culture, in terms of differences in mathematical abilities. This type of research is classroom action research. The results of this study are a description of classical completeness of learning outcomes in cycle II which is 83.3% which means greater than classical completeness in cycle I, namely 56.6%. This implies that the use of interactive mathematics learning media based on Aceh culture has a positive impact. When viewed from the difference in mathematical abilities, the description of the completeness of the high category student learning outcomes in the first cycle was 71.4% and in the second cycle was 85%. Middle category students' completeness learning outcomes in the first cycle was 60% and in the second cycle was 80%. Completeness of low category student learning outcomes in cycle I is 53% and cycle II is 84.6%. Abstrak Tujuan penelitian ini adalah mendeskripsikan hasil belajar siswa sekolah dasar yang diajar menggunakan media pembelajaran berintegrasi budaya aceh, ditinjau dari perbedaan kemampuan matematika. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian tindakan kelas. Hasil penelitian ini yaitu gambaran ketuntasan klasikal hasil belajar pada siklus II yaitu 83,3% yang berarti lebih besar dibandingkan ketuntasan klasikal pada siklus I yaitu 56,6%. Hal ini menyiratkan bahwa penggunaan media pembelajaran matematika interaktif berbasis budaya aceh memberikan dampak positif. Bila ditinjau dari perbedaan kemampuan matematika maka gambaran ketuntasan hasil belajar matematika siswa kategori tinggi pada siklus I adalah 71,4% dan pada siklus II adalah 85%. Ketuntasan hasil belajar matematika siswa kategori sedang pada siklus I adalah 60% dan pada siklus II adalah 80%. Ketuntasan hasil belajar matematika siswa kategori rendah pada siklus I adalah 53% dan pada siklus II adalah 84,6%. Kata Kunci: Hasil Belajar Matematika, Media Pembelajaran Interaktif, Bilangan, Integrasi, Budaya Aceh
KINERJA DAN DISPOSISI MATEMATIS SISWA MELALUI PENERAPAN MODEL PROJECT BASED LEARNING DI SMP Rosnawati; Rahmah Johar; Zainal Abidin
Jurnal Numeracy Vol 7 No 2 (2020)
Publisher : Program Studi Pendidikan Matematika, STKIP Bina Bangsa Getsempena

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46244/numeracy.v7i2.1269

Abstract

Performance requires students to be actively involved in completing the task, because it is considered not only the products, but the more important is the skill to finish the task. The other important thing to consider in developing a student's performance is a mathematical disposition. Project Based Learning (PjBL) is a technique to make sure students become productive, since they will be working in a project learning activities that makes it more interesting and real so that students are able to develop mathematical performance and disposition. This study aims to analyze the development of the student's performance in completing the task groups and individuals as well as the disposition of its mathematical through the application of the model PjBL. The data were collected through observation, interviews and questionnaires. Research result, it is known that 1) student develops their performance in completing a task group to carry out all stages of the completion of the task. 2) Student develops their performance in completing individual tasks to carry out all stages of the completion of the task. 3) Student’s mathematical disposition after learning with PjBL experiencing growth than before the application of the model, particularly on indicators of interest and curiosity. Abstrak Kinerja menuntut siswa aktif dalam menyelesaikan tugas, karena yang dinilai bukan hanya produk yang dihasilkan, tetapi lebih dipentingkan keterampilan yang dimiliki dalam menyelesaikannya. Hal penting yang harus diperhatikan dalam mengembangkan kinerja adalah disposisi matematis siswa. Model Project Based Learning (PjBL) membuat siswa menjadi produktif, karena mereka akan bekerja dalam sebuah proyek yang aktivitas belajarnya lebih menarik dan nyata sehingga siswa mampu mengembangkan kinerja dan disposisi matematisnya. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perkembangan kinerja siswa dalam menyelesaikan tugas kelompok dan individu serta disposisi matematisnya melalui penerapan model PjBL. Teknik pengumpulan datanya dengan observasi, wawancara dan angket. Hasil penelitian, diketahui bahwa 1) siswa mengembangkan kinerjanya dalam menyelesaikan tugas kelompok dengan melaksanakan seluruh tahap penyelesaian tugas. 2) siswa mengembangkan kinerjanya dalam menyelesaikan tugas individu dengan melaksanakan seluruh tahap penyelesaian tugas. 3) disposisi matematis siswa sesudah pembelajaran dengan model PjBL mengalami perkembangan dibandingkan sebelum penerapan model tersebut, terutama pada indikator minat dan keingintahuan. Kata Kunci: Project Based Learning, Kinerja, Disposisi Matematis

Page 1 of 1 | Total Record : 9