cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
Jl. KH. Ahmad Dahlan, PO BOX 202 Purwokerto 53182 Kembaran, Banyumas, Jawa Tengah
Location
Kab. banyumas,
Jawa tengah
INDONESIA
JRST (Jurnal Riset Sains dan Teknologi)
ISSN : 25799118     EISSN : 25499750     DOI : http://dx.doi.org/10.30595/jrst
JRST (Jurnal Riset Sains dan Teknologi) adalah jurnal peer reviewed dan Open-Acces. JRST merupakan jurnal yang diterbitkan oleh Lembaga Publikasi Ilmiah dan Penerbitan (LPIP) Universitas Muhammadiyah Purwokerto. JRST mengundang para peneliti, dosen, dan praktisi di seluruh dunia untuk bertukar dan memajukan keilmuan di bidang sains dan teknologi yang meliputi bidang Matematika, Kimia, Biologi, Teknologi Rekayasa dan Keteknikan, Farmasi, Geografi, Komputer dan Teknologi Informasi. Dokumen yang dikirim harus dalam format Ms. Word dan ditulis sesuai dengan panduan penulisan. JRST terbit 2 kali dalam setahun pada bulan Maret dan September.
Articles 8 Documents
Search results for , issue "Volume 1 No. 1 Maret 2017: JRST" : 8 Documents clear
Uji Fisik Pakan Ikan yang Menggunakan Binder Tepung Gaplek (Physical Test of Fish Feed Using Cassava Flour Binder) Dini Siswani Mulia; Fatih Wulandari; Heri Maryanto
JRST (Jurnal Riset Sains dan Teknologi) Volume 1 No. 1 Maret 2017: JRST
Publisher : Universitas Muhammadiyah Purwokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (228.442 KB)

Abstract

AbstrakPakan ikan dibuat selain memiliki kandungan nutrisi yang sesuai dengan kebutuhan ikan budidaya, juga secara fisik harus kompak dan stabil di dalam air. Kelemahan yang sering terjadi, sebagian besar kandungan nutrisi sudah terpenuhi tetapi pakan mudah tenggelam di dalam air dan cepat terurai sebelum semuanya dimakan ikan. Langkah strategis adalah menambahkan binder (bahan perekat) dalam pembuatan pakan ikan agar bahan pakan tercampur dengan baik, kompak, serta memiliki daya apung yang baik pula. Salah satu bahan yang berpotensi sebagai binder pakan ikan adalah tepung gaplek. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji uji fisik pakan ikan yang menggunakan binder tepung gaplek. Metode penelitian menggunakan metode eksperimen dengan rancangan acak lengkap (RAL) 4 perlakuan dan 4 kali ulangan, yaitu P0 : pakan komersial (kontrol); P1 : pakan dengan binder tepung gaplek 5 %; P2 : pakan dengan binder tepung gaplek 7,5 %; dan P3 : pakan dengan binder tepung gaplek 10%. Bahan baku pakan adalah tepung bulu ayam yang difermentasi dengan Bacillus licheniformis B2560, ampas tahu yang difermentasi dengan Aspergillus niger, dan tepung ikan rucah. Parameter yang diamati adalah uji fisik pakan ikan meliputi daya apung, tingkat kekerasan, tingkat homogenitas, dan kecepatan pecah pakan ikan serta sebagai data pendukung adalah kadar protein dan kadar air pakan ikan. Parameter uji fisik pakan ikan dianalisis dengan menggunakan Analysis of Variance (ANOVA) dan Duncan Multiple Range Test (DMRT) dengan taraf uji 5%, sedangkan data kadar protein dan kadar air dianalisis secara deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan pemberian binder tepung gaplek berpengaruh nyata terhadap hasil uji fisik pakan ikan. Perlakuan dengan binder tepung gaplek dengan konsentrasi 10% memiliki kualitas pakan yang paling baik dan mampu menyamai kualitas pakan komersial. Kadar protein yang dihasilkan pakan uji dapat memenuhi kriteria kebutuhan nutrisi pakan yang berkualitas, yaitu berkisar 30-40%.Kata Kunci : binder, pakan ikan, tepung gaplek, uji fisikAbstractFish feed is made in addition to nutritional value that corresponds to the needs of farmed fish, also must physically compact and stable in the water. Weakness is often the case, most of the nutritional content has been fulfilled but the feed easily sink in water and rapidly unfolding before everything is eaten by fish. Strategic step is to add a binder (adhesive) in the manufacture of fish feed in order to feed ingredients well mixed, compact, and has a buoyancy that good anyway. One potential as a binder ingredient of fish feed is dried cassava flour. This study aims to assess the physical test fish feed using cassava flour binder. The research method used experimental method with a completely randomized design (CRD) 4 treatments and 4 replications, namely P0: commercial feed (control); P1: feed with cassava flour binder 5%; P2: feed with cassava flour binder of 7.5%; and P3: feed with 10% cassava flour binder. Feed ingredients are chicken feather flour fermented with Bacillus licheniformis B2560, tofu fermented with Aspergillus niger, and trash fish flour. Parameters measured were physically test fish feed include buoyancy, the level of violence, degree of homogeneity, and broke the speed of fish feed as well as supporting data is the protein content and the moisture content of fish feed. Physical test parameters of fish feed were analyzed using Analysis of Variance (ANOVA) and Duncan Multiple Range Test (DMRT) with a test level of 5%, while data on the nutrient content were analyzed descriptively. The results showed that treatment of cassava flour Award binders significantly affect the results of physical tests of fish feed. Treatment with cassava flour binder with a concentration of 10% has the most excellent feed quality and able to match the quality of commercial feed. The protein content of the resulting feed can meet the test criteria for the nutritional needs of high quality feed, which ranges from 30-40%.Keywords : binder, cassava flour, fish feed, physical tests
Gambaran Praktek Pengelolaan Pestisida pada Petani Kentang di Desa Kepakisan Kecamatan Batur Kabupaten Banjarnegara Dwi Atin Faidah; Joko Malis Sunarno
JRST (Jurnal Riset Sains dan Teknologi) Volume 1 No. 1 Maret 2017: JRST
Publisher : Universitas Muhammadiyah Purwokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (235.431 KB)

Abstract

ABSTRAKUpaya peningkatan mutu dan produktivitas hasil pertanian kentang tidak terlepas dari penggunaan pestisida untuk membasmi hama tanaman. Penggunaan pestisida bisa mengontaminasi pengguna secara langsung sehingga mengakibatkan keracunan. Pengelolaan pestisida sangat perlu dilakukan untuk mencegah timbulnya gangguan kesehatan yang kronis dan mematikan. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui gambaran praktek pengelolaan pestisida pada petani kentang yang meliputi tahap persiapan, aplikasi dan pembuangan sisa pestisida pada petani kentang di Desa Kepakisan Kecamatan Batur.Penelitian ini merupakan penelitian observasional dengan desain penelitian yang digunakan adalah cross sectional. Populasi dari penelitian ini adalah semua petani kentang yang berada di Desa Kepakisan Kecamatan Batur Kabupaten Banjarnegara. Sampel diambil sebanyak 76 responden. Cara pengumpulan data dilakukan dengan pengukuran tinggi badan menggunakan microtoice dan berat badan menggunakan timbangan injak. Wawancara terstruktur menggunakan kuesioner dilakukan kepada responden untuk mengetahui karakteristik dan praktek pengelolaan pestisida. Pengolahan dan analisis data dilakukan dengan penyajian distribusi frekuensi dari variabel yang diteliti dan disajikan secara deskriptif dalam bentuk tabel untuk mengetahui proporsi masing-masing variabel yang diteliti. Hasil penelitian menunjukan sebagian besar petani kentang sudah melakukan praktek pengelolaan pestisida dengan baik (86,8%). Sosialisasi/ penyuluhan mengenai pengelolaan pestisida yang baik mulai dari tahap persiapan, aplikasi dan pembuangan sisa pestisida tetap diperlukan untuk mencegah terjadinya keracunan pestisida pada petani kentang.Kata kunci : Petani kentang, pengelolaan, pestisidaABSTRACTEffort of improving in potato produce productivity and quality is not quit of usage of pesticide to eradicate crop pest. Usage of pesticide can contaminate directly to consumer so that result poisoned. Early detect in poisoned of pesticide very require to prevent incidence of chronic diseases until death. Aim of this research is to describe of pesticide management practice on potato farmer include preparation, application, and dismissal of pesticide in Kepakisan Village District of Batur. The research model was observasional by using cross sectional design. Population of this research were all potato farmer in Kepakisan Village, Batur, Banjarnegara. Samples taken by counted 76 respondent. Data collection was conducted by measuring of body weight and using microtoice. Interview by quesionare to respondent was done to express characteristic data and pesticide management practice. Processing and data analysis were conducted with presentation of frequency distribution of accurate variable and presented descriptively in the form of tables to know proportion of each accurate variable. The result of research show that amount of pesticide management practice on potato farmer is proper (86,8%). Socialization/ counselling is expected in management of pesticide which start from preparation , application and dismissal of pesticide remains so that can prevent poisoned at potato farmer.Keywords: Potato farmer; management; pesticide
Cover Vol. 1 No. 1 Editor Editor
JRST (Jurnal Riset Sains dan Teknologi) Volume 1 No. 1 Maret 2017: JRST
Publisher : Universitas Muhammadiyah Purwokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (99.302 KB)

Abstract

BERISI COVER HAL I
Potensi Kulit Nanas Sebagai Substrat dalam Pembuatan Nata De Pina Alwani Hamad; Betty Ika Hidayah; Amiratus Sholekhah; Andi Ghina Septhea
JRST (Jurnal Riset Sains dan Teknologi) Volume 1 No. 1 Maret 2017: JRST
Publisher : Universitas Muhammadiyah Purwokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (204.851 KB)

Abstract

ABSTRAKNata adalah makanan fungsional yang mempunyai efek menyehatkan apabila dikonsumsi karena mengandung fiber. Nata yang berasal dari buah nanas kita kenal sebagai nata de pina yang dihasilkan dari aktifitas bakteri Acetobacter xylinum. Penelitian ini bertujuan mengetahui pengaruh potensi kulit buah nanas yang biasanya sebagai limbah sebagai substrat pembuatan nata de pina dibandingkan dengan bagian lain dari buah nanas (bonggol dan daging nanas). Penelitian menunjukkan bahwa yield nata yang dihasilkan dari kulit nanas significant lebih besar dibandingkan dengan bagian buah lainnya. Hasil yield dan tebal nata yang dihasilkan juga significant sama dengan nata de coco (p0.05). Dari penelitian ini dapat disimpulkan bahwa kulit nanas yang menjadi limbah merupakan bagian dari buah nanas yang dapat digunakan sebagai substrat nata de pina dengan hasil yang sama dengan nata de coco.Kata kunci: nata de pina, kulit nanas, fermentasi, Acetobacter xylinumABSTRACTNata is a functional food that has healthful effects when consumed because it contains fiber. Nata derived from pineapple fruit known as nata de pina resulting from the activity of bacteria Acetobacter xylinum. This study aims to determine the potential influence of pineapple fruit skin is usually as waste as a substrate making nata de pina compared to other parts of the pineapple (pineapple core and meat). Research shows that the yield nata produced from pineapple skin significantly larger than the other parts of the fruit. Results yield and thick nata produced significant also the same as nata de coco (P 0.05). From this study it can be concluded that the pineapple skin that becomes waste is part of the pineapple fruit that can be used as a substrate nata de pina with the same results with nata de coco.Keywords: nata de pina, pineapple skin, fermentation, Acetobacter xylinum
Daftar Isi, Editorial Board dan Kata Pengantar Editor Editor
JRST (Jurnal Riset Sains dan Teknologi) Volume 1 No. 1 Maret 2017: JRST
Publisher : Universitas Muhammadiyah Purwokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (144.363 KB)

Abstract

Daftar Isi, Editorial Board dan Kata Pengantar
Formulasi dan Aktivitas Anti Jamur Sediaan Krim M/A Ekstrak Etanol Buah Takokak (Solanum Torvum Swartz) Terhadap Candida Albicans Sapto Aji Wibowo; Arif Budiman; Dwi Hartanti
JRST (Jurnal Riset Sains dan Teknologi) Volume 1 No. 1 Maret 2017: JRST
Publisher : Universitas Muhammadiyah Purwokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (225.883 KB)

Abstract

ABSTRAKTakokak (Solanum torvum Swartz) diketahui mengandung senyawa alkaloid steroid yang aktif sebagai antijamur. Penelitian ini bertujuan untuk memformulasikan ekstrak etanol buah takokak dalam bentuk sediaan krim tipe minyak dalam air (M/A), menguji sifat fisik dan aktivitas antijamurnya terhadap Candida albicans. Ekstraksi terhadap serbuk kering buah takokak dilakukan dengan metode maserasi dengan menggunakan pelarut etanol. Krim tipe M/A dibuat dengan cara peleburan, dengan konsentrasi ekstrak etanol buah takokak masing-masing 0,5; 1,0; dan 2,0%. Pembuatan krim dilakukan dengan metode peleburan. Sifat fisik krim (homogenitas, daya sebar, daya lekat, viskositas dan pH) dianalisis dengan metode yang sesuai. Uji aktivitas antijamur dilakukan dengan metode Kirby-Bauer. Hasil penelitian menunjukkan bahwa krim tipe M/A ekstrak etanol buah takokak homogen, tetapi daya lekat, daya sebar, viskositas dan pHnya tidak memenuhi syarat sediaan topikal yang baik, dan stabil selama penyimpanan. krim tipe M/A ekstrak etanol buah takokak tidak memiliki aktivitas antijamur terhadap C. albicans.Kata Kunci : Solanum torvmn Swartz, krim tipe M/A, sifat fisik krim, antijamur, C. albicansABSTRACTTurkey berry (Solanum torvum Swartz) contains steroidal alkaloids known for antifungal activity. This research aimed to formulate ethanolic extract of fruit of turkey berry into oil in water (O/W) type cream, evkuate its physical properties and antifungal activity against Candida albicans. Maceration with ethanol was performed to extract the fruit of turkey berry. O/W type creams were prepared by melting method, with the concentrations of ethanolic extract of turkey berry were 0.5, 1.0, and 2.0%, respectively. Physical properties of cream (homogeneity, spreadability, adhesive time, viscosity, and pH) were analyzed. Test of antifungal activity was performed with Kirby-Bauer method. The result showed that O/W type cream of ethanolic extract of turkey berry was homogeny, but its spreadability, adhesive time, viscosity, and pH were not meet the requirement of physical properties of a topical preparation. This O/W cream was stable during storage for 4 weeks and did not possess antifungal activity against C. albicans.
Daftar Penulis dan Petunjuk Penulisan Editor Editor
JRST (Jurnal Riset Sains dan Teknologi) Volume 1 No. 1 Maret 2017: JRST
Publisher : Universitas Muhammadiyah Purwokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (148.199 KB)

Abstract

Daftar Penulis dan Petunjuk Penulisan
Implementasi Certainty Factor pada Diagnosa Penyakit Infeksi Tropis (Certainty Factor Implementation On Tropical Infection Disease Diagnostics) Putri Fitria Aprilliani; Hindayati Mustafidah
JRST (Jurnal Riset Sains dan Teknologi) Volume 1 No. 1 Maret 2017: JRST
Publisher : Universitas Muhammadiyah Purwokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (783.21 KB)

Abstract

ABSTRAKInfeksi tropis merupakan penyakit yang biasa terjadi di daerah tropis. Penyakit infeksi tropis dibedakan menjadi 3 jenis yaitu infeksi tropis oleh bakteri, infeksi tropis oleh virus, dan infeksi tropis oleh parasit. Infeksi tropis oleh parasit biasanya disebabkan oleh infeksi cacing. Infeksi cacing dapat ditularkan lewat makanan, air, udara, feses, hewan peliharaan, dudukan toilet dan pegangan pintu yang terkontaminasi oleh telur cacing. Masyarakat yang terserang penyakit ini tentu saja membutuhkan pakar atau dokter untuk mendiagnosa penyakit mereka. Dalam hal ini, sistem diagnosa penyakit akan sangat membantu dalam mendiagnosa penyakit mereka. Penelitian ini menghasilkan sistem diagnosa menggunakan metode Certainty Factor atau Faktor Kepastian. Aplikasi dikembangkan untuk menentukan jenis penyakit infeksi tropis yang diakibatkan oleh infeksi cacing dengan memperhatikan gejala-gejala yang diderita pasien. Dengan menggunakan metode CF didapatkan persentase tingkat keyakinan terhadap penyakit yang diderita pasien.Kata kunci: certainty factor, diagnosa, sistem diagnosa, infeksi tropis, infeksi cacingABSTRACT Tropical infection is a disease that is common in the tropics. Tropical infectious diseases can be divided into 3 types of tropical infections by bacteria, tropical infection by the virus, and tropical infections by parasites. Tropical infections by parasitic are usually caused by worm infection. Worm infections can be transmitted through food, water, air, faeces, pets, toilet seats and doorknobs that contaminated by worm eggs. Communities afflicted by this disease certainly require an expert or a doctor to diagnose their disease. In this case, the diagnosis system disease diagnosis will be very helpful in diagnosing their illnesses. In this study, a diagnosis system using the method of Certainty Factor was builded. The application is developed to determine the type of tropical infectious disease caused by a worm infection by observe the symptoms suffered by patients. By using CF we can obtained the percentage level of confidence in the patient's illness.Keywords: certainty factor, diagnosis, diagnosis systems, tropical infections, worm infections

Page 1 of 1 | Total Record : 8