cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
Jl. A.Yani, Km. 06 Desa Panggung, Pelaihari, Kalimantan Selatan
Location
Kab. tanah laut,
Kalimantan selatan
INDONESIA
Jurnal Teknologi Agro-Industri
ISSN : 24074624     EISSN : 25985884     DOI : 10.34128/jtai
Core Subject : Agriculture,
Jurnal Teknologi Agro-Industri diterbitkan oleh Program Studi Teknologi Industri Pertanian Politeknik Negeri Tanah Laut dan mempublikasikan hasil-hasil penelitian dalam bidang pengolahan hasil, aktivitas senyawa aktif, proses, teknik sistem, dan lingkungan industri khususnya pada bidang Agro-Industri.
Arjuna Subject : -
Articles 6 Documents
Search results for , issue "Vol 2 No 2 (2015)" : 6 Documents clear
OPTIMASI PEMBUATAN ASAP CAIR DARI SEKAM PADI DAN APLIKASINYA SEBAGAI PUPUK TANAMAN HIDROPONIK Jaka Darma Jaya; Akhmad Zulmi; Diky Wahyudi; Kartika Kartika; Herlina Wati; Nana Yuliana; Nor Kholis
Jurnal Teknologi Agro-Industri Vol 2 No 2 (2015)
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat, Politeknik Negeri Tanah Laut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (306.507 KB) | DOI: 10.34128/jtai.v2i2.17

Abstract

Kabupaten Tanah Laut merupakan Kabupaten yang kaya akan keunggulan sektor agraris, sektor pertanian dan kehutanan. Kekayaan sektor agraris ditunjukan dengan banyaknya nilai produksi padi di Kabupaten Tanah Laut. Untuk itu, kami mengadakan sebuah penelitian mengenai pemanfaatan limbah sekam padi sebagai bahan yang dapat digunakan sebagai pupuk tanaman hidroponik yang diperoleh melalui metode pirolisis yang nantinya akan menghasilkan asap cair. Proses optimasi pirolisis memperlihatkan bahwa perlakuan A (Suhu 250 oC dan waktu 3 jam) menghasilkan rendemen asap lebih tinggi sebesar 2,54% dibandingkan dengan perlakuan B (Suhu 150oC dan waktu 2 jam) menghasilkan rendemen asap cair sebesar 0,273%. Hal ini menunjukan bahwa parameter suhu dan waktu berpengaruh pada rendemen hasil akhir pirolisis. Pada pengaplikasian asap cair sebagai pupuk cair tanaman hidroponik dilakukan dengan 5 (lima) perlakuan, yatu P1, P2, P3, P4, dan P5. Pengaplikasian asap cair ke tanaman hidroponik (kangkung) sebagai pupuk cair, dapat dilihat bahwa pH asap cair yang sudah diencerkan sangat berpengaruh pada pertumbuhan tanaman. Pada tanaman yang diberi air dengan pH asam tidak dapat beratahan lama (cepat mati).
OPTIMASI PEMBUATAN KOPI BIJI PEPAYA (Carica papaya) Mariati Mariati
Jurnal Teknologi Agro-Industri Vol 2 No 2 (2015)
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat, Politeknik Negeri Tanah Laut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (356.997 KB) | DOI: 10.34128/jtai.v2i2.13

Abstract

Kopi merupakan minuman populer saat ini yang memiliki rasa dan aroma khas yang disukai oleh hampir semua kalangan masyarakat, namun kopi dapat menyebabkan ketergantungan yang disebabkan oleh kandungan kafein dalam kopi. Biji pepaya berpotensi untuk dijadikan kopi tanpa kafein. Proses pembuatan kopi biji pepaya melalui 2 tahapan yaitu optimasi cara pengeringan dan optimasi waktu penyangraian. Parameter uji yang dilakukan antara lain uji kadar air, uji fitokimia, uji kafein dan uji organoleptik. Analisis data yang digunakan adalah uji Anova yang dilanjutkan dengan uji DMRT (Duncan Multiple Range’s Test). Berdasarkan hasil pengujian dan uji organoleptik, diperoleh perlakuan terbaik dengan menggunakan pengeringan sinar matahari dan waktu penyangraian selama 10 menit dengan kadar air 7%. Hasil uji kafein menunjukkan bahwa kopi biji pepaya tidak mengandung kafein, sehingga aman karena tidak akan menyebabkan ketergantungan.
OPTIMASI PEMBUATAN TEH HERBAL DAUN MURBEI (Morus Alba) Annisa Rhahmah
Jurnal Teknologi Agro-Industri Vol 2 No 2 (2015)
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat, Politeknik Negeri Tanah Laut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (159.138 KB) | DOI: 10.34128/jtai.v2i2.14

Abstract

Teh herbal adalah sebutan untuk ramuan bunga, daun, biji, akar, atau buah kering yang biasanya digunakan sebagai minuman yang berkhasiat obat dan tidak mengandung kafein. Salah satu jenis tanaman yang daunnya dapat dimanfaatkan dalam pembuatan teh herbal adalah murbei. Hal ini tentunya dapat menjadi sebuah peluang dalam pembuatan sebuah produk yang dapat menunjang kesehatan. Rancangan produk teh herbal ini menggunakan 3 tahap yaitu optimasi cara pengeringan, optimasi lama pengeringan dan optimasi penambahan rasa dengan menggunakan parameter uji kadar air, uji fitokimia (alkaloid dan flavonoid), uji vitamin C, uji kafein, dan uji organoleptik. Analisis data yang digunakan adalah uji F (ANOVA) yang dilanjutkan dengan uji DMRT(Duncan Multiple Range Test). Hasil yang diperoleh menunjukan bahwa cara pengeringan terbaik menggunakan oven 70oC dengan lama pengeringan terbaik 30 menit dan untuk rasa terbaik dengan perbandingan 1:1 antara teh herbal daun murbei dengan jahe.
OPTIMASI PRODUKSI BIOBRIKET DARI KULIT BUAH KARET Rachmat Ramadhani; Dwi Sandri; Jaka Darma Jaya
Jurnal Teknologi Agro-Industri Vol 2 No 2 (2015)
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat, Politeknik Negeri Tanah Laut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (223.093 KB) | DOI: 10.34128/jtai.v2i2.15

Abstract

Biobriket merupakan energi alternatif pengganti bahan bakar yang dihasilkan dari bahan-bahan organik atau biomasa yang kurang termanfaatkan. Beberapa jenis limbah biomasa memiliki potensi yang cukup besar seperti limbah kayu, sekam padi, jerami, ampas tebu, cangkang sawit. Penelitian ini bertujuan untuk mengoptimasi produksi biobriket dari kulit buah karet dengan parameter pengujian meliputi analisis kadar air, nilai kalor, lama bakar dan laju bakar. Pembuatan biobriket ini berbahan baku dari kulit buah karet yang dimulai dari proses pengarangan kemudian digiling dan dicampur dengan perekat dan cetak lalu dijemur. Adapun perekat yang digunakan adalah tepung tapioka dengan konsentrasi perekat 3%, 4%, 5%, dan 6% pada pembuatan biobriket dan air yang digunakan sebanyak 250 ml dan 375 ml terhadap masing-masing konsentrasi. Hasil penelitian menunjukan bahwa briket dengan perlakuan menggunakan perekat 4% yang dilarutkan dengan 250 ml air mendekati SNI briket arang. Hasil tersebut menunjukan kadar air 6,12%, nilai kalor 6351,58 kal/gr, lama bakar 43 menit dan laju bakarnya 0,28 gr/menit. Melihat dari hasil penelitian ini bahwa kulit buah karet dapat dijadikan salah satu bahan baku alternatif dalam pembuatan biobriket.
UJI AKTIVITAS EKSTRAK BUAH SAWO MENTAH (Acrhras zapota ) DENGAN BERBAGAI PELARUT PADA Salmonella typhii Fatimah Fatimah; Erfanur Adlhani; Dwi Sandri
Jurnal Teknologi Agro-Industri Vol 2 No 2 (2015)
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat, Politeknik Negeri Tanah Laut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (136.718 KB) | DOI: 10.34128/jtai.v2i2.16

Abstract

Buah sawo (Achras zapota) mentah dipercaya masyarakat pedesaan untuk mengobati penyakit tifus. Penggunaannya sederhana dan bahannya pun mudah diperoleh sehingga relatif terjangkau dikalangan masyarakat. Tujuan dari penelitian ini untuk membuktikan bahwa buah sawo mentah memiliki zat aktif yang dapat menghambat mikroorganisme penyebab tifus. Rancangan penelitian yang digunakan adalah rancangan acak lengkap (RAL) dengan perlakuan untuk mendapatkan ekstrak sawo mentah pada pelarut yang berbeda kepolarannya yaitu ekstrak perasan, metanol, aseton, dan n-heksan. Perlakuan konsentrasi ekstrak sawo mentah diujikan untuk penghambatan aktivitas mikroorganisme bakteri Salmonella typhii dengan variasi konsentrasi 10%, 30%, dan 50% disertai control positif dan negatif. Hasil menunjukkan bahwa ekstrak sawo mentah dengan pelarut methanol dan aseton konsentrasi 50% memberikan aktivitas antibakteri zona hambat yang masih kecil yang menunjukkan respon yang kurang efektif
PEMBUATAN KITOSAN DARI KULIT UDANG PUTIH (Penaeus merguiensis) DAN APLIKASINYA SEBAGAI PENGAWET ALAMI UNTUK UDANG SEGAR Noor Isnawati; Wahyuningsih Wahyuningsih; Erfanur Adlhani
Jurnal Teknologi Agro-Industri Vol 2 No 2 (2015)
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat, Politeknik Negeri Tanah Laut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (326.152 KB) | DOI: 10.34128/jtai.v2i2.12

Abstract

Kitosan merupakan modifikasi senyawa kitin yang banyak terdapat dalam kulit luar hewan golongan Crustaceae seperti udang dan kepiting. Khasiat kitosan sebagai bahan antibakteri dan kemampuannya untuk mengimobilisasi bakteri menjadikan kitosan dapat digunakan sebagai pengawet makanan. Daya hambat kitosan terhadap bakteri tergantung dari konsentrasi pelarut kitosan. Tujuan penelitian ini adalah untuk menentukan lama waktu pengawetan udang segar dengan menggunakan larutan kitosan serta mengidentifikasi pengaruh kitosan terhadap sifat fisis udang segar baik dari segi bau maupun tekstur udang. Percobaan dibagi dalam 3 tahap. Tahap pertama Isolasi kitin dari kulit udang putih (Penaeus merguiensis) dengan dua perlakuan yaitu deproteinisasi dengan menggunakan NaOH 1 M dan demineralisasi dengan menggunakan CH3COOH 1 M dan HCl 1 M. Tahap kedua adalah proses deasetilasi kitin menjadi kitosan dengan menggunakan NaOH 1 M. Tahap ketiga adalah tahap aplikasi penambahan kitosan pada udang segar dengan variasi konsentrasi kitosan 0,5 g; 1 g; 1,5 g; dan 2 g dalam 1% CH3COOH dengan variabel waktu perendaman udang segar selama 15, 30, 45, dan 60 menit. Hasil penelitian menunjukkan bahwa udang segar yang direndam dalam larutan asam asetat encer 1% pada semua konsentrasi yang diuji memiliki daya simpan selama 2 hari, dengan teksturnya masih bagus dan bau masih berbau udang.

Page 1 of 1 | Total Record : 6