cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kab. sleman,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Majalah Farmaseutik
ISSN : 1410590x     EISSN : 26140063     DOI : -
Core Subject : Health,
Majalah Farmaseutic accepts submission concerning in particular fields such as pharmaceutics, pharmaceutical biology, pharmaceutical chemistry, pharmacology, and social pharmacy.
Arjuna Subject : -
Articles 5 Documents
Search results for , issue "Vol 11, No 1 (2015)" : 5 Documents clear
PENGARUH PEMBERIAN INFORMASI OBAT ANTIHIPERTENSI TERHADAP KEPATUHAN PASIEN HIPERTENSI DI PUSKESMAS UMBULHARJO I YOGYAKARTA PERIODE NOVEMBER 2014 Aulia Kurniapuri; Woro Supadmi
Majalah Farmaseutik Vol 11, No 1 (2015)
Publisher : Faculty of Pharmacy, Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (561.633 KB) | DOI: 10.22146/farmaseutik.v11i1.24115

Abstract

Hipertensi merupakan salah satu penyakit dengan prevalensi tinggi. Pengobatan hipertensi bertujuan untuk mengontrol tekanan darah dan mencegah penyakit komplikasi. Kepatuhan untuk mencapai keberhasilan pengobatan dapat ditingkatkan dengan pemberian informasi obat (PIO) untuk meningkatkan pemahaman instruksi pengobatan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh PIO antihipertensi terhadap kepatuhan pasien hipertensi di Puskesmas Umbulharjo I Yogyakarta. Penelitian ini menggunakan metode eksperimen dengan rancangan kelompok statis, sehingga terdiri dari dua kelompok yaitu tanpa PIO dan dengan PIO. Data diperoleh dari rekam medik/resep dan kuesioner MMAS-8. Pengambilan sampel dilakukan secara purposive sampling berdasarkan kriteria inklusi dan eksklusi selama November 2014 dan dianalisis menggunakan uji chi square. Sampel yang diperoleh sebanyak 45 orang terdiri dari 23 orang dengan PIO dan 22 orang tanpa PIO. Hasil penelitian menunjukkan bahwa antihipertensi yang paling banyak digunakan adalah antihipertensi tunggal amlodipin (51,1%) dan antihipertensi kombinasi amlodipin dan hidroklorotiazid (26,7%). Persentase pasien patuh dengan PIO adalah kepatuhan rendah 8,9%, kepatuhan sedang 11,1%, dan kepatuhan tinggi 31,1%. Persentase pasien patuh tanpa PIO adalah kepatuhan rendah 24,4%, kepatuhan sedang 11,1%, dan kepatuhan tinggi 13,3%. Berdasarkan analisis chi square nilai p=0,040 (< α=0,050) sehingga PIO berpengaruh terhadap kepatuhan. Pemberian informasi obat antihipertensi berpengaruh signifikan terhadap kepatuhan pasien hipertensi di Puskesmas Umbulharjo I Yogyakarta.
UJI SPF IN VITRO DAN SIFAT FISIK BEBERAPA PRODUK TABIR SURYA YANG BEREDAR DI PASARAN Wiweka Adi Pratama; Abdul Karim Zulkarnain
Majalah Farmaseutik Vol 11, No 1 (2015)
Publisher : Faculty of Pharmacy, Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (673.375 KB) | DOI: 10.22146/farmaseutik.v11i1.24116

Abstract

Produk kosmetik yang dipasarkan seharusnya memiliki efikasi sesuai persyaratan kualitas yang telah ditetapkan pemerintah. Oleh karena itu, penentuan efikasi sediaan tabir surya sangat penting untuk melihat kepatuhan produsen kosmetik.Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui kesesuaian SPF dari lima produk tabir surya yang beredar di pasaran dan mengetahui sifat fisik (daya lekat dan daya sebar) dari lima produk tabir surya yang didapatkan di pasaran. Sampel diuji dengan metode in vitro dengan spektrofotometer UV-Vis, tiap 5 nm dari panjang gelombang 290 nm - 320 nm diukur absorbansinya dan dilakukan tiga kali penentuan, selanjutnya dianalisis dengan persamaan Mansur. Berdasarkan uji daya lekat, maka sediaan lotion dari yang memiliki daya lekat paling lama adalah produk A, diikuti oleh produk E. Urutan sediaan krim yang memiliki daya lekat paling lama yaitu produk B, diikuti oleh produk C dan D. Hasil uji daya sebar, sediaan lotion yang memiliki daya sebar paling besar yaitu produk E, diikuti oleh A. Sediaan krim yang memiliki daya sebar paling besar adalah produk B, diikuti oleh produk C dan D. Produk B, produk C dan produk E memiliki nilai SPF yang mendekati nilai SPF labelnya. Produk A dan D menghasilkan nilai SPF di atas nilai SPF labelnya.
KARAKTERISTIK FISIK DAN PENERIMAAN RASA SEDIAAN CHEWABLE LOZENGES EKSTRAK RIMPANG KUNYIT(CURCUMA DOMESTICA VAL.) DENGAN KOMBINASI PEMANISHIGH FRUCTOSE SYRUP DAN SUKROSA Christriana Kusumawati; Mufrod Mufrod; Mutmainah Mutmainah
Majalah Farmaseutik Vol 11, No 1 (2015)
Publisher : Faculty of Pharmacy, Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (396.987 KB) | DOI: 10.22146/farmaseutik.v11i1.24117

Abstract

Kunyit memiliki banyak kegunaan dalam pengobatan, salah satunya pengobatan inflamasi yang sering diderita anak-anak seperti gusi bengkak dan radang tenggorokan sehingga kunyit merupakan pilihan tepat karena alami tanpa efek toksik. Ekstrak rimpang kunyit dibuat menjadi sediaan chewable lozenges karena lebih praktis dan menarik untuk anak-anak, namun ekstrak rimpang kunyit memiliki rasa yang pahit sehingga perlu adanya pemanis. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui karakteristik fisik dan penerimaan rasa chewable lozenges kombinasi pemanis High Fructose Syrup (HFS) dan sukrosa. Ekstrak diperoleh dari maserasi dengan etanol 96%, ekstrak diuji pendahuluan, Kromatografi Lapis Tipis (KLT), dan bebas etanol. Ekstrak dibuat menjadi chewable lozenges menggunakan metode tuang dengan kandungan pemanis HFS : sukrosa yaitu formula 1 (5:95), formula 2 (10:90), dan formula 3 (15:95). Sediaan kemudian diuji karakteristik fisiknya meliputi uji organoleptik, keseragaman bobot, kekerasan, kekenyalan, dan pH. Dilakukan juga uji penerimaan rasa, identifikasi kurkumin, dan Angka Lempeng Total (ALT) terhadap sediaan. Data penerimaan rasa dianalisis secara deskriptif dan data karakteristik fisik dianalisis anova 1 jalan. Hasil kekerasan tertinggi yaitu formula 2 dengan perbandingan HFS : sukrosa (10:90). Sediaan formula 1 memiliki pH paling asam. Kekerasan dan kekenyalan dari ketiga formula tidak berbeda signifikan (p > 0,05). Formula yang paling disukai yaitu formula 2 dan sediaan mengandung kurkumin dengan ALT < 106 sehingga memenuhi syarat.
UJI AKTIVITAS ANTIBAKTERI EKSTRAK ETANOL DAN EKSTRAK AIR DAUN BANDOTAN (AGERATUM CONYZOIDES, L.) TERHADAP STAPHYLOCOCCUS AUREUS DAN ESCHERICHIA COLI Harti Astuti
Majalah Farmaseutik Vol 11, No 1 (2015)
Publisher : Faculty of Pharmacy, Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (345.225 KB) | DOI: 10.22146/farmaseutik.v11i1.24118

Abstract

Di Indonesia terdapat beraneka ragam jenis tumbuhan yang dapat dimanfaatkan sebagai obat tradisional oleh masyarakat, di antaranya daun Bandotan yang dapat digunakan sebagai obat penyakit kulit ringan dan berat, radang telinga, sakit tenggorokan, diare, dan penyakit infeksi lainnya. Penelitian ini bertujuan untuk melakukan uji aktivitas antibakteri terhadap ekstrak etanol dan ekstrak air daun Bandotan. Serbuk daun Bandotan berturut-turut diekstraksi dengan pelarut etanol 80% menggunakan alat soxhlet, kemudian dengan pelarut air menggunakan panci infus. Ekstrak etanol kental dan ekstrak air kental diuji aktivitas antibakterinya. Uji aktivitas antibakteri terhadap Staphylococcus aureus ATCC 25923 dan Escherichia coli ATCC 25923 dilakukan dengan metode dilusi cair untuk mengetahui kadar hambat minimal (KHM) ekstrak etanol dan ekstrak air daun Bandotan. Hasil uji aktivitas antibakteri menunjukkan bahwa ekstrak etanol memiliki aktivitas antibakteri terhadap Staphylococcus aureus dan Escherichia coli dengan nilai KHM berturut-turut adalah 12,5 mg/mL dan 25 mg/mL. Ekstrak air juga menunjukkan adanya aktivitas antibakteri terhadap Staphylococcus aureus dan Escherichia coli dengan nilai KHM berturut-turut adalah 50 mg/mL dan 100 mg /mL. Hasil ini menunjukkan bahwa ekstrak etanol dan ekstrak air daun Bandotan memiliki aktivitas antibakteri terhadap Staphylococcus aureus dan Escherichia coli.
DIMETILSULFOKSID SEBAGAI ENHANCER TRANSPOR TRANSDERMAL TEOFILIN SEDIAAN GEL Resty Annisa Damayanti; Tedjo Yuwono
Majalah Farmaseutik Vol 11, No 1 (2015)
Publisher : Faculty of Pharmacy, Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (673.686 KB) | DOI: 10.22146/farmaseutik.v11i1.24114

Abstract

Dimetilsulfoksid (DMSO), di Jerman sudah dipelajari secara intensif sejak abad ke-19. Bahan ini telah digunakan sebagai obat, sebagai pelarut, dan sebagai enhancer absorpsi obat, baik obat sintetik maupun herbal. Pada studi ini diteliti pengaruh DMSO sebagai enhancer absorpsi transdermal teofilin, yang sediaannya banyak digunakan untuk antiselulit. Percobaan absrpsi secara transdermal ini dilakukan secara in vitro dari sediaan gel, menggunakan kulit tikus jantan galur Wistar dengan alat difusi tipe vertikal. Ada empat formula gel masing-masing mengandung 7% teofilin dan mengandung DMS dengan konsentrasi yang bervariasi antara 0% – 7%. Hasil percobaan menunjukkan bahwa DMSO memiliki potensi enhancer yang besar terhadap permeasi teofilin menembus membran kulit tikus. Makin tinggi konsentrasi DMSO makin tinggi pula nilai fluks. Formula yang mengandung 7% DMSO memberikan peningkatan permeasi teofilin dari 17,9 µg menjadi 139 µg selama 8 jam

Page 1 of 1 | Total Record : 5