cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kab. sleman,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Majalah Farmaseutik
ISSN : 1410590x     EISSN : 26140063     DOI : -
Core Subject : Health,
Majalah Farmaseutic accepts submission concerning in particular fields such as pharmaceutics, pharmaceutical biology, pharmaceutical chemistry, pharmacology, and social pharmacy.
Arjuna Subject : -
Articles 5 Documents
Search results for , issue "Vol 8, No 3 (2012)" : 5 Documents clear
FORMULASI SIRUP EKSTRAK BUNGA KEMBANG SEPATU (HIBISCUS ROSA-SINENSIS L.) VARIETAS WARNA MERAH MUDA DAN UJI AKTIVITAS MUKOLITIKNYA PADA MUKUS SALURAN PERNAFASAN SAPI SECARA IN VITRO Mimiek Murrukmihadi; Rizka Ariani; Desti Wibowo
Majalah Farmaseutik Vol 8, No 3 (2012)
Publisher : Faculty of Pharmacy, Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (507.923 KB) | DOI: 10.22146/farmaseutik.v8i3.24077

Abstract

Tanaman kembang sepatu (Hibiscus rosa-sinensis L.) banyak digunakan di masyarakat secara tradisional sebagai peluruh dahak (mukolitik). Sudah terbukti bahwa ekstrak etanolik bunga kembang sepatu varietas warna merah mempunyai aktivitas mukolitik secara in vitro dan mengandung golongan alkaloid sebagai marker. Tanaman kembang sepatu ini memiliki banyak varietas, antara lain kembang sepatu merah, putih, merah muda, dan kuning. Perbedaan varietas ini memunculkan dugaan bahwa efek mukolitik yang dihasilkan pun berbeda antar varietas. Oleh karena itu, perlu penelitian lebih lanjut mengenai efek mukolitik yang dihasilkan varietas merah muda serta formulasinya dalam sirup. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh variasi kadar ekstrak bunga kembang sepatu varietas warna merah muda dalam sirup terhadap aktivitas mukolitik secara in vitro (aktivitas pengenceran mukus) pada mukus saluran pernafasan sapi. Penelitian dilakukan dengan ekstraksi serbuk bunga kembang sepatu warna merah muda dalam etanol 70%. Sirup yang dibuat lalu diuji stabilitas fisik dan aktivitas mukolitik secara in vitro terhadap mukus sapi. Sirup tersebut dibuat dengan variasi kadar ekstrak etanolik bunga kembang sepatu dan variasi pada komposisi gliserin dan sorbitol. Data yang didapat diuji dengan Kolmogorov-Smirnov dilanjutkan uji ANAVA dan uji t dengan taraf kepercayaan 95%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sirup ekstrak etanolik bunga kembang sepatu warna merah muda konsentrasi 1,5% dan 2,0% secara in vitro menunjukkan adanya aktivitas pengenceran mukus saluran pernafasan sapi sebanding dengan aktivitas pengenceran mukus oleh sirup asetilsistein 0,1%
Pola Penggunaan Obat pada Pasien Sirosis Hati di Instalasi Rawat Inap Bangsal Penyakit Dalam Rumah Sakit Dr. Sardjito Yogyakarta Septina Virgonita; Abdul Karim Zulkarnain
Majalah Farmaseutik Vol 8, No 3 (2012)
Publisher : Faculty of Pharmacy, Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (450.722 KB) | DOI: 10.22146/farmaseutik.v8i3.24078

Abstract

Sirosis hati merupakan penyakit yang sulit dikendalikan karena biasanya penderita sirosis hati mengalami malnutrisi akibat nutrisi yang tidak adekuat, dimana kemampuan pasien untuk menerima makanan berkurang serta pembatasan-pembatasan lain yang diberikan kepadanya, sehingga mempercepat memburuknya kondisi pasien sehingga timbul bermacam-macam komplikasi. Penelitian tentang Pola Penggunaan Obat pada Pasien Sirosis Hati telah dilakukan di Instalasi Rawat Inap Bangsal Penyakit Dalam Rumah Sakit Dr. Sardjito Yogyakarta Tahun 2004. Penelitian ini dikerjakan mengikuti rancangan diskriptif non analitik dengan pengumpulan data secara retrospektif. Bahan penelitian yang digunakan adalah catatan medik. Data yang diperoleh adalah jenis kelamin, umur, dan diagnosa. Dari penelusuran data diperoleh 248 kasus dengan diagnosis sirosis hati. Jumlah kasus yang diperoleh setelah dilakukan sampling adalah 69. Jumlah inilah yang kemudian didata untuk dilihat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan obat pada pasien sirosis hati di RS Dr. Sardjito selama tahun 2004 sebagai berikut, persentase hepatoprotektif sebesar 37,5 %, persentase suplemen sebesar 62,5 %, dan persentase diet hati sebesar 100 %
EVALUASI PROFIL PERESEPAN OBAT RACIKAN DAN KETERSEDIAAN FORMULA OBAT UNTUK ANAK DI PUSKESMAS PROPINSI DIY Ria Widyaswari; Chairun Wiedyaningsih
Majalah Farmaseutik Vol 8, No 3 (2012)
Publisher : Faculty of Pharmacy, Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (672.96 KB) | DOI: 10.22146/farmaseutik.v8i3.24079

Abstract

Ketersediaan formula obat untuk anak di Indonesia masih terbatas sehingga pemberian obat racikan, terutama puyer merupakan alternatif pengobatan yang diberikan. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui pola peresepan puyer untuk anak dan ketersediaan formula obat untuk anak yang diresepkan berdasarkan MIMS, ISO 2010/2011, dan daftar generik formula untuk anak di puskesmas di Propinsi DIY periode 2010. Jenis obat yang diresepkan racikan juga dievaluasi berdasar EML for Children 2007 untuk mengetahui persentase obat yang semestinya tersedia formulanya untuk anak. Jenis penelitian ini adalah survei potong lintang dengan pengumpulan data secara retrospektif. Analisis data meliputi gambaran karakteristik subyek penelitian, pola peresepan obat, dan ketersediaan formula obat untuk anak. Hasil menunjukkan bahwa puyer banyak diresepkan untuk anak di bawah lima tahun. Umumnya, sebanyak tiga zat aktif yang diracik dalam satu sediaan puyer (dengan rata-rata 2,8 zat aktif). Obat yang paling sering diracik untuk menjadi sediaan puyer adalah chlorfeniramin maleat, glyceril guaikolat, vitamin C, paracetamol , vitamin B12, dan vitamin B kompleks. Evaluasi terhadap ketersediaan formula obat untuk anak berdasarkan MIMS dan ISO 2010/2011 menunjukkan bahwa sebanyak 62,5% obat yang diracik sebenarnya sudah tersedia formulanya untuk anak meskipun dengan nama dagang. Dari 40 obat yang diracik puyer di puskesmas DIY, ada sebanyak 19 item obat yang semestinya sudah harus tersedia formulanya untuk anak berdasarkan daftar yang termuat dalam EML for Children 2007.
PENGARUH DAUN MURBEI (MORUS ALBA L.) TERHADAP FREKUENSI DENYUT JANTUNG DAN TEKANAN DARAH ARTERI PADA ANJING TERANESTESI Siti Aminah
Majalah Farmaseutik Vol 8, No 3 (2012)
Publisher : Faculty of Pharmacy, Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (660.353 KB) | DOI: 10.22146/farmaseutik.v8i3.24073

Abstract

Murbei (Morus alba L.) merupakan tanaman yang banyak terdapat di Indonesia, ditanam orang di halaman dan dikebun-kebun sebagai tanaman buah-buahan atau tanaman yang digunakan untuk memelihara ulat sutera. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui pengaruh sari daun murbei terhadap frekuensi denyut jantung dan tekanan darah arteri pada anjing. Serbuk daun murbei dibuat dari daun murbei dengan pengayakan 25 mesh. Sari daun murbei dibuat dari serbuk daun murbei 10 % dalam air pada suhu 90o C selama 0,5 jam, kemudian ditambah NaCl 0,9 % selanjutnya diberikan intra vena pada anjing teranestesi melalui v.mediana cubiti dengan dosis 0,1 cc/kg berat badan. Dalam penelitian ini ditentukan frekuensi denyut jantung dan tekanan darah arteri sebelum dan sesudah pemberian sari daun murbei serta ditentukan juga gambaran aktivitas listrik jantung pada pemberian sari daun murbei. Hasil menunjukkan bahwa sari daun murbei dapat menurunkan frekuensi denyut jantung dan tekanan darah arteri dengan sangat bermakna (p
AKIBAT PENGGUNAAN OBAT ANTIHIPERTENSI PORTAL TERHADAP EPISODE KEJADIAN HEMATEMESIS-MELENA PADA PASIEN DENGAN SIROSIS HATI DI RSUP DR SARDJITO YOGYAKARTA Eka Purnomo; Djoko Wahyono; Dewa Putu Pramantara
Majalah Farmaseutik Vol 8, No 3 (2012)
Publisher : Faculty of Pharmacy, Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (359.067 KB) | DOI: 10.22146/farmaseutik.v8i3.24074

Abstract

Hematemesis dan atau Melena merupakan keluhan yang sering terjadi pada penderita sirosis hati dengan varises gastroesofagus. Hematemesis dan atau Melena terjadi karena perdarahan varises. Setiap episode perdarahan membawa risiko kematian sebesar 25% - 30%. Pencegahan perdarahan varises dengan menggunakan obat anti hipertensi portal yang tepat dapat mengurangi risiko kematian. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui profil penggunaan obat antihipertensi portal serta mengevaluasi penggunaan obat antihipertensi portal yang meliputi: ketepatan dosis dan luaran terapi. Penelitian ini bersifat observasi deskriptif dan dikerjakan secara retrospektif. Subjek penelitian adalah pasien RSUP Dr Sardjito Yogyakarta yang menerima obat antihipertensi portal pada periode Januari 2008 hingga Desember 2010. Data yang diperoleh dikaji dan dibahas dengan acuan guidelines terbaru. Sebanyak 41 kasus inklusi menunjukkan bahwa 92,7% pasien menggunakan propranolol dan 7,3% pasien menggunakan isosorbid mononitrat. Luaran penggunaan obat antihipertensi portal berdasarkan kejadian hematemesis dan atau melena yaitu pada pasien yang menggunakan propranolol sebagai profilaksis primer terdapat satu pasien (11.1%) yang mengalami hematemesis sedangkan pada pasien yang menggunakan isosorbid mononitrat dapat mencegah terjadinya hematemesis dan atau melena. Pada pasien yang menggunakan propranolol sebagai profilaksis sekunder terdapat 11 pasien (37,9%) yang mengalami hematemesis dan atau melena sedangkan pada pasien yang menggunakan isosorbid mononitrat tidak dapat mencegah terjadinya hematemesis dan atau melena.

Page 1 of 1 | Total Record : 5