cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kab. ciamis,
Jawa barat
INDONESIA
Jurnal Darussalam: Jurnal Pendidikan, Komunikasi dan Pemikiran Hukum Islam
ISSN : 19784767     EISSN : 25494171     DOI : -
Arjuna Subject : -
Articles 13 Documents
Search results for , issue "Vol 6 No 2 (2015): April 2015" : 13 Documents clear
Korelasi Pendidikan Dan Pelatihan Terhadap Prestasi Kerja Karyawan Pada Bank Syariah Mandiri Cabang Banyuwangi Mahbub Mahbub; Munawir Munawir
Jurnal Darussalam: Jurnal Pendidikan, Komunikasi dan Pemikiran Hukum Islam Vol 6 No 2 (2015): April 2015
Publisher : IAI Darussalam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (564.9 KB)

Abstract

Jenis penelitian ini explanatory yang bertujuan untuk mengetahui Korelasi Pendidikan dan Pelatihan Terhadap Prestasi Kerja Karyawan Pada Bank Syariah Mandiri Cabang Banyuwangi. Penelitian ini menggunakan metode penelitian populasi (sensus sampling) sebanyak 30 sampel. Untuk mengetahui korelasi secara parsial dan simultan yang signifikan antara variabel pendidikan (X1) dan pelatihan (X2) terhadap prestasi kerja (Y) dan variabel manakah yang paling dominan terhadap prestasi kerja dan menggunakan Analisis regresi yang diuji menggunakan bantuan software SPSS 16. Hasil yang diperoleh dengan menggunakan Uji F menyatakan bahwa variabel pendidikan (X1) dan pelatihan (X2) secara bersama-sama (simultan) berpengaruh signifikan terhadap nilai Bank, dan keduanya memiliki pengaruh terhadap variabel terikat. Dengan menggunakan Uji t menyatakan secara terpisah (parsial) variabel pendidikan (X1) tidak signifikan pengaruhnya terhadap prestasi kerja (Y) karena nilai probabilitas yang dihasilkan lebih besar dari 0,05 (5%) yaitu 0,091 sedangkan variabel pelatihan signifikan pengaruhnya terhadap prestasi kerja, karena nilai probabilitas yang dihasilkan lebih kecil dari 0,05 (5%) yaitu 0,002. Sedangkan berdasarkan hasil analisis regresi nilai koefisien regresi untuk masing-masing variabel yaitu variabel pendidikan memiliki nilai koefisien regresi sebesar 0,349 dengan signifikansi sebesar 0,091 dan variabel pelatihan memiliki nilai koefisien regresi sebesar 0,525 dengan signifikansi sebesar 0,002. Melihat besarnya koefisien regresi yang dimiliki oleh masing-masing variabel menunjukkan bahwa variabel pelatihan (X2) memiliki koefisien regresi yang tinggi yaitu 0,525. Dengan demikian, diantara kedua variabel bebas variabel pelatihan (X2) memiliki pengaruh dominan terhadap prestasi kerja, yang berarti Ha2 diterima.
Kesehatan Reproduksi Di Lingkungan Pesantren Kabupaten Jombang M. Alaika Nasrulloh; Zulfi Zumala Dwiandiani
Jurnal Darussalam: Jurnal Pendidikan, Komunikasi dan Pemikiran Hukum Islam Vol 6 No 2 (2015): April 2015
Publisher : IAI Darussalam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (531.853 KB)

Abstract

Penataan perilaku seks remaja tidak sehat menuju perilaku seks sehat dan bertanggungjawab yang kenyataannya harus segera dilakukan dan ditindaklanjuti, untuk itu Kita merasa perlu melakukan Penguatan Komunitas Muda Pesantren tentang Isu Gender, Seksualitas dan Kesehatan Reproduksi dalam Perspektif Islam. Penguatan ini akan diawali dengan Needs Assessment (pemetaan kebutuhan) di wilayah Jombang untuk melihat persoalan-persoalan apa saja yang terjadi dilapangan terkait kesehatan reproduksi dan seksualitas sehingga nantinya diharapkan ada pemetaan kebutuhan mengenai apa sebenarnya yang diperlukan untuk penataan tersebut dan juga pihak mana saja yang bisa sama-sama bekerjasama mendukung penguatan tersebut. Tidak dapat disangkal, terjadinya berbagai peningkatan kasus KTD, aborsi, IMS dan HIV/AIDS dikalangan remaja, disebabkan karena kesehatan reproduksi remaja di Indonesia sampai saat ini belum mendapat perhatian yang optimal dari orang tua, tokoh agama dan pemerintah, hal itu dikarenakan kesehatan reproduksi tidak dianggap masalah penting dan prioritas/mendesak. Remaja baik di kota maupun desa masih mengalami kesulitan untuk mendapatkan akses informasi, pendidikan dan pelayanan berkaitan dengan Kesehatan Reproduksinya. Sementara, disisi lain perkembangan teknologi informasi yang menyajikan berbagai informasi pornografi mudah diakses oleh remaja, sehingga mendorong remaja untuk melakukan hubungan seks bebas.
Analisis Keunggulan Kompetitif Dan Strategi Penanggulangan Kemiskinan Di Kabupaten Banyuwangi Abd. Rahman Rahman
Jurnal Darussalam: Jurnal Pendidikan, Komunikasi dan Pemikiran Hukum Islam Vol 6 No 2 (2015): April 2015
Publisher : IAI Darussalam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (648.725 KB)

Abstract

Kemiskinan masih menjadi problem nasional yang tidak kunjung usai. Hal ini juga dirasakan di Kecamatan Licin Kabupaten Banyuwangi. Analisis keunggulan kompetitif dapat menjadi salah satu alternatif dalam menentukan arah kebijakan optimalisasi potensi di suatu wilayah dengan harapan dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat di Kabupaten Banyuwangi. Analisis keunggulan kompetitif di Kecamatan Licin menggunakan analisis Tipologi Klassen dan Location Quotient (LQ). Sedangkan strategi penanggulangan kemiskinan dilakukan dengan studi data sekunder tentang strategi-strategi yang telah dilaksanakan SKPD bekerjasama dengan masyarakat di Kabupaten Banyuwangi. Keunggulan Kompetitif di Kecamatan Licin hasil analisis pangsa di Kecamatan Licin menunjukkan bahwa pangsa tertinggi adalah sektor Pertambangan dan Penggalian sebesar 53,35% dan sub sektor tertinggi adalah pertambangan non migas sebesar 52,77% dan ada 1 sektor (Pertambangan dan Penggalian) dan 2 subsektor (Peternakan dan Pertambangan Non Migas) yang memiliki nilai LQ lebih dari 1, maka dengan hasil analisis ini dapat dijadikan referensi untuk memanfaatkan potensi yang terkait dengan lapangan usaha di atas semaksimal mungkin untuk kemakmuran masyarakat di Kecamatan Licin. Strategi penanggulangan kemiskinan di Kabupaten Banyuwangi yaitu: 1) Strategi Penanggulangan Kemiskinan Berbasis Keluarga (Family-Base Policy) Rumah Tangga Miskin; 2) Strategi penanggulangan kemiskinan berbasis keluarga (family centered integrated social assistance; 3) Strategi Penanggulangan Kemiskinan Berbasis Komunitas (Pemberdayaan Kelompok Rumah Tangga Miskin); dan 4) Strategi Penanggulangan Kemiskinan Berbasis Individu Terpilih Sebagai Pemicu Pencapaian Peningkatan Pendapatan bagi Kelompok Rumah Tangga Miskin Produktif.

Page 2 of 2 | Total Record : 13