cover
Contact Name
Ahadiyat Yugi R., SP., MSi., D.Tech.Sc.
Contact Email
psi.faperta@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
ahadiyat_yugi@yahoo.com
Editorial Address
-
Location
Kab. banyumas,
Jawa tengah
INDONESIA
Agrin : Jurnal Penelitian Pertanian
ISSN : 14100029     EISSN : 25496786     DOI : -
Core Subject : Agriculture,
Agrin provides facilities for publishing articles or quality papers in the form of research results in various aspects of agriculture and agricultural commodities widely including ; agronomy, agroecology, plant breeding, horticulture, soil science, plant protection, agribusiness, agroforestry, food science and technology , agricultural techniques, agricultural innovations, agricultural models and agricultural biotechnology. This journal is published twice a year, ie the April and October. The Agrin Journal invites researchers, academics and intellectuals to contribute critical writing and contribute to the development of agricultural science.
Arjuna Subject : -
Articles 11 Documents
Search results for , issue "Vol 22, No 1 (2018): Agrin" : 11 Documents clear
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PRODUKTIVITAS PEMETIK DI PERKEBUNAN TEH CIBUNI (Suatu Kasus di Perkebunan Teh Cibuni, Kecamatan Rancabali, Kabupaten Bandung) Sari, Putri Permata; Suminartika, Eti
Agrin Vol 22, No 1 (2018): Agrin
Publisher : Jenderal Soedirman University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (227.503 KB) | DOI: 10.20884/1.agrin.2018.22.1.461

Abstract

Produktivitas pemetik teh di Perkebunan teh Cibuni mengalami penurunan disebabkan oleh berkurangnyajumlah tenaga kerja pemetik teh. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui produktivitas pemetik dan faktorfaktoryang mempengaruhi produktivitas pemetik di Perkebunan teh Cibuni. Penelitian ini dilakukan diPerkebunan Teh Cibuni, Kecamatan Rancabali, Kabupaten Bandung. Desain penelitian yang digunakan yaitudesain kuantitatif dengan teknik penelitian survei. Pengambilan sampel menggunakan metode acak sederhanadengan sampel 40 orang pemetik. Analisis data menggunakan regresi linier berganda dengan alat bantu SPSS IBMStatistics, pengujian asumsi klasik dan pegujian hipotesis menggunakan uji , uji F dan uji t. Variabel yangdigunakan yaitu motivasi, kedisiplinan, jenis kelamin, usia, pengalaman kerja, keterampilan, dan kapasitas petik.Hasil penelitian menunjukan bahwa nilai determinasi sebesar 0.845 = 84.5% yang artinya pengaruh semuavariabel bebas terhadap variabel terikat adalah 84.5%, sedangkan 15.5% lainnya dipengaruhi oleh variabel lainyang tidak diteliti. Nilai R atau nilai korelasi sebesar 0.934 menunjukan kekuatan hubungan yang sangat kuatantara motivasi, kedisiplinan, jenis kelamin, usia, pengalaman kerja, keterampilan dan kapasitas petik denganproduktivitas kerja pemetik. Hasil uji t menunjukan variabel yang berpengaruh secara signifikan terhadapproduktivitas pemetik teh yaitu motivasi, usia, pengalaman kerja, keterampilan dan kapasitas petik, sedangkanvariabel yang tidak berpengaruh signifikan terhadap produktivitas pemetik teh yaitu kedisiplinan dan jeniskelamin.Kata kunci: faktor-faktor, produktivitas, pemetik tehABSTRACTThe productivity of the tea pickers in Cibuni tea plantation has decreased due to the decreasing number ofthe tea pickers. This research aims to determine the productivity of the tea pickers and factors that affect theproductivity of the tea pickers in Cibuni tea plantation. This research was conducted at Cibuni Tea Plantation,Rancabali District, Bandung Regency. The research design used is the quantitative design with the survey researchtechnique. The sampling used a simple random method with a sample of 40 pickers. The data analysis used themultiple linear regressions with SPSS IBM Statistics tool, classical assumption test and hypothesis test using R2test, F test and t test. The variables used were motivation, discipline, gender, age, work experience, skills, andquoting capacity. The results showed that the value of determination of 0.845 which means the influence of allindependent variables on the dependent variable is 84.5%, while the other 15.5% are influenced by other variablesthat are not examined. The R value or correlation value of 0.934 shows a very strong relationship betweenmotivation, discipline, gender, age, work experience, skills and picking capacity with the work productivity of thepicker. The result of t test shows that the variables that significantly influence the productivity of the tea pickersare motivation, age, work experience, skill and picking capacity, while the variables that have no significant effecton the tea picker productivity are discipline and gender.Keywords: factors, productivity, tea picker
PENGARUH PENAMBAHAN MALTODEKSTRIN TERHADAP KARAKTERISTIK FISIKOKIMIA BUBUK TOMAT HASIL PENGERINGAN PEMBUSAAN (FOAM MAT DRYING) Widyasanti, Asri; Septianti, Nur Alifa; Nurjanah, Sarifah
Agrin Vol 22, No 1 (2018): Agrin
Publisher : Jenderal Soedirman University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (261.706 KB) | DOI: 10.20884/1.agrin.2018.22.1.456

Abstract

Tomat termasuk komoditas tanaman yang banyak dijumpai di Indonesia, namun memiliki nilai ekonomiyang rendah dan mudah rusak. Salah satu usaha yang dapat dilakukan untuk mengatasi hal tersebut adalah denganmengolah tomat menjadi berbagai produk olahan salah satunya adalah pembuatan bubuk tomat. Pembuatan bubuksuatu bahan dapat dilakukan dengan metode pengeringan pembusaan. Penelitian bertujuan untuk mengetahuipengaruh penambahan maltodekstrin sebagai bahan pengisi terhadap karakteristik fisikokimia bubuk tomat yangdihasilkan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah eksperimental laboratorium dengan analisisdeskriptif. Perlakuan yang dicoba adalah penambahan maltodekstrin (10%, 15% dan 20% b/b), dengan tiga kaliulangan. Parameter yang diamati meliputi: rendemen, warna, laju pengeringan, dan karakteristik fisikokimia bubuktomat yang meliputi warna, kadar air, kadar abu, kelarutan, indeks penyerapan air, bulk density, foam density,kadar vitamin C, dan higroskopisitas. Hasil penelitian menunjukkan rata-rata kadar air awal campuran jus dan pulptomat hasil proses mixing adalah 82,68% (bb) hingga 94,9% (bb). Nilai kadar air bubuk tomat berkisar antara5,86% (bb) hingga 15,28% (bb). Pada penelitian ini hasil terbaik terdapat pada bubuk tomat dengan perlakuanpenambahan maltodekstrin 20% dengan hasil rendemen 15,29%; kadar air 5,86%; kadar abu 6,24%; foam density0,57 g/cm3; bulk density 0,77 g/cm3; kelarutan 95,23%; indeks penyerapan air 12,96%; tingkat higroskopisitas11,36%; kadar vitamin C 75,49 mg/100g. Karakteristik warna bubuk tomat pada perlakuan penambahanmaltodekstrin maupun kontrol menghasilkan warna kromatis merah.Kata kunci: bubuk tomat, maltodekstrin, pengeringan pembusaan, tomatABSTRACTTomato is one of plant commodities that easy to find in Indonesia, but it is easily damaged and has a loweconomic price. One of the alternative to solve the problem was performed by processing the fresh tomato intotomato powder. Tomato powder can made by foam mat drying method. The purpose of this study was to determinethe effect of maltodextrin addition as a filler material on physicochemical properties of tomato powder that madeby foam mat drying. This study conducted with laboratory experimental method with descriptive analysis. Therewere three repetitions that consisted of 3 treatments based on the maltodextrin addition (10%, 15% and 20% w/w).The observed parameters were total yield value, colour, drying rate, and physicochemical properties such ascolour, moisture content, ash content, solubility, water absorption index, bulk density, foam density, vitamin Ccontent, and hygroscopicity. The results showed that the average moisture content of tomato juice and pulp frommixing process was 82.68% (bb) to 94.9% (bb). The value of tomato powder water content ranges from 5.86%(bb) to 15.28% (bb). In this study, the best results were found in tomato powder with 20% maltodextrin additiontreatment with total yield of 15.29%; 5.86% moisture content; 6.24% ash content; foam density 0.57 g/cm3; bulkdensity 0.77 g/cm3; 95.23% solubility; water absorption index 12.62%; hygroscopicity 11.36%; vitamin C content75.49 mg/100g. All of maltodextrin additions and control treatments with and without maltodextrin were resultingred chromatic colour characteristic.Keywords: foam mat drying, maltodextrin, tomato, tomato powder
PENGARUH KOMBINASI NUTRISI ANORGANIK DAN PUPUK HAYATI TERHADAP POPULASI Azotobacter sp, KANDUNGAN KLOROFIL, SERAPAN N, DAN HASIL TANAMAN TOMAT PADA SISTEM HIDROPONIK Afrilandha, Nandha; Setiawati, Mieke Rochimi
Agrin Vol 22, No 1 (2018): Agrin
Publisher : Jenderal Soedirman University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (176.313 KB) | DOI: 10.20884/1.agrin.2018.22.1.460

Abstract

Budidaya hidroponik belum efisien untuk digunakan, salah satu penyebabnya adalah tingginya kebutuhannutrisi. Pemanfaatan pupuk hayati diharapkan bias mengefisiensikan penggunaan nutrisi dan meningkatkanproduktivitas tanaman tomat Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh kombinasi nutrisi anorganik danpupuk hayati terhadap populasi Azotobacter sp, serapan N, kandungan klorofil, dan hasil tanaman tomat padasistem hidroponik. Penelitian ini dilakukan pada bulan Agustus – November 2017 di Rumah Kaca KebunPercobaan Ciparanje Universitas Padjadjaran, Jatinangor, Kabupaten Sumedang, Jawa Barat. Metode penelitianini menggunakan rancangan acak kelompok (RAK). Kombinasi perlakuan terdiri atas rekomendasi nutrisianorganik dengan konsentrasi 100%, 75%, dan 50% dan rekomendasi pupuk hayati 100%, 75%, 50%, dan 25%.Variabel yang diamati meliputi populasi Azotobacter sp, kandungan klorofil, serapan N, jumlah buah tomat danbobot buah tomat. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa tidak terdapat pengaruh nyata pemberian nutrisianorganik dan pupuk hayati terhadap populasi Azotobacter sp, kandungan klorofil, serapan N, serta hasil tanamantomat. Pemberian perlakuan 50% nutrisi Anorganik + 100% pupuk hayati dapat meningkatkan bobot buah sebesar40% dibandingkan pemberian 100% nutrisi anorganik.Kata kunci: Azotobacter sp., klorofil, nutrisi anorganik, hydroponik, tomatABSTRACTHydroponic cultivation is not efficient because of its high demand for nutrients. Therefore, the utilizationof inorganic nutrients and biofertilizer is expected to improve the efficiency of nutrients uptake and increase theproductivity. The aim of research was to determine the effect of combination of inorganic nutrient dosage andbiofertilizer on the population of Azotobacter sp, N uptakes, chlorophyll content, and yield of tomatoes plantinhydroponic systems. This experiment was conducted on August - November 2017 at GreenhouseExperimentGarden Ciparanje Padjadjaran University, Jatinangor, Sumedang Regency, West Java. This research methodused Randomized Block Design (RBD). The treatment combination consisted of dosage recommendation ofinorganic nutrition with 100%, 75% and 50% concentrations, and 100%, 75%, 50%, and 25% of biofertilizer. Thevariables observed included the population of Azotobacter sp, chlorophyll content, N uptake, number of tomatoesand weight of tomatoes. The result of this study indicated that the effect of application both, inorganic nutrientsand biofertilizer did not significantly affect the population of Azotobacter sp, chlorophyll content, N uptakes, andyield of tomatoes. The application of 50% Inorganic nutrition + 100% of biofertilizer increased fruit weight by40% compared to 100% of inorganic nutrients.Keywords: Azotobacter sp., chlorophyll, biofertilizer, hydroponic, tomato
PENGARUH PEMANASAN DAN ASAL EKSPLAN PADA PERTUMBUHAN DAN PERKEMBANGAN BAWANG MERAH (Allium ascolonicum L.) Asih K. Karjadi; Neni Gunaeni
Agrin Vol 22, No 1 (2018): Agrin
Publisher : Jenderal Soedirman University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (239.946 KB) | DOI: 10.20884/1.agrin.2018.22.1.455

Abstract

Tanaman bawang merah (Allium ascolonicum L) termasuk dalam genus Allium sp yang diperbanyak secaravegetatif melalui umbi. Perbanyakan benih bawang sudah dilakukan secara in vitro (konvensional), untuk tujuanpeningkatan mutu atau hanya perbanyakan tanaman . Penelitian dilaksanakan di Laboratorium Kultur JaringanBalai Penelitian Tanaman Sayuran, pada bulan Februari sampai Agustus 2014. Untuk menghasilkan tanamanbebas penyakit terutama virus dapat digunakan teknik kultur jaringan yang dikombinasikan dengan perlakuanpemanasan. Penelitian bertujuan untuk melihat pengaruh pemanasan dan sumber eksplan terhadap pertumbuhandan perkembangan eksplan bawang merah.. Perlakuan pemanasan bahan eksplan bawang merah dilakukan secarabertahap selama 4 minggu, masing-masing 1 minggu untuk suhu (30, 33, 35 dan 37 oC). Media yang dipergunakanuntuk penumbuhan eksplan adalah MS + MS vits + sucrose 30 g/l + IAA 2 mg/l + Kinetin 2 mg/l + GA3 0.01mg/l agar gelgro 2 g/l pH 5.7. Penelitian terdiri dari 2 kegiatan yaitu Perlakuan pada cv. Pikatan, dan pada cv.Bima Brebes. Sebagai eksplan dipergunakan yaitu (1/3 bulb/ umbi) dan (shoot tip/ jaringan meristematik denganbeberapa daun primordia). Perlakuan eksplan yang digunakan yaitu tanpa pemanasan dan dengan pemanasan.Pertumbuhan dan perkembangan dari planlet diamati pada penelitian ini. Hasil dari penelitian menunjukkanbahwa perlakuan pemanasan bahan eksplan bawang merah cv. Bima Brebes, belum menurunkan persentase planletyang terinfeksi virus. Eksplan (1/3 bulb) dan (shoot tip), mempunyai pertumbuhan eksplan diatas 50%. Umumnyasemakin kecil eksplan persentase planlet abnormal semakin tinggi. Kontaminasi kultur umumnya disebabkanbakteri dan jamur yang terbawa dari eksplan (endogen). Perlakuan pemanasan bahan eksplan bawang merah secaravisual tidak berpengaruh pada persentase pertumbuhan dan persentase kultur terkontaminasi.Kata kunci: Bawang merah, Allium ascolonicum L, pemanasan, asal eksplanABSTRACTRed onion plants (Allium ascolonicum L) are included in the genus Allium sp which is propagatedvegetatively through tubers. Propagation of onion seeds has been done in vitro (conventionally), for the purposeof quality improvement or only plant propagation. The research was carried out at the Tissue Culture Laboratory,Balai Penelitian Tanaman Sayuran (Balitsa) from February to August 2014. To produce plants free of mainly viraldiseases can be used tissue culture techniques combined with heating treatment. Research aims were to look atthe effect of heating and explants on the growth and development of red onion explants. The treatment of the onionexplants was heated gradually for 4 weeks, 1 week each for temperatures (30, 33, 35 and 37 oC). The media usedfor the growth of explants is MS + MS vits + sucrose 30 g / l + IAA 2 mg / l + Kinetin 2 mg / l + GA3 0.01 mg / lso that gelgro 2 g / l pH 5.7. The study consisted of 2 activities, namely, treatment at cv. Pikatan, and at cv. BimaBrebes. As explants it is used (1/3 bulb / tuber) and (shoot tip / meristematic tissue with several leaves ofprimordia). The explants treatment used are without heating and by heating. Growth and development of plantletswas observed in this study. The results showed that the heating treatment of explants onions cv. Bima Brebes, hasnot reduced the percentage of plantlets infected with the virus. Explants (1/3 bulb) and (Shoot tip), have explantsgrowth above 50%. Generally the smaller explants the higher percentage of abnormal plantlets. Culturecontamination is generally caused by bacteria and fungi that are carried away from explants (endogenous). Thetreatment of heating the onion explants material visually had no effect on the percentage of growth and percentageof contaminated culture.Keywords: red onion, Allium ascolonicum L, heating treatment, source of explant
PENGARUH JARAK TANAM DAN PEMBERIAN DOSIS PUPUK KANDANG SAPI TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL BAWANG MERAH (Allium ascalonicum L.) Juwanda, Muhammad; Wadli, Wadli
Agrin Vol 22, No 1 (2018): Agrin
Publisher : Jenderal Soedirman University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (191.671 KB) | DOI: 10.20884/1.agrin.2018.22.1.459

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk upaya peningkatan produksi dan hasil budidaya tanaman bawang merah yangberwawasan lingkungan dengan pemanfaatan pupuk kandang sapi dan pengaturan jarak tanam. Penelitiandilaksanakan selama 8 bulan dari bulan Januari sampai dengan Agustus 2015.Penelitian dilakukan di lahan sawahBrebes, Kabupaten Brebes, jenis tanah alluvial dengan ketinggian tempat kurang lebih 50 m dpl. Penelitian inimerupakan percobaan faktorial 4 x 3 dengan rancangan lingkungan adalah rancangan acak kelompok. Faktorpertama adalah Jarak Tanam: J1 = 20 cm x 20 cm, J2 = 20 cm x 15 cm, J3 = 20 cm x 10 cm. Faktor yang keduaadalah takaran pupuk kandang sapi yaitu K0 = 0ton/ha, K1 = 10 ton/ha, K2 = 20 ton/ha, K3 = 30 ton/ha. Karakterpertumbuhan dan hasil bawang merah diamati pada penelitian ini. Data hasil pengamatan dianalisis dengan uji Funtuk mengetahui keragamannya dan apabila ada perbedaan nyata dilanjutkan dengan DMRT dengan tingkatkesalahan 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hasil umbi segar dan kering bawang merah per hektar tertinggidiperoleh pada tanaman dengan perlakuan jarak tanam 20 x 15 cm dengan hasil 20,56 t/ha (umbi segar) dan 18,63t/ha (umbi kering).Kata kunci: bawang merah, jarak tanam, pupuk kandang sapi, pertumbuhan dan hasilABSTRACTThis reseacrh purpose was to know the effect of plant distance and application of cowmanure on growth and yield of shallot by which sustainable for agriculture production.. This research was donewithin 8 months since January until August 2015. This research was done in Brebe with characters of alluvial soiland place hight is less than 50 m above sea level. This research arranged by factorial with first factor of plantdistance viz. J1= 20 cm x 20 cm, J2= 20 cm x 15 cm, J3= 20 cm x 10 cm and second factor of cow manure dosageviz. K0 = 0 to/ha, K2 = 20 ton/ ha, K3 = 30 ton/ha. The character of growth and yield of shallots was observed inthis study.Data of observing result analized by F test and it will be continued by DMRT p= 5% if there wassignificant difference. Research result showed that the highest wet tuber and dry shallot per hectare mostly foundon plant distance 20 x 15 cm with the result of 20.56 t/ha and 18.63 t/ha, respectively.Keywords: shallot, plant distance, cow manure, growth and yield
PENGARUH PUPUK HAYATI DAN PUPUK ANORGANIK TERHADAP POPULASI BAKTERI ENDOFIT, KANDUNGAN KLOROFIL DAN HASIL TANAMAN PAKCOY (Brassica rapa L) PADA HIDROPONIK SISTEM NFT Herlianti, Anissa Mutiara; Setiawati, Mieke Rochimi; Hindersah, Raginawanti
Agrin Vol 22, No 1 (2018): Agrin
Publisher : Jenderal Soedirman University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (205.022 KB) | DOI: 10.20884/1.agrin.2018.22.1.454

Abstract

Hidroponik NFT (Nutrient Film Technique) merupakan salah satu sistem hidroponik dimana lapisannutrisi yang sangat dangkal disirkulasikan melewati akar tanaman. Sistem hidroponik bergantung pada nutrisianorganik sebagai pemasok unsur hara. Penggunaan pupuk hayati diharapkan dapat mengurangi dosis pupukanorganik yang diaplikasikan pada sistem hidroponik agar lebih efisien. Penelitian ini bertujuan untukmengetahui dosis terbaik kombinasi pupuk hayati dan pupuk anorganik dalam meningkatkan populasi bakteriendofit, kandungan klorofil dan hasil tanaman pakcoy pada hidroponik sistem NFT. Penelitian telahdilaksanakan diLaboratorium Biologi Tanah, Fakultas Pertanian Universitas Padjadjaran, Jatinangor,Sumedang.Percobaan ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) yang terdiri dari empat perlakuanyaitu 100% Pupuk Anorganikdan 100% Pupuk Hayati + Pupuk Anorganik 100%, 75% dan 50%. Variabel yangdiamati adalah tinggi tanaman, populasi bakteri endofit, kandungan klorofil, hasil tanaman. Hasil penelitianmenunjukkan bahwa pemberian 100% pupuk hayati dan 50% pupuk anorganik dapat mengurangi penggunaanpupuk anorganik hingga 50 % dan berpengaruh terhadap peningkatan populasi bakteri endofit, kandunganklorofil dan hasil tanaman pakcoy pada hidroponik sistem NFT.Kata kunci: bakteri endofit, klorofil, pupuk hayati, hidroponik NFT, pakcoyABSTRACTHydroponics NFT (Nutrient Film Technique) is one of the hydroponic systems where superficial layers ofnutrients are circulated through plant roots. Hydroponic system is depended on anorganic nutrient as nutrientssupplier. The use of biofertilizer was expected to reduce the dosage of inorganic nutrient solution on hydroponicsystem. The aims of this research were to find the best dosage combination biofertilizer and inorganic nutrientsolution on the population of endophytic bacteria, chlorophyll content and yield of pakcoy (Brassica rapa L) onhydroponic NFT system. The research has been conducted at Soil Biology Laboratory of Faculty of AgriculturePadjadjaran University, Jatinangor, Sumedang Regency. The design experiment was randomized blockdesignwhich consisted offour combinationthat was 100% inorganic nutrients and 100% biofertilizer + inorganicnutrients 100%, 75% and 50%. The variables observed were plant height, population of endophytic bacteria,chlorophyll content, plant yields. The results showed that 100% biofertilizer and 50% anorganic nutrition canreduce usage inorganic nutrients up to 50% and take effect on population of endophytic bacteria, chlorophyllcontent and yield of pakcoy (Brassica rapa L) on hydroponic NFT system.Keywords: endophytic bacteria, chlorophyll, biofertilizer, NFT hydroponic, pakcoy
EFEKTIVITAS KNO3 TERHADAP PERTUMBUHAN DAN KANDUNGAN VITAMIN C KALE Agustin, Heny; Ichniarsyah, Annisa Nur
Agrin Vol 22, No 1 (2018): Agrin
Publisher : Jenderal Soedirman University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (197.082 KB) | DOI: 10.20884/1.agrin.2018.22.1.458

Abstract

Kandungan vitamin C yang tinggi pada kale membuat sayuran ini menjadi primadona. Berbagai upaya padateknik budidaya dengan penambahan pupuk kalium dalam bentuk KNO3 dilakukan dengan harapanmampumeningkatkan pertumbuhan dan kandungan vitamin C nya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahuiefektivitas KNO3 pada berbagai konsentrasi terhadap pertumbuhan dan kandungan vitamin C pada kale. Penelitiandilaksanakan dari Januari hingga Oktober 2017 dengan menggunakan dua jenis kale yaitu Nero Toscana (kultivardaun hijau) dan Curly Scarlet (kultivar daun ungu) tanpa dimaksudkan untuk membandingkan keduanya.Penelitian menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) satu faktor yaitu konsentrasi KNO3 yang terdiri atas5 taraf: tanpa KNO3 (kontrol), 2 g/L, 4 g/L, 6 g/L, 8 g/L. Karakter pertumbuhan, hasil panen dan kandunganvitamin C diamati pada penelitian ini. Hasil percobaan menunjukkan bahwa pemberian KNO3 secara umum tidakmemberikan dampak nyata terhadap pertumbuhan dan hasil panen kale hijau. Namun aplikasi KNO3dengankonsentrasi 8 g/L berhasil meningkatkan kandungan vitamin C dibandingkan seluruh perlakuan dengan rata-rata120.29 mg/100 g dari lima kali panen. Puncak vitamin C sebesar 152.18 mg/100 g terjadi saat kale hijau dipanenpada usia 175 hari setelah tanam (HST). Sementara pada kale ungu pemupukan KNO3 dengan konsentrasi 8 g/Lmampu meningkatkan tinggi tanaman lebih besar 6.18 cm dan luas daun lebih besar 14.19 cm2 dibandingkankontrol tetapi tetap tidak berdampak pada hasil panennya. Kandungan vitamin C pada kale ungu berhasilditingkatkan dengan perlakuan KNO3 8 g/L dengan rata-rata 141.13 mg/100 g dari lima kali panen. Puncak vitaminC sebesar 182.3 mg/100 g terjadi saat kale ungu dipanen pada usia 85 HST.Kata kunci:kale Nero Toscana, kale Curly Scarlet, pupuk kalium, waktu panenABSTRACTKale contains high vitamin C and makes it become a vegetables that are in great demand. One of variousefforts on cultivation techniques such as the application of potassium fertilizer was done to improve growth andincrease vitamin C content. This research aimed to observe the effectiveness of KNO3 in various concentrationson growth and vitamin C content. The research was done from January-July 2017, using two varieties of kale;Nero Toscana (green-leaf cultivar) and Curly Scarlet (purple-leaf cultivar) without intending to compare bothvarieties. Research design used was 1-factor randomized group design (KNO3 concentration) consists of 5 levels:without KNO3 (control), 2 g/L, 4 g/L, 6 g/L, and 8 g/L. Characteristics of growth, yields and vitamin C contentwere observed in this study. From the results, it can be seen that the application of KNO3 generally did not givesignificant effect on growth and yield. However, the application of 8 g/L KNO3 concentration successfullyincreased the vitamin C content compared to other treatments with average of 120.29 mg/100 g of five harvests.The highest vitamin C content was 152.18 mg/100 g obtained at 175 days after planting. The application of KNO3on purple kale at 8 g/L KNO3 concentration was able to increase its height about 6.18 cm and leaf area meter at14.19 cm2 compared to control. However, the application did not give significant effect on its yield. The vitaminC content of purple kale could be increased with KNO3 application at 8 g/L with average of 141.13 mg/100 g offive harvests. The highest vitamin C content (182.63 mg/100 g) obtained at 85 Days After Planting.Key words: Nero Toscana, Curly Scarlet, potassium fertilizer, growth and yield
EFEKTIVITAS PEMBERIAN HARA MIKRO MELALUI MEDIA DAN DAUN PADA TANAMAN KANGKUNG (Ipomea reptans Poir) Subrata, Bhaskara Anggarda Gathot; Darsan, Stefany
Agrin Vol 22, No 1 (2018): Agrin
Publisher : Jenderal Soedirman University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (147.034 KB) | DOI: 10.20884/1.agrin.2018.22.1.457

Abstract

Penelitian bertujuan untuk mengetahui efektivitas pemberian hara mikro melalui akar dan daun. Penelitiandilaksanakan dengan menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) faktor tunggal. Perlakuan berupa kontrol,pupuk mikro lewat media, pupuk mikro lewat daun. Masing-masing perlakuan diulang 6 kali. Media tanam berupapasir yang sudah dimasukan ke dalam bak penanaman, setelah itu tanam benih kangkung dengan jarak 10x10 cmpada setiap bak. Lalu aplikasikan pupuk melalui media atau daun seminggu sekali. Pengamatan yang dilakukanmeliputi tinggi tanaman dan kehijauan daun dengan SPAD 502 untuk tiap minggunya; aktivitas nitrate reduktase,kandungan klorofil a, klorofil b, dan klorofil total, bobot kering batang, bobot kering tajuk, bobot kering daun,bobot kering akar, luas daun (LD), serta analisis pertumbuhan tanaman, meliputi nisbah laju daun (NLD), luasdaun khas (LDK), bobot daun khas (BDK). Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan, pemberian pupuk cairmelalui media maupun daun belum mampu meningkatkan pertumbuhan dan hasil tanaman kangkung. Perlakuanpada daun cenderung menunjukan hasil yang lebih tinggi dibandingkan perlakuan pada media pada semuaparameter pengamatan.Kata kunci: efektivitas, hara mikro, akar dan daunABSTRACTThe aim of this research is to know the effectiveness of micro nutrient giving through root and leaf. Theresearch was conducted by using Completely Randomized Design (CRD) of single factor. Treatment of control,micro-fertilizer through the media, micro-fertilizer through the leaves. Each treatment was repeated 6 times.Planting media in the form of sand that has been inserted into the tub of planting, after that plant the seeds ofkangkung with a distance of 10x10 cm in each tub. Then apply the fertilizer through the media or leaves once aweek. Observations included plant height and greenery of leaves with SPAD 502 for each week; nitrate reductaseactivity, chlorophyll a, chlorophyll b, and total chlorophyll, dry weight of stalk, dry weight of canopy, leaf dryweight, root dry weight, leaf area, and plant growth analysis, including leaf rate ratio, typical leaf area, typicalleaf weight. Based on the research that has been done, the application of liquid fertilizer through the media andleaves has not been to increase the growth and yield of kangkung. Treatment on the leaves tend to show higherresults than treatment on media at all observation parameter.Keywords: effectiveness, micro nutrients, roots and leaves
Pengaruh Jarak Tanam dan Pemberian Dosis Pupuk Kandang Sapi Terhadap Peertumbuhan Bawang Merah (Allium ascalonicum.L) JUWANDA, MUHAMMAD
Agrin : Jurnal Penelitian Pertanian Vol 22, No 1 (2018): Agrin
Publisher : Jenderal Soedirman University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20884/1.agrin.2018.22.1.364

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk upaya peningkatan produksi dan hasil budidaya tanaman bawang merah yang berwawasan lingkungan dengan pemanfaatan pupuk kandang sapi dan pengaturan jarak tanam.Penelitian dilaksanakan selama 8 bulan daribulan Januari sampai dengan Agustus 2015.Penelitian dilakukan di lahan sawah Brebes, Kabupaten Brebes, jenis tanah alluvial dengan ketinggian tempat kurang lebih 50 m dpl. Penelitian ini merupakan percobaan faktorial 4 x 3 dengan rancangan lingkungan adalah rancangan acak kelompok. Faktor pertama adalah Jarak Tanam : J1 =   20 cm x 20 cm, J2 =   20 cm x 15 cm, J3 =   20 cm x 10 cm. Faktor yang kedua adalah takaran pupuk kandang sapi yaitu K0  =  0ton/ha, K1  = 10 ton/ha, K2 = 20 ton/ha, K3 = 30 ton/ha. Data hasil pengamatan dianalisis dengan uji F untuk mengetahui keragamannya dan apabila ada perbedaan nyata dilanjutkan dengan DMRT dengan tingkat kesalahan 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hasil umbi segar dan kering bawang merah per hektar terbanyak diperoleh pada tanaman dengan perlakuan jarak tanam 20 x 15 cm dengan hasil 20,56 t/ha (umbi segar) dan 18,63 t/ha (umbi kering).Kata kunci : bawang merah, jarak tanam, pupuk kandang[U1]  sapi  [U1]pupuk kandang sapi
Agrin: Jurnal Penelitian Pertanian Vol 22 No 1 Cover Depan, Cover
Agrin Vol 22, No 1 (2018): Agrin
Publisher : Jenderal Soedirman University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20884/1.agrin.2018.22.1.889

Abstract

-

Page 1 of 2 | Total Record : 11