cover
Contact Name
Arhanuddin Salim
Contact Email
arhanuddin@iain-manado.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
jurnaliqra@iain-manado.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota manado,
Sulawesi utara
INDONESIA
Jurnal Pendidikan Islam Iqra'
ISSN : 16935705     EISSN : 28412108     DOI : -
Core Subject : Education,
JURNAL PENDIDIKAN ISLAM IQRA' diterbitkan oleh Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan (FTIK) IAIN Manado bulan Juni dan Desember setiap tahun. Jurnal ini, berisi kajian seputar Pendidikan Agama Islam, Manajemen Pendidikan Islam, Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah, Pendidikan Guru Raudhatul Atfhal, Pendidikan Bahasa Inggris dan Pendidikan Bahasa Arab.
Arjuna Subject : -
Articles 12 Documents
Search results for , issue "Vol 14, No 1 (2020)" : 12 Documents clear
Peran Kepala Madrasah Dalam Pencegahan Krisis Akhlak Siswa di Madrasah Ibtidaiyah Swasta Mata Air Kota Padang Ahmad Putra
Jurnal Ilmiah Iqra' Vol 14, No 1 (2020)
Publisher : IAIN Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (371.822 KB) | DOI: 10.30984/jii.v14i1.1048

Abstract

Berkembangnya zaman ke era digital turut memengaruhi akhlak dan perilaku setiap manusia, termasuk siswa. Pada akhirnya, penting sekali bila perbaikan akhlak menjadi hal utama dalam menjadikan siswa tetap konsisten dalam menjalankan perannya sebagai pelajar. Kepala madrasah memiliki wewenang dan tanggung jawab dalam menyelesaikan berbagai problematika yang dialami siswa sehingga dapat meminimalisasi krisis akhlak yang ditampilkan siswa. Tujuan penelitian ini ialah mengetahui bagaimana peran kepala madrasah dalam mencegah krisis akhlak di sekolah. Metode penelitian yang digunakan ialah kualitatif. Lokasi penelitian di MIS Mata Air Kota Padang. Subjek penelitian ini ialah kepala sekolah, siswa, dan guru. Hasil penelitian ini ialah terdapat beberapa bentuk penyimpangan yang dilakukan oleh siswa seperti bolos belajar, merokok di wc, tidak menghargai guru, tidak sopan ketika berbicara kepada guru, sering berkata kotor ketika berkomunikasi dengan teman sebaya, kedapatan membawa handphone, bergaya yang tidak pantas dan tidak patuh kepada kedua orangtua. Peran yang dilakukan oleh kepala madrasah terkait pencegahan krisis akhlak siswa ialah memberikan hukuman, menasehati, mengajarkan cara menjadi siswa yang baik, melalui cerita-cerita motivasi dan berdiskusi.
The Teachers’ Necessity in Developing Their Competences Through Learning Process in University Fadhlan Saini; Maryam Lughu
Jurnal Ilmiah Iqra' Vol 14, No 1 (2020)
Publisher : IAIN Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (351.82 KB) | DOI: 10.30984/jii.v14i1.1071

Abstract

Abstract The aim of this study was to figure out the reasons about the necessity of honorer teachers to continue their study and to reveal the implication of honorer teachers’ teaching and learning process at university into their classroom. Descriptive Qualitative Method was applied through interview and documentation. In this study, the researchers synthesized the results of interview from selected Islamic honorer teachers as the primary source. The secondary source was accomplished by related articles and books or documentations of the research.  The results showed that there were five reasons of the necessity such as (1). Based on the law number 14 of 2005 chapter 4 verse 8 – 13 and The Indonesian Republic Government Regulation No 49 of 2018 chapter 8, (2). To improve their teachers’ competences, (3). To raise their position to the next level such as bachelor degree (4). To get better salary,  and (5). To get Educator Identity Number. Meanwhile, the implication was studied and needed for further improvement for their competences. Furthermore, the honorer teachers required to have lots knowledge, apprehend to manage the classroom, understand to communicate, cooperate and  have a good relationship with students emotionally or even spiritually
Supervisi Pengawas dan Kepemimpinan Kepala Sekolah sebagai Stimulus dalam Meningkatkan Kinerja Guru Guntoro Guntoro
Jurnal Ilmiah Iqra' Vol 14, No 1 (2020)
Publisher : IAIN Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (314.046 KB) | DOI: 10.30984/jii.v14i1.1100

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui seberapa besar peran supervisi pengawas dan kepemimpinan kepala sekolah sebagai stimulus dalam meningkatkan kinerja guru. Guru sebagai salah satu pelaksana manajemen sekolah secara langsung berada di garda terdepan dalam mencetak generasi yang berintegritas dan berprestasi. Dalam melaksanakan tugasnya kinerja guru dapat dipengaruhi oleh supervisi pengawas dan kualitas kepemimpinan kepala sekolah. Supervisi pengawas dalam menjalankan perannya sebagai koordinator, konsultan, dan evaluator yang memberikan bimbingan kepada guru dan manajemen sekolah. Sementara Kepemimpinan kepala sekolah dapat membantu guru meningkatkan kemampuan kinerja dalam peroses belajar mengajar. Membantu guru meningkatkan kompetensi pribadi, pedagogis, professional, sosial, dan memberikan motivasi untuk meningkatkan posisi karier mereka.
Peningkatan Kemampuan Menulis Teks Eksposisi Menggunakan Metode Collaborative Writing Ramadhan Jamhar; Idris Mboka; Sidik Sidik
Jurnal Ilmiah Iqra' Vol 14, No 1 (2020)
Publisher : IAIN Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (382.335 KB) | DOI: 10.30984/jii.v14i1.1028

Abstract

Penelitian Tindakan Kelas ini dilakukan pada siswa kelas VII A SMP Muhammadiyah Kupang tahun ajaran 2018/2019 yang berjumlah 32 siswa. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan peningkatan proses dan peningkatan hasil pembelajaran menulis teks eksposisi dengan menggunakan metode collaborative writing. Adapun teknik pengumpulan data yang dilakukan dengan cara wawancara, pengamatan, tes, dan dokumentasi. Teknik analisis data dilakukan dengan cara analisis deskriptif  kualitatif  dan kuantitatif. Data kualitatif diperoleh dari hasil wawancara, lembar pengamatan dan dokumentasi. Sedangkan data kuantitatif diperoleh dari hasil tes menulis teks eksposisi setelah  menggunakan metode collaborative writing.Hasil penelitian menunjukkan bahwa metode collaborative writing dapat meningkatkan kemampuan siswa dalam pembelajaran menulis teks eksposisi siswa khususnya kelas VII A SMP Muhammadiyah Kupang tahun ajaran 2018/2019. Hal tersebut dapat dilihat dari hasil menulis teks eksposisi mengalami peningkatan yang signifikan pada setiap siklus. Pada siklus I, rata-rata nilai yang diperoleh siswa sebesar 66,09 dan mengalami peningkatan pada siklus II, yaitu 74, 53.
Implementasi Penjaminan Mutu di Lembaga Pendidikan Islam; Studi Multisitus di MAN Model 1 Manado, MAN 1 Kotamobagu dan MAN 1 Kota Bitung Feiby Ismail; Mardan Umar
Jurnal Ilmiah Iqra' Vol 14, No 1 (2020)
Publisher : IAIN Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (345.152 KB) | DOI: 10.30984/jii.v14i1.1119

Abstract

Penelitian ini bermaksud untuk memperoleh pemahaman dan informasi terkait implementasi penjaminan mutu pendidikan di lembaga pendidikan Islam yaitu pada Madrasah Aliyah Negeri (MAN) Model 1 Manado, Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 1 Kotamobagu dan Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 1 Kota Bitung. FOkus penelitian ini adalah pada proses implementasi penjaminan mutu, dampak penjaminan mutu, faktor pendukung dan penghambat penjaminan mutu dan solusi yang dapat ditempuh untuk mengatasi kendala yang dihadapi dalam penjaminan mutu.Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan rancangan studi multi situs. Teknik pengumpulan data adalah wawancara mendalam yang dilengkapi dengan teknik dokumentasi dan observasi. Analisis data yang digunakan meliputi proses alur kegiatan yang terjadi secara bersamaan, yaitu reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan.Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa: (1) Implementasi penjaminan mutu telah dilaksanakan dengan mengoptimalkan sumber daya madrasah yang tersedia. Madrasah Aliyah Negeri (MAN) Model 1 Manado memiliki lembaga penjaminan mutu yang secara khusus melakukan kegiatan penjaminan mutu, sedangkan 2 situs  yaitu Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 1 Kotamobagu dan Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 1 Kota Bitung tidak memiliki unit atau lembaga penjaminan mutu yang terorganisir namun pelaksanaan penjaminan mutu didelegasikan kepada Wakil Kepala Madrasah dan tenaga yang ditunjuk oleh Kepala Madrasah. Secara umum, implementasi penjaminan mutu di madrasah mengacu pada standar nasional pendidikan. (2) Dampak penjaminan mutu pendidikan di Madrasah terlihat pada meningkatnya prestasi siswa di bidang akademik, seni, dan olahraga sehingga memberikan penegasan bahwa madrasah memiliki kualitas yang tidak kalah bersaing dengan sekolah lain. (3) Faktor Pendukung penjaminan mutu di antaranya adalah dukungan peran Kepala Madrasah dalam menjalankan kepemimpinannya, semangat dan motivasi tenaga pendidik dan tenaga kependidikan, dukungan pemerintah dan Kementerian terkait, dan dukungan masyarakat. (4) Faktor penghambat penjaminan mutu pendidikan di Madrasah di antaranya adalah keterbatasan tenaga, fasilitas, sarana dan prasarana madrasah, dukungan dana dan dampak buruk dari perkembangan teknologi dan informasi.
Dinamika Politik Pendidikan Islam Di Indonesia; Studi Kebijakan Pendidikan Islam Pada Masa Pra-Kemerdekaan hingga Reformasi. Muhammad Sholeh Hoddin
Jurnal Ilmiah Iqra' Vol 14, No 1 (2020)
Publisher : IAIN Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (329.753 KB) | DOI: 10.30984/jii.v14i1.1035

Abstract

Catatan sejarah membuktikan bahwa kebijakan pendidikan Islam, khususnya di Indonesia mengalami pasang surut, tergantung siapa yang mempunyai peran dalam menentukan kebijakan tersebut. Kajian yang bersifat literistik ini berupaya menyajikan dinamika politik pendidikan Islam di Indonesia, mulai masa pra-Kemerdekaan sampai dengan masa Reformasi. Penelitian ini menghasilkan empat buah potret relasi politik dan pendidikan Islam di Indonesia, pertama, bahwa, pada masa pra-kemerdekan, kebijakan yang dikeluarkan pemeritah Belanda dan Jepang bersifat diskriminasi; kedua, ada upaya pembenahan terhadap kebijakan pendidikan Islam yang dilakukan oleh pemerintah Orde Lama, namun suhu politik yang tidak kondusif, di antaranya adanya pertentangan antara kelompok nasionalis, sekuler-komunis, dan Islam, berakibat tidak optimalnya implementasi kebijakan tersebut; Ketiga, melalui Tap MPRS No.27, pasal 1 tanggal 5 Juli 1966, pemerintah Orde Baru menetapkan bahwa “Agama, pendidikan dan kebudayaan adalah unsur mutlak dalam Nation and Character Building" , namun masih mengalami hambatan dengan adanya kebijakan sentralistik dalam pelaksanaan kurikulum pendidikan; Keempat, terbitnya UUSPN nomor 20 tahun 2003, khususnya pada pasal 12 ayat 1 (a) pada masa Reformasi merupakan perkembangan yang sangat positif bagi pendidikan Islam, walaupun masih menimbulkan pro dan kontra; dan dengan terbitnya Permen Dikbud No. 64 Tahun 2013 Tentang Standar Isi Pendidikan Dasar dan Menengah menjadikan UUSPN nomor 20 tahun 2003 lebih bermakna dan aplikatif. 
Implementasi Penjaminan Mutu di Lembaga Pendidikan Islam; Studi Multisitus di MAN Model 1 Manado, MAN 1 Kotamobagu dan MAN 1 Kota Bitung Feiby Ismail; Mardan Umar
Jurnal Ilmiah Iqra' Vol 14, No 1 (2020)
Publisher : IAIN Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30984/jii.v14i1.1119

Abstract

Penelitian ini bermaksud untuk memperoleh pemahaman dan informasi terkait implementasi penjaminan mutu pendidikan di lembaga pendidikan Islam yaitu pada Madrasah Aliyah Negeri (MAN) Model 1 Manado, Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 1 Kotamobagu dan Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 1 Kota Bitung. FOkus penelitian ini adalah pada proses implementasi penjaminan mutu, dampak penjaminan mutu, faktor pendukung dan penghambat penjaminan mutu dan solusi yang dapat ditempuh untuk mengatasi kendala yang dihadapi dalam penjaminan mutu.Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan rancangan studi multi situs. Teknik pengumpulan data adalah wawancara mendalam yang dilengkapi dengan teknik dokumentasi dan observasi. Analisis data yang digunakan meliputi proses alur kegiatan yang terjadi secara bersamaan, yaitu reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan.Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa: (1) Implementasi penjaminan mutu telah dilaksanakan dengan mengoptimalkan sumber daya madrasah yang tersedia. Madrasah Aliyah Negeri (MAN) Model 1 Manado memiliki lembaga penjaminan mutu yang secara khusus melakukan kegiatan penjaminan mutu, sedangkan 2 situs  yaitu Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 1 Kotamobagu dan Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 1 Kota Bitung tidak memiliki unit atau lembaga penjaminan mutu yang terorganisir namun pelaksanaan penjaminan mutu didelegasikan kepada Wakil Kepala Madrasah dan tenaga yang ditunjuk oleh Kepala Madrasah. Secara umum, implementasi penjaminan mutu di madrasah mengacu pada standar nasional pendidikan. (2) Dampak penjaminan mutu pendidikan di Madrasah terlihat pada meningkatnya prestasi siswa di bidang akademik, seni, dan olahraga sehingga memberikan penegasan bahwa madrasah memiliki kualitas yang tidak kalah bersaing dengan sekolah lain. (3) Faktor Pendukung penjaminan mutu di antaranya adalah dukungan peran Kepala Madrasah dalam menjalankan kepemimpinannya, semangat dan motivasi tenaga pendidik dan tenaga kependidikan, dukungan pemerintah dan Kementerian terkait, dan dukungan masyarakat. (4) Faktor penghambat penjaminan mutu pendidikan di Madrasah di antaranya adalah keterbatasan tenaga, fasilitas, sarana dan prasarana madrasah, dukungan dana dan dampak buruk dari perkembangan teknologi dan informasi.
Dinamika Politik Pendidikan Islam Di Indonesia; Studi Kebijakan Pendidikan Islam Pada Masa Pra-Kemerdekaan hingga Reformasi. Muhammad Sholeh Hoddin
Jurnal Ilmiah Iqra' Vol 14, No 1 (2020)
Publisher : IAIN Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30984/jii.v14i1.1035

Abstract

Catatan sejarah membuktikan bahwa kebijakan pendidikan Islam, khususnya di Indonesia mengalami pasang surut, tergantung siapa yang mempunyai peran dalam menentukan kebijakan tersebut. Kajian yang bersifat literistik ini berupaya menyajikan dinamika politik pendidikan Islam di Indonesia, mulai masa pra-Kemerdekaan sampai dengan masa Reformasi. Penelitian ini menghasilkan empat buah potret relasi politik dan pendidikan Islam di Indonesia, pertama, bahwa, pada masa pra-kemerdekan, kebijakan yang dikeluarkan pemeritah Belanda dan Jepang bersifat diskriminasi; kedua, ada upaya pembenahan terhadap kebijakan pendidikan Islam yang dilakukan oleh pemerintah Orde Lama, namun suhu politik yang tidak kondusif, di antaranya adanya pertentangan antara kelompok nasionalis, sekuler-komunis, dan Islam, berakibat tidak optimalnya implementasi kebijakan tersebut; Ketiga, melalui Tap MPRS No.27, pasal 1 tanggal 5 Juli 1966, pemerintah Orde Baru menetapkan bahwa “Agama, pendidikan dan kebudayaan adalah unsur mutlak dalam Nation and Character Building" , namun masih mengalami hambatan dengan adanya kebijakan sentralistik dalam pelaksanaan kurikulum pendidikan; Keempat, terbitnya UUSPN nomor 20 tahun 2003, khususnya pada pasal 12 ayat 1 (a) pada masa Reformasi merupakan perkembangan yang sangat positif bagi pendidikan Islam, walaupun masih menimbulkan pro dan kontra; dan dengan terbitnya Permen Dikbud No. 64 Tahun 2013 Tentang Standar Isi Pendidikan Dasar dan Menengah menjadikan UUSPN nomor 20 tahun 2003 lebih bermakna dan aplikatif. 
Peran Kepala Madrasah Dalam Pencegahan Krisis Akhlak Siswa di Madrasah Ibtidaiyah Swasta Mata Air Kota Padang Ahmad Putra
Jurnal Ilmiah Iqra' Vol 14, No 1 (2020)
Publisher : IAIN Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30984/jii.v14i1.1048

Abstract

Berkembangnya zaman ke era digital turut memengaruhi akhlak dan perilaku setiap manusia, termasuk siswa. Pada akhirnya, penting sekali bila perbaikan akhlak menjadi hal utama dalam menjadikan siswa tetap konsisten dalam menjalankan perannya sebagai pelajar. Kepala madrasah memiliki wewenang dan tanggung jawab dalam menyelesaikan berbagai problematika yang dialami siswa sehingga dapat meminimalisasi krisis akhlak yang ditampilkan siswa. Tujuan penelitian ini ialah mengetahui bagaimana peran kepala madrasah dalam mencegah krisis akhlak di sekolah. Metode penelitian yang digunakan ialah kualitatif. Lokasi penelitian di MIS Mata Air Kota Padang. Subjek penelitian ini ialah kepala sekolah, siswa, dan guru. Hasil penelitian ini ialah terdapat beberapa bentuk penyimpangan yang dilakukan oleh siswa seperti bolos belajar, merokok di wc, tidak menghargai guru, tidak sopan ketika berbicara kepada guru, sering berkata kotor ketika berkomunikasi dengan teman sebaya, kedapatan membawa handphone, bergaya yang tidak pantas dan tidak patuh kepada kedua orangtua. Peran yang dilakukan oleh kepala madrasah terkait pencegahan krisis akhlak siswa ialah memberikan hukuman, menasehati, mengajarkan cara menjadi siswa yang baik, melalui cerita-cerita motivasi dan berdiskusi.
The Teachers’ Necessity in Developing Their Competences Through Learning Process in University Fadhlan Saini; Maryam Lughu
Jurnal Ilmiah Iqra' Vol 14, No 1 (2020)
Publisher : IAIN Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30984/jii.v14i1.1071

Abstract

Abstract The aim of this study was to figure out the reasons about the necessity of honorer teachers to continue their study and to reveal the implication of honorer teachers’ teaching and learning process at university into their classroom. Descriptive Qualitative Method was applied through interview and documentation. In this study, the researchers synthesized the results of interview from selected Islamic honorer teachers as the primary source. The secondary source was accomplished by related articles and books or documentations of the research.  The results showed that there were five reasons of the necessity such as (1). Based on the law number 14 of 2005 chapter 4 verse 8 – 13 and The Indonesian Republic Government Regulation No 49 of 2018 chapter 8, (2). To improve their teachers’ competences, (3). To raise their position to the next level such as bachelor degree (4). To get better salary,  and (5). To get Educator Identity Number. Meanwhile, the implication was studied and needed for further improvement for their competences. Furthermore, the honorer teachers required to have lots knowledge, apprehend to manage the classroom, understand to communicate, cooperate and  have a good relationship with students emotionally or even spiritually

Page 1 of 2 | Total Record : 12