cover
Contact Name
Arhanuddin Salim
Contact Email
arhanuddin@iain-manado.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
jurnaliqra@iain-manado.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota manado,
Sulawesi utara
INDONESIA
Jurnal Pendidikan Islam Iqra'
ISSN : 16935705     EISSN : 28412108     DOI : -
Core Subject : Education,
JURNAL PENDIDIKAN ISLAM IQRA' diterbitkan oleh Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan (FTIK) IAIN Manado bulan Juni dan Desember setiap tahun. Jurnal ini, berisi kajian seputar Pendidikan Agama Islam, Manajemen Pendidikan Islam, Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah, Pendidikan Guru Raudhatul Atfhal, Pendidikan Bahasa Inggris dan Pendidikan Bahasa Arab.
Arjuna Subject : -
Articles 8 Documents
Search results for , issue "Vol 5, No 2 (2011)" : 8 Documents clear
Mazhab Filsafat Pendidikan dan Implikasinya terhadap Pendidikan Islam Mustafa Mustafa
Jurnal Ilmiah Iqra' Vol 5, No 2 (2011)
Publisher : IAIN Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (333.378 KB) | DOI: 10.30984/jii.v5i2.568

Abstract

Menemukan makna dan arah pendidikan adalah sebuah pencarian yang panjang, karena pendidikan  seirama dengan dinamika kehidupan dimana manusia itu hidup. Adanya rumusan tentang konsep pendidikan itu dilatar belakangi oleh faktor yang mengitarinya seperti nilai-nilai teologis, normatif, sosiologis, geografis, ekonomi, budaya dan agama. Dalam arti selain dari pertimbangan nilai teologis- normatif, maka dasar pendidikan juga memuat nilai historis, yaitu perkembangan pemikiran pendidikan dari waktu yang tidak terbatas, karenanya sangat banyak paradigma pendidikan sebagai muatan pemikiran untuk merekonstruksinya. Sehingga berbagai aliran dan mazhab dalam pendidikan menjadi pertimbangan dalam memberikan formulasi karena muatan kajiannya berdasarkan pertimbangan dan kepentingan dalam pendidikan. Disebabkan itu lahirnya berbagai mazhab dalam pendidikan sekalipun ada perbedaan pandangan dalam pendidikan agar kita dapat melihat aspek dan arah yang menjadi kajian masing-masingnya untuk dijadikan perbincangan karena dapat dikatakan  antara pendidikan Islam dan Barat memiliki persamaan dan perbedaan. Kata Kunci: Mazhab-Pendidikan
Pendekatan Analisis Sistem Causal Loop Diagram (Cld) dalam Memahami upaya Pemerintah Meningkatan Akses Masyarakat terhadap Pendidikan Tinggi yang Berkualitas Abdul Haris Abdullah
Jurnal Ilmiah Iqra' Vol 5, No 2 (2011)
Publisher : IAIN Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (380.376 KB) | DOI: 10.30984/jii.v5i2.573

Abstract

Sistem pendidikan nasional adalah keseluruhan komponen pendidikan yang saling terkait secara terpadu untuk mencapai tujuan pendidikan nasional. Total jumlah penduduk Indonesia pada tahun 2005 adalah sebesar 213.375.287 jiwa. Jumlah penduduk usia 0-19 tahun adalah sebesar 81.762.113 jiwa dengan rincian 41.882.482 jiwa adalah anak laki-laki dan 39.879.631 adalah anak perempuan. Dengan kata lain, anak usia 0-19 tahun memiliki proporsi sebesar 38,32 persen bila dibandingkan dengan keseluruhan populasi penduduk. Usia 19 tahun adalah adalah usia produktif sekaligus masalah. Setiap tahun sekolah lanjutan atas baik SMU maupun SMK sederajat meluluskan siswanya sebanyak dengan jumlah yang terus meningkat. Dari keadaan ini sedikitnya para lulusan tersebut memiliki kehendak melanjutkan studi kejenjang pendidikan tinggiKata Kunci: Causal Loop Diagram, Pendidikan Tinggi, Pendidikan Nasional
Konsep Pendidikan Ibnu Miskawaih dan Ibnu Khaldun Ismail K Usman
Jurnal Ilmiah Iqra' Vol 5, No 2 (2011)
Publisher : IAIN Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (453.198 KB) | DOI: 10.30984/jii.v5i2.570

Abstract

Ibnu Miskawaih dan Ibnu Khaldun adalah dua tokoh pemikir Islam, bahkan kedua tokoh ini juga dikenal memiliki konsep yang cukup terkenal dalam pendidikan Islam. Dalam pendidikan, Ibnu Miskawaih menitikberatkan permasalahan moral masyarakat, fitrah manusia mempunyai beberapa komponen cakupan termasuk fisik, akal dan jiwa. Dalam mentafsir komponen jiwa, ilmuwan Islam pertama yang menjelaskan secara terperinci ialah Ibnu Miskawaih yang mendapat jolokan Bapa Etika Islam kerana beliau terkenal dengan pemikiran mengenai al-nafs dan al-akhlak. Sedangkan Ibnu Khaldun menekankan pada miliki konsep Dalam hal ini beliau mengingatkan betapa perlunya menjadikan al-Quran sebagai asas landasan bagi pendidikan kanak-kanak. Beliau secara khusus menyentuh pendekatan yang perlu bagi membentuk perangai kanak-kanak dengan metode dan pendekatan lemah lembut. Kata kunci: Konsep, Pendidikan, Ibnu Miskawaih, Ibnu Khaldun.   
Keluarga sebagai Media Pendidikan Tauhid (Telaah Atas Pemikiran Ismail Raji Al-Faruqi dan Lamya Al-Faruqi) Bekti Khudari Lantong
Jurnal Ilmiah Iqra' Vol 5, No 2 (2011)
Publisher : IAIN Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (224.838 KB) | DOI: 10.30984/jii.v5i2.566

Abstract

Human association has had a long story which three institutions had struggled to dominate. The first is the family, which has blood and heredity for bases. The characteristic it engenders in humans are innate and immutable. Certainly, family-living engenders in humans other characteristics which are acquired through association. These, however, are not necessary. Members born to one family may successfully be brought up as members of another; but the innate characteristic remain unchanged. The family was declared by God an intrinsic order of creation. “O..Humankind, revere your Lord, Who created you of a single soul and created of it its spouse.. It is of God’s providing that He created of yourselves spouses in whom to find quiescene, and established between you love and compassion…that He generated from you and your spouses your children and grandchildren”. Parents, their children and grandchildren, and the love and compassion relation between them, constitute an immutable pattern of God creation. This is the family in its nuclear and extended forms spanning three generations. Islam not only acknowledges it but has girded it with law. Unlike any other social system, the law of Islam articulated the relations of all members of the extended family in order to insure proper functioning of all of them. Marriage and divorce, legitimacy and dependency, earnings and supports, inheritance, and the members’ mutual rights and duties have been detailed by the shari’ah.Keywords: Family, Education, Tauhid (Belief in One Supreme God) 
Integrasi Pendidikan Islam/Madrasah dalam Sistem Pendidikan Nasional Mastang Ambo Baba
Jurnal Ilmiah Iqra' Vol 5, No 2 (2011)
Publisher : IAIN Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (328.869 KB) | DOI: 10.30984/jii.v5i2.571

Abstract

Pendidikan Islam seharusnya berbeda dengan sekolah lain pada umumnya. Perbedaan itu menyangkut banyak hal, mulai dari orientasi atau tujuan, kurikulum, tenaga pengajar, maupun kultur yang seharusnya dikembangkan. Tatkala pendidikan Islam disamakan dengan sekolah umum, bukan berarti persamaan itu  dalam segala halnya. Persamaan itu adalah terkait dengan pengakuan oleh pemerintah, yaitu bahwa siapapun yang belajar di lembaga pendidikan Islam dianggap telah memenuhi kewajiban belajar.Kata Kunci: integrasi, pendidikan islam, madrasah dan negara
Integralisme Pengetahuan: Pertautan Nilai Islam dan Sains Modern Ikmal Ikmal
Jurnal Ilmiah Iqra' Vol 5, No 2 (2011)
Publisher : IAIN Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (193.892 KB) | DOI: 10.30984/jii.v5i2.567

Abstract

Islam merupakan agama yang sempurna dan suatu sistem total, maka nilai-nilai yang terkandung di dalamnya, harus meliputi setiap aspek kehidupan manusia. Apakah itu struktur politik atau organisasi sosial, kegiatan ekonomi atau kurikulum pendidikan, proses pembelajaran, penyelidikan ilmiah maupun penguasaan teknologi. Disinilah perlunya mengintegrasikan nilai-nilai Islam ke dalam ilmu pengetahuan umum, sehingga lahirlah ilmu pengetahuan utuh yang sarat dengan nilai-nilai religius yang memberikan kemudahan, manfaat dan ketenangan bagi manusia dan lingkungan sekitarnya.Kata Kunci : Integralisme, nilai-nilai Islam, Humanisme, Sains Modern dan Pencerahan. 
Empat Aspek Pembelajaran dalam Perkembangan Bakat dan Intelektual Peserta Didik Nurhayati Nurhayati
Jurnal Ilmiah Iqra' Vol 5, No 2 (2011)
Publisher : IAIN Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30984/jii.v5i2.572

Abstract

Belajar merupakan proses internal yang kompleks, melibatkan ranah-ranah kognitif, afektif, dan psikomotorik, begitu juga dengan perkembangan sosial anak.  Keempat aspek pembelajaran ini sangat mempengaruhi pada bakat dan intelektual peserta didik, formula yang tepat akan menghasilkan peserta didik yang tidak hanya memiliki bakat dan intelektual yang mumpuni tetapi juga menghasilkan kepekaan sosial yang tinggi.Kata Kunci: Belajar, 4 Aspek Pembelajaran, Bakat dan Intelektual, Peserta didik 
Geliat Kurikulum Pendidikan Islam Di Indonesia Sahari Sahari
Jurnal Ilmiah Iqra' Vol 5, No 2 (2011)
Publisher : IAIN Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (317.585 KB) | DOI: 10.30984/jii.v5i2.569

Abstract

Kurikulum disusun dengan tujuan untuk memudahkan penyelenggaraan pendidikan, oleh karena itu kontens kurikulum pendidikan Islam selalu berbeda-beda menurut kondisi perkembangan umat Islam, karena kaum muslimin berada di dalam lingkungan, daerah dan negeri yang berbeda-beda, Kurikulum harus didesain agar mampu menghasilkan muslim yang mampu menjadi khalifah di atas bumi. Pertimbangan dasar dalam mendesain kurikulum seperti itu ialah: Pertama, Pengembangan pendekatan keagamaan melalui semua mata pelajaran dan kegiatan. Kedua, kurikulum harus disusun sesuai dengan taraf perkembangan kemampuan pelajar.  Ketiga, kurikulum haruslah disusun berdasarkan prinsip kesinambungan, berurutan dan terintegrasi.Kata Kunci: Kurikulum, Pendidikan Islam

Page 1 of 1 | Total Record : 8