cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota adm. jakarta selatan,
Dki jakarta
INDONESIA
JURNAL MANAJEMEN INDUSTRI DAN LOGISTIK
Published by Politeknik APP Jakarta
ISSN : 1411142X     EISSN : 25985795     DOI : -
Jurnal Manajemen Industri dan Logistik (Industrial and Logistic Management Journal) JMIL, invites academician/researchers/contributors to submit research papers, technical papers, conceptual papers, and case study reports in the scope of Logistics Management, Industrial Marketing, and International Trade in Bahasa Indonesia or English written. Published twice a year in MAY and NOVEMBER:
Arjuna Subject : -
Articles 10 Documents
Search results for , issue " Vol 1, No 1 (2017): page 01 - 93" : 10 Documents clear
SUPPLY CHAIN MANAGEMENT SUSTAINABILITY THROUGH THE PERFORMANCE IMPROVEMENT OF MTS-MTO PRODUCTION SYSTEM TYPOLOGY Anissa, Rizki
JURNAL MANAJEMEN INDUSTRI DAN LOGISTIK Vol 1, No 1 (2017): page 01 - 93
Publisher : Politeknik APP Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (453.647 KB) | DOI: 10.30988/jmil.v1i1.8

Abstract

Batik has been acknowledged as a Masterpiece of Oral and Intangible Heritage of Humanity of Indonesia based on UNESCO in 2009 and this asset is considerably becoming the prospect to overcome global market in Asia. In the other side, the global competition can only be encountered by sustainably developing the internal industry. Therefore, this research elaborates sustainable supply chain performance assessment and also the improvement framework applied in Batik industry with MTO-MTS typology. For fulfilling the provisions of sustainability, the economic, environmental, and social is strictly important to be involved in. Supply Chain Operations Reference (SCOR) is a reference model of assessment considering five attributes to be measured and implemented as the perspective of economic assessment. Employee’s welfare and liquid waste assessment are then becoming the method to measure the social and environmental aspect. This resulted score as: Reliability is 89.24%, Responsiveness for MTS is 96% for MTO is 62%, Cost is 83.32%, Agility is 100%, and the Assets Management is 79.63%. For the social aspect, the score of parameter Health Insurance is 100%, Safety Tools is 100%, Basic Allowance is 70%, Annual Allowance is 100%, Appropriate Work Hours is 67%, and the Reward is 70%. For the environmental aspect, the temperature is 100%, pH 62.0%, BOD 100%, COD 64.7%, and TSS 7.4%. The improvement framework is also proposed by using Customer Order Decoupling Point (CODP) that results the increased performance in the Responsiveness attribute in the MTO process as much as 8.25%.
OPTIMALISASI DISTRIBUSI JALUR LOGISTIK DI SATUAN PERAWATAN TEPBEK XII-44-A/PTK Trijayanto, F Indra
JURNAL MANAJEMEN INDUSTRI DAN LOGISTIK Vol 1, No 1 (2017): page 01 - 93
Publisher : Politeknik APP Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (620.874 KB) | DOI: 10.30988/jmil.v1i1.4

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh gambaran tentang pelayananan pendistribusian logistik di satuan perawatan di lingkungan Kodam XII Tanjungpura Pontianak yang diselenggarakan oleh Bekangdam XII/Tanjungpura melalui Tepbek XII-44-A Pontianak. Tepbek XII-44-A Pontianak adalah salah satu satuan dari Bekangdam XII/Tanjungpura dalam pelaksanaan pelayanan logistik, angkutan dan jasa di lapangan dalam mendukung serta melayani satuan-satuan yang berada dibawah perawatannya. Dalam melaksanakan tugas-tugasnya selama ini masih terdapat kekurangan, sehingga hal tersebut dapat mempengaruhi tugas dari komando atas. Penulisan ini menggunakan metode deskriptif analisis, maksudnya di dalam membahas masalah yang di tuangkan dalam tulisan, diperlukan analisa-analisa terhadap data-data yang ada secara mandiri. Sedangkan penulisan ini menggunakan pendekatan empirik yakni pengalaman langsung di lapangan yang melibatkan panca indera dalam mengambil pendekatannya
PERBANDINGAN LOGISTIC PERFORMANCE INDEX (LPI) DAN PURCHASING MANAGER’S INDEX (M-PMI) DALAM MENGEVALUASI KINERJA LOGISTIK INDONESIA Subekti, Subekti; Jayawati, Devi
JURNAL MANAJEMEN INDUSTRI DAN LOGISTIK Vol 1, No 1 (2017): page 01 - 93
Publisher : Politeknik APP Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (723.424 KB) | DOI: 10.30988/jmil.v1i1.9

Abstract

Sistem logistik yang efektif dan efisien tidak hanya menjadi ujung tombak pembangunan industri dan perdagangan nasional namun juga sebagai daya tarik investasi asing. Kinerja logistik pada tingkat makro atau nasional dievaluasi menggunakan LPI (Logistics Performance Index) yang dikeluarkan oleh Bank Dunia. Disisi lain ada indikator perekonomian yang berupa M-PMI (Manufacturing Purchasing Manager Index) yang mengevaluasi perkembangan ekonomi suatu negara dengan menilai ada tidaknya peningkatan dari tingkat produksi, pengiriman barang oleh pemasok, dan tingkat persediaan dalam industri pengolahan. Penelitian ini mengisi celah dalam mengkaji hubungan mPMI dengan LPI. Penelitian ini membahas tiga hal, pertama kondisi LPI Indonesia dan potensi perbaikannya, kedua kondisi M-PMI Indonesia tahun 2013 – 2015, dan ketiga, hubungan mPMI dengan LPI yaitu membahas kondisi perubahan mPMI Indonesia untuk capaian nilai LPI yang berbeda-beda. Metode yang digunakan adalah metode komparatif secara kualitatif. Dari analisa data didapatkan bahwa untuk LPI Indonesia dibandingkan Negara ASEAN lainnya adalah Indonesia masih memerlukan banyak perbaikan pada komponen kepabeanan dan pengiriman. Adapun untuk kurva M-PMI, untuk LPI = 2,94 pada tahun 2012 M-PMI Indonesia mengalami variasi yang cukup lebar yaitu 2,29 sedangkan pada nilai LPI 3,08 pada tahun 2014 nilai M-PMI Indonesia lebih stabil dengan variasi sebesar 1,69. Kesimpulan yang didapatkan dari penelitan ini adalah walaupun kondisi M-PMI lebih stabil pada saat LPI lebih tinggi, namun pergerakan M-PMI tidak secara signifikan dipengaruhi oleh LPI itu sendiri namun lebih pada kondisi ekonomi terutama tingkat suku bunga, daya beli masyarakat, dan produktivitas industri manufaktur.
EVALUASI PEMILIHAN PENYEDIA JASA KURIR BERDASARKAN METODE ANALYTICAL HIERARCHY PROCESS (AHP) Astuti, Juli; Fatma, Erika
JURNAL MANAJEMEN INDUSTRI DAN LOGISTIK Vol 1, No 1 (2017): page 01 - 93
Publisher : Politeknik APP Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (556.235 KB) | DOI: 10.30988/jmil.v1i1.5

Abstract

Aktivitas logistik memegang peranan penting dalam proses bisnis dimana terdapat proses distribusi untuk menyalurkan produk dari produsen/penjual kepada konsumen. Saat inibermunculan semakin banyak perusahaan yang bergerak di bidang penyediaan pelayanan jasa logistik, dengan berbagai kelebihan dan kekurangannya. Kondisi ini membuat pengguna jasa lebih leluasa dalam menentukan pilihan, perusahaan kurir mana yang dipercaya untuk mengambil alih sebagian fungsi bisnisnya.Untuk membantu pengambilan keputusan dalam pemilihan penyedia jasa kurir, penulis melakukan penelitian mengenai kriteria yang digunakan pengguna jasa dalam menentukan penyedia jasa terbaik. Penelitian dilakukan menggunakan metode Analytical Hierarchy Process (AHP), metode AHP dipilih karena metode ini dapat membuat sebuah kerangka pengambilan keputusan dengan efektif atas persoalan yang kompleks. Permasalahan yang terdiri atas beberapa pertimbangan, kemudian disederhanakan ke dalam beberapa kriteria yang kemudian disusunan dalam suatu hirarki.Setelah disusun dalam hierarki dapatditentukan criteria terpenting yang menjadi pertimbangan utama pengguna jasa. Penelitian ini dibatasi pada perusahaanpenyedia jasa logistik yang bergerak pada jasa pengiriman ekspres (kurir). Reponden dibatasi pada pengguna yang menggunakan jasa pengantaran barang (kurir) untuk keperluan penjualan online. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui kriteria utama yang diprioritaskan sebagai pertimbangan bagi pengguna jasa dalam pemilihan penyedia jasa logistik. Berdasarkan survey yang dilakukan terhadap para penjual online, diketahui bahwa kriteria yang menjadi pertimbangan utama dalam pemilihan jasa kurir adalah Reliability, yaitu keandalan suatu perusahaan jasa kurirdalam melayani kebutuhan dan keinginan pelanggannya diikuti dengan cost (biaya pengiriman) dan Convinience (kenyamanan).
PERBAIKAN TATA LETAK PENYIMPANAN BARANG DI GUDANG UNTUK REDUKSI JARAK TEMPUH PERJALANAN MATERIAL HANDLING Kartika, Winanda; Helvianto, Ahmad Wimbo
JURNAL MANAJEMEN INDUSTRI DAN LOGISTIK Vol 1, No 1 (2017): page 01 - 93
Publisher : Politeknik APP Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (499.949 KB) | DOI: 10.30988/jmil.v1i1.10

Abstract

Gudang berperan sebagai distributor untuk menyalurkan produk menuju konsumen. Hal inilah yang dilakukan oleh PT.XYZ selaku warehouse outsourcing. PT XYZ mengelola sejumlah produk minuman yang diproduksi oleh suatu perusahaan multiinternasional PT ABC. Permasalahan yang dihadapi adalah gudang belum memiliki pengaturan mengenai tata letak penempatan produk sehingga penyusunan dilakukan secara acak tergantung blok penyimpanan yang kosong keseluruhan. Setiap blok penyimpanan di gudang ini hanya menampung satu jenis produk dan satu tanggal kadaluarsa, sehingga penempatan barang harus di blok yang kosong dan tidak memperhitungkan jarak tempuh perjalanan material handling dalam menyimpan dan mengambil barang. Selain itu, penyimpanan produk hanya bergantung pada daya ingat operator saja. Oleh karena itu, perlu dilakukan penataan ulang penempatan produk pada lokasi penyimpanan dengan kriteria performansi meminimasi total jarak tempuh perjalanan material handling. Usulan tata letak penempatan produk menerapkan metode dedicated storage yaitu suatu metode untuk penyelesaian masalah tata letak gudang mencakup penempatan produk di gudang berdasarkan banyaknya aktivitas keluar masuk produk di gudang dengan jarak tempuh terpendek terhadap pintu I/O. Dengan adanya penerapan metode ini, diharapkan produk yang akan disimpan menempati lokasi yang tetap untuk memudahkan operator dalam menyimpan dan mengambil produk. Hasil dari penerapan dedicated, diperoleh total jarak tempuh perjalanan sebesar 23719,36 m, sedangkan pada kondisi eksisting total jarak tempuh sebesar 27038,1 dengan persentase penurunan 12,27 %.
IMPEMENTASI RANTAI PASOK HIJAU PADA MATERIAL PROYEK DALAM MENDUKUNG KONSTRUKSI BERKELANJUTAN Putri, Offie Nurtresnaning
JURNAL MANAJEMEN INDUSTRI DAN LOGISTIK Vol 1, No 1 (2017): page 01 - 93
Publisher : Politeknik APP Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30988/jmil.v1i1.6

Abstract

Industri konstruksi khususnya di Indonesia termasuk dalam kategori sebagai negara yang responsive terhadap penyelenggaraan konstruksi di dunia. Dengan dimulainya era green construction, fokus penyelenggaraan infrastruktur dewasa ini tidak saja hanya memfokuskan perhatiannya pada aspek sosial dan ekonomi, namun juga aspek lingkungan hidup.
RANCANGAN SISTEM ELEKTRONIK KANBAN UNTUK MENINGKATKAN EFEKTIVITAS PRODUKSI JUST IN TIME Puar, Zahidi Putra; Siregar, M Tirtana
JURNAL MANAJEMEN INDUSTRI DAN LOGISTIK Vol 1, No 1 (2017): page 01 - 93
Publisher : Politeknik APP Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (563.237 KB) | DOI: 10.30988/jmil.v1i1.11

Abstract

Penelitian ini memaparkan pembangunan sistem elektronik Kanban untuk menggantikan sistem Kanban konvensional. Banyak penelitian yang dilakukan sebelumnya untuk mengoptimasi jumlah Kanban, akan tetapi kelemahan yang masih ditemui adalah apabila terjadi perubahan perencanaan produksi maka harus dilakukan optimasi ulang jumlah Kanban dan hal itu tentu saja memerlukan waktu dan biaya. Dalam perkembangannya, Perusahaan telah menerapkan sistem Kanban untuk mendukung sistem produksi Just In Time, namun masih saja ditemukan permasalahan yang terjadi dilapangan dikarenakan sistem yang diterapkan menggunakan kertas dan pencatatan manual. Pada penelitian ini sistem elektronik Kanban (e-Kanban) dibangun berbasis visi komputer yang digabung dengan sistem produksi yang kondisinya saat ini berjalan. Metode E-Kanban adalah metode untuk mengatasi ketidakteraturan Kanban manual. Berdasarkan pengujian yang menggunakan sebuah skenario Jadwal Induk Produksi (JIP) yang telah ditentukan didapati bahwa sistem elektronik Kanban dapat mengalirkan informasi secara efisien dan efektif dengan peningkatan 54 % dibanding dengan sistem konvensional dan 32% dibanding dengan Kanban manual.
ANALISIS DAMPAK COMPONENT COMMONALITY TERHADAP SCHEDULE INSTABILITY PADA SISTEM RANTAI PASOK SEDERHANA Ahmadi, Bilal; Ratana, Dhanny Surya
JURNAL MANAJEMEN INDUSTRI DAN LOGISTIK Vol 1, No 1 (2017): page 01 - 93
Publisher : Politeknik APP Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (278.54 KB) | DOI: 10.30988/jmil.v1i1.2

Abstract

Penelitian ini menganalisis dampak penggunaan common component terhadap ketidakpastian jadwal produksi. Analisis dilakukan pada penggunaan tingkat component commonality (penggunaan komponen yang sama dalam struktur produk yang berbeda) tertentu terhadap tingkat schedule instability pada sistem rantai pasok sederhana yang terdiri dari satu pemanufaktur dan dua pemasok. Beragam kondisi operasional yang berbeda seperti: ketidakpastian permintaan, cost structure, lead time, struktur produk serta kebijakan persediaan yang diterapkan oleh perusahaan menjadi bagian yang diamati dalam studi ini. Hasil dari simulasi menunjukkan penggunaan common component mampu mereduksi tingkat schedule instability, baik pada pemanufaktur maupun pemasok. Selain itu juga tergambar dalam hasil tersebut bahwa entitas pemasok mengalami instability yang lebih besar dibandingkan dengan pemanufaktur
MENJAMIN KUALITAS VAKSIN DENGAN MANAJEMEN RANTAI DINGIN Warihwati, Rinansita
JURNAL MANAJEMEN INDUSTRI DAN LOGISTIK Vol 1, No 1 (2017): page 01 - 93
Publisher : Politeknik APP Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (253.25 KB) | DOI: 10.30988/jmil.v1i1.7

Abstract

Kemajuan Konsep paradigma sehat di dalam pembangunan kesehatan adalah pembangunan kesehatan yang lebih memprioritaskan upaya promotif dan preventif dibandingkan kuratif dan rehabilitatif. Program imunisasi merupakan salah satu upayapreventif yang telah terbukti sangat efektif menurunkan angka kesakitan dan angka kematian serta kecacatan pada bayi dan balita (Ditjen Bina Kefarmasian dan Alat Kesehatan Depkes RI, 2009).Vaksin merupakan komponen utama dalam program imunisasi dimana ketersediaannya harus terjamin sampai ke sasaran. Sesuai dengan PP 38 tahun 2007 tetang kewenangan pemerintah dan kewenangan provinsi sebagai daerah otonomi dan Peraturan Menteri Kesehatan No. 439/ MENKES/ PER/ VI/ 2009 tentang Perubahan Kedua Atas Peraturan Menteri Kesehatan No. 1575/ MENKES/PER/XI/2005 tentang Organisasi dan Tata Kerja Depkes, antara lain menyebutkan bahwa kewenangan pemerintah pusat menyediakan obat esensial tertentu dan obat sangat esensial untuk pelayanan kesehatan dasar. Selain itu pemerintah juga menjamin ketersediaan bahan imunisasi yang aman, bermutu, efektif, terjangkau, dan merata bagi masyarakat untuk upaya pengendalian penyakit menular melalui imunisasi (Undang - Undang Kesehatan RI No. 36/09).Sejak ditemukannya vaksin dan tehnik pembuatan vaksin yang semakin berkembang pesat hingga saat ini, ada satu hal yang mutlak harus ada bila kita berbicara tentang penyimpanan vaksin, yaitu rantai dingin atau cold chain, yaitu suatu sistim penyimpanan vaksin dengan suhu antara 2 – 8 derajat Celsius, agar supaya komponen dalam vaksin yang bersifat bioaktif tidak mengalami kerusakan karena suhu yang tinggi atau suhu yang terlalu rendah, sehingga dengan suhu penyimpanan yang tepat, potensi proteksi vaksin akan tetap terjaga maksimal hingga waktu yang telah ditentukan oleh pabrik pembuat vaksin, yang ditentukan dengan yang disebut Expiration Date atau Waktu Kadaluarsa vaksin.
ANALISIS PERGUDANGAN DI BAGIAN GUDANG BARANG JADI (FINISHGOODS) PT NIPRESS TBK CILEUNGSI BOGOR Yusuf, Nurmaliana; Nursyanti, Yevita
JURNAL MANAJEMEN INDUSTRI DAN LOGISTIK Vol 1, No 1 (2017): page 01 - 93
Publisher : Politeknik APP Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (464.346 KB) | DOI: 10.30988/jmil.v1i1.3

Abstract

Penelitian ini dibuat bertujuan untuk mengetahui proses kerja pergudangan di gudang barang jadi, yang mempunyai aktivitas utama yaitu pada proses penerimaan, penyimpanan dan pengiriman barang. Penelitian ini dilakukan dengan cara menganalisis kondisi aktual yang dibandingkan dengan sebuah SOP(Standard Operational Prosedure) dan Instruksi kerja. Sebuah SOP(Standard Operational Prosedure) dibuat dan didokumentasikan secara tertulis yang memuat prosedure atau alur kerja yang ingin diraih oleh sebuah perusahaan ataupun instansi. Selain menganalisis aktivitas utama gudang, penelitian ini juga menganalisis proses palletize (gulung battery), proses standar FIFO(First In First Out), dan juga proses stock opname yang ketiganya termasuk pada bagian proses penyimpanan barang jadi. Analisis ini termasuk analisis deskriptif yang bersifat komparatif dengan membandingkan kondisi aktual di gudang barang jadi dengan sebuah prosedure dan instruksi kerja. Hasil yang didapat dari analisis ini adalah proses aktivitas gudang barang jadi dari proses penerimaan, penyimpanan, stock opname, dan pengiriman lokal belum sesuai dengan prosedure dan instruksi kerja yang ada, tetapi proses standar FIFO(First In First Out), dan proses palletize (gulung battery) sudah dilakukan sesuai dengan prosedure dan instruksi kerja gudang barang jadi.

Page 1 of 1 | Total Record : 10