cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota adm. jakarta pusat,
Dki jakarta
INDONESIA
Jurnal Ilmiah Bidan
Published by Ikatan Bidan Indonesia
ISSN : 25023144     EISSN : 26204991     DOI : -
Core Subject : Health, Education,
Jurnal Ilmiah Bidan (JIB) merupakan jurnal publikasi ilmiah bidan yang terbit setiap 4 bulan sekali (3 edisi dalam setahun) dengan menggunakan sistem peer review untuk seleksi artikel. Makalah ditulis berdasarkan hasil penelitian atau pemikiran inovatif, yang akan diseleksi tim editor Jurnal Bidan. Naskah yang diterima naskah asli yang belum diterbitkan di media cetak, majalah/jurnal/media publikasi lain dengan bahasa akademis dan efektif. JIB menerima artikel/naskah asli yang relevan dengan bidang kebidanan, meta–analisis, hasil Penelitian, Studi Literatur, Clinical Practice, dan Case Report/laporan kasus.
Arjuna Subject : -
Articles 155 Documents
HUBUNGAN KECEMASAN IBU HAMIL TERHADAP KEJADIAN PREEKLAMPSIA Desi Trisiani
Jurnal Ilmiah Bidan (JIB) Vol 1 No 3 (2016)
Publisher : Ikatan Bidan Indonesia (IBI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kehamilan merupakan waktu transisi dari suatu masa sebelum mempunyai anak hingga janin berada dalam kandungan dan kemudian lahir. Perubahan status yang radikal ini akan memerlukan persiapan psikologis dan salah satu bentuk adaptasinya adalah kecemasan. Kecemasan merupakan unsur kejiwaan yang menggambarkan perasaan, keadaan emosional yang dimiliki oleh seseorang pada saat menghadapi kenyataan atau kejadian dalam hidupnya. Hal ini dapat membuat spasme pembuluh darah menjadi memburuk sehingga terjadi kenaikan tekanan darah pada ibu hamil dan apabila tidak dikelola dengan baik dapat menyebabkan hipertensi bahkan preeklampsia. Tujuan penelitian ini untuk mengatahui hubungan antara kecemasan terhadap ibu hamil dengan preeklampsia. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu analitik korelatif, dengan pendekatan case control jumlah sampel 90 responden (1:2) yang dikumpulkan secara accidental sampling. Hasil penelitian didapatkan bahwa terdapat hubungan antara kecemasan pada ibu hamil dengan kejadian preeklampsi. Dukungan psikologis yang diperlukan oleh ibu hamil salah satunya adalah dari bidan yang diberikan pada saat kunjungan ANC, dengan memberikan informasi yang baik (konseling) untuk mengatasi setiap kecemasan yang dirasakan klien serta mencegah kecemasan berkelanjutan yang bisa menyebabkan stress dan depresi yang akan berdampak pada kesehatan ibu dan janin.
HUBUNGAN DUKUNGAN SUAMI DENGAN KEPATUHAN IBU HAMIL DALAM MENGKONSUMSI TABLET FE Anjarwati Anjarwati
Jurnal Ilmiah Bidan (JIB) Vol 1 No 3 (2016)
Publisher : Ikatan Bidan Indonesia (IBI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Angka Kematian Ibu di Indonesia 359 per 100.000 kelahiran hidup. Salah satu penyebab tidak langsung kematian ibu adalah anemia. Anemia dapat dicegah dengan mengkonsumsi tablet Fe. Dukungan suami merupakan salah satu faktor yang meningkatkan kepatuhan ibu hamil dalam mengkonsumsi tablet Fe. Ketidakpatuhan mengkonsumsi tablet Fe berdampak pada anemia pada ibu hamil. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan dukungan suami dengan kepatuhan ibu hamil mengkonsumsi tablet Fe. Metode penelitian menggunakan observasional analitik dengan pendekatan cross sectional. Sampel penelitian ini sebanyak 50 ibu hamil trimester II dan III pada tanggal 12-20 Juli 2016 dengan teknik purposive sampling. Instrumen penelitian menggunakan kuesioner dan analisis data menggunakan chi square. Ibu hamil yang memperoleh dukungan suami baik 30 orang (60%), cukup 10 orang (20%), dan kurang 10 orang (20%). Ibu hamil yang patuh mengkonsumsi tablet Fe sebanyak 36 orang (72%). Hasil uji chi square diperoleh nilai x2 hitung sebesar 28,836 nilai fisher exact test signifikan pada 0,000 (p value<0 ,05), dan koefisien kontingensi sebesar 0,605 dengan tingkat keeratan kuat.
PENGARUH BELLY DANCE TERHADAP TINGKAT KECEMASAN IBU HAMIL PRIMIGRAVIDA TRIMESTER III Bella Ami Ranita
Jurnal Ilmiah Bidan (JIB) Vol 1 No 3 (2016)
Publisher : Ikatan Bidan Indonesia (IBI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Ibu hamil yang mengalami kecemasan bila tidak ditangani akan membawa dampak dan pengaruh pada ibu maupun janin. Ibu hamil harus menjaga keseimbangan tubuh dan pikirannya untuk menciptakan pikiran tenang dan nyaman sehingga keduanya bisa bekerja seimbang yang akan mengarah pada kehamilan dan persalinan yang tenang dan membahagiakan. Salah satu cara untuk mencegah dan mengurangi gangguan psikologis adalah dengan menari. Belly dance adalah gerakan tari perut yang mempunyai peranan penting sebagai tarian melahirkan. Belly dance dapat membuat pikiran menjadi rileks dan mengatasi rasa sakit. Penelitian ini bertujuan menguji Belly Dance terhadap penurunan tingkat kecemasan pada ibu primigravida trimester III. Penelitian Quasy eksperimen rancangan pretest dan postest with control group dilakukan pada 22 sampel yang dipilih secara acak. HRSA digunakan untuk mengukur kecemasan, dan dukungan dikaji dengan kuesioner dukungan keluarga. Hasil uji hipotesis menunjukkan ada perbedaan bermakna rerata kecemasan pada kelompok intervensi dan kelompok kontrol (p=,001). Disimpulkan Belly Dance berpengaruh terhadap perbaikan tingkat kecemasan ibu primigravida trimester III.
PENGARUH HYPNOBIRTHING TERHADAP TINGKAT KECEMASAN IBU BERSALIN DAN LAMA PERSALINAN Yuseva Sariati
Jurnal Ilmiah Bidan (JIB) Vol 1 No 3 (2016)
Publisher : Ikatan Bidan Indonesia (IBI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Ibu primipara biasanya mengalami rasa kecemasan yang tinggi dalam menghadapi proses persalinan, hal tersebut dapat mempengaruhi kekuatan kontraksi ibu untuk mendorong janin keluar selama proses persalinan. Persalinan dapat berjalan lancar jika ibu mampu menyelaraskan antara pernafasan dengan kontraksi uterus yang dirasakan, hal tersebut dapat dilakukan jika ibu dalam kondisi yang rileks. Aplikasi hipnosis dalam obstetri saat ini menjadi trend, khususnya dalam merencanakan persalinan yang fisiologis tanpa disertai gangguan psikologis seperti cemas yang berlebihan. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pengaruh Hypnobirthing terhadap tingkat kecemasan ibu bersalin dan lama persalinan di Bidan Praktek Mandiri wilayah Kabupaten Malang. Metode: Jenis penelitian ini adalah eksperimen dengan desain postest only control group design. Jumlah sampel seluruhnya dalam penelitian ini sebanyak 30 ibu primipara yang dibagi dalam 2 kelompok, yaitu 15 ibu bersalin dengan hypnobirthing dan 15 ibu bersalin tanpa menggunakan hypnobirthing. Pengambilan data dilakukan pada bulan Agustus 2015 sampai dengan Desember 2015. Analisis data dilakukan dengan uji Mann Whitney dengan p value 0,05. Hasil: Ibu bersalin dengan hypnobirthing sebanyak 11 orang (73,3%) tidak mengalami gejala kecemasan dan 8 orang (53,3%) dalam katagori lama persalinan normal (4-8 jam). Sedangkan ibu bersalin tanpa hypnobirthing sebanyak 6 orang (40%) termasuk dalam katagori gejala kecemasan sedang dan 6 orang (40%) dengan proses persalinan normal. Hasil analisis dengan mann whitney terhadap lama persalinan signifikasi sebesar 0,229. Dan nilai signifikasi terhadap tingkat kecemasan sebesar 0,001. Karena nilai signifikasi < 0,05 sehingga dapat dinyatakan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan pada tingkat kecemasan antara kelompok eksperimen dengan kelompok kontrol. Kesimpulan: Tingkat kecemasan pada ibu bersalin dengan hypnobirthing lebih rendah dari pada tanpa hypnobirthing, namun tidak ada perbedaan terhadap lama persalinan
PENGARUH SENAM NIFAS TERHADAP TINGGI FUNDUS UTERI DAN JENIS LOCHEA PADA PRIMIPARA Ineke Ineke
Jurnal Ilmiah Bidan (JIB) Vol 1 No 3 (2016)
Publisher : Ikatan Bidan Indonesia (IBI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Salah satu penyebab kematian ibu berdasarkan SDKI adalah perdarahan pasca salin (20%). Ketidaklancaran involusi berakibat buruk pada ibu nifas seperti perdarahan yang bersifat lanjut. Ambulasi dini dengan senam nifas bertujuan memperlancar involusi. Penelitian ini bertujuan mengetahui pengaruh senam nifas terhadap tinggi fundus uteri dan jenis lochea pada ibu nifas primipara. Metode Penelitian: Jenis penelitian ini adalah “quasy experimenal study” dengan desain pre test – post test with control group. Lingkup penelitian di wilayah UPT Puskesmas Kaliori Kabupaten Rembang. Sampel sebanyak 46 ibu nifas yang dipilih secara simple random sampling. Sampel terdiri 2 kelompok yaitu 23 ibu kelompok kontrol, dan 23 ibu kelompok perlakuan dengan senam nifas selama seminggu. Data dianalisis dengan Wilcoxon test, Mann Whytney, dan Spearman Rho. Hasil penelitian: Ada pengaruh senam nifas terhadap tinggi fundus uteri dengan p=0,000 (< 0,05). Ada pengaruh senam nifas terhadap jenis lochea pada hari ke-4 dan ke-7 dengan p=0,000 (< 0,05). Ada pengaruh senam nifas terhadap penurunan tinggi fundus uteri hari ke-2, ke-4, dan ke-7 dengan p=0,000 (< 0,05). Ada pengaruh senam nifas terhadap jenis lochea pada hari ke-7 dengan nilai p=0,001 (< 0,05). Simpulan: Ada pengaruh positif senam nifas terhadap penurunan tinggi fundus uteri dan pengeluaran jenis lochea pada ibu primipara. Disarankan bahwa pelayanan kesehatan khususnya bidan menganjurkan ibu postpartum untuk melakukan senam nifas.
PENGARUH PENDAMPINGAN DAN PEMBERIAN MODUL KANGARO MOTHER CARE TERHADAP KEMANDIRIAN IBU NIFAS MERAWAT BBLR DI RUMAH Sri Rahayu
Jurnal Ilmiah Bidan (JIB) Vol 1 No 3 (2016)
Publisher : Ikatan Bidan Indonesia (IBI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Bayi dengan berat badan lahir rendah (BBLR) merupakan salah satu faktor resiko yang berkontribusi terhadap kematian bayi khususnya pada masa perinatal, sehingga membutuhkan perhatian dan perawatan khusus. Kedekatan bayi dan orang tuanya sangat membantu peningkatan tumbuh kembang bayi. BBLR seringkali memerlukan perawatan intensif sampai stabil dan siap untuk mendapatkan perawatan dirumah. Salah satu metode alternative incubator untuk menjaga kehangatan bayi adalah Perawatan Metode Kanguru (PMK). Tujuan penelitian untuk mengetahui kemandirian ibu dalam Perawatan Metode Kanguru dirumah dibandingkan dengan kelompok kontrol. Jenis penelitian Quasi eksperimen dengan Nonequivalent Control Group Design With Pre-Post Test Design. Populasinya semua BBLR yang dirawat di RSUD Ambarawa dan RSUD Ungaran sebesar 57 BBLR. Sampel pada masing-masing kelompok 25 BBLR, data diambil secara accidental sampling. Pengumpulan data kelompok perlakuan: ibu nifas BBLR didampingi dan diberikan pendidikan kesehatan tentang PMK menggunakan modul selama 3 kali pertemuan sedangkan kelompok kontrol ibu nifas BBLR diberikan penjelasaan secara verbal tentang PMK saat akan pulang dari rumah sakit. Pengukuran dilakukan sebelum pemberian modul dan setelah 1 bulan pulang Rumah sakit. Analisa data dengan uji Mann Whitney dan Wilcoxon. Ada perbedaan kemandirian ibu antara kelompok ibu yang diberikan pendampingan dan modul Perawatan Metode Kanguru dan kelompok kontrol dengan p value <0.0001. Kelompok ibu yang diberikan pendampingan dan modul tentang perawatan metode kanguru, ibu lebih mandiri dibandingkan dengan kelompok kontrol. Perlunya bagi tenaga kesehatan di ruang perinatologi meningkatkan dan melaksanakan perawatan metode kanguru mengusulkan adanya standar operasioanl prosedur tentang PMK, kebijakan dari rumah sakit untuk menerapkan edukasi dengan pemberian modul PMK dan ditindaklanjuti ke rumah pasien.
PERBEDAAN HASIL SKRINING INSPEKSI VISUAL ASAM ASETAT (IVA) PADA AKSEPTOR PIL ORAL KOMBINASI DAN AKSEPTOR IUD Susanti Pratamaningtyas
Jurnal Ilmiah Bidan (JIB) Vol 2 No 1 (2017)
Publisher : Ikatan Bidan Indonesia (IBI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Banyak faktor risiko yang dapat menyebabkan terjadinya kanker serviks. Salah satu diantaranya adalah penggunaan kontrasepsi pil oral kombinasi dan IUD yang digunakan lebih dari lima tahun. Perlu adanya deteksi dini untuk pencegahan terjadinya lesi pra kanker salah satunya dengan pemeriksan inspeksi visual asam asetat (IVA). Pemeriksaan IVA merupakan pemeriksaan serviks dengan cara melihat langsung dengan mata telanjang pada serviks setelah memulas dengan larutan asam asetat 3-5%. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui perbedaan hasil skrining inspeksi visual asam asetat (IVA) pada akseptor pil oral kombinasi dan akseptor IUD di Puskesmas Pesantren II Kota Kediri. Metode penelitian ini menggunakan studi komparatif Non-Eksperimen bentuk Cross Sectional. Sampel dalam penelitian ini adalah 14 responden akseptor pil oral kombinasi lebih dari lima tahun dan 14 responden akseptor IUD lebih dari lima tahun dengan Simple Random Sampling. Alat ukur dalam penelitian ini yaitu kohort KB dan atlas inspeksi visual asam asetat. Dari hasil penelitian didapatkan hasil kurang dari setengah akseptor pil oral kombinasi menunjukkan hasil skrining IVA radang (28,57%). Sedangkan sebagian kecil akseptor IUD menunjukkan hasil skrining IVA negatif (25%). Dari analisis data menggunakan uji Mann-Whitney U-Test didapatkan hasil Sig 2 tailed (0,242) > ά (0,05) maka menolak hipotesis berarti tidak ada perbedaan hasil skrining inspeksi visual asam asetat (IVA) pada akseptor pil oral kombinasi dan akseptor IUD di Puskesmas Pesantren II Kota Kediri Tahun 2013. Pemeriksaan IVA hendaknya menjadi pemeriksaan rutin di pelayanan dasar yaitu di Puskesmas kepada semua wanita yang menjadi faktor risiko sehingga deteksi dini dapat dilakukan dengan baik.
FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN MOTIVASI IBU MELAKUKAN PEMERIKSAAN METODE INSPEKSI VISUAL ASAM ASETAT (IVA) Rosmiati Pakkan
Jurnal Ilmiah Bidan (JIB) Vol 2 No 1 (2017)
Publisher : Ikatan Bidan Indonesia (IBI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Metode Inspeksi Visual Asam asetat (IVA) merupakan salah satu metode yang efektif dan efisien untuk mendeteksi dini kanker serviks. Angka kematian karena kanker serviks (kanker leher rahim) masih tinggi di dunia setiap dua menit seorang perempuan meninggal karena kanker serviks, penyebab kematian utama wanita di negara berkembang termasuk Indonesia, Lebih 70 persen kasus yang datang ke rumah sakit ditemukan dalam keadaan stadium lanjut. Beberapa faktor yang disinyalir berhubungan dengan motifasi ibu melakukan Inspeksi Visual Asam asetat (IVA) pengetahuan,pekerjaan dan sosial ekonomi. Hal tersebut sebagaimana terjadipada umumnya Pasangan usia subur di wilayah Puskesmas lepo-lepo kota kendari tujuan penelitian untuk mengetahui hubungan pengetahuan, pekerjaan dan sosial ekonomi dengan motivasi ibu melakukan pemeriksaan Inspeksi Visual Asam asetat ( IVA ) Kelurahan Lepo–Lepo. Jenis penelitian adalah analitik observasional dengan rancangan cross secsional study dimana Populasi adalah ibu pasangan usia subur di kelurahan Lepo-Lepo Kota Kendari pada tahun 2015 sebanyak 105 responden. Pengambilan Sampel menggunakan teknik probability simple random sampling didapatkan sampel 83 responden secara acak Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan kuisioner. Data yang telah terkumpul kemudian diolah dan dianalisis dengan menggunakan program statistic (SPSS) versi 21 dengan menggunakan uji chi-square. Hasil analisis bivariat didapatkan ada hubungan pengetahuan dengan motivasi ibu melakukan pemeriksaan Inspeksi Visual Asam asetat ( IVA ) dengan X2 hitung 9,303 > X2 tabel 3,841dengan nilai p-value=0,001, ada hubungan pekerjaan dengan motivasi ibu melakukan pemeriksaan Inspeksi Visual Asam asetat (IVA) X2 hitung 7,751 > X2 tabel 3,841 dengan nilai p-value=0,003 ada hubungan sosial ekonomi dengan motivasi ibu melakukan pemeriksaan Inspeksi Visual Asam asetat (IVA) Kelurahan Lepo– Lepo X2 hitung 8,811 > X2 tabel 3,841 atau nilai p-value=0,001.
PENGETAHUAN SIKAP DAN PRAKTIK WANITA USIA SUBUR DALAM PEMERIKSAAN PAP SMEAR Efi Kristiana
Jurnal Ilmiah Bidan (JIB) Vol 2 No 1 (2017)
Publisher : Ikatan Bidan Indonesia (IBI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Setiap tahunya terdapat lebih dari 500.000 kasus baru dan 260.000 kasus kematian akibat kanker serviks, PenelitianWHO (2005) dalam Rasjidi (2010). Indonesia setiap harinya terdapat 41 kasus baru kanker serviks dan 20 wanita meninggal dunia sehingga diperkirakan setiap satu jam seorang perempuan meninggal karena kanker serviks (Yuliatin, 2010). Cakupan program skrining di Indonesia baru sekitar 5% wanita yang melakukan pemeriksaan skrining Pap Smear, Sehingga hal tersebut yang dapat menyebabkan masih tinggi kanker serviks di negara Indonesia (Samadi, 2010), Sedangkan target Indonesia 80%. Tujuan: Mempelajari dan menjelaskan hubungan pengetahuan sikap dan praktik serta perbedaan antar tingkat risiko WUS dalam pemeriksaan pap smear di desa Bangsri Kecamatan Kertosono Kabupaten Nganjuk. Metode: Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan desain penelitian Cross sectional. Alat pengumpulan data berupa kuesioner dengan sampel sebanyak 129 responden. Penelitian ini menggunakan teknik proporsional random sampling Selanjutnya penentuan sampel penelitian dilakukan secara random. Uji statistik menggunakan chi-square, t-test dan regresi logistic sederhana. Hasil: Responden yang melakukan praktik pap smear sebanyak 7%, variabel yang berhubungan dengan praktik pap smear yaitu dukungan suami dan sikap. Terdapat perbedaan sikap, praktik pap smear berdasarkan tingkat risiko. Variabel yang paling dominan dalam penelitian ini adalah dukungan suami dengan nilai OR 26,520. Saran: Kegiatan edukasi yang terarah, terencana dan berkesinambungan kepada suami untuk memberikan dukungan pada istri tentang pentingnya pemeriksaan pap smear, pemberian edukasi dapat masuk melalui kegiatan pengajian, arisan kelompok suami dalam kelompok kecil atau interpersonal.
PENGARUH SENAM DISMENORE TERHADAP PENURUNAN NYERI PADA REMAJA PUTRI Nuraeni Nuraeni
Jurnal Ilmiah Bidan (JIB) Vol 2 No 1 (2017)
Publisher : Ikatan Bidan Indonesia (IBI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Senam merupakan suatu cabang olahraga yang melibatkan performa gerakan yang membutuhkan kekuatan, kecepatan dan keserasian gerakan fisik yang teratur. Bentuk modern dari senam ialah : Palang tak seimbang, balok keseimbangan, senam lantai. Bentuk-bentuk tersebut konon berkembang dari latihan yang digunakan oleh bangsa Yunani kuno untuk menaiki dan menuruni seekor kuda dan pertunjukan sirkus. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk membuktikan ada pengaruh senam disminore terhadap penurunan nyeri pada remaja SMK 1 Tapango Kecamatan Tapango Kabupaten Polewali Mandar. Kelompok senam di uji Mann Whitney untuk mengetahui ada pengaruh bermakna tidak diberikan dan diberikan senam dismenore. Populasinya adalah 30 pasien remaja putri di SMK Tapango Kecamatan Tapango Kabupaten Polewali Mandar. Tehnik sampel yang digunakan secara Total sampling dan terdiri dari 30 responden dimana 15 responden merupakan kelompok diberikan senam dismenore dan 15 responden kelompok tidak diberikan senam dimenore yang memenuhi kriteria inklusi. Pengumpulan data dilakukan dengan cara wawancara tidak terstruktur dan observasi langsung pada pasien. Dari hasil penelitian menunjukan bahwa ada pengaruh diberikan dan tidak diberikan senam dismenore terhadap penurunan nyeri. Hal ini dapat dilihat dengan nilai P = 0.000 yaitu kurang dari tingkat kemaknaan α = 0.05 sehingga menunjukan senam dismenore efektif digunakan untuk menurunkan nyeri. Berdasarkan hasil penelitian adalah senam dismenore berpengaruh terhadap nyeri dismenore. Sedangkan saran yang dianjurkan bagi peneliti memperbanyak jumlah sampel yang ada agar hasilnya lebih bermakna dan lebih akurat dari penelitian ini.

Page 2 of 16 | Total Record : 155