cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
,
INDONESIA
Jurnal Ergonomi dan K3
ISSN : 26157732     EISSN : 26157732     DOI : -
Core Subject : Health, Engineering,
Jurnal Ergonomi dan K3 diterbikan 2 kali setahun, bulan Maret dan September. Topik makalah untuk jurnal Ergonomi dan K3 meliputi namun tidak terbatas pada: antropometri, biomekanika, fisiologi, lingkungan kerja, ergonomi kognitif, ergonomi budaya, keselamatan dan kesehatan kerja.
Arjuna Subject : -
Articles 5 Documents
Search results for , issue "Vol 5, No 1 (2020): MARET 2020" : 5 Documents clear
Analisa Biomekanika Pada Aktivitas Penyetrikaan Studi Kasus Nafri Laundry Yogyakarta Farid Ma'ruf; Okka Adiyanto; Hana Fitri Triesnaningrum
Jurnal Ergonomi dan K3 Vol 5, No 1 (2020): MARET 2020
Publisher : Perhimpunan Ergonomi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (337.471 KB)

Abstract

Kota Yogyakarta sebagai kota pelajar yang berasal dari hampir seluruh kota yang ada di Indonesia memberikan dampak positif bagi warga Yogyakarta sendiri. Salah satunya adalah semakin berkembanganya unit-unit usaha yang beradadi kota Yogyakarta, seperti rumah makan, rumah kos, laundry, dan lain-lain. Pada saat ini, Laundry merupakan salah satu unit usaha yang berkembang pesat di kota Yogyakarta. Salah satu pekerjaan pada usaha laundry adalah menyeterika. Menyeterika pada usaha laundry merupakan kegiatan pokok yang harus ada dan tidak memerlukan mobilitas tinggi. Pada Laundry Nafiri, kegiatan menyerterika dilakukan dengan posisi kerja yang tidak nyaman karena tinggi kursi dan meja tidak sesuai dengan postur tubuh operator seterika. Adanya kondisi tersebut, diperlukanlah perbaikan posisi kerja untuk mengurangi resiko cidera yang akan muncul dan dialami oleh operator. Analisis posisi kerja ini dilaksanakan menggunakan pendekatan dengan metode perancangan kerja dan biomekanika. Kedua metode tersebut merupakan metode yang saling berkaitan satu dengan yang lain karena analisis perancangan kerja dapat dilakukan setelah dilakukan analisis biomekanika yag diambil dari posisi kerja operator. Dari penelitian ini diperoleh hasil bahwa tata letak dan posisi dalam bekerja dapat mempengaruhi performansi operator serta perlu perbaikan sehingga dapat mengurangi resiko cidera yang dialami operator pada saat bekerja.
Human Reliability Assessment menggunakan Modifikasi Metode SHERPA dan HEART (Studi pada Pekerjaan Pengelasan Conveyor Chute Di Area Coal Handling PT. X) Ragil Ismi Hartanti
Jurnal Ergonomi dan K3 Vol 5, No 1 (2020): MARET 2020
Publisher : Perhimpunan Ergonomi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (487.279 KB)

Abstract

Kecelakaan kerja menurut Heinrich 80% disebabkan kerena unsafe action atau human error. Human error dapat dicegah dengan menganalisinya dengan cara mengukur keandalan manusia melalui pendekatan Human Reliabiility Assessment (HRA). Penelitian ini menggunakan jenis penelitian deskriptif. Penelitian dilakukan pada 9 responden di PT. X. Data diperoleh dengan cara brainstorming, wawancara dan observasi. Data yang didapat dianalisis dengan menggunakan modifikasi metode SHERPA dan HEART. Hasil penelitian menunjukkan terdapat 8 task dan 80 sub task yang teridentifikasi, 54 possible human error dapat dipredikasi dengan 72% error mode kategori A9, nilai Human Error Probability (HEP) terbesar dimiliki oleh sub task melakukan pengelasan dari dalam conveyor chute dengan HEP 0,9934, nilai keandalan total (Rm) tertinggi terdapat pada task identifikasi kebocoran, risk level tertinggi yaitu kategori acceptable sebesar 29%. Upaya pencegahan human error disusun berdasarkan EPC, HEP dan risiko yang mungkin terjadi baik secara substitusi, teknis, administrasi dan APD.
Implementasi Metode Brainstorming dan Pendekatan Anthropometri dalam Perancangan Meja Quality Control untuk Skala Laboratorium Lilia Trisyathia Quentara
Jurnal Ergonomi dan K3 Vol 5, No 1 (2020): MARET 2020
Publisher : Perhimpunan Ergonomi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (833.333 KB)

Abstract

Meja quality control (QC) merupakan salah satu fasilitas yang diperlukan dalam memeriksa kualitas sebuah produk sesuai dengan parameter dan spesifikasi yang telah ditetapkan. Pada umumnya meja QC selain digunakan sebagai meja kerja juga berfungsi dalam memonitoring hasil proses produksi secara berkesinambungan. Laboratorium Rekayasa Manufaktur STITEKNAS Jambi membutuhkan meja QC tersebut untuk membantu kegiatan praktikum pada mata kuliah yang terkait dengan rumpun sistem manufaktur sehingga mahasiswa dapat lebih memahami peran, tugas dan tanggung jawab menjadi seorang QC. Penelitian ini merupakan kombinasi kuantitatif dan kualitatif, yaitudengan data kuantitatif berupa data anthropometri dari mahasiswa Teknik Industri dan data kualitatif berupa wawancara dan diskusi dengan responden. Perancangan meja QC menggunakan metode brainstorming dan anthropometri bertujuan untuk menghasilkan produk yang sesuai dengan keinginan dan kebutuhan pengguna laboratorium, yaitu mahasiswa. Dari pengolahan data anthropometri didapatkan hasil persentil yang digunakan untuk ukuran meja, sedangkan dengan brainstorming diperolehhasil kesimpulan secara bertahap dari ide-ide responden mengenai desain dan material yang akan digunakan untuk membuat meja QC.
Prevention of Musculoskeletal Injuries Amongs Manufacturing Operators Using REBA and Nordic Body Map to Develop Karakuri-based Tools Triarti Saraswati
Jurnal Ergonomi dan K3 Vol 5, No 1 (2020): MARET 2020
Publisher : Perhimpunan Ergonomi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (299.358 KB)

Abstract

In Indonesia, human labors are the most workers in manufacturing industries, they have low level of education and skills, easy to replace with low wages. Their welfare mostly ignored by management eventhough complaints of pain and body discomfort released to supervisors. This research was conducted in order to analyze body postures among manufacturing workers with purpose to minimize health impact to the workers. Research started with literature studies, data gathering using Nordic musculoskeletal questionnaire and REBA then processed using Excell and then analized to find solution for this problem. This research was conducted in several different manufacturing industies, such as packaging department in shoes manufacturing, automotive, sorting and inspection in paper industry and assembly department in electrical panel industry; since all of these industries still rely on human workers in one or more department(s) within the manufacturing plant. Complaints and discomfort of these workers were measured using Nordic musculoskeletal questionnaire and REBA was used to analize their posture and scored to assess the safety of the postures. Complaint on their back, waist, hand and feet are common in the assembly panel workers while similar complaints also reported by workers in sorting and inspection in the paper industry. REBA findings suggest that workers postures should be immediately improved to minimize harm and prevent injury for workers. But, some posture still poses risk then should be improved using support tools, such as adjustable table to assist worker in doing their task. Ergonomics evaluation also needed to ensure the health risk was minimized with the new way of doing their tasks.
The Usefulness of Neurobehavioral Task as Driver’s Fatigue Detection Technology Herman Rahadian Soetisna; Ida Ayu Putu Mahadewi; Annas Fatkhurrohman; Gradiyan Budi Pratama; Hardianto Iridiastadi
Jurnal Ergonomi dan K3 Vol 5, No 1 (2020): MARET 2020
Publisher : Perhimpunan Ergonomi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (368.563 KB)

Abstract

Fatigue is a significant contributor to motor-vehicle accidents and fatalities. The purpose of this study was to evaluate the use of neurobehavioral task (i.e. Psychomotor Vigilance Task (PVT) and Stroop Test) as fatigue detection technology of motor-vehicle drivers. Twelve male participants (M ± SD; 35.58 ± 3.58 years) were asked to drive 6-hour long into 2 trip (Bandung – Bekasi and Bekasi – Bandung). Results showed that neurobehavioral task may be useful to detect the fatigue of motor vehicle’s driver, specifically using this three parameters, i.e. PVT-M, #L, and RTCA. Mental fatigue score from SOFI had a significant correlation with those parameters. Regular check for drivers (i.e. before, during, and after the duty) using neurobehavioral task may improve the impact of FRMS implementation in Indonesia. Furthermore, PVT, as the gold standard of application using this approach, may be replaced by a shorter test, such as Stroop Test.

Page 1 of 1 | Total Record : 5