Jurnal Tata Kelola dan Akuntabilitas Keuangan Negara
Jurnal Tata Kelola & Akuntabilitas Keuangan Negara with registered number ISSN 2460-3937 (print), ISSN 2549-452X (online) is a scientific journal published by Directorate of Research and Development, The Audit Board of Republic of Indonesia (Badan Pemeriksa Keuangan RI). This journal was first published in 2015 and associated with Ikatan Akuntan Indonesia (IAI).Each submitted article will be reviewed by at least two reviewers. This journal publishes two numbers in one volume each year, with 5 articles in each number. This journal has been accredited by the Directorate General for Research Strengthening and Development, the Ministry of Research, Technology, and Higher Education, Republic of Indonesia (Peringkat 2) since year 2016 to 2020 according to the decree No. 21/E/KPT/2018.
Articles
310 Documents
DOES THE ROTATION OF HEAD OF AUDIT OFFICE ACROSS OFFICES IMPACT AUDIT QUALITY? STUDY CASE OF THE AUDIT BOARD OF REPUBLIC OF INDONESIA
Nurul Komalasari
Jurnal Tata Kelola dan Akuntabilitas Keuangan Negara 2016: JTAKEN Vol. 2 No. 2 December 2016
Publisher : Badan Pemeriksa Keuangan Republik Indonesia
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (610.579 KB)
|
DOI: 10.28986/jtaken.v2i2.61
This study examines the effect of the head of audit office rotation on auditing quality. This study is motivated by two propositions in private sector auditing. First, that audit partners from larger audit offices are argued to be more experienced compared with audit partners from smaller offices. Second, the audit partners from larger audit offices also argued to be more capable of handling the rotation challenges. This study aimed to examine these propositions in a public sector setting by using the Supreme Audit Board of the Republic of Indonesia (BPK) as a case study, where the head of the representative office is the audit partner equivalent. This study tested these propositions by examining audit quality across BPK's representative audit office sizes and the effect of rotation and types of rotation of the head of the representative audit office on audit quality. This study used the number of audit findings in the financial audit reports as the proxy of audit quality. This study found that audit quality varies across office sizes in the BPK, where the larger representative offices tend to have a better audit quality. This study also found that the rotation of the head of the audit office is negatively associated with audit quality. Lastly, this study found that the negative effect of rotation is caused by the negative effect of changes in office sizes, which outweighs the positive effect of rotation.AbstrakPenelitian ini menguji dua argumen dalam konteks audit sektor swasta. Pertama audit partner dari kantor audit yang lebih besar dianggap memiliki kemampuan dan pengalaman audit yang lebih baik dari audit partner dari kantor audit yang lebih kecil. Kedua, audit partner dari kantor audit yang lebih besar juga dianggap lebih mampu menghadapi tantangan rotasi. Penelitian ini menguji kedua proposisi ini dalam konteks audit sektor publik menggunakan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Republik Indonesia sebagai studi kasus. Penelitian ini untuk menguji kedua proposisi tersebut dengan meneliti kualitas audit antar kantor perwakilan BPK, efek dari rotasi dan tipe rotasi kepala perwakilan BPK terhadap kualitas audit, dengan menempatkan kepala kantor perwakilan BPK sebagai ekuivalensi dari audit partner pada sektor swasta. Penelitian ini menggunakan jumlah temuan audit dalam laporan audit atas laporan keuangan pemerintah daerah sebagai pendekatan  ukuran atas kualitas audit. Penelitian ini menemukan bahwa terdapat kesenjangan kualitas audit antar kantor perwakilan dengan kecenderungan kantor perwakilan yang memiliki entitas audit yang lebih banyak akan memiliki kualitas audit yang lebih baik dibandingkan dengan kantor perwakilan dengan entitas audit yang lebih sedikit. Penelitian ini juga menemukan bahwa rotasi kepala kantor perwakilan berdampak negatif terhadap kualitas audit. Lebih jauh, hasil penelitian ini menunjukkan bahwa dampak negatif tersebut disebabkan oleh dampak negatif perubahan ukuran kantor perwakilan, yang lebih besar dari dampak positif rotasi itu sendiri.
MENGUKUR KESUKSESAN SISTEM AKUNTANSI INSTANSI BASIS AKRUAL (SAIBA) MENGGUNAKAN MODEL DeLONE & McLEAN
Noviyanti Noviyanti
Jurnal Tata Kelola dan Akuntabilitas Keuangan Negara 2016: JTAKEN Vol. 2 No. 2 December 2016
Publisher : Badan Pemeriksa Keuangan Republik Indonesia
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (956.216 KB)
|
DOI: 10.28986/jtaken.v2i2.62
This study aims to determine the user's perception of the Accrual Basis Institution Accounting System (SAIBA) in the ministry/agency in the first year of implementation of the accrual-based government's financial statements. Updated D & M IS Success Model is used to assess the success of SAIBA as a mandatory system in Indonesian Government Accounting. Respondents are operators of Institution Accounting System (SAI) in the ministries/agencies, who are joining the Workshop on Preparation and Study of Financial Statements at Pusdiklat Anggaran dan Perbendaharaan Bogor in November 2015 and selected using a purposive sampling method. The Primary data were obtained through questionnaires that were collected from 204 respondents, which were then analyzed using structural equation modeling. This study found that SAIBA can be categorized as successful information for each dimension of success in the Updated D&M IS Success Model. Respondents assessed the system quality, the information quality and service quality of SAIBA tend to be good. However, respondents indicated the use of SAIBA has no significant effect on user satisfaction, in contrast to the other constructs relationships, the system quality, the information quality, and the service quality of SAIBA with net benefit and it's reciprocal proved to be a significant impact.
ANALISIS FAKTOR-FAKTOR YANG MEMENGARUHI TRANSFORMASI KAPABILITAS ORGANISASI DAN PERAN BADAN PEMERIKSA KEUANGAN RI
Agus Joko Pramono
Jurnal Tata Kelola dan Akuntabilitas Keuangan Negara 2016: JTAKEN Vol. 2 No. 2 December 2016
Publisher : Badan Pemeriksa Keuangan Republik Indonesia
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (2538.408 KB)
|
DOI: 10.28986/jtaken.v2i2.63
This study is aimed to study the influencing factors of the Audit Board of Republic Indonesia's roles and capabilities transformation to meet the national development goals. This study uses a qualitative approach with the Analytic Network Process (ANP) method, to map out the interrelated factors of nodes within 3 clusters, which are the external, internal, and supporting factors. Focus Group Discussion (FGD) was conducted to design a Framework Analysis. The participants of the FGD were BPK RI officials and its stakeholders including relevant external experts. The FGD has made a quantification framework as an ideal approach to use for data processing on software super decisions. This process has brought about the priorities as follows: external stakeholder engagement, leadership and governance system, communication, and the management of information system. The research has found out that the most significant and urgent factor is the concern of, and support from, the external stakeholders for BPK RI. Therefore, BPK RI has to design a strategy and communication program that can effectively improve the external support and concern.AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk mengkaji faktor-faktor yang berpengaruh terhadap transformasi kapabilitas dan peran Badan Pemeriksa Keuangan Republik Indonesia. Kajian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode Analytic Network Process (ANP) untuk mendapatkan hubungan antar node dalam 3 cluster (faktor eksternal, internal dan penunjang) yang bersifat network. Framework analysis disusun melalui FGD para pakar dari eksternal dan internal BPK RI. Kuantifikasi framework dihasilkan dari FGD para pakar internal BPK RI. Olah data pada software superdecisions menghasilkan prioritas-prioritas sebagai berikut: faktor eksternal prioritasnya Stakeholders Engagement; faktor internal prioritasnya Kepemimpinan dan Sistem Tata Kelola; faktor penunjang prioritasnya Komunikasi dan Sistem Informasi Manajemen. Berdasarkan hasil kajian ini diketahui bahwa hal paling penting dan mendesak adalah adanya kepedulian dan dukungan dari stakeholders eksternal terhadap BPK RI sehingga perlu segera disusun strategi, perencanaan, dan program komunikasi yang mampu secara efektif meningkatkan kepedulian dan dukungan stakeholders eksternal terhadap BPK RI.
THE EFFECT OF AUDIT FOLLOW-UP AND SIZES ON THE AUDIT QUALITY
Mahpiansyah Mahpiansyah
Jurnal Tata Kelola dan Akuntabilitas Keuangan Negara 2016: JTAKEN Vol. 2 No. 2 December 2016
Publisher : Badan Pemeriksa Keuangan Republik Indonesia
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (597.538 KB)
|
DOI: 10.28986/jtaken.v2i2.64
This study examines the effect of local audit size and the audit feedback implementation on audit quality in Indonesia. The Indonesian government has two audit institutions: external and internal audits. The audit feedback is a recommendation from the external audit to correct the audit subjects' financial reports. This study analyzes panel data of 33 provinces from 2009 to 2013 from Audit Report Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) and Badan Pusat Statistik (BPS), using OLS and TSLS. There are two data variables: the number of data and the amount of data. Both dependent and independent variables contain the number of data and the amount of data except the audit size variables. Audit feedback is divided into finished audit feedback and unfinished audit feedback while audit sizes are divided into three variables. The study finds that audit feedback and audit size are statistically significant to influence the audit findings and the internal audit sizes based on the auditor's number, the number of the subject unit and the number of provincial employees are statistically significant only to the number of audit findings. It implies that the number of audit feedback affects the audit findings as a whole without being disturbed by the nominal amount of audit feedback. There are no previous studies that measure the effect of audit feedback on audit quality. This paper added an important question on the relationship between audit sizes and the effectiveness of audit feedback on audit quality in government institutions, especially in local governments. AbstrakPenelitian ini mengukur pengaruh ukuran audit dan tindak lanjut hasil audit terhadap kualitas audit di Indonesia. Pemerintah Indonesia memiliki dua institusi audit: eksternal dan internal audit. Tindak lanjut audit adalah perkembangan pelaksanaan rekomendasi audit dari audit eksternal untuk memperbaiki laporan keuangan auditee. Penelitian ini menganalisa data 33 provinsi dari tahun 2009 sampai dengan tahun 2013 dari Ikhtisar Laporan Hasil Pemeriksaan Badan Pemeriksa Keuangan (ILHP BPK) dan Daerah Dalam Angka Badan Pusat Statistik (DDA BPS) menggunakan OLS dan TSLS. Penelitian ini menemukan bahwa jumlah tindak lanjut hasil pemeriksaan dan ukuran audit berpengaruh signifikan terhadap temuan audit walaupun ukuran audit yang didasarkan pada jumlah internal auditor, jumlah unit subyek audit dan jumlah pegawai provinsi hanya berpengaruh signifikan terhadap jumlah temuan audit. Hal ini menunjukkan bahwa jumlah tindak lanjut audit secara keseluruhan mempengaruhi temuan audit tanpa terganggu dengan nominal tindak lanjut audit. Belum ada penelitian sebelumnya yang mengukur pengaruh dari tindak lanjut audit terhadap kualitas audit. Penelitian ini menambahkan pertanyaan penting mengenai hubungan antara ukuran audit dan efektivitas tindak lanjut audit pada kualitas audit di institusi pemerintah khususnya pemerintah daerah.
EVALUASI ATAS IMPLEMENTASI APLIKASI SISTEM AKUNTANSI INSTANSI BASIS AKRUAL (SAIBA) PADA MITRA KERJA KPPN GORONTALO DAN MARISA
Azwar Iskandar;
Tenry Nur Amriani;
Achmat Subekan
Jurnal Tata Kelola dan Akuntabilitas Keuangan Negara 2016: JTAKEN Vol. 2 No. 2 December 2016
Publisher : Badan Pemeriksa Keuangan Republik Indonesia
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (1788.534 KB)
|
DOI: 10.28986/jtaken.v2i2.65
The purpose of this research is to evaluate the success of accrual basic application system (SAIBA) implementation based on user perception with DeLone & McLean (DM) Information System (IS) Success Model Approach. The data used are primary and secondary data. Primary data gathered through questionnaires distributed to respondents while secondary data gathered from other institutions such as the Directorate General of Budget, Directorate General of Treasury, and Treasury Office of Gorontalo and Marisa. This model uses six variables which are system quality, information quality, user satisfaction, use, individual impact, and organizational impact. This research empirically showed that the accrual basic application system (SAIBA) currently implemented not successfully running yet based on all Delone and McLean's success measurement criteria.AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi sejauh mana keberhasilan implementasi aplikasi SAIBA yang telah berjalan selama ini berdasarkan sudut pandang pengguna (user) dengan menggunakan pendekatan Delone & McLean Information System Success Model. Sumber data yang digunakan dalam penelitian ini berasal dari data primer dan data sekunder. Data primer berupa data yang diperoleh langsung dari responden melalui kuesioner yang dibagikan. Sedangkan data sekunder adalah data yang diperoleh dan disajikan oleh pihak-pihak lainnya seperti Direktorat Jenderal Anggaran Kementerian Keuangan, Direktorat Jenderal Perbendaharan Negara Kementerian Keuangan, dan Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara (KPPN) Gorontalo dan Marisa. Model ini menggunakan enam variabel pengukuran yaitu kualitas sistem (system quality), kualitas informasi (information quality), kepuasan pengguna (user satisfaction), penggunaan sistem (use), dampak individu (individual impact) dan dampak organisasi (organizational impact). Penelitian membuktikan secara empiris bahwa implementasi aplikasi SAIBA belum berjalan sukses berdasarkan kriteria pengukuran sesuai model kesuksesan DeLone dan McLean (1992).
PENGARUH EARNING PERFORMANCE DAN PROPORSI PAD LKPD 2015 TERHADAP KEMANDIRIAN DAERAH DI JAWA TENGAH
Waskito Hadi
Jurnal Tata Kelola dan Akuntabilitas Keuangan Negara 2017: JTAKEN Vol. 3 No. 1 June 2017
Publisher : Badan Pemeriksa Keuangan Republik Indonesia
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (763.301 KB)
|
DOI: 10.28986/jtaken.v3i1.66
Penelitian ini dilakukan dengan data sekunder berupa Laporan Keuangan Pemerintah Daerah (LKPD) TA 2015 di Jawa Tengah yang bertujuan untuk mengetahui besar pengaruh Earning Performance dan proporsi PAD terhadap kemandirian daerah baik secara parsial maupun simultan menggunakan analisis jalur (path analysis) dengan metode sensus. Populasi penelitian ini adalah sebanyak 36 LKPD TA 2015 di Jawa Tengah yang telah diperiksa oleh BPK Perwakilan Provinsi Jawa Tengah dan hasil pemeriksaannya telah disampaikan ke lembaga perwakilan rakyat, dalam hal ini DPRD provinsi/kota/kabupaten di Jawa Tengah. Seluruh elemen populasi diteliti dan menjadi sasaran akhir populasi dalam penelitian ini. Hasil analisis data dengan SPSS versi 15.0 menunjukkan bahwa earning performance mempengaruhi kemandirian daerah sebesar 3,1% dan besar pengaruh proporsi PAD terhadap kemandirian daerah adalah sebesar 82,4%. Earning performance dan proporsi PAD secara simultan mempengaruhi kemandirian daerah sebesar 89,7% yang ditunjukkan dengan nilai koefisien determinasi (R2) sebesar 0,897 sedangkan variabel independen lain yang tidak dimasukkan dalam model penelitian ini dapat mempengaruhi kemandirian daerah (e) sebesar 10,3%. Hasil analisis menyimpulkan bahwa earning performance dan proporsi PAD berpengaruh terhadap kemandirian daerah baik secara simultan maupun parsial.
PENGARUH KARATERISTIK TUJUAN ANGGARAN DAN PENERAPAN SISTEM INFORMASI AKUNTANSI TERHADAP KINERJA APARAT PEMERINTAH DAERAH DENGAN TINGKAT DESENTRALISASI SEBAGAI PEMODERASI
Ingrid Panjaitan;
Shopiana Shopiana
Jurnal Tata Kelola dan Akuntabilitas Keuangan Negara 2017: JTAKEN Vol. 3 No. 1 June 2017
Publisher : Badan Pemeriksa Keuangan Republik Indonesia
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (907.11 KB)
|
DOI: 10.28986/jtaken.v3i1.69
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh karakteristik tujuan anggaran dan penerapan sistem informasi akuntansi terhadap kinerja aparat pemerintah daerah serta tingkat desentralisasi sebagai pemoderasi. Lokasi penelitian dilakukan di Kecamatan Kradenan dan Gabus, Kabupaten Grobogan. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan menggunakan Partial Least Square (PLS) sebagai alat uji. Responden penelitian adalah aparat pemerintah di kecamatan dan kelurahan, dengan sampel sebanyak 60 responden. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa variabel karakteristik tujuan anggaran dan desentralisasi berpengaruh positif terhadap kinerja aparat pemda. Sedangkan variabel sistem informasi akuntansi tidak berpengaruh terhadap kinerja aparat pemda, dan desentralisasi tidak dapat memoderasi pengaruh karakteristik tujuan anggaran dan sistem informasi akuntansi terhadap kinerja aparat pemerintah daerah.
PERJALANAN AKUNTANSI ASET TETAP PADA PEMERINTAH DAERAH
Muhammad Hammam
Jurnal Tata Kelola dan Akuntabilitas Keuangan Negara 2017: JTAKEN Vol. 3 No. 1 June 2017
Publisher : Badan Pemeriksa Keuangan Republik Indonesia
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (807.836 KB)
|
DOI: 10.28986/jtaken.v3i1.73
Perjalanan akuntansi aset tetap di Indonesia, khususnya pada Pemerintah Daerah telah mengalami banyak perkembangan. Mulai dari Manual Administrasi Keuangan Daerah (MAKUDA) hingga kini diterapkan akuntansi berbasis akrual. Masing-masing dari pendekatan yang telah dilakukan oleh Pemerintah Daerah memiliki sisi positif dan negatif, diantaranya semakin maju akuntansi semakin akurat penggambaran aset tetap namun semakin rumit pelaksanaannya. Tulisan ini akan membahas perjalanan tersebut beserta sisi positif dan negatifnya. Selanjutnya, perkembangan akuntansi aset tetap sektor publik pada dunia internasional telah mengenal capital charging yang diharapkan dapat menutup kekurangan manajemen aset tetap pada sektor publik, yaitu memandangnya sebagai barang gratis. Penjelasan mengenai capital charging akan disajikan sebagai salah satu pembuka wacana untuk perkembangan akuntansi aset tetap di Indonesia.
PEMERIKSAAN SUBSIDI BAHAN BAKAR MINYAK (BBM) UNTUK KESEJAHTERAAN RAKYAT
Haris Pamugar
Jurnal Tata Kelola dan Akuntabilitas Keuangan Negara 2017: JTAKEN Vol. 3 No. 1 June 2017
Publisher : Badan Pemeriksa Keuangan Republik Indonesia
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (787.33 KB)
|
DOI: 10.28986/jtaken.v3i1.74
Pemberian subsidi BBM merupakan program Pemerintah yang ditujukan untuk membantu masyarakat dengan kemampuan ekonomi rendah dalam menjalankan usaha dan aktivitas hidup sehari-hari. Pada pemeriksaan BPK tahun anggaran 2011 s.d. 2015 masih ditemukan adanya penyaluran BBM bersubsidi yang tidak sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan, yaitu penyaluran kepada pihak-pihak yang tidak berhak menerima subsidi dan melebihi kuota subsidi. Atas nilai temuan pemeriksaan tersebut, BPK melakukan koreksi nilai subsidi BBM dengan mengeluarkannya dari penagihan Badan Usaha penyalur BBM ke Pemerintah, sehingga menghemat pengeluaran/belanja Pemerintah untuk pembayaran subsidi BBM. Dengan adanya penghematan belanja Pemerintah, maka dana tersebut dapat dialihkan ke sektor pembangunan, perekonomian, pendidikan, dan kesehatan rakyat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui urgensi pemeriksaan subsidi BBM dan apakah pemeriksaan tersebut memiliki hubungan dengan kesejahteraan rakyat. Metode penelitian yang digunakan yaitu studi literatur dengan mempelajari Laporan Hasil Pemeriksaan BPK tahun 2012 s.d. 2016, peraturan perundang-undangan, penelitian dan artikel terkait. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pemeriksaan subsidi BBM diperlukan dan memiliki hubungan tidak langsung dengan kesejahteraan rakyat.
UNDERSTANDING AUDIT METHODS TO ASSIST PLANNING ON PROGRAM EVALUATION: SHARING GAO'S EXPERIENCE ON NATIONAL HEALTH SECURITY PROGRAM
I Gede Sudi Adnyana
Jurnal Tata Kelola dan Akuntabilitas Keuangan Negara 2017: JTAKEN Vol. 3 No. 1 June 2017
Publisher : Badan Pemeriksa Keuangan Republik Indonesia
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (1296.337 KB)
|
DOI: 10.28986/jtaken.v3i1.78
BPK has a mandate to conduct a performance audit for examining whether government agencies have implemented their critical programs in the possible aspects of efficiency, effectiveness, or economy. Nevertheless, the current audit methods for those government programs designed at the planning stages by the audit teams have not been fully emphasized on one or a combination of four main types of evaluation, such as process and/or implementation evaluation; outcome evaluation; impact evaluation; and cost-benefit and cost-effectiveness analyses. They can be identified by using measures of program performance, along with other information, to study the benefits of a program or how to improve it. The program chosen is the NHS program, evaluated by using GAO's experience which was empirically implemented and observed by the author during the fellowship program in the Agency. This study discusses the evaluation of FOD evaluation and a general guide to address researchable questions derived from NHS program stage evaluation, analysis of researchable question types, and to consider some challenges at designing evaluations. Further, BPK could improve the methods and design of its performance audit plan as regards program evaluation by considering such variables that have been applied in their best practices.