cover
Contact Name
Maruatal Sitompul
Contact Email
m.sitompoel@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
redaksi.oldi@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kota adm. jakarta selatan,
Dki jakarta
INDONESIA
OLDI (Oseanologi dan Limnologi di Indonesia)
ISSN : 01259830     EISSN : 2477328X     DOI : -
Core Subject : Science, Social,
Oseanologi dan Limnologi di Indonesia is a scientific journal that publishes original research articles and reviews about all aspects of oceanography and limnology. Manuscripts that can be submitted to Oseanologi dan Limnologi di Indonesia is the result of research in marine and inland waters in Indonesia. Submissions are judged on their originality and intellectual contribution to the fields of oceanography and limnology
Arjuna Subject : -
Articles 6 Documents
Search results for , issue " Vol 2, No 2 (2017)" : 6 Documents clear
KOMPOSISI TUMBUHAN AIR DAN VEGETASI RIPARIAN DI DANAU SENTANI PROVINSI PAPUA Paramitha, I Gusti Ayu Agung Pradnya; Kurniawan, Riky
Oseanologi dan Limnologi di Indonesia Vol 2, No 2 (2017)
Publisher : Oseanologi dan Limnologi di Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tumbuhan air dan riparian memegang peranan penting dalam menjaga keseimbangan ekosistem suatu perairan. Hilangnya komponen vegetasi dari suatu perairan dapat menyebabkan meningkatnya masukan sedimen dan mengubah mikrohabitat pada perairan tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui komposisi tumbuhan air dan vegetasi riparian di Danau Sentani, Provinsi Papua. Penelitian ini dilakukan pada bulan September-Oktober 2014. Pengambilan sampel tumbuhan air dan vegetasi riparian dilakukan pada 5 stasiun: St.1 (Doyo Lama), St.2 (Donday), St.3 (Deyau), St.4 (Kalkotte), and St. 5 (Jaifuri). Data tumbuhan air diambil menggunakan square plot (1x1 m) sebanyak 15 plot sedangkan vegetasi riparian menggunakan metode survei dengan tali transek sepanjang 10 m. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat 10 jenis tumbuhan air dari 8 suku dan 30 jenis tumbuhan riparian dari 18 suku. Jenis tumbuhan air yang paling sering ditemukan adalah Ceratophyllum demersum L. (135 individu). Stasiun 4 (Kalkotte) memiliki jumlah individu makrofita paling banyak (96 individu). Jenis vegetasi riparian yang paling mendominasi adalah Imperata cylindrica (L.) Beauv. (190 individu). Stasiun 5 (Jaifuri) memiliki jumlah jenis dan jumlah individu vegetasi riparian terbanyak (344 individu dari 20 jenis).Kata kunci: Komposisi, tumbuhan air, vegetasi riparian, Danau Sentani.
Kondisi Terumbu Karang di Perairan Sisi Timur Pulau Tikus, Bengkulu Giyanto, S.Si, M.Sc, -
Oseanologi dan Limnologi di Indonesia Vol 2, No 2 (2017)
Publisher : Oseanologi dan Limnologi di Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pulau Tikus yang berada di Provinsi Bengkulu merupakan pulau kecil yang berjarak sekitar 10 km dari Kota Bengkulu. Luas daratannya hanya sekitar 19.800 m2. Sisi sebelah timur Pulau Tikus sering dijadikan lokasi bongkar muat batu bara dari kapal-kapal kecil ke kapal besar (transhipment) untuk selanjutnya dibawa ke tempat lain. Hal ini terjadi karena kondisi pelabuhan Baai Bengkulu belum memungkinkan untuk kapal besar masuk ke area pelabuhan. Penelitian yang bertujuan untuk mengetahui kondisi terumbu karang di sisi timur Pulau Tikus telah dilakukan pada bulan November 2012. Pengambilan data terumbu karang dilakukan di tiga stasiun dengan menggunakan Line Intercept Transect (LIT). Selain itu, juga dilakukan pengukuran kejernihan perairan dengan menggunakan Secchi disk. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kejernihan di perairan sisi timur Pulau Tikus masih baik untuk pertumbuhan karang, dengan nilai kejernihan yang berkisar 9–10 m. Persentase tutupan karang hidup adalah sebesar 38,89 ± 5,02% yang dikategorikan sebagai ”sedang”. Kondisi ini relatif lebih baik dibandingkan dengan beberapa lokasi lain yang juga berada di Samudra Hindia. Data pendukung seperti keanekaragaman dan kepadatan ikan indikator Chaetodontidae yang tinggi, serta nilai konsentrasi logam berat di kolom air yang masih berada di bawah nilai ambang batas untuk kehidupan biota laut memperkuat hasil yang diperoleh. Meskipun demikian, belum dapat disimpulkan bahwa tidak ada dampak negatif dari kegiatan bongkar muat tersebut karena belum ada data pembanding yang diambil sebelum kegiatan bongkar muat itu terjadi. Terlepas dari ada tidaknya dampak negatif kegiatan bongkar muat, dapat disimpulkan bahwa terumbu karang di perairan sisi timur Pulau Tikus masih dalam kondisi normal.  
Morphometry and Pollution Load Capacity of Lake Pondok Lapan in Langkat Regency, North Sumatra Muhtadi, Ahmad; Yunasfi, Yunasfi; Marufi, M.; Rizki, A.
Oseanologi dan Limnologi di Indonesia Vol 2, No 2 (2017)
Publisher : Oseanologi dan Limnologi di Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Morphometry is necessary to know the physical characteristics of a lake and how much the ability of the lake to receive pollutant loads. Determination of water quality status and pollution load capacity of lake water is very important to do with the utilization of lake by the community for cultivation activity of floating net cage (KJA). This study aimed to determine the characteristics of morphometry and bathymetry of the lake, determine the status of water quality and the capacity of lake pollution load. The study was conducted in January–March 2015. Mapping was done by making a path of 100 trajectories which was then processed with ArcView. The observation station for water quality consisted of 4 stations. The status of water quality was determined by the Pollution and Storage Index method based on PerMen LH. No. 115 of 2003. The capacity of lake pollution loud refers to PerMen LH. 28 of 2009. The results showed that Lake Pondok Lapan area reached 63,472.78 m2 (6.35 ha) with a maximum depth of 4.15 m. This lake is classified as a closed water, aerobic, with a residence time of 11–12 days. The depth of compensation is at a depth of 2.61–2.85 m. The water discharge coming out of the lake ranges 12,963.45–14,111.71 m³ per day. The status of water quality of Lake Pondok Lapan is categorized as uncontaminated with score 0 for the Storet method and 0.46–0.86 for Pollution Index method. Lake pollution load capacity is of 1.98 kg of phosphorus per year.
Table of contents and Editorial board OLDI, Redaksi
Oseanologi dan Limnologi di Indonesia Vol 2, No 2 (2017)
Publisher : Oseanologi dan Limnologi di Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Karakteristik Morfologi Dasar Laut dan Hubungannya dengan Ketebalan Sedimen dan Kecepatan Arus di Selat Flores, Selat Lamakera, Selat Boling, dan Selat Alor Hasanudin, Muhammad
Oseanologi dan Limnologi di Indonesia Vol 2, No 2 (2017)
Publisher : Oseanologi dan Limnologi di Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Morfologi dasar laut suatu selat dapat memengaruhi deposit sedimen dan kecepatan arus di selat tersebut. Selat Flores, Selat Lamakera, Selat Boling, dan Selat Alor menghubungkan Laut Flores dan Laut Sawu di Provinsi Nusa Tenggara Timur. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik morfologi dasar laut dan hubungannya dengan ketebalan sedimen dan kecepatan arus di selat-selat tersebut. Single Beam Echosounder dan SubBottom Profiler digunakan untuk mengukur kedalaman perairan dan lapisan bawah permukaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dasar laut Selat Flores berbentuk cekungan pada kedalaman sekitar 250 m, sedangkan dasar laut pada sambungan antara Selat Boling, Selat Lamakera, dan Selat Alor berupa punggungan yang mengarah ke Laut Flores dan Laut Sawu dengan kedalaman hingga 3.000 m. Ketebalan endapan sedimen di Selat Flores mencapai 50 m, sedangkan di Selat Boling, Selat Lamakera, dan Selat Alor endapan sedimen tidak tampak. Di Selat Flores yang berciri selat sempit, kecepatan arus berkisar dari 0,3 hingga 3,8 m/s. Gambaran kondisi bawah permukaan di selat-selat ini dapat digunakan untuk navigasi pelayaran bagi kapal-kapal yang akan melintasi selat-selat tersebut, khususnya kapal yang lebih dari 2.000 ton. Morfologi selat yang sempit mengakibatkan massa air di daerah ini memiliki kecepatan arus yang besar, sehingga proses sedimentasi hanya terjadi di Selat Flores yang dasar lautnya berbentuk cekungan.
Keanekaragaman, Kelimpahan, dan Sebaran Kopepoda (Krustasea) di Perairan Bakau Segara Anakan, Cilacap Mulyadi, Mulyadi; Murniati, Dewi Citra
Oseanologi dan Limnologi di Indonesia Vol 2, No 2 (2017)
Publisher : Oseanologi dan Limnologi di Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Observasi tentang keanekaragaman Kopepoda, kelimpahan, dan sebarannya di tiga lokasi bakau dan estuari di Laguna Segara Anakan, Cilacap, dilakukan pada bulan Mei (musim kemarau) dan November (musim hujan) 2009. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan keanekaragaman dan kelimpahan Kopepoda dengan beberapa faktor lingkungan yang memengaruhi sebarannya pada musim kemarau dan musim hujan. Sampel Kopepoda diambil dari perairan Kutawaru, Dermaga Sleko, dan Ciperet dengan jaring plankton secara vertical dan horizontal, siang dan malam hari, disimpan dan diidentifikasi di MZB LIPI. Ditemukan 36 spesies Kopepoda dari 18 genus dan 20 famili, termasuk 10 catatan baru. Keanekaragaman spesies Kopepoda tertinggi ditemukan pada bulan November, sedangkan terendah pada bulan Mei. Kelimpahan rata-rata pada bulan Mei lebih tinggi dibandingkan bulan November. Keanekaragaman dan kelimpahan di Ciperet, baik pada musin kemarau maupun hujan selalu lebih tinggi dibandingkan dua lokasi yang lain. Acartia erythraea, A. sinjiensis dan Pseudodiaptomus annandalei ditemukan mendominasi perairan terutama pada bulan Mei. Komposisi komunitas Kopepoda yang menempati suatu perairan ditentukan oleh salinitas, sedangkan aktivitas dan perkembangannya ditentukan oleh suhu.

Page 1 of 1 | Total Record : 6