cover
Contact Name
Maruatal Sitompul
Contact Email
m.sitompoel@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
redaksi.oldi@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kota adm. jakarta selatan,
Dki jakarta
INDONESIA
OLDI (Oseanologi dan Limnologi di Indonesia)
ISSN : 01259830     EISSN : 2477328X     DOI : -
Core Subject : Science, Social,
Oseanologi dan Limnologi di Indonesia is a scientific journal that publishes original research articles and reviews about all aspects of oceanography and limnology. Manuscripts that can be submitted to Oseanologi dan Limnologi di Indonesia is the result of research in marine and inland waters in Indonesia. Submissions are judged on their originality and intellectual contribution to the fields of oceanography and limnology
Arjuna Subject : -
Articles 7 Documents
Search results for , issue " Vol 2, No 3 (2017)" : 7 Documents clear
Skrining Kemampuan Absorpsi Merkuri pada Makroalga Cokelat Hormophysa triquetra dan Makroalga Merah Gracilaria salicornia dari Pulau Pari Cordova, Muhammad Reza; Muhtadi, Ahmad
Oseanologi dan Limnologi di Indonesia Vol 2, No 3 (2017)
Publisher : Oseanologi dan Limnologi di Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Makroalga atau rumput laut memiliki daya serap yang baik terhadap semua zat yang ada di lingkungan perairan, termasuk logam berat merkuri (Hg). Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui kandungan merkuri dalam makroalga cokelat Hormophysa triquetra dan makroalga merah Gracilaria salicornia serta pada sedimen, sehingga dapat diketahui potensi kedua jenis makroalga tersebut sebagai bioakumulator merkuri. Sampel makroalga dan sedimen diambil dari kawasan utara, timur, selatan, dan barat Pulau Pari, Kepulauan Seribu pada bulan April 2016, dianalisis dengan Mercury Analyzer NIC MA-3000. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa kandungan merkuri dalam makroalga merah lebih tinggi daripada makroalga cokelat. Kandungan merkuri dalam makroalga dari perairan Pulau Pari berada pada kisaran 21,50 ± 9,59 µg/kg (makroalga cokelat) dan 41,45 ± 14,00 µg/kg (makroalga merah).  Kompleksitas gugus fungsi membuat kandungan merkuri lebih tinggi dalam makroalga merah dibandingkan dalam makroalga cokelat. Kemampuan akumulasi merkuri membuat kedua spesies makroalga berpotensi untuk menjadi bioakumulator
Subsurface Sediment Distribution in The Sumba Waters, East Nusa Tenggara Putra, Purna Sulastya; Nugroho, Septriono Hari
Oseanologi dan Limnologi di Indonesia Vol 2, No 3 (2017)
Publisher : Oseanologi dan Limnologi di Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Marine geological survey of the Ekspedisi Widya Nusantara 2016 was conducted in the Sumba Waters on 4 to 26 August 2016 using  Baruna Jaya VIII research vessel. The aim of this survey was to reveal the type and characteristics of the subsurface sediments of the Sumba Waters. A total of 13 samples were taken from the different depth in the subsurface bottom of the sea using grabbing methode with box corer. Grain size analysis were conducted using Mastersizer 2000 to understand the characteristics and the sediment type distribution. In general, the type of the subsurface sediment in the Sumba Waters is ranging from medium to very coarse sandy silt. Distribution of the subsurface sediments is correlated to depths. Grain size of the sediments in the Sumba Strait is coarser than in the western and southern of Sumba Island that directly connected to the Indian Ocean. Distribution of the subsurface sediment showing that the sediment, which are distributed further away from the coast is poorly sorted. The deposition of the subsurface-sea sediment is interpreted to represent a calm, and slow sedimentation mechanism under uniform suspension process.
Table of contents and Editorial board OLDI, Redaksi
Oseanologi dan Limnologi di Indonesia Vol 2, No 3 (2017)
Publisher : Oseanologi dan Limnologi di Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Potensi Cadangan dan Serapan Karbon oleh Padang Lamun di bagian Utara dan Timur Pulau Bintan Irawan, Andri
Oseanologi dan Limnologi di Indonesia Vol 2, No 3 (2017)
Publisher : Oseanologi dan Limnologi di Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Padang lamun adalah vegetasi tumbuhan laut yang memiliki potensi besar dalam mengurangi dampak emisi karbondioksida di lingkungan. Akan tetapi, informasi mengenai potensi ini masih terbatas sehingga padang lamun masih kurang mendapat perhatian. Oleh karena itu, pada April 2016 telah dilakukan penelitian untuk memperkirakan potensi cadangan dan serapan karbon di dua lokasi di Pulau Bintan, yaitu di bagian utara (Desa Pengudang) dan bagian timur (Teluk Bakau). Perkiraan cadangan karbon pada kegiatan ini dilakukan dengan pengamatan kerapatan lamun, sedangkan serapan karbon diukur berdasarkan laju produksi/pertumbuhannya. Berdasarkan pengamatan, potensi cadangan karbon oleh padang lamun di kedua lokasi berada pada nilai yang hampir sama yaitu 133,24 gC/m2 (di utara) dan 133,71 gC/m2 (di timur). Walaupun demikian, serapan karbon (karbondioksida) yang digunakan oleh lamun untuk memproduksi daun lebih tinggi di bagian timur dengan nilai 0,50 gC/h/m2 dibandingkan di utara sebesar 0,10 gC/h/m2. Dari laju produksi tersebut, laju karbon yang tersimpan di padang lamun adalah 0,0630 gC/h/m2 di bagian utara dan 0,3375 gC/h/m2 di bagian timur. Dengan demikian, area padang lamun di bagian timur Pulau Bintan (Teluk Bakau) memiliki potensi cadangan dan tingkat serapan karbon yang lebih besar daripada di bagian utara (Pengudang).
Komposisi Spesies dan Struktur Komunitas Moluska Bentik Teluk Jakarta Cappenberg, Hendrik
Oseanologi dan Limnologi di Indonesia Vol 2, No 3 (2017)
Publisher : Oseanologi dan Limnologi di Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pesatnya pembangunan dan bertambahnya jumlah penduduk di daratan akan memberikan dampak negatif bagi kualitas perairan dan sedimen Teluk Jakarta sebagai habitat moluska bentik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui komposisi dan keragaman spesies moluska bentik di Teluk Jakarta. Pengambilan sampel moluska bentik dilakukan pada bulan Juni dan September 2003 di 30 stasiun pengamatan, dengan menggunakan Smith McIntyre Grab yang memiliki luasan bukaan 0,05 m2 dan diturunkan pada kedalaman 1 – 12 meter. Untuk mendapatkan sampel moluska bentik dan substrat dasar perairan, sampel sedimen disaring memakai ayakan dengan mata saring 0,5 mm. Hasil studi menunjukkan bahwa substrat dasar di lokasi kajian terdiri atas lumpur, lumpur berpasir dan pasir berlumpur. Jumlah moluska bentik yang ditemukan adalah sebanyak 24 spesies yang termasuk dalam 18 genus. Kepadatan moluska bentik berkisar antara 0,3 – 15779,7 individu/m2 pada pengamatan bulan Juni dan 0,3 – 820,3 individu/m2 pada bulan September. Famili Tellinidae memiliki jumlah spesies relatif tinggi, sedangkan Famili Kalliellidae (Alveinus sp.) memiliki sebaran yang relatif luas baik pada bulan Juni dan September. Semua moluska bentik yang ditemukan, merupakan spesies yang umum dan tersebar luas di perairan Indonesia. Pada bulan Juni, nilai indeks keragaman (H’) berkisar antara 0,03 – 0,95 dan kemerataan (J’) berkisar antara  0,05 – 0,69, dan pada bulan September (H’ = 0,01 – 1,08) dan (J’ = 0,01 – 1.00). Hasil perhitungan menunjukkan komunitas moluska bentik di perairan Teluk Jakarta berada dalam kondisi yang rendah.
Cadangan Karbon di Area Padang Lamun Pesisir Pulau Bintan, Kepulauan Riau Indriani, .; Wahyudi, Aan J.; Yona, Defri
Oseanologi dan Limnologi di Indonesia Vol 2, No 3 (2017)
Publisher : Oseanologi dan Limnologi di Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

 Karbon dioksida (CO2) merupakan salah satu komponen gas rumah kaca yang berkontribusi dalam pemanasan global. Sebanyak 40 Tera ton karbon dioksida tersimpan di laut yang berperan penting dalam siklus karbon. Laut menyerap CO2 melalui fotosintesis oleh komunitas plankton dan vegetasi pesisir (lamun dan bakau). Proses ini digunakan sebagai salah satu konsep dalam mengurangi efek gas rumah kaca. Pulau Bintan memiliki area padang lamun yang cukup luas. Potensi padang lamun, terutama dalam penyerapan karbon dioksida dapat ditentukan dengan  menghitung cadangan karbon. Penelitian ini dilakukan pada bulan April 2016 di pesisir pulau Bintan (Teluk Bakau dan Pengudang). Spesies lamun Enhalus acoroides dan Thalassia hemprichii secara khusus menjadi target penelitian karena merupakan spesies dominan di perairan pesisir Pulau Bintan. Penentuan potensi cadangan karbon dilakukan dengan melihat estimasi cadangan karbon di dalam sedimen dan di habitus lamun, yaitu bagian di atas substrat (AS) yang terdiri dari daun dan pelepah daun, dan bagian di bawah substrat (BS) yang terdiri dari akar dan rhizoma. Tujuan lain dari penelitian ini adalah untuk mengetahui perbandingan cadangan karbon bagian AS dengan BS, serta antara kedua spesies tersebut. Hasil penelitian menunjukkan nilai cadangan karbon di Stasiun Pengudang (68.398,47 g C/m2) lebih tinggi dibandingkan Stasiun Teluk Bakau (57.763,47 g C/m2).Nilai estimasi cadangan karbon Enhalus acoroides secara umum lebih tinggi daripada Thalassia hemprichii baik di Stasiun Teluk Bakau maupun di Stasiun Pengudang. Sebaliknya, sedimen di Pengudang memiliki nilai cadangan karbon yang lebih tinggi dibandingkan di Teluk Bakau
Biodiversity and Distribution of Mushroom Coral (Fungiidae) in The Amurang Bay, South Minahasa Hermanto, Bambang
Oseanologi dan Limnologi di Indonesia Vol 2, No 3 (2017)
Publisher : Oseanologi dan Limnologi di Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Mushroom coral is the one of sclerectinians that has essential role to form coral reefs. This kind of species act as a microhabitat for other marine organisms such as shrimp. cryptobenthic fish, barnacle and crab. Most of these unique species have an ability to move from one habitat to another during benthic phase. The aim of this research was to determine the community structure and distribution of mushroom corals. This research was conducted in February 2017 at 4 research stations using belt transect method with  50x2m2 length of transects. The results showed that 431 individuals consisting of 19 species and 11 genus were recorded. Generally, the range of values of diversity index (H) was between 0,85-1,06  (low to medium level). The evennes index (J) values was ranged from 0,81 to 0,89 (high level) while the richness index (D) was 2,47-3,58 (low level). Lythophyllon repanda, Lythophyllon concinna and Fungia fungites were the most dominant mushroom coral spesies in the Amurang Bay waters.

Page 1 of 1 | Total Record : 7