Articles
1,273 Documents
UPAYA MENINGKATKAN KEMAMPUAN MEMAHAMI CERITA PADA MATERI CERITA ANAK PADA MATA PELAJARAN BAHASA INDONESIA MENGGUNAKAN STRATEGI WHAT MY LINE SISWA KELAS VII.1 SMPN 21 KOTA PEKANBARU
Arfa Yendri
Dinamisia : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 2 No. 1 (2018): Dinamisia : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Lancang Kuning
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (288.416 KB)
|
DOI: 10.31849/dinamisia.v2i1.1076
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya kemampuan siswa dalam memahami cerita anak, hal ini dapat dilihat dari gejala-gejala dalam proses belajar mengajar yang menunjukkan kemampuan memahami cerita siswa belum optimal, sehingga nilai yang diperoleh siswa dibawah KKM yang sudah ditetapkan. Tujuan dalam penelitian ini adalah: untuk mengetahui peningkatan kemampuan memahami cerita pada materi cerita anak bidang studi Bahasa Indonesia dengan menerapkan strategi What My Line siswa kelas VII.1 SMPN 21 Kota Pekanbaru. Penelitian ini dilakukan dalam dua siklus dan tiap siklus dilakukan dalam dua kali pertemuan. Agar penelitian tindakan kelas ini berhasil dengan baik tanpa hambatan yang mengganggu kelancaran penelitian, peneliti menyusun tahapan-tahapan yang dilalui dalam penelitian tindakan kelas, yaitu: 1) Perencanaan/persiapan tindakan, 2) Pelaksanaan tindakan, 3) Observasi, dan Refleksi. Berdasarkan hasil penelitian, maka dapat diketahui bahwa terjadinya peningkatan kemampuan memahami cerita anak pada materi cerita anak bidang studi Bahasa Indonesia. Pada siklus I hasil belajar siswa dikategorikan dengan rata-rata klasikal nilai 80. Sedangkan pada siklus II terjadi peningkatan kemampuan memahami cerita anak dengan kategori tinggi dengan rata-rata klasikal nilai 91 dengan demikian penggunaan Strategi What My Line dapat meningkatkan kemampuan memahami cerita anak pada materi cerita anak bidang studi Bahasa Indonesia siswa kelas VII di SMPN 21 Kota Pekanbaru pada pelajaran Bahasa Indonesia.
PENINGKATAN MOTIVASI BELAJAR PKN SISWA KELAS IX. 7 SMP 21 KOTA PEKANBARU MELALUI PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE NUMBER HEADS TOGETHER
Elida Elida
Dinamisia : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 2 No. 1 (2018): Dinamisia : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Lancang Kuning
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (312.676 KB)
|
DOI: 10.31849/dinamisia.v2i1.1077
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah dengan penerapan Penerapan Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Number Heads Together dapat meningkatkan motivasi belajar Mata pelajaran PKn siswa kelas IX. 7 SMP Negeri 21 Pekanbaru. Penelitian dilaksanakan selama 1 bulan, mulai dari bulan Agustus 2015. Bentuk penelitian adalah penelitian tindakan kelas. Instrumen penelitian ini terdiri dari instrumen perangkat pembelajaran dan instrumen pengumpulan data berupa observasi motivasi belajar. Berdasarkan hasil analisis dan pembahasan sebelumnya dapat disimpulkan bahwa dengan penerapan metode Pembelajaran Kooperatif tipe number heads together dapat meningkatkan Motivasi Belajar PKn siswa kelas IX. 7 SMP 21 Kota Pekanbaru. Dimana pada siklus I persentase motivasi belajar yang diperoleh siswa hanya 50,4%, sedangkan pada siklus kedua meningkat menjadi 76,9%. Artinya terjadi peningkatan persentase sebesar 26,5% dari siklus I ke siklus II. Keberhasilan ini disebabkan dengan menggunakan metode pembelajaran kooperatif tipe number heads together mendorong siswa untuk lebih aktif mengungkapkan ide dan pendapatnya, juga menumbuhkan rasa tanggung jawab pada setiap siswa untuk membantu teman sekelompoknya. Suasana pembelajaran juga membuat siswa merasa menikmati, senang dan bersemangat dalam belajar. Dengan kondisi tersebut akan meningkatkan motivasi belajar siswa.
PENERAPAN STRATEGI THE FIRING LINE DALAM MENINGKATKAN AKTIVITAS BELAJAR MATA PELAJARAN IPS SISWA KELAS VII.2 SMPN 21 PEKANBARU
Yusmiarti Yusmiarti
Dinamisia : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 2 No. 1 (2018): Dinamisia : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Lancang Kuning
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (222.356 KB)
|
DOI: 10.31849/dinamisia.v2i1.1078
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya aktivitas belajar siswa pelajaran IPS kelas VII.2 SMP Negeri 21 Pekanbaru. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan aktivitas belajar mata pelajaran IPS dengan penerapan strategi the firing line siswa kelas VII.2 SMP Negeri 21 Pekanbaru. Subjek penelitian ini adalah semua siswa kelas VII.4 SMPN 21 Pekanbaru yang berjumlah 42 orang, tahun pelajaran 2016-2017. Bentuk penelitian adalah penelitian tindakan kelas. Instrumen penelitian ini terdiri dari instrumen unjuk kerja dan instrumen pengumpulan data berupa lembar observasi aktivitas guru dan aktivitas siswa. Berdasarkan hasil pembahasan dan analisis seperti disampaikan pada bab IV dapat disimpulkan bahwa rnelalui Strategi The Firing Line dalam proses pembelajaran IPS aktivitas belajar Kelas VII.2 SDN 003 Pagaran nTapah Darussalam dapat disimpulkan bahwa hasil pembelajaran melalui Strategi The Firing Line diketahui rata-rata keaktivan siswa menjadi lebih baik jika dibandingkan dengan sebelum diterapkannya strategi pembelajaran tersebut. Dimana sebelum diterapkannya Strategi The Firing Line, keaktivan siswa memperoleh persentase rata-rata sebesar 53,6% siswa yang aktif. Namun setelah diterapkannya strategi tersebut, keaktivan siswa pada siklus pertama meningkat menjadi 65,3%. Sedangkan pada siklus kedua, keaktivan siswa tercapai pada. rata-rata 88,2%.
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOPERATIF TIPE GIVING QUESTION AND GETTING ANSWER UNTUK MENINGKATKAN MINAT BELAJAR MATEMATIKA SISWA KELAS VII.9 SMPN 21 PEKANBARU
Neng Suarti
Dinamisia : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 2 No. 1 (2018): Dinamisia : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Lancang Kuning
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (255.178 KB)
|
DOI: 10.31849/dinamisia.v2i1.1079
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya minat belajar matematika siswa kelas VII.9 SMP Negeri 21 Pekanbaru. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan minat belajar matematika melalui penerapan Kooperatif Tipe giving question and getting answer pada siswa kelas VII.9 SMP Negeri 21 Pekanbaru. Subjek penelitian ini adalah semua siswa kelas VII.9 SMPN 21 Pekanbaru yang berjumlah 43 orang, tahun pelajaran 2016-2017. Bentuk penelitian adalah penelitian tindakan kelas. Instrumen penelitian ini terdiri dari instrumen unjuk kerja dan instrumen pengumpulan data berupa lembar observasi aktivitas guru dan aktivitas siswa. Berdasarkan hasil penelitian maka kesimpulan penelitian adalah penggunaan metode tipe giving question and getting answer dapat meningkatkan minat belajar pada mata pelajaran Matematika pada siswa kelas VII.9 SMPN 21 Pekanbaru . Dalam metode tipe giving question and getting answer sangat menunjang proses interaksi belajar mengajar di kelas. Dengan menggunakan giving question and getting answer siswa berkesempatan mengulang materi yang disampaikan siswa yang belum atau kurang memahami materi pelajaran dapat mengingatnya kembali sehingga akan menimbulkan ketertarikan siswa terhadap pelajaran. Dari hasil penelitian juga didapatkan rata-rata minat belajar siswa untuk 6 indikator minat belajar sebesar 82,2%, jika dibandingkan dengan siklus I yang mendapatkan rata-rata perolehan sebesar 50,4%. Artinya terjadi peningkatan sebesar 31,8% pada siklus II
IMPLEMENTASI MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE TAKE AND GIVE UNTUK MENINGKATKAN MOTIVASI BELAJAR MATEMATIKA SISWA KELAS VIII.2 SMP NEGERI 21 PEKANBARU
Raini Raini
Dinamisia : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 2 No. 1 (2018): Dinamisia : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Lancang Kuning
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (284.351 KB)
|
DOI: 10.31849/dinamisia.v2i1.1080
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya motivasi belajar matematika siswa Kelas VIII.2 SMP Negeri 21 Pekanbaru. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan motivasi belajar matematika melalui penerapan model pembelajaran kooperatif tipe Take and Give siswa Kelas VIII.2 SMP Negeri 21 Pekanbaru, yang dilaksanakan selama 1 bulan. Sebagai Subjek dalam Penelitian ini adalah siswa Kelas VIII.2 SMP Negeri 21 Pekanbaru. Jumlah siswa yang dijadikan subjek penelitian sebanyak 40 orang siswa. Bentuk penelitian adalah penelitian tindakan kelas. Instrumen penelitian ini terdiri dari instrumen motivasi belajar dan instrumen pengumpulan data berupa lembar observasi aktivitas guru dan aktivitas siswa. Berdasarkan deskripsi dan analisis data yang peneliti sajikan maka dapat Berdasarkan hasil analisis dan pembahasan seperti disampaikan pada bab IV dapat disimpulkan bahwa dengan penerapan metode cooperative learning tipe Take and Give dapat meningkatkan Motivasi belajar matematika siswa kelas VIII.2 SMP Negeri 21 Pekanbaru. Keberhasilan ini disebabkan dengan penerapan metode Cooperative learning Tipe Take and Give menimbulkan interaksi yang bersifat terbuka dan langsung di antara sesama siswa, memberikan kepada para siswa waktu untuk berfikir dan merespons serta saling bantu satu sama lain sehingga siswa lebih banyak memiliki kesempatan untuk mengekspresikan pengalaman emosi yang menyenangkan. Dengan kondisi tersebut maka tingkat penerimaan siswa akan meningkat dan pada gilirannya dapat meningkatkan motivasi belajarnya. Pada siklus pertama menunjukkan bahwa motivasi belajar siswa masih tergolong tinggi dengan skor 124, dengan rata-rata persentase 6 indikator motivasi belajar sebesar 51.7%. Sedangkan pada siklus II mencapai skor 187 (dalam kriteria tinggi), dengan rata-rata motivasi belajar siswa untuk indikator motivasi belajar (6 indikator) sebesar 77.9%.
IMPLEMENTASI METODE DEMONSTRASI UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SENI RUPA DI KELAS IX.7 SMP NEGERI 21 PEKANBARU
Elindra Suryati
Dinamisia : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 2 No. 1 (2018): Dinamisia : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Lancang Kuning
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (213.55 KB)
|
DOI: 10.31849/dinamisia.v2i1.1082
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya hasil belajar seni rupa siswa Kelas IX.7 SMP Negeri 21 Pekanbaru. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan hasil belajar seni rupa melalui penerapan metode demonstrasi siswa Kelas IX.7 SMP Negeri 21 Pekanbaru, yang dilaksanakan selama 1 bulan. Sebagai Subjek dalam Penelitian ini adalah siswa Kelas IX.7 SMP Negeri 21 Pekanbaru. Jumlah siswa yang dijadikan subjek penelitian sebanyak 41 orang siswa. Bentuk penelitian adalah penelitian tindakan kelas. Instrumen penelitian ini terdiri dari instrumen unjuk kerja dan instrumen pengumpulan data berupa lembar observasi aktivitas guru dan aktivitas siswa. Berdasarkan analisis dan interpretasi data dapat disimpulkan bahwa adanya peningkatan hasil belajar siswa setelah dilaksnakan pembelajaran dengan menggunakan metode demonstrasi. Sebagaiamana pemahaman siswa mengalami peningkatan dari sebelum dilaksanakan PTK yakni pada ketuntasan klasikal hanya mencapai pada ketuntasan klasikal 39.02 namun setelah dilaksanakan pada siklus I dengan menggunakan metode demonstrasi pertemuan 1 meningkat menjadi 75.61 kemudian ketuntasan kalsikal kembali meningkat pada siklus II yakni mencapai ketuntasan klasikal menjadi 92,68% atau dapat dikatakan pembelajaran tuntas dengan semua siswa mampu mencapai nilai KKM.
PENINGKATAN KEMAMPUAN MENYIMAK PIDATO DENGAN METODE TANYA JAWAB SISWA KELAS IX. 2 SMP NEGERI 21 KOTA PEKANBARU
Haryenti Haryenti
Dinamisia : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 2 No. 1 (2018): Dinamisia : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Lancang Kuning
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (309.169 KB)
|
DOI: 10.31849/dinamisia.v2i1.1083
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah dengan penerapan metode Tanya jawab dapat meningkatkan kemampuan menyimak pidato siswa kelas IX . 2 SMP Negeri 21 Kota Pekanbaru. Adapun penelitian ini dimulai pada bulan Agustus 2015 hingga selesainya penelitian ini. Bentuk penelitian adalah penelitian tindakan kelas. Instrumen penelitian ini terdiri dari instrumen perangkat pembelajaran dan instrumen pengumpulan data berupa observasi kemampuan menyimak anak. Berdasarkan hasil penelitian, maka diperoleh kesimpulan terhadap penelitian ini adalah untuk meningkatkan kemampuan menyimak pidato dengan metode tanya jawab pada siswa kelas IX.2 SMP Negeri 21 Kota Pekanbaru. Rata-rata siswa pada tes awal dikategorikan baik dengan nilai rata-rata 62 dan pada siklus I naik menjadi 71,6 dengan kategori baik, sedangkan pada siklus II kemampuan rata-rata siswa juga dikategorikan baik dengan nilai rata-rata 82.8, tetapi dengan ketuntasan 100%, dimana nilai ketuntasan siswa telah tercapi. Pernyataan di atas menunjukkan bahwa kemampuan menyimak pidato denga metode tanya jawab pada siswa kelas IX.2 SMP Negeri 21 Kota Pekanbaru dapat ditingkatkan melalui metode tanya jawab. Dengan demikian hipotesis penelitian yang berbunyi Peningkatan Menyimak Pidato Denga Metode Tanya Jawab Pada Siswa Kelas IX SMP Negeri 21 Kota Pekanbaru dapat “diterima
Upaya Peningkatan Kemampuan Mendengarkan Dongeng Melalui Teknik Simak Ulang Ucap Siswa Kelas VII.6 SMPN 21 Kota Pekanbaru
Sri Utami Indriani Putri
Dinamisia : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 2 No. 1 (2018): Dinamisia : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Lancang Kuning
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (196.973 KB)
|
DOI: 10.31849/dinamisia.v2i1.1084
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya kemampuan siswa dalam mendengarkan dongeng, hal ini dapat dilihat dari gejala-gejala dalam proses belajar mengajar yang menunjukkan kemampuan siswa kelas VII.6 kurang mampu membedakan bunyi kata antara konsonan dan vokal. Tujuan penelitian tindakan kelas ini adalah untuk meningkatkan kemampuan mendengarkan dongeng siswa Kelas Kelas VII.6 SMPN 21 Kota Pekanbaru. Agar penelitian tindakan kelas ini berhasil dengan baik tanpa hambatan yang mengganggu kelancaran penelitian, peneliti menyusun tahapan-tahapan yang dilalui dalam penelitian tindakan kelas, yaitu: 1) Perencanaan/persiapan tindakan, 2) Pelaksanaan tindakan, 3) Observasi, dan Refleksi. Berdasarkan hasil penelitian, maka dapat diketahui bahwa mendengarkan dongeng mengalami peningkatan. Di mana dikatehui dari rata-rata nilai kemampuan siswa pada data awal adalah 76.4 (cukup) dengan ketuntasan 38.6% siswa atau 17 orang. Siklus pertama diperoleh rata-rata 79.4 (baik) dengan ketuntasan 65.9% siswa atau 29 orang. Hasil belajar siswa pada siklus kedua meningkat dengan rata-rata 83.2 (baik) dengan ketuntasan 44 siswa atau 100%. Dengan demikian penelitian ini dikatakan berhasil, karena lebih dari 85% siswa telah memperoleh nilai 78 – 100
PEMBERDAYAAN MASYARAKAT TENTANG SWAMEDIKASI MELALUI EDUKASI GEMA CERMAT DENGAN METODE CBIA
Musdalipah Musdalipah
Dinamisia : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 2 No. 1 (2018): Dinamisia : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Lancang Kuning
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (602.274 KB)
|
DOI: 10.31849/dinamisia.v2i1.1085
Smart Community Movement Using Drugs (GEMA CERMAT) is a community movement in raising awareness and understanding of the people about the use of drugs properly and correctly. Self medication is a treatment performed by the community without using a prescription. Through GEMA CERMAT it is expected that rational use of drugs by society can be achieved, including; knowledge of composition, indication, dosage and how to use, side effects, contra indications, and drug expiration dates. The Method of mother active Learning (CBIA) is an educational model of community empowerment to be more skilled in choosing medicine so that becomes more effective, safe, and cost-effective. This activity is aimed to know the improvement of public knowledge by giving education counseling of GEMA CERMAT in choosing over-the-counter and free drug limited by CBIA method. The event was conducted at the BTN Wirabuana complex of Kendari city in May 2017 with a pretest-posttest one-group pre-experimental design. Activities using questionnaires are processed by Chi-square test. Chi-square analysis results p = 0,000 <0.05 indicate an increase in public knowledge in choosing a drug free and limited free by CBIA method
PENERAPAN STRATEGI PEMBELAJARAN SESAMA TEMAN DALAM MENINGKATMAN KETERAMPILAN PASSING BAWAH BOLA VOLI PADA SISWA KELAS VII.1 SMP NEGERI 21 PEKANBARU
Aziz Aziz
Dinamisia : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 2 No. 1 (2018): Dinamisia : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Lancang Kuning
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (192.634 KB)
|
DOI: 10.31849/dinamisia.v2i1.1091
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya passing bawah bola voli siswa Kelas IX.1 SMP Negeri 21 Pekanbaru. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan passing bawah bola voli melalui penerapan strategi pembelajaran sesama teman siswa Kelas IX.1 SMP Negeri 21 Pekanbaru, yang dilaksanakan selama 1 bulan. Sebagai Subjek dalam Penelitian ini adalah siswa Kelas IX.1 SMP Negeri 21 Pekanbaru. Jumlah siswa yang dijadikan subjek penelitian sebanyak 39 orang siswa. Bentuk penelitian adalah penelitian tindakan kelas. Instrumen penelitian ini terdiri dari instrumen passing bawah bola voli dan instrumen pengumpulan data berupa lembar observasi aktivitas guru dan aktivitas siswa. Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan, bahwa kemampuan gerak dasar passing bawah siswa Kelas VII.1 SMP Negeri 21 Pekanbaru dapat ditingkatkan melalui strategi pembelajaran sesama teman. Hasil tes awal kemampuan siswa sebelum diterapkannya strategi pembelajaran sesama adalah 64,6 atau dalam kategori cukup kompeten. Jika dilihat dari segi ketuntasan, hanya 17,5% siswa yang dinyatakan tuntas (memperoleh nilai minimal 70), Pada siklus pertama kemampuan rata-rata siswa meningkat dengan kategori nilai kompeten (70,4) dengan ketuntasan sebesar 52,5%. Pada siklus kedua kemampuan rata-rata siswa dikategorikan kompeten (76,9) dengan ketuntasan sebesar 85%. Hal ini menunjukkan bahwa ketuntasan kasikal telah tercapai, dimana penelitian dikatakan berhasil bila ketuntasan yang dicapai 80% siswa memperoleh nilai minimal 70