cover
Contact Name
Reza Dino Mahardika
Contact Email
rezadino15@gmail.com
Phone
+6285782089890
Journal Mail Official
bioma@unj.ac.id
Editorial Address
Gd. Ki Hajardewantara Lt. 6-7 Universitas Negeri, RT.7/RW.14, Rawamangun, Kec. Pulo Gadung, Kota Jakarta Timur, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 13220
Location
Kota adm. jakarta timur,
Dki jakarta
INDONESIA
Bioma : Jurnal Biologi Indonesia
ISSN : 01263552     EISSN : 25809032     DOI : https://doi.org/10.21009/bioma.v21i2
Bioma is a national peer-reviewed and open access journal that publishes significant and important research from all area of biosciences fields such as biodiversity, biosystematics, ecology, physiology, behavior, genetics and biotechnology.
Articles 5 Documents
Search results for , issue "Vol. 17 No. 1 (2021): Bioma" : 5 Documents clear
Inventarisasi dan Studi Asosiasi Anggrek Epifit dengan Pohon Inang di Kawasan Bukit Plawangan, Taman Nasional Gunung Merapi Rizky Priambodo; Zico Arman; Maharani Dewi; Rimbi Brahma Cari; Fajriana Nurul Subhi; Rizal Koen Asharo; Pinta Omas Pasaribu; Vina Rizkawati
Bioma Vol. 17 No. 1 (2021): Bioma
Publisher : LPPM Universitas Negeri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21009/Bioma17(1).3

Abstract

Anggrek termasuk pada famili Orchidaceae dan merupakan tumbuhan herba perenial yang memiliki bentuk bunga sangat beragam dengan 231 jenis diantaranya dinyatakan endemik. Eksplorasi dan Inventarisasi Anggrek di Lereng Selatan Gunung Merapi berdasarkan data terakhir sebelum erupsi tahun 2010 terdapat 19 jenis anggrek epifit dari 23 jenis anggrek yang ada. Penelitian ini bertujuan untuk menginventarisasi dan mempelajari studi asosiasi anggrek epifit dengan pohon inang di kawasan Bukit Plawangan, Taman Nasional Gunung Merapi. Penelitian dilakukan dengan mengambil data primer berupa jenis anggrek, jenis inang, zonasi percabangan anggrek tumbuh, dan jumlah anggrek. Data dianalisis menggunakan indeks asosiasi Oichai dan nilai indeks similaritas. Jumlah anggrek yang ditemukan yaitu 82 individu yang terdiri dari lima jenis anggrek epifit, yaitu Vanda tricolor, Eria retusa, Dendrobium mutabile, Pholidota carnea, dan Coelogyne speciosa, serta pohon inang yang ditumbuhi anggrek yaitu pohon Schima wallichii, pohon Ficus sp., dan pohon Pinus sp.. Berdasarkan indeks asosiasi Oichai, anggrek epifit dengan pohon inang berada pada kondisi kurang erat dengan 73,33%. Nilai matriks asosiasi menunjukan adanya toleransi anggrek untuk tumbuh bersama karena memiliki nilai asosiasi positif dan asosiasi negatif yang relatif sama yaitu 57,14% dan 42,8%. Indeks similaritas menunjukan tidak terdapatnya perbedaan spesies antar pohon inang karena memiliki indeks dibawah 75%.
KOMPOSISI DAN KEANEKARAGAMAN TUMBUHAN BAWAH DI KAWASAN YANG TERKENA DAN TIDAK TERKENA ERUPSI DI TAMAN NASIONAL GUNUNG MERAPI, YOGYAKARTA Pinta Omas Pasaribu; Arief Prasetyo; Alika Reforina; Atika Cahya Ningrum; Muhammad Hafidh Rizky; Rizal Koen Asharo; Rizky Priambodo; Vina Rizkawati
Bioma Vol. 17 No. 1 (2021): Bioma
Publisher : LPPM Universitas Negeri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21009/Bioma17(1).5

Abstract

Gunung Merapi merupakan salah satu gunung api teraktif di Indonesia yang telah mengalami erupsi besar pada tahun 2006 dan 2010 yang menyebabkan dampak bagi ekosistem dan kematian pada vegetasi di sekitar Gunung Merapi. Pemulihan yang terjadi setelah erupsi Gunung Merapi merupakan suksesi sekunder. Tumbuhan bawah adalah indikator pada suatu area yang mengalami suksesi sekunder. Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan komposisi dan keanekaragaman tumbuhan di daerah yang terkena erupsi dan daerah yang tidak terkena erupsi di Taman Nasional Gunung Merapi, Yogyakarta. Penelitian dilaksanakan pada bulan Oktober sampai dengan Desember 2019. Metode penentuan area lokasi penelitian dilakukan dengan purposive sampling dan penggambilan data menggunakan metode kuadrat secara beraturan (systematic sampling). Tumbuhan bawah yang mendominasi di daerah yang terkena erupsi adalah Themeda arundinaceae dengan nilai INP 66,939% sedangkan pada daerah yang tidak terkena erupsi didominasi oleh Ageratina riparia dengan nilai INP sebesar 54,731%. Keanekaragaman tumbuhan bawah pada kedua lokasi tergolong rendah, namun lokasi yang tidak terkena erupsi memiliki nilai indeks lebih tinggi dibandingkan dengan daerah yang terkena erupsi yaitu sebesar 1,966 sedangkan pada daerah yang terkena erupsi sebesar 1,139.
Layanan Ekosistem Kumbang pada Tata Guna Lahan Talun Campuran di Lanskap Cijedil, Cianjur Vina Rizkawati
Bioma Vol. 17 No. 1 (2021): Bioma
Publisher : LPPM Universitas Negeri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21009/Bioma17(1).2

Abstract

This research aimed to know the diversity of beetles in mixed orchard and its relation to the ecosystem services provided. Sampling method used were pitfall trap and hand collecting. Pitfall trap was placed every 50 meter through 450-meter-long walked line transect and checked after 24 hours. Three variations of bait used for pitfall were apple cedar vinegar, cattle faeces, and white lab rat’s carrion. Samples collected were then preserved and identified in the laboratory. Supporting data such as abiotic and biotic parameters were recorded on each sampling point. Data was analyzed using relative frequency, relative abundance, dominance, diversity index, and evenness index. Total of 268 beetles were collected, representing 44 species that belong to 15 families. Mixed orchard has a diversity index (H') of 2.460 and evenness index (J') of 0.755. The most abundant species found on mixed orchard was Onthophagus discedens, a generalist beetle which is decomposer mainly found on carrion and animal waste bait. Based on feeding guild structure, mixed orchard inhabited by saprophaga, coprophagous, fungivore, xylophaga, herbivore, predator.
KENEKARAGAMAN COLEOPTERA DI SEKITAR KAWASAN CAGAR BIOSFER GIAM SIAK KECIL- BUKIT BATU RIAU Hasni Ruslan; Astrid Sri Wahyuni Sumah
Bioma Vol. 17 No. 1 (2021): Bioma
Publisher : LPPM Universitas Negeri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21009/Bioma17(1).1

Abstract

Penelitian mengenai Coleoptera di Kawasan Cagar Biosfer Giam Siak Kecil Bukit Batu Riau masih sedikit publikasi. Tujuan dari penelitian ini, untuk mengetahui keanekaragaman Coleoptera di sekitar kawasan Cagar Biosfer Giam Siak Kecil Bukit Batu Riau. Penelitian Coleoptera dilakukan pada tanggal 5-11 Mei 2019, Penelitian dilakukan dengan metoda pitfall trap dengan mengunakan wadah plastik. Penelitian dilakukan pada dua lokasi yang berbeda yaitu Zona inti (Hutan sekunder) dan Hutan tanaman industri (HTI). Dari hasil penelitian ditemukan ditemui di Hutan sekunder 9 spesies, dan 42 individu, sedangkan di HTI ditemui 10 spesies dan 153 individu. Komposisi Coleoptera pada habitat hutan sekunder berbeda dengan komposisi Coleoptera yang terdapat pada habitat HTI (IS <50 %). Indeks keanekaragaman Coleoptera di Hutan sekunder, dan HTI tergolong sedang. Spesies yang paling tinggi INP (Dominan) di habitat Hutan sekunder, ditemukan pada Xyleborus sp (61.90 %), dan diikuti Baeocera sp (42.86%). Sedangkan di HTI ditemukan pada adalah Xyleborus sp (122.15%). Coleoptera yang berperan sebagai fungivora memiliki persentase jumlah yang tinggi di kedua habitat
DIVERSITAS KUPU-KUPU DI KAWASAN TERBUKA DAN TERTUTUP HUTAN KOTA TEBET, JAKARTA SELATAN Imran S.L. Tobing; hasni ruslan; Dwi Andayaningsih
Bioma Vol. 17 No. 1 (2021): Bioma
Publisher : LPPM Universitas Negeri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21009/Bioma17(1).4

Abstract

Kawasan dengan kanopi (pohon) terbuka dan tertutup di kawasan hutan kota, mempunyai variasi kondisi lingkungan sebagai habitat kupukupu. Penelitian bertujuan untuk mengidentifikasi variasi kondisi antar kedua kawasan Hutan Kota Tebet, dan menilai pengaruhnya terhadap diversitas kupu-kupu. Penelitian dilakukan pada plot-plot terpilih mengacu pada metode purposive sampling. Hasil analisis menunjukkan bahwa variasi kondisi lingkungan antar kedua habitat belum memunculkan pengaruh nyata terhadap diversitas kupu-kupu. Diversitas kupu-kupu di Hutan Kota Tebet terdiri dari 34 spesies dari 4 family; jumlah spesies sedikit bervariasi antara kawasan terbuka (33 spesies) dan kawasan tertutup (30 spesies); komposisi komunitas (kupu-kupu) sama (indeks similaritas 90,32 %). Nilai indeks keanekaragaman kupu-kupu antar kedua kawasan juga berada dalam kategori sama (tergolong sedang : berkisar antara 1,5 – 3,5), walaupun relatif lebih tinggi di kawasan tertutup (3,16) dibandingkan di kawasan terbuka (2,68). Nilai ini memberi arti bahwa kedua kondisi habitat mempunyai komunitas kupu-kupu yang sama-sama moderat, walaupun cenderung lebih stabil pada kondisi habitat tertutup. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa kawasan Hutan Kota Tebet merupakan habitat bagi kupu-kupu, baik di kawasan terbuka maupun di kawasan tertutup. Variasi kondisi lingkungan antar kedua kawasan belum terbukti berpengaruh terhadap diversitas kupu-kupu di Hutan Kota Tebet.

Page 1 of 1 | Total Record : 5