cover
Contact Name
Hugo Warami
Contact Email
h.warami@unipa.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
jurnalmelanesia@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kab. manokwari,
Papua barat
INDONESIA
Melanesia : Jurnal Ilmiah Kajian Bahasa dan Sastra
Published by Universitas Papua
ISSN : 25284258     EISSN : -     DOI : -
Sebuah jurnal ilmiah yang memuat artikel-artikel tentang hasil penelitian bahasa- bahasa lokal, sastra dan tradisi-tradisi lokal, tinjauan teori maupun konsep, metodologi, penilaian terhadap hasil dan pendekatan baru yang relevansi dengan situasi kebahasaan dan kesastraaan saat ini. Naskah yang masuk ke redaksi diperlakukan sebagai naskah hasil karya penulis dan naskah tersebut menjadi milik Jurnal Melanesia sehingga tidak diperkenankan untuk mempublikasikan naskah tersebut, baik sebagian maupun keseluruhan tanpa seijin pengelola Jurnal Melanesia.
Arjuna Subject : -
Articles 10 Documents
Search results for , issue " Vol 1, No 1 (2016)" : 10 Documents clear
SISTEM NUMERALIA BAHASA MIYAH Baru, Yosefina
Melanesia : Jurnal Ilmiah Kajian Bahasa dan Sastra Vol 1, No 1 (2016)
Publisher : Universitas Papua

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30862/jm.v1i1.739

Abstract

Kajian ini bertujuan untuk menggambarkan numeralia atau kata bilangan dalam bahasa Miyah. Bahasa Miyah merupakan salah satu bahasa daerah di wilayah Kabupaten Tambrauw, Provinsi Papua Barat. Di dalam kajian ini, pendapat Bussmann digunakan sebagai dasar untuk mengkaji dan menemukan numeralia bahasa Miyah. Selanjutnya, dalam kajian ini ditemukan lima jenis numeralia, yaitu numeralia pokok (cardinal numeral), numeralia multiplikatif (multiplicative numeral), numeralia tingkat (ordinal numeral), numeralia partitif (prtitive numeral), dan numeralia distributif (distribbutif numeral).
REPRESENTASI KARAKTER PEREMPUAN MELALUI TOKOH REGINA DALAM CERITA KOTA EMAS KARYA ISHAK SAMUEL KIJNE: KAJIAN SASTRA FEMINIS Rumainum, Merry Ch.
Melanesia : Jurnal Ilmiah Kajian Bahasa dan Sastra Vol 1, No 1 (2016)
Publisher : Universitas Papua

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30862/jm.v1i1.735

Abstract

Artikel ini bertujuan untuk mengungkap karakter perempuan yang terwakili oleh tokoh Regina dalam Cerita Kota Emas Karya Ishak Samuel Kijne. Artikel ini dapat mendeskripsikan perempuan sebagai kaum individu tentunya memiliki ciri khas karakter khusus, namun juga memiliki karakter yang sama di antar sesama kaum  perempuan. Selain itu. artikel ini berupaya menggambarkan tokoh Regina sebagai bagian dari emansipasi perempuan yang tidak melawan sisi kodratinya namun berjuang memajukan posisi perempuan dengan taraf hidup yang ideal dan sepantasnya diperoleh. Emansipasi bukan merupakan pemberotakan, melainkan titik kesadaran pada hekekat hidup yang sebenarya. Dari sudut pandang kajian feminis, tokoh Regina dalam Cerita Kota Emas memperlihatkan kedudukan perempuan yang sama dengan kedudukan laki-laki.
SAGU SEBAGAI MAKANAN RAKYAT DAN SUMBER INFORMASI BUDAYA MASYARAKAT INANWATAN: KAJIAN FOLKLOR NON LISAN Tulalessy, Quin D.
Melanesia : Jurnal Ilmiah Kajian Bahasa dan Sastra Vol 1, No 1 (2016)
Publisher : Universitas Papua

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30862/jm.v1i1.740

Abstract

Tulisan ini memberi gambaran bahwa suo (sagu) yang merupakan makanan pokok masyarakat budaya Inanwatan secara khusus, tetapi juga masyarakat Papua secara umum, merupakan suatu tradisi lisan budaya yang memberikan informasi tentang sagu yang selain sebagai makanan pokok, sagu juga merupakan sumber informasi budaya, alam, dan manusianya sebagai identitas (jati diri) nya. Kekayaan alam kesaguan, membuat konsep (pengetahuan) masyarakatnya sangat kaya dengan pengetahuan infrastruktur dan pengetahuan mengolah panganan dari sagu secara bervariasi dengan jenis dan bentuknya. Tidak hanya makanan, tetapi  perilaku atau kebiasaan pengolahan sagu (suo) menjadikan ciri pembeda dari kolektifitas yang lainnya. Transmisi budaya yang dituturkan secara lisan dengan leksikon-leksikon kesaguan dari turun-temurun secara tradisional telah membuat sebuah tradisi yang membentuk pengetahuan kuliner dan juga budaya masyarakatnya yang ternyata merupakan suatu tradisi lisan. Transmisi lisan tentang cara mengolah bahan sagu sampai menjadi aneka kuliner seperti Papeda, sagu lempeng, sagu forna, sagu apatar, adalah bentuk produk makanan rakyat dari sebuh aktivitas tuturan secara lisan, tetapi juga sebagai sumber informasi kebudayaan kolektifnya.
NOKEN DAN PEREMPUAN PAPUA: Analisis Wacana Gender dan Ideologi Marit, Elisabeth Lenny
Melanesia : Jurnal Ilmiah Kajian Bahasa dan Sastra Vol 1, No 1 (2016)
Publisher : Universitas Papua

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30862/jm.v1i1.736

Abstract

Artikel ini bertujuan menggambarkan tentang Noken Papua sebagai warisan tak benda yang di warisi oleh sebagian besar perempuan papua dalam kerangka Negara Kesatuan Republik Indonesia. Noken Papua menjadi sesuatu artefak yang melekat dengan Perempuan Papua. Dari siklus lahir, hidup, dan mati dari perempuan Papua selalu menyatu dengan Noken Papua. Keberadaan Noken Papua menjadi penenda identitas perempuan Papua untuk dihargai sesuai harkat dan martabatnya sebagai manusia yang berjenis kelamin perempuan dan sebagai makhluk Tuhan.Selain itu, artikel ini juga mengeksplorasi tentang ideologi yang menjadi cita-cita ideal, pandangan hidup Perempuan Papua yang menjadi dasar dan pijakan individu maupun kolektivitas yang merupaka bagian penting dari sebuah peradaban. Sebab itu, seseorang harus memiliki ideologi agar punya keyakinan dan identitas untuk hidup bersama dalam satu komunitas.Tulisan ini juga mengeksplorasi noken dan Perempuan Papua yang masih berjuang menghadapi birokrasi yang meminggirkan perempuan sementara nilai-nilai budaya masih memposisikan perempuan dalam simbol noken Papua sebagai maskawin (mahar) kepada pihak lain, serta mengabaikan pemenuhan hak ekonomi, sosial dan politik perempuan Papua.
RELASI SOSIAL DALAM NYANYIAN TRADISIONAL KEMATIAN “MUNABA” ETNIK WAROPEN – PAPUA: KAJIAN SOSIOLOGI SASTRA Yenusi, Belghita Sonei Risia
Melanesia : Jurnal Ilmiah Kajian Bahasa dan Sastra Vol 1, No 1 (2016)
Publisher : Universitas Papua

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30862/jm.v1i1.741

Abstract

Penelitian berfokus pada relasi sosial dalam nyanyian tradisional kematian”munaba” yang berasal dari suku Waropen, Papua yang merupakan kajian sosiologi sastra. Pendekatan penelitian berdasarkan teks dan konteks yang berfokus pada karya sastra dan beberapa aspek lainnya. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif kualitatif meliputi fakta, fenomana dan variable yang ada. Penafsiran data  dengan menggunakan teori sosiologi sastra disesuaikan dengan situasi yang terjadi dan sesuai dengan pandangan masyarakat, perbedaan antarfakta, pengaruh terhadap sebuah kondisi dan masalah yang diteliti dan diselidiki.Data diperoleh dari teks munaba yang dituturkan oleh beberapa penutur melalui observasi. Sumber data adalah syair munaba dalam bahasa Waropen dan telah ditransliterasikan dalam bahasa Indonesia. Berdasarkan teori dan analisis sosiologi sastra ditemukan beberapa relasi sosial yang terbentuk dengan baik antara sera dengan rakyatnya dan sera dengan alam.
NILAI BUDAYA LAGU TOLKON SI NIH TE SEBAGAI CERMINAN KEAKRABAN MASYARAKAT ALOR Radja, Markus Dimu
Melanesia : Jurnal Ilmiah Kajian Bahasa dan Sastra Vol 1, No 1 (2016)
Publisher : Universitas Papua

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30862/jm.v1i1.737

Abstract

Penelitian bertujuan untuk mengkaji persepsi dan nilai budaya lagu tolkon sinih te pada masyasarakat Alor Timur Laut Kabupaten Alor. Data dikumpulkan melalui metode observasi dan wawancara. Selanjutnya, data tolkon sinih te tersebut dianalisis secara deskriptif berdasarkan acuan teori linguistik kebudayaan dengan prosedur sebagai berikut: (a) mentranskripsi dan verifikasi data, (b) memodifikasi tuturan (teks), and (c) menganalisis persepsi dan nilai. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) masyarakat ATL di pulau Alor sangat menghargai tamu (baik tamu dari luar maupun tetangga yang bertamu ke rumah mereka).  Ungkapan penghargaan tersebut terealisasi dalam unsur bahasa yang santun dan penuh kesederhanaan, yang bertujuan untuk mempererat hubungan kekerabatan dan keakraban antara satu dengan yang lain dan (2) dari dimensi nilai, lagu tolkon sinih te mengandung nilai sosial dan nilai religius. Nilai sosial mencakup: kesadaran akan kebersamaan. Sementara nilai religius merupakan pokok-pokok perilaku yang mendorong bagi terpeliharanya hubungan antara manusia dengan Sang Pencipta (Tuhan)
BENTUK KHAZANAH EKOLEKSIKON PERTANIAN BAHASA WAIJEWA Tualaka, Diaspora
Melanesia : Jurnal Ilmiah Kajian Bahasa dan Sastra Vol 1, No 1 (2016)
Publisher : Universitas Papua

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30862/jm.v1i1.742

Abstract

Tulisan singkat ini membahas tentang bentuk kekayaan ekoleksikon pertanian dalam bahasa Waijewa (BW). Khazanah bahasa diciptakan tidak terlepas dari lingkungan dimana bahasa itu hidup karena digunakan oleh penuturnya dalam lingkungannya. Dengan mengaplikasikan teori ekolinguistik yang dikemukakan oleh Haugen (1972) dan menggunakan metode deskriptif analisis data lingual BW ini dijelaskan. Berdasarkan hasil analisis data dapat disimpulkan bahwa bentuk ekoleksikon pertanian BW dikategorikan dalam bentuk nomina, verba dan adjektiva yang secara morfologis, ekoleksikon pertanian yang berkategori nomina dalam BW  terbentuk dari dua kategori kata, yakni NOMINA+ ADJEKTIVA dan NOMINA + NOMINA. Ekoleksikon BW kategori verba terdiri atas verba asal dan verba turunan berbentuk kata majemuk. Dan yang termasuk ke dalam kategori adjektiva, secara semantik dapat menyatakan taraf atau tingkatan dan tidak bertaraf yang meliputi ukuran, warna, dan cerapan yang terkait dengan pancaindera.
KOHESI GRAMATIKAL “REFERENSI” DALAM WACANA MOP MELAYU PAPUA PADA RUBRIK BREAKBOSS SURAT KABAR HARIAN CENDERAWASIH POS Mandowen, Kartika Yuliana
Melanesia : Jurnal Ilmiah Kajian Bahasa dan Sastra Vol 1, No 1 (2016)
Publisher : Universitas Papua

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30862/jm.v1i1.738

Abstract

Tulisan ini bertujuan mendeskripsikan salah satu penggunaan bahasa Indonesia ragam Melayu Papua dalam komunikasi sehari-hari dan dalam berbagai aktivitas kehidupan masyarakat Papua yakni pada wacana Mob ‘humor’ Melayu Papua. Mop Melayu Papua adalah salah satu budaya dari sekian banyak genre atau aspek budaya yang dimiliki oleh suku-suku di Papua. Selain menjadi budaya, mop Melayu Papua juga merupakan sahabat dalam kehidupan masyarakat Papua. Dalam berbagai kegiatan sehari- hari baik dalam keluarga, tempat kerja, sekolah atau bahkan di tempat umum sekali pun, tidak jarang komunikasi yang terjalin diselingi oleh kegiatan mob.Fakta menunjukkan bahwa kohesi merupakan hubungan perkaitan antarproposisi yang dinyatakan secara eksplisit oleh unsur-unsur gramatikal dan semantik dalam kaitan-kaitan yang membentuk wacana. Kohesi gramatikal merupakan jalinana keterkaitan antara bagian-bagian wacana secara gramatikal; yang  dinyatakan melalui tata bahasa. Kohesi gramatikal dalam wacana Mob Melayu Papua pada rubrik Breakboss Surat Kabar Cenderawasih Pos yang dianalisi dalam tulisan ini adalah aspek referensi (penunjuk/pengacuan).
DESIGNING A PROJECT OF USING LEARNER- CENTEREDNESS IN TEACHING ENGLISH AT SENIOR HIGH SCHOOLS IN MANOKWARI Sukristiningsih, Sukristiningsih; Saragih, Yansen M.I.
Melanesia : Jurnal Ilmiah Kajian Bahasa dan Sastra Vol 1, No 1 (2016)
Publisher : Universitas Papua

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30862/jm.v1i1.743

Abstract

Special Autonomy Law (UU OTSUS Provinsi Papua) Chapter XV; article 52, verse 2, confides the implementing of English as a second language in Papua (West Papua province and Papua province). However, some complexities are faced to implement English as a second language in Papua. The complexities are; the difficulty in teaching English at school, lack of motivation to study English by student, different level of student’s English competence, and lack of good English teacher. This article aims to give contribution to solve the complexities above, especially in English teaching- learning process at senior high school level in Manokwari regency, west Papua province. The concept offered to solve the problems in teaching – learning English process is by using Student Centered Learning (SCL) concept. This concept is recommended by experts and suitable to be applied in senior high school level. There are some steps to implement SCL concept, they are; designing the project, implementing the design and evaluating the project. By implementing SCL concept, the teaching- learning English process in senior high school in Manokwari regency is expected to be useful for students and English teachers.
PANTUN PENYELESAIAN KONFLIK Salleh, Muhammad Haji
Melanesia : Jurnal Ilmiah Kajian Bahasa dan Sastra Vol 1, No 1 (2016)
Publisher : Universitas Papua

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30862/jm.v1i1.734

Abstract

Tulisan ini bertujuan mengungkap fungsi pantun yang dapat menyimpan keseluruhan pengalaman hidup manusia Melayu, dari unsur-unsur alam yang dilihat setiap hari,  kepada adat istiadat, kasih sayang serta hubungannya dengan Tuhan. Pantun merupakan puisi lengkap yang melukis wajah dan perasaan serta jiwa bangsa Melayu atau dengan kata lain dalam pantun boleh ditemukan hidup, hati, dan jiwa orang Melayu.Fakta saat ini menggambarkan bahwa dalam masyarakat Melayu, pepatah-petitih, perbilangan, dan jenis-jenis peribahasa lainnya sarat dengan kandungan makna dan cara menyelesaikan masalah dan konflik (lihat Muhammad, 2012). Kajian ini merupakan lanjutan dari penelitian sebelumnya tentang sumber-sumber sastra yang berhubungan dengan penyelesaian konflik.Pantun merupakan sebuah medium yang dipakai di berbagai-bagai tempat dan ruang kehidupan  – dari halaman permainan di mana anak-anak mengejek di antara satu sama yang lain, kepada medan luas, rumit dan penuh gairah percintaan, kisah wayang dan hikayat, tempat kerja, pondok pesantren, sekolah, dan lagu. Dimensi ruang peggunanya terdiri peringkat usia dan derajat sosial pengguna dan pendengarnya, dari anak sekolah, kekasih, gadis, jejaka, dari kawan, penyanyi dan pendengar, penghulu, dan raja.

Page 1 of 1 | Total Record : 10