cover
Contact Name
Sarip Hidayat
Contact Email
mohsyarifhidayat@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
metasastra@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kab. bandung,
Jawa barat
INDONESIA
METASASTRA: Jurnal Penelitian Sastra
ISSN : 20857268     EISSN : 25032127     DOI : -
Metasastra: Jurnal Penelitian Sastra is a journal published by Balai Bahasa Jawa Barat, ISSN printed 2085-7268 and ISSN online 2503-2127. This journal is a literary research journal that publishes various research reports, literature studies, and literary papers on literature. Published periodically twice a year in June and December. This journal also serves as a media dissemination of information research results and literature review.
Arjuna Subject : -
Articles 11 Documents
Search results for , issue " Vol 7, No 2 (2014)" : 11 Documents clear
MORFOLOGI SASTRA LISAN TOBATI (The Morphology of Tobati Folktale) Sriyono, Sriyono
METASASTRA: Jurnal Penelitian Sastra Vol 7, No 2 (2014)
Publisher : Balai Bahasa Jawa Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26610/metasastra.2014.v7i2.215-226

Abstract

Masyarakat Tobati memiliki kekayaan sastra lisan. Sebagian besar sastra lisan Tobati masih tersebar secara lisan walaupun sudah ada beberapa cerita yang telah dibukukan.Di samping sebagai upaya pendokumentasian sastra lisan, penelitian ini secara umum bertujuan untuk memperoleh gambaran yang jelas tentang morfologi sastra lisan Tobati berdasarkan teori Vladimir Propp. Dari hasil analisis dongeng yang berjudul Tant Ridah diketahui bahwa terdapat tujuh belas fungsi pelaku dan lima lingkaran tindakan dalam cerita rakyat tersebut. Adapun nilai moral yang terkandung dalam cerita tersebut adalah perlunya menjaga sikap amanah terhadap tugas yang dibebankan kepada kita dan keyakinan bahwa dibalik kesulitan selalu ada kemudahan. Fungsi-fungsi yang ada di dalam cerita merupakan refleksi kompleksitas berfikir masyarakat.Abstract:The people of Tobati has varieties of folktales. Most of the folktales in Tobati  has  been spread orally even though some of them have been documented in written record. Besides as an effort to document folktale, the aim of the research tries to describe the morphology of the folktale based on Vladimir Propp’s structure. From the analysis, it is known that Tobati’s “Tant Ridah” consists of seventeen  functions and five spheres of action in it. The moral value of the folktale  is that we should obey every task given to us. In addition, we should believe that there are always some positive things in every single problem that comes to us. The functions stated in the story are as   reflections of thinking  complexity of such community.
REPRESENTASI ANTARA FAKTA DAN FIKSI JANG OK JUNG SEBUAH DRAMA SEJARAH KOREA (Representation Between Fact and Fiction of “Jang Ok Jung”: a Korean Historical Drama) Supriatin, Yeni Mulyani
METASASTRA: Jurnal Penelitian Sastra Vol 7, No 2 (2014)
Publisher : Balai Bahasa Jawa Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26610/metasastra.2014.v7i2.241-252

Abstract

Karya sastra yang berlatar belakang sejarah selalu menarik untuk dicermati. Apakah karya sastra tersebut menggambarkan fakta sejarah atau lebih banyak imajinatifnya? Terlepas dari itu Jang Ok Jung Live for Love sebuah drama Korea yang disiarkan dalam media televisi bernuansa historis cukup menarik diteliti. Penelitian ini bermaksud menggali makna drama Jang Ok Jung dengan mengamati variasi-variasi dalam drama tersebut berdasarkan sejarah selaku hipogramnya, melalui studi intertekstual. Masalah yang menarik untuk dikaji adalah bagaimana gambaran Ok Jung, bagaimana pula sepak terjang Ok Jung mulai ia berperan sebagai Ok Jung sampai menjadi Jang Hee Bin, dan siapa saja yang mendukung dan menjegalnya? Metode yang digunakan dalam memaknai drama tersebut adalah deskriptif kualitatif dan perbandingan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa antara sejarah dan dramanya terdapat perbedaan yang mencolok. Dialog, alur, motif, dan penampilan gambar sebagai kekuatan visualisasi lebih “berwarna” daripada sejarahnya. Drama televisi yang lebih berorientasi pada pasar juga menjadi pertimbangan lain adanya perbedaan antara sejarah dan fiksi.
POLITIK SEKSUALITAS NAZI DALAM NOVEL DER VORLESER KARYA BERNHARD SCHLINK (Nazi’s Sexuality Politics in Bernhard Schlink’s Novel “Der Vorleser”) Rosyidah Antoni, Cheryl Desyanti; Priyatna, Aquarini; Noorman, Safrina
METASASTRA: Jurnal Penelitian Sastra Vol 7, No 2 (2014)
Publisher : Balai Bahasa Jawa Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26610/metasastra.2014.v7i2.159-172

Abstract

Tulisan ini mengkaji tentang politik seksualitas  Nazi yang terdapat dalam novel Der Vorleser karya Bernhard Schlink. Teks novel ini menunjukkan adanya keterkaitan antara seksualitas dan politik. Kajian ini dilandasi oleh teori Foucault yang membahas sejarah seksualitas dan kaitannya dengan negara, serta teori mengenai politik seksualitas Nazi di Jerman yang dikemukakan Herzog. Hasil analisis menunjukkan bahwa di dalam novel tersebut terdapat gambaran politik seksualitas Nazi, seperti pelarangan aktivitas seksual remaja, sakralisasi aktivitas seksual, pengokohan identitas dan peran gender, serta pelarangan hubungan di luar pernikahan. Selain itu, hasil analisis juga menunjukkan bahwa politik seksualitas ini diterapkan oleh pemerintah Nazi dengan tujuan untuk menjaga kemurnian ras bangsa Jerman serta menunjukkan superioritas bangsa Jerman terhadap bangsa lain.Abstract:This paper examines Nazi’s politics of sexuality in the Bernhard Schlink’s novel “Der Vorleser”. The novel shows that there is a relation between sexuality and politics.  This study uses Foucault’s theory on sexuality in relation with the state as well as Herzog’s theory on Nazi’s politic of sexuality. The result of the research show that in the novel there are descriptions of Nazi’s politics of sexuality, such as the prohibition on teenage sexuality, the sacralization of sexual activity, the strengthening of identity and gender roles, and the prohibition of premarital sex. Furthermore, the results of the analysis reveal that the sexuality politics is applied by the Nazi government in order to maintain the purity of the German race and show German supremacy over other nations.
PENGARUH CERITA LASKAR PELANGI TERHADAP NEGERI 5 MENARA: KAJIAN INTERTEKSTUAL (The Effect of The Story “Laskar Pelangi” on “Negeri 5 Menara”: an Intertekstual Study) Uniawati, Uniawati
METASASTRA: Jurnal Penelitian Sastra Vol 7, No 2 (2014)
Publisher : Balai Bahasa Jawa Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26610/metasastra.2014.v7i2.227-240

Abstract

Tulisan ini bertujuan untuk melihat pengaruh Laskar Pelangi terhadap Negeri 5 Menara. Metode yang digunakan adalah metode kualitatif deskriptif dengan memanfaatkan teori intertekstual. Data yang digunakan adalah teks yang terdapat pada dua novel yang dijadikan sumber, yaitu Laskar Pelangi karya Andrea Hirata dan Negeri 5 Menara karya Ahmad Fuadi. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan cara pembacaan secara cermat kedua novel lalu mencatat peristiwa-peristiwa yang menunjukkan suatu fakta keterpengaruhan cerita yang mendukung proses analisis. Analisis data dilakukan dengan cara menemukan hubungan unsur-unsur intrinsik dan ekstrinsik kedua cerita untuk melihat dan menjelaskan pengaruh Laskar Pelangi terhadap Negeri 5 Menara. Hasil analisis menunjukkan bahwa hubungan interteks kedua novel terjadi secara dekat. Hubungan itu diperkuat melalui penggunaan beberapa simbol, seperti pohon filicium, pelangi, menara, dan awan yang merefresentasikan sebuah mimpi dan cita- cita. Hubungan tersebut sekaligus menjadi penguat keterpengaruhan Negeri 5 Menara oleh Laskar Pelangi.Abstract:This study attempts to study  the effect of “Laskar Pelangi” on “Negeri 5 Menara”. The method used is descriptive qualitative by applying  intertextual theory. The data applied in this study are the  text on two novels, namely: Andrea Hirata’s Laskar Pelangi and Ahmad Fuandi’s Negeri 5 Menara. Technique of data collection is by reading those two novels and making notes for events that show the effect of “LaskarPelangi” on “Negera 5 Menara”. Data analysis is  con- ducted by examining the correlation between intrinsic and extrinsic elements of both stories in order to find the effect of “Laskar Pelangi” on “Negeri 5 Menara”. The result of the research  indi- cates that  intertextual correlations on those two novels had a common thread. Its correlation was strengthened by the use of symbols, such as filicium tree, rainbow, tower, and cloud that repre- sented a dream and a goal. The correlation strongly proves that “Laskar Pelangi” has a great effect on “Negeri 5 Menara”.
Abstrak Bahasa Inggris mulyani, Yeni
METASASTRA: Jurnal Penelitian Sastra Vol 7, No 2 (2014)
Publisher : Balai Bahasa Jawa Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26610/metasastra.2014.v7i2.%p

Abstract

ANALISIS PENERJEMAHAN PUISI “I HEAR AMERICA SINGING” KARYA WALT WHITMAN:SEBUAH KAJIAN EKSTRATEKSTUAL (The Analysis of Poetry Translation of Walt Whitman’s “I Hear America Singing”: an Extratextual Study) Dwi Prihantono, Kahar
METASASTRA: Jurnal Penelitian Sastra Vol 7, No 2 (2014)
Publisher : Balai Bahasa Jawa Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26610/metasastra.2014.v7i2.173-186

Abstract

Penerjemahan sastra merupakan satu cabang disiplin penting dalam kajian penerjemahan karena disiplin ini menjadi salah satu sarana pelestarian karya-karya terbaik dunia. Penelitian ini bertujuan untuk menyelidiki terjemahan puisi karya Bapak Penyair Amerika, Walt Whitman, yang diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia oleh Taufik Ismail dan Jean Jaques Kusni. Berdasarkan model analisis penerjemahan puisi pada tataran ekstratekstual yang diusulkan oleh HosseinVahid Darstjerdi d.k.k, penelitian ini mengkaji skemata, koherensi, dan implikatur puisi sumber (PSu) dan puisi sasaran (PSa). Unsur-unsur skemata yang dibahas meliputi delapan (8) unsur pembangun skemata sebagai unsur ekstratekstual, yakni pengetahuan penyair terhadap usia, jenis kelamin, ras, kebangsaan, hubungan dan nilai-nilai agama, ekonomi, profesi, dan sejarah. Hasil kajian menunjukkan bahwa, puisi sasaran1 (PSa1) memuat kesepadanan pada sebagian besar skemata, koherensi, dan implikatur dibandingkan dengan puisi sasaran2 (PSa2) dan dari sudut pandang kedekatan puisi, PSa1 lebih dekat dekat dengan PSu.Abstract:Literary translation is an important discipline in the translation study since the discipline can be beneficial in preserving world’s best literary works. This study aims at investigating the translated poem of Walt Whitman- the father of free verse-. The poem was translated into Indone- sian by Taufik Ismail and Jean Jaques Kusni. Based on the model analysis of poetry translation at an extra-textual level proposed by Hossein Vahid Darstjerdi et al, this study examines the sche- mata, coherence, and implicature of the poem (the source poem)  and its translations (target poem). Schemata elements covered  eight   extra-textual elements, such as:  knowledge of the poet, age, sex, race, nationality, religious value, economy, profession, and history. The results of the study show that the schemata, coherence, and implicature equivalence presented in target poem1 were better organized than those in target poem2. The comparison  also proved that the target poem1 was closer to the source poem.
MEMBACA PEREMPUAN DARI PERSPEKTIF AKADEMIS Nurfaidah, Resti
METASASTRA: Jurnal Penelitian Sastra Vol 7, No 2 (2014)
Publisher : Balai Bahasa Jawa Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26610/metasastra.2014.v7i2.%p

Abstract

PENDIRIAN SANGGAR TEATER DI SEKOLAH DALAM MENDUKUNG KEBERHASILAN PRESTASI SEKOLAH DAN KESUKSESAN BERKARIER (The Establishment of Theatre at Schools in Supporting School Achievement and Career Success) Al Katuuk, Kamajaya
METASASTRA: Jurnal Penelitian Sastra Vol 7, No 2 (2014)
Publisher : Balai Bahasa Jawa Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26610/metasastra.2014.v7i2.187-200

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan potensi yang dikandung sanggar teater sebagai media yang memfasilitasi pengoptimalan potensi siswa, baik semasa mereka di sekolah maupun setelah mereka menempuh dunia karier. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan menggabungkan kajian tekstual dan kontekstual mengenai potensi sanggar teater sekolah, kemudian diikuti oleh kisah alumni sanggar teater yang menjelaskan pengaruh konstruktif dari pengalaman bersanggar terhadap keberlangsungan karier mereka. Hasil penelitian ini menemukan bahwa keberadaan sanggar teater di sekolah masih belum terkelola dengan baik. Dari sepuluh SMA Negeri yang diteliti, hanya tiga sekolah yang memiliki sanggar teater. Tiga sekolah yang memiliki sanggar teater, pembinanya didatangkan dari luar sekolah karena sekolah belum memiliki pembina. berdasarkan kajian teks, terbukti sanggar menjadi media yang strategis untuk membina karakter unggul siswa, baik untuk kepentingan selama mereka di sekolah maupun setelah mereka berkarier. Potensi sanggar teater tersebut dibuktikan oleh pengakuan alumni yang menjadikan pengalaman bersanggar teater sebagai inspirasi pengoptimalan kesuksesan berkarier mereka.Abstract:The study aims  at  describing the potential of theater as a medium that facilitates the optimization of students’ potential either in their  schooling period or in their career. The study applied a qualitative descriptive method by combining textual and contextual studies on school theater potential. The research also provided the alumni’s experiences about a constructive influ- ence taken from the workshop experience in theater on the sustainability of their career. The result of the study reveals that the presence of the theaters still has not been well-managed in schools. Out of the ten public high school samples, there were only three schools that have theaters. From the three schools, their coaches are hired from other school because the schools have not got any coaches. Based on the textual study, it is shown that theater becomes a strategic media to foster students’ superior character for either their interest in school or in their career after graduation. Potential theater is proved by the alumni’s recognitions that have made  their workshop experience in theater as optimization inspiration of their career success.
PENENTUAN CERITA RAKYAT SENTANI, JAYAPURA, KASUARI DAN BURUNG PIPIT SEBAGAI BAHAN BACAAN SISWA SD (The Determination of Sentani, Jayapura Folktale’s “Kasuari dan Burung Pipit” as Reading Material of Elementary School Students) Normawati, Normawati
METASASTRA: Jurnal Penelitian Sastra Vol 7, No 2 (2014)
Publisher : Balai Bahasa Jawa Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26610/metasastra.2014.v7i2.201-214

Abstract

Jayapura, khsususnya Sentani memiliki banyak cerita rakyat. Namun, cerita tersebut belum banyak dimanfaatkan untuk bahan bacaan anak. Oleh sebab itu, penelitian terhadap cerita rakyat Kasuari dan Burung Pipit ini dilakukan. Penelitian ini menggunakan teori struktural, tahapan perkembangan intelektual anak Jean Piaget, dan nilai-nilai pendidikan karakter oleh Kementerian Pendidikan Nasional 2010—2025. Hasilnya dapat diketahui bahwa cerita ini layak dijadikan bahan bacaan untuk anak SD dengan rentang usia 7—11 tahun. Kasuari dan Burung Pipit memiliki struktur cerita yang sederhana yang ditunjukkan dengan penggunaan alur linear, tokoh cerita berwatak datar (flat character) yang ditampilkan secara hitam putih, dan pemakaian kosakata serta kalimat yang sederhana. Di samping itu, di dalam cerita Kasuari dan Burung Pipit juga terkandung nilai karakter yang berhubungan dengan diri sendiri, meliputi karakter bertanggung jawab, kerja keras, dan percaya diri.Abstract: In Jayapura, specially in Sentani, there are a lot of folktales. However, they have not optimally been utilized as the children reading material . Hence, the research on the folkltale “Kasuari dan Burung Pipit” is significant to conduct. This research applies  structural theory, Jean Pidget’s  theory of children’s intellectual development stages, and values of character educa- tion by Ministry of Education and Culture of  2010-2025. The results reveal that the story is suitable as  the children  reading material for Elementary School students of 7—11 years old. “Kasuari dan Burung Pipit” has a simple plot structure shown by the linear plot, the flat characters presenting them as black and white, and the use of simple vocabulary and simple sentence. Fur- thermore, the moral values of the story are    responsibility, hard work, and self confidence.
RELIGIOSITAS TOKOH UTAMA DALAM NOVEL NADZAR- NADZAR JIWA KARYA BUDI SULISTYO EN-NAFI (The Main Character’s Religiosity in Sulistyo En-Nafi’s Novel “Nadzar-Nadzar Jiwa”) Sulton, Agus
METASASTRA: Jurnal Penelitian Sastra Vol 7, No 2 (2014)
Publisher : Balai Bahasa Jawa Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26610/metasastra.2014.v7i2.143-158

Abstract

Novel Nadzar-Nadzar Jiwa karya Budi Sulistyo En-Nafi menggambarkan religiositas tokoh utamanya.Penelitian ini bertujuan memperoleh informasi secara deskriptif sikap religiositas tokoh utama yang terdapat dalam novel Nadzar-Nadzar Jiwa. Metode penelitian yang digunakan adalah metode deskriptif. Metode ini dipandang sesuai dengan masalah dan tujuan penelitian yang telah ditentukan. Metode ini berusaha mendeskripsikan sejumlah masalah religiositas dalam novel Nadzar-Nadzar Jiwa karya Budi Sulistyo En-Nafi.Sumber data penelitian ini adalah novel Nadzar-Nadzar Jiwa karya Budi Sulistyo En-Nafi yang diterbitkan pada tahun 2009. Dari hasil analisis yang dilakukan dapat diperoleh hasil penelitian, yaitu sikap religiositas tokoh utama yang digambarkan berupa hubungan tokoh utama dengan Tuhan, hubungan tokoh utama dengan sesama manusia, dan hubungan tokoh utama dengan hakikat hidup. Bertitik tolak dari hasil tersebut, disimpulkan bahwa novel Nadzar-Nadzar Jiwa karya Budi Sulistyo En-Nafi berisi kisahperjuangan sosok Anas dalam mencapai harapannya untuk sukses.Abstract:Budi Sulistyo En-Nafi’s Nadzar-Nadzar Jiwa describes main character’s religiosity. This study intends to gain information regarding main character’s religiosity depicted  in the story. The study employs a descriptive method. The method is as considered suitable to the problem and the aim of the study. This method attempts to describe a number of religiosity problems in Budi Sulistyo En-Nafi’s Nadzar-Nadzar Jiwa. The data source of this study is Budi Sulistyo En-Nafi’s novel  “Nadzar- Nadzar Jiwa” published in 2009.The result of the analysis reveals that the attitudes of main character’s  religiosity  were depicted in the form of God’s relationship with the main character, the relationship of main character with fellow human beings, and the relationship of main character with the essence of life. Based on the findings, it is concluded that Budi Sulistyo En-Nafi’s Nadzar- Nadzar Jiwa contains the story of Anas’ life struggle, as the main character, in his expectation to succeed in life.

Page 1 of 2 | Total Record : 11