cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota ternate,
Maluku utara
INDONESIA
DINTEK
ISSN : 19793855     EISSN : 25988891     DOI : -
Core Subject : Engineering,
Arjuna Subject : -
Articles 323 Documents
BIAYA PRODUKSI EXCAVATOR KOMATSU PC-200 PADA KEGIATAN PENAMBANGAN PASIR DI PT. MAKUGAWENE KELURAHAN SULAMADAHA KOTA TERNATE BARAT Makatita, Jamaikal; Djainal, Herry
DINTEK Vol 11 No 2 (2018): Jurnal Dintek Vol 11 No. 2 September 2018
Publisher : Fakultas Teknik UMMU

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (207.374 KB)

Abstract

ABSTRAK Dalam upaya memenuhi target produksi yang maksimal PT. Makugawene, menggunakan peralatan mekanis sebagai alat penunjang dalam melakukan kegiatan penambangan tersebut, adapun dalam kegiatan penambanganya spefisikasi dalam penggunaan pemilihan alat memiliki peran yang sangat penting, hal ini di maksudkan untuk kelancaran suatu pekerjaan serta memaksimalkan hasil produksi. Adapun salah satu peralatan yang digunakan dalam kegiatan penambangan adalah Excavator sebagai alat untuk mengambil material, Alat muat yang digunakan oleh PT.Makugawene adalah Excavator Komatsu PC 200 dengan kapasitas bucket 0,97 m3.  Teknik pengumpulan data yang dilakukan dalam penelitian ini terdiri dari data Primer dan data Sekunder. Data Primer di peroleh  dengan pengamatan langsung terhadap objek penelitian untuk mendapatkan data secara  nyata di lapangan. Adapun data primer yang diperoleh dilapangan yaitu, Waktu Kerja Efektif, Faktor pengisian (Fill Factor), Faktorfaktor yang mempengaruhi produksi, Biaya Operasi Dan Kepemilikan, Waktu Edar Cycle Time. Sedangkan Data Sekunder yaitu data yang tidak diperoleh langsung dilapangan tetapi diperoleh berupa dokumentasi atau referensi yang tersedia di perusahaan ataupun instansi terkait, berupa, Dokumentasi Lapangan, Spesifikasi Alat, Teknik Pengumpulan data Berdasarkan pengamatan di lapangan dan hasil perhitungan cycle time, produksi alat muat dan perhitungan biaya produksi dari alat gali muat Excavator Komatsu PC-200, terjadinya pengurangan jam kerja efektif, disebabkan oleh umur alat yang semakin tua oleh karenanya pergerakan alat dalam satu siklus cycle time  semakin lama. Berdasarkan hasil analisis dapat disimpulkan bahwa Kemampuan produksi alat muat Excavator Komatsu PC-200 pada penambangan pasir adalah 144,092 m3/jam, 1080,69  m3/hari dan  32420,7 m3/bulan dengan waktu kerja efektif yaitu 7.5 jam/hari, Biaya Operasional produksi alat Excavator yang dikeluarkan perjam adalah Rp 3.136.247
ANALISIS PERBANDINGAN TINGKAT AKURASI METODE AVERAGE BASED FTS MARKOV CHAIN DENGAN AUTOMATIC CLAUSTERING FTS MARKOV CHAIN DALAM PERAMALAN DATA TIMESERIES Noh, Junaidi
DINTEK Vol 10 No 2 (2017): DINTEK
Publisher : Fakultas Teknik UMMU

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Paper ini mendiskusikan tentang perbandingan tingkat akurasi peramalan data time series antara metode Average base fuzzy time series markov chain dengan metode Aoutomatic Clausterisng fuzzy time series Markov Chain. Pengujian dua metode ini dilakukan dengan menggunakan data history jumlah kecelakaan lalulintas. Tingkat akurasi peramalan yang digunakan adalah dengan mengukur prosentase kesalahan peramalan mean absolute percentage error (MAPE) dari dua metode tersebut. Dari hasil pengujian, diperoleh MAPE sebesar 16.3 %  untuk metode Average base fuzzy time series markov chain  dan MAPE untuk metode Aoutomatic claustering fuzzy time series markov chain sebesar 14,40 %.
PERKIRAAN JARAK AMAN DAN EFEKTIFITAS PELEDAKAN BERDASARKAN DATA MIKROSEISMIK Abudjan A Latif
DINTEK Vol 1 No 1 (2008): Jurnal Teknik
Publisher : Fakultas Teknik UMMU

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Metode mikroseismik dapat digunakan untuk melihat dampak dari peledakan berdasarkan gelombang yang terekam oleh tiap sensor. Sifat fisis yang dapat diketahui dari gelombang tersebut adalah kecepatan partikel puncak, momen seismik. Analisis gelombang ini digunakan untuk memperkirakan jarak minimum yang dibolehkan dari titik peledakan, kesuksesan peledakan, dan jarak maksimum rekahan yang dapat ditimbulkan. Kriteria jarak aman minimum yang digunakan adalah jarak dimana gelombang mempunyai PPV maksimum 150 mm/s. Kriteria peledakan yang lebih efektif didasarkan pada semakin tingginya angka momen seismik gelombang setiap peledakan. Data peledakan yang digunakan sebanyak 9 peledakan di panel dan 16 peledakan di undercut dari tanggal 28 Maret-11 Juli 2005. Hasil pengolahan data untuk panel diperoleh variasi jarak aman sebesar 12 m dan sebesar 17 m untuk undercut. Diperoleh juga, maksimum rekahan akibat peledakan akan mempunyai efek terjauh 35 m di panel dan 51 m di undercut. Untuk panel diperoleh peledakan terefektif adalah di P#10-11 DB7 undercut di DD#13 WS R# 102-105.
DESAIN PELEDAKAN OPTIMAL TAMBANG BAWAH TANAH METODE UNDERHAND CUT AND FILL Anita Kusrima
DINTEK Vol 1 No 1 (2008): Jurnal Teknik
Publisher : Fakultas Teknik UMMU

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Analisis terhadap parameter peledakan yang dijadikan sebagai acuan untuk mengetahui seberapa besar tingkat produksi peledakan yang dihasilkan adalah geometri dari pemboran dan peledakan yang meliputi : burden, spacing, kedalaman lubang dan stemming, serta fragmentasi batuan yang dihasilkan. Hasil analisis diperoleh produksi sebesar 937,803 ton/hari atau 26.258,45 ton/bulan dengan ukuran fragmentasi yang dihasilkan sebesar: 11,469 cm dalam cut dan 13,57 cm di luar cut, dengan prioritas bukaan heading perhari adalah 3 (tiga. Hal ini menandakan bahwa target produksi yang ditetapkan tidak tercapai, yaitu sebesar 30.000 ton/bulan. Setelah dilakukan perubahan terhadap desain peledakan, maka didapat hasil produksi 1.343,055 ton/hari atau 37.605,54 ton/bulan dengan fragmentasi baik, yaitu : 10,328 cm di dalam cut dan 19,2 cm di luar cut
TINGKAT RECOVERY DAN ORE GRADE OPTIMUM BERDASARKAN WAKTU GERUS PADA PROSES FLOTASI BIJIH TEMBAGA DI LABORATORIUM Asrul R Ichsan
DINTEK Vol 1 No 1 (2008): Jurnal Teknik
Publisher : Fakultas Teknik UMMU

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perolehan bijih tembaga adalah jumlah total bijih tembaga yang dihasilkan dibanding dengan jumlah tembaga yang ada pada umpan, sedangkan kadar bijih tembaga adalah kandungan mineral berharga dalam bijih tembaga tersebut. Pengujian tingkat perolehan dan kadar bijih tembaga dilakukan dengan menggunakan beberapa jenis ukuran ayakan antara lain; 212, 150, 102, 75 dan 53 mikron. Pengujian dengan jenis ukuran tersebut bertujuan untuk mengetahui ukuran ayakan dan waktu gerus yang tepat sehingga dapat menghasilkan tingkat perolehan dan kadar bijih optimum. Dari hasil pengujian dan perhitungan diperoleh tingkat perolehan tertinggi pada fraksi ukuran P80% 150 mikron yaitu 92.2%, dengan waktu gerus 25.55 menit. Sedangkan kadar bijih tertinggi terdapat fraksi ukuran 75 mikron yaitu 17.1 % dengan waktu gerus 49.03 menit. Dengan demikian diketahui bahwa tingkat perolehan bijih tembaga yang optimal pada fraksi ukuran P80 150 mikron dan kadar bijih optimal pada fraksi ukuran P80 75 mikron.
BAHASA PEMROGRAMAN GAMBAS DALAM PLATFORM SISTEM OPERASI LINUX Djafar Asagaf
DINTEK Vol 1 No 1 (2008): Jurnal Teknik
Publisher : Fakultas Teknik UMMU

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Gambas adalah sistem yang berbasis pemograman Visual yang berjalan sistem operasi Linux, yang mirip dengan Visual Basic yang berjalan di sistem operasi windows. dimana gambas tersebut lahir dari inspiras visual basic sehingga sedikit menyerupai visual basic, dengan gambas kita bisa mendesain program GUI, mengakses database MySQL atau PostgreSQL, dan membuat aplikasi untuk desktop KDE, dan menterjemahkan program ke banyak bahasa, menciptakan aplikasi networjk dan banyak lagi. Mengapa gambas digunakan sebagai alternatif utama para programmer tidak lain adalah gambas merupakan software yang free, untuk programmer Visual basic lebih mudah mempelajarinya karena sangatlah mirip selain itu juga gambas berjalan di sistem operasi linux yang perolehannya di dapatkan secara legal dan open source gambas sehingga programmer dapat mengembangkannya.Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui tentang pemograman gambas dan dapat mengetahui kelebihan pemograman Gambas dibandingkan dengan pemograman lain di platform Windows. Dalam pemograman gambas salah satunya yang utama adalah bagaimana membuat aplikasi dan pengolahan access database sehingga bahasa pemograman gambas dapat meningkatkan efisiensi dan legalitas software khususnya di Indonesia
EVALUASI PENGGUNAAN ROCK BOLT DAERAH SILL ORE TAMBANG EMAS BAWAH TANAH Herry Djainal
DINTEK Vol 1 No 1 (2008): Jurnal Teknik
Publisher : Fakultas Teknik UMMU

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan utama dari suatu sistem penyanggaan batuan adalah untuk membantu massa batuan menyangga dirinya sendiri. Hal ini diperlukan pada saat batuan mempunyai kecenderungan untuk mengalami keruntuhan karena perubahan tegangan dari keadaan aslinya sebagai akibat dari berbagai macam hal, misalnya penggalian bawah tanah. Penyanggan ini ada yang bersifat sementara maupun permanen bergantung pada maksud dan tujuan dalam penggalian tersebut. Baut batuan yang dipergunakan sebagai penyangga akan merupakan suatu bagian dari masssa batuan, akan mempunyai fungsi yang lain (juga fungsi yang sama) dari misalnya penyangga kayu atau besi baja yang tidak merupakan bagian dari massa batuan tetapi diluar massa batuan. Dalam mengklasifikasikan massa batuan, RMR- System menggunakan 6 parameter yaitu kuat tekan batuan (σc), Rock Quality Designation (RQD), kondisi kekar (Jc), spasi antar kekar (Js), kondisi air tanah (Gw) dan orientasi kekar (Jo). dalam pemasangannya di lapangan baut batuan biasanya di kombinasikan dengan Wire mesh.
PENINGKATAN PRODUKSI PERALATAN PEMOTONGAN DIAMOND WIRE PADA PENAMBANGAN MARMER Herry Djainal; Zubair Saing
DINTEK Vol 1 No 2 (2008): Jurnal DINTEK volume I No 2 September 2008
Publisher : Fakultas Teknik UMMU

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk memperbaiki tingkat produksi alat potong diamond wire pada proses pemotongan blok marmer baik secara horisontal maupun vertikal. Pengamatan terhadap alat potong tersebut dilakukan pada salah satu perusahaan penambangan marmer di daerah Jawa barat, yaitu pada PT mandala Marmer Indonesia. Target Produksi alat potong diamond wire sawin ”yang direncanakan adalah 20 m2/hari untuk satu alat potong, baik pemotongan secara horisontal maupun vertikal dengan rata-rata jam kerja 7 jam/hari. Berdasarkan pengamatan di lapangan produksi alat diamond wire sawing secara horisontal maupun vertikal belum sesuai dengan target produksi yang di rencanakan oleh pihak perusahaan. Oleh karena itu untuk mencapai target produksi yang direncanakan, maka perlu dilakukan upaya-upaya perbaikan guna pencapaian target produksi, yaitu; 1.Peningkatan Efisiensi kerja alat dengan cara; meningkatkan disiplin kerja karyawan, melakukan pemeliharaan berkala pada peralatan, menyediakan air yang cukup untuk pemotongan, menyediakan stok bahan baka; 2.Memberi motifasi kerja pada karyawan; 3.Memberi pemahaman yang cukup terhadap pekerjaan yang dihadapi. Setelah adanya upaya perbaikan maka kemampuan produksi alat diamond wire sawing dapat ditingkatkan, untuk pemotongan horisontal dapat ditingkatkan menjadi 21,33% sedangkan untuk pemotongan vertikal ditingkatkan menjadi 21.34%. Sehingga produksi diamond wire secara horizontal setelah upaya perbaikan menjadi 20,30 m2 / hari , sedangkan produksi diamond wire secara vertikal setelah upaya perbaikan menjadi 20,99 m2 / hari
KAJIAN TEKNIS PENINGKATAN TARGET PRODUKSI ALAT PEREMUK PADA PENAMBANGAN BATUGAMPING Muhammad Djunaidi
DINTEK Vol 1 No 2 (2008): Jurnal DINTEK volume I No 2 September 2008
Publisher : Fakultas Teknik UMMU

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Peremukan batugamping menggunakan alat peremuk Hammer crusher dengan setting alat 6 mm dan mempunyai kapasitas desain alat sebesar 8 ton/jam dan juga dilakukan penambahan Grizzly diatas hopper dengan spacing sebesar 100 mm. Selain penambahan Grizzly diatas hopper dapat juga dilakukan dengan penambahan screen (efisiensi screen adalah 90 %) dibawah hopper dengan tujuan memisahkan ukuran umpan yang berukuran – 6 mm agar tidak perlu masuk ke dalam alat peremuk tetapi langsung menjadi produk, sehingga dapat mengurangi beban kerja dari alat peremuk. Kadar air yang terdapat pada daerah penimbunan hasil penambangan sebesar 5,95 % dapat diminimalkan dengan cara memperluas tempat penimbunan sebesar 210 m2, maka kadar air dapat diturunkan mencapai 5 %, sehingga waktu penurunan dapat diminimalkan dari 6 hari menjadi 4 hari . Dalam upaya memenuhi sasaran produksi sebesar 23,33 ton/jam dapat dilakukan beberapa alternatif lain, yaitu: 1. dengan menambah jumlah pengumpanan sebesar 4,224 ton/jam dapat meningkatkan efektifitas hammer crusher dari 39,60 % menjadi 57,31 % sehingga produksinya menjadi 24,56 ton/hari; 2. dengan meningkatkan waktu kerja efektif yang semula 305,28 menit menjadi 353,8 menit, dapat meningkatkan efisiensi kerja dari 72,68 % menjadi 84,238 %, sehingga produksinya menjadi sebesar 18,68 ton/hari dan 3. dapat meningkatkan produksi menjadi 24,90 ton/hari dan dengan penambahan jam kerja sebesar 60 menit/hari sehingga waktu kerja menjadi 8 jam/hari dapat meningkatkan produksi sebesar 28,47 ton/hari. Dari beberapa alternatif peningkatan produksi disimpulkan bahwa, dengan peningkatan waktu kerja efektif belum dapat memenuhi sasaran produksi, sedang penambahan pengumpanan dan penambahan waktu kerja dapat memenuhi.
ESTIMASI POTENSI KADAR NIKEL LATERIT DAERAH WEDA KABUPATEN HALMAHERA TENGAH DENGAN PENDEKATAN METODE INVERSE DISTANCE WEIGH (IDW) Herry Djainal; Wawan AK Konoras
DINTEK Vol 10 No 2 (2017): DINTEK
Publisher : Fakultas Teknik UMMU

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Estimasi sumberdaya merupakan salah satu hal yang sangat penting dalam kegiatan penambangan. Penelitian ini bertujuan untuk mengestimasi sumberdaya nikel laterit dengan menggunakan metode estimasi Inverse Distance Weigh (IDW) untuk mengetahui pola sebaran kadar Ni dan Fe2o3 dan jumlah tonase kadar dalam bentuk tabulasi kadar berdasarkan Cut of Grade. Hasil estimasi dengan 221 jumlah lubang bor yang menggunakan metode Inverse Distance Weigh diperoleh jumlah tonase pada Upper 43.255.749 ton dan kadar rata-rata Ni 0.64%, untuk Limonit Ore 41.515.514 ton dengan kadar Ni rata-rata 1.20 %, dan jumlah tonase Saprolit Ore 116.395.320 ton dengan kadar Ni rata-rata 1.53 %.

Filter by Year

2008 2025


Filter By Issues
All Issue Vol. 18 No. 01 (2025): Volume 18 No.1, Maret 2025 Vol. 17 No. 01 (2024): Volume 17 No.1, Maret 2024 Vol. 17 No. 2 (2024): Volume 17 No.2, September 2024 Vol. 16 No. 2 (2023): Volume 16 No.2 September 2023 Vol 16 No 2 (2023): Volume 16 No.2 September 2023 Vol. 16 No. 1 (2023): Volume 16 No.1 Maret 2023 Vol 16 No 1 (2023): Volume 16 No.1 Maret 2023 Vol 15 No 2 (2022): V0l. 15 No. 02 September 2022 Vol 15 No 1 (2022): V0l. 15 No. 01 Maret 2022 Vol 14 No 2 (2021): Vol. XIV No. 2 September 2021 Vol 14 No 1 (2021): Vol. XIV No. 1 Maret 2021 Vol 13 No 1 (2020): Volume 13 No.1, Maret 2020 Vol 13 No 02 (2020): VOL XIII NO. 02 SEPTEMBER 2020 Vol 12 No 2 (2019): Dintek Vol 12 No. 2 September 2019 Vol 12 No 1 (2019): Dintek Volume 12 Nomor 1 Maret 2019 Vol 12 No 1 (2019): Dintek Volume 12 Nomor 1 Maret 2019 Vol 11 No 1 (2018): DINTEK VOL. 11 No. 01 Maret 2018 Vol 11 No 1 (2018): DINTEK VOL. 11 No. 01 Maret 2018 Vol 11 No 2 (2018): Jurnal Dintek Vol 11 No. 2 September 2018 Vol 11 No 2 (2018): Jurnal Dintek Vol 11 No. 2 September 2018 Vol 10 No 1 (2017): DINTEK Vol. 10 No.1, Maret 2017 Vol 10 No 1 (2017): DINTEK Vol. 10 No.1, Maret 2017 Vol 10 No 2 (2017): DINTEK Vol 10 No 2 (2017): DINTEK Vol 9 No 2 (2016): DINTEK Vol.09 No.02 SEPTEMBER 2016 Vol 9 No 2 (2016): DINTEK Vol.09 No.02 SEPTEMBER 2016 Vol 1 No 2 (2008): Jurnal DINTEK volume I No 2 September 2008 Vol 1 No 2 (2008): Jurnal DINTEK volume I No 2 September 2008 Vol 1 No 1 (2008): Jurnal Teknik Vol 1 No 1 (2008): Jurnal Teknik More Issue