cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota ternate,
Maluku utara
INDONESIA
DINTEK
ISSN : 19793855     EISSN : 25988891     DOI : -
Core Subject : Engineering,
Arjuna Subject : -
Articles 323 Documents
INVENTARISASI JENIS DAN KEANEKARAGAMAN LAMUN DI KELURAHAN DOWORA KECAMATAN TIDORE TIMUR KOTA TIDORE KEPULAUAN Toduho, Julaiha; Ahmad, Muhammad Ali; Damsiki, Nuraini Adung
DINTEK Vol. 18 No. 01 (2025): Volume 18 No.1, Maret 2025
Publisher : Fakultas Teknik UMMU

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Ekosistem lamun merupakan salah satu ekosistem yang tinggi produktifitas organiknya dengan memiliki fungsi ekologis yang cukup besar bagi wilayah pesisir. Tujuan penelitian adalah mengetahui jenis dan jumlah Lamun yang terdapat di Kelurahan Dowora Kecamatan Tidore Timur Kota Tidore Kepulauan dan mengetahui keanekaragaman Lamun yang ada di Kelurahan Dowora Kecamatan Tidore Timur Kota Tidore Kepulauan. Pengambilan data lamun Pengambilan sampel dilakukan dengan metode “Line Transek”, Pengambillan sampel terdiri dari 3 (tiga) stasiun dengan 1(satu) lintasan. Setiap stasiun berjarak 50 meter dan setiap lintasan dilakukan tiga kali pengulangan penempatan kuadran yang berukuran 100 x 100 cm dengan jarak antara setiap penempatan kuadran 15 meter pada setiap stasiunnya.Meletakan garis transek (line transek) yang ditarik tegak lurus secara vertikal dengan meteran rol sejauh 50 meter kearah laut,setiap kuadran 100 x 100 cm, dibuat petak berukuran 25 x 25 cm. mengidentifikasi jenis lamun yang ditemukan pada tiap petak contoh/plot dan dihitung jumlah setiap individunya serta pengambilan sampel lamun dilakukan pada saat air surut terendah. Berdasarkan identifikasi jenis lamun yang diamati pada lokasi penelitian ditemukan dua jenis lamun yaitu Cymodecea rotundata dan Enhalus acoroides. Berdasarkan hasil analisis indeks keanekaragaman diketahui bahwa pada ketiga stasiun pengamatan nilai indeks keanekaragaman tertinggi terdapat pada jenis Cymodecea rotundata dengan nilai berkisar antara 0,243– 0,274 sedangkan indeks keanekaragaman terendah terdapat pada jenis Enhalus acoroides dengan nilai berkisar antara 0,104 – 0,125 Berdasarkan hasil perhitungan indeks keseragaman pada ketiga stasiun pengamatan menunjukan bahwa nilai indeks keseragaman tertinggi terdapat pada lamun jenis Enhalus acoroides dengan nilai berkisar antara 1,069 – 1,143 dan nilai indeks keseragaman terendah terdapat pada lamun jenis Cymodecea rotundata dengan nilai berkisar antara 0,350 – 0,395 Berdasarkan hasil analisis indeks dominasi diketahui bahwa nilai indeks dominasi tertinggi terdapat pada jenis Enhalus acoroides dengan nilai berkisar antara 0,742 – 0,792 sedangkan nilai indeks dominasi terendah terdapat pada jenis Cymodecea rotundata dengan nilai berkisar antara 0,012 – 0,019.
PEMISAHAN ASAM-ASAM LEMAK JENUH DAN TAK JENUH (SEPARATION OF SATURATED AND UNSATURATED FATTY ACIDS): 1)Fakultas Teknologi Industri, Institut Teknologi Bandung, Bandung 2)Fakultas Teknik, Universitas Muhammadiyah Maluku Utara, Ternate Rahmah, Azzah Sri; Putrawan, I Dewa Gede Arsa; Candradewi, I Dewa Ayu; Agustias, Nuke Lydia; Nugraha, Wemvy; Salahu, Husaen
DINTEK Vol. 18 No. 01 (2025): Volume 18 No.1, Maret 2025
Publisher : Fakultas Teknik UMMU

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

bstrak: Asam lemak merupakan bahan baku penting untuk berbagai produk, seperti bahan bakar, perasa, pewangi, plastiser, stabiliser termal, sabun, kosmetik, pengemulsi, pelumas, pelapis, dan resin. Asam lemak diperoleh melalui hidrolisis minyak nabati dan lemak hewani, menghasilkan campuran asam lemak jenuh dan tak jenuh. Untuk memperoleh asam lemak dengan tingkat kejenuhan yang diinginkan, campuran asam lemak perlu dipisahkan. Berbagai metode pemisahan asam lemak jenuh dari asam lemak tak jenuh telah tersedia. Metode-metode tersebut meliputi kristalisasi biasa, distilasi, kristalisasi pelarut, kompleksasi urea, hidrofilisasi, ekstraksi superkritik, dan pemisahan membran. Meskipun masing-masing metode memiliki keterbatasan, kristalisasi biasa dan distilasi tetap banyak digunakan dalam skala komersial. Hidrofilisasi dan kristalisasi pelarut juga telah menemukan aplikasi komersial. Sementara itu, metode lain seperti kompleksasi urea, ekstraksi superkritik, dan pemisahan membran masih dalam tahap penelitian dan pengembangan. Tantangan seperti volume air limbah dalam jumlah besar, biaya investasi yang tinggi, atau keterbatasan data perancangan saat ini masih menghambat aplikasi komersial skala besar.
STUDY OF BOTTOM ASH UTILIZATION OF TIDORE RUM PLTU BALIBUNGA FOR CEMENT BRICKS MAKING: FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH MALUKU UTARA Hi Ibrahim, Mohammad Marshus; Hermanto, Joni; Harminto, Sri Juniarti
DINTEK Vol. 18 No. 01 (2025): Volume 18 No.1, Maret 2025
Publisher : Fakultas Teknik UMMU

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Fly Ash and Bottom Ash (FABA) are solid wastes from coal consumption in Steam Power Plants (PLTU). Approximately 55% - 85% of the ash produced from the coal consumption cycle is in the form of fly ash and the rest is in the form of bottom ash. This study was conducted to determine the characteristics of bottom ash waste that are right for cement bricks and how much the compressive strength value of cement brick tests using bottom ash waste is. This study is a quantitative analysis by conducting several tests to obtain descriptive purposes. Based on the results of the study, the use of bottom ash waste as an additional material for making cement bricks is considered to be able to reduce environmental impacts seen from the amount of bottom ash waste used during the cement brick study and from the results of the compressive strength test, the use of bottom ash waste variations of 50%, 75%, and 100% is not recommended for cement bricks.

Filter by Year

2008 2025


Filter By Issues
All Issue Vol. 18 No. 01 (2025): Volume 18 No.1, Maret 2025 Vol. 17 No. 01 (2024): Volume 17 No.1, Maret 2024 Vol. 17 No. 2 (2024): Volume 17 No.2, September 2024 Vol. 16 No. 2 (2023): Volume 16 No.2 September 2023 Vol 16 No 2 (2023): Volume 16 No.2 September 2023 Vol. 16 No. 1 (2023): Volume 16 No.1 Maret 2023 Vol 16 No 1 (2023): Volume 16 No.1 Maret 2023 Vol 15 No 2 (2022): V0l. 15 No. 02 September 2022 Vol 15 No 1 (2022): V0l. 15 No. 01 Maret 2022 Vol 14 No 2 (2021): Vol. XIV No. 2 September 2021 Vol 14 No 1 (2021): Vol. XIV No. 1 Maret 2021 Vol 13 No 1 (2020): Volume 13 No.1, Maret 2020 Vol 13 No 02 (2020): VOL XIII NO. 02 SEPTEMBER 2020 Vol 12 No 2 (2019): Dintek Vol 12 No. 2 September 2019 Vol 12 No 1 (2019): Dintek Volume 12 Nomor 1 Maret 2019 Vol 12 No 1 (2019): Dintek Volume 12 Nomor 1 Maret 2019 Vol 11 No 1 (2018): DINTEK VOL. 11 No. 01 Maret 2018 Vol 11 No 1 (2018): DINTEK VOL. 11 No. 01 Maret 2018 Vol 11 No 2 (2018): Jurnal Dintek Vol 11 No. 2 September 2018 Vol 11 No 2 (2018): Jurnal Dintek Vol 11 No. 2 September 2018 Vol 10 No 1 (2017): DINTEK Vol. 10 No.1, Maret 2017 Vol 10 No 1 (2017): DINTEK Vol. 10 No.1, Maret 2017 Vol 10 No 2 (2017): DINTEK Vol 10 No 2 (2017): DINTEK Vol 9 No 2 (2016): DINTEK Vol.09 No.02 SEPTEMBER 2016 Vol 9 No 2 (2016): DINTEK Vol.09 No.02 SEPTEMBER 2016 Vol 1 No 2 (2008): Jurnal DINTEK volume I No 2 September 2008 Vol 1 No 2 (2008): Jurnal DINTEK volume I No 2 September 2008 Vol 1 No 1 (2008): Jurnal Teknik Vol 1 No 1 (2008): Jurnal Teknik More Issue