cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota ternate,
Maluku utara
INDONESIA
DINTEK
ISSN : 19793855     EISSN : 25988891     DOI : -
Core Subject : Engineering,
Arjuna Subject : -
Articles 323 Documents
IMPLEMENTASI METODE PROFILE MATCHING DALAM PENENTUAN KEPUTUSAN PENERIMA BANTUAN RUMAH LAYAK HUNI DI DESA TRANS MAIDI KOTA TIDORE KEPULAUAN: (Studi Kasus : Dinas Perumahan Pemukiman dan Pertanahan Kota Tidore Kepulauan) JUNAIDI NOH, ST,MT (Dosen Program Studi Teknik Informatika UMMU Ternate) Noh, Junaidi
DINTEK Vol. 11 No. 1 (2018): DINTEK VOL. 11 No. 01 Maret 2018
Publisher : Fakultas Teknik UMMU

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (539.6 KB)

Abstract

Abstrak Salah satu upaya pemerintah untuk mengurangi kemiskinan adalah dengan memberikan bantuan rumah layak huni. Dinas Perumahan Pemukiman dan Pertanahan Kota Tidore Kepulauan sebagai bagian dari pemerintah juga mengambil peran dalam hal ini. Pemberian bantuan yang dilakukan juga didasari pada pertimbangan kondisi objektif calon penerima. Penelitian dilakukan untuk mendiskusikan bagaimana membuat program komputer berupa sebuah system yang dapat membantu memutuskan pemberian bantuan pada calon penerima. System ini dibuat dengan metode profile matching. Hasil dari system yang dirancang diimplementasikan pada pengambilan keputusan pemberian bantuan pada masyarakat calon penerima di desa Trans Maidi Kota Tidore Kepulauan. Dari hasil perancangan dan uji coba diperoleh hasil keputusan yang diambil didasarkan pada rangking para kandidat. Metode profil yang digunakan mampu memberikan hasil sebagaimana mestinya
PENGARUH WAKTU PENGILINGAN MENGUNAKAN BALL MILL TERHADAP UKURAN PARTIKEL BATUAN BASALT: Sardin Asis Mahasiswa Program Studi Teknik Pertambangan UMMU Ternate Email : Sardinasis014@gmail.com Asis, Sardin
DINTEK Vol. 11 No. 1 (2018): DINTEK VOL. 11 No. 01 Maret 2018
Publisher : Fakultas Teknik UMMU

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (316.034 KB)

Abstract

ABSTRAK Tujuan Penelitian Untuk mengetahui besar nilai Reduction Ratio (RR) Ball Mill proses Kominusi (Size Reduction) Pada batuan basal,sehingga peneliti dapat mengetahui besar energi pengerusan yang di butuhkan oleh ball mill selama proses pengolahan berlangsung.Metode Penelitian yang digunakan adalah metode Pengamatan langsung di laboratorium, Berdasarkan HasilPerhitungan di laboratorium Pengujian sampel dalam penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sejauh mana besar nilai Reduction Ratio (RR) Pada Ball Mill prosesKominusi (Size Reduction) pada material batuan basalt. Dengan waktu dan berat yang di dapat dalam percobaan ini adalah: 0,1kg dengan total waktu pengoperasian selama 0,15menit menghasilkan ukuran butir 0,67.gram, Dari perhitungan reduction ratio yang dilakukan diperoleh Radiction ratio terbaik berada pada diameter 7,9 dengan berat sampel 0,1kg dengan nilai 68,695 sedangkan yang terendah berada pada nilai 16,528 dengan diameter 7,9 sehingga dapat dikatakan bahwa reduction ratio berhubungan dengan besarnya umpan dan diameter, semakain besar maka reduction ratio semakin kecil dan sebaliknya.
PENERAPAN METODE AHP DAN SAW UNTUK SISTEM PENDUKUNG KEPUTUSAN CALON PENERIMA BEASISWA PADA GLOBAL SCIENCE INSTITUTE (GSI) TERNATE: Mustamin Hamid, Muhammad Dzikrullah Suratin, Agil Assagaf Program Studi Teknik Informatika, FakultasTeknik,Universitas Muhammadiyah Maluku Utara hamidmustamin@gmail.com Hamid, Mustamin; suratin, zikrullah; Assagaf, Agil
DINTEK Vol. 11 No. 1 (2018): DINTEK VOL. 11 No. 01 Maret 2018
Publisher : Fakultas Teknik UMMU

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (666.6 KB)

Abstract

ABSTRAK Global Science Institute (GSI) Lembaga kursus yang bertugas untuk memberikan pelatihan dan kerja, untuk memudahkan Lembaga ini menilai yg berhak mendapatkan beasiswa, perlu dibangun sebuah sistem pengambilan keputusan (SPK). Sistem pendukung keputusan ini bertujuan untuk menentukan calon penerima beasiswa dengan menggunakan metode SAW dan AHP. Metode ini dipilih karena mampu menyeleksi alternatif terbaik dari sejumlah alternatif-alternatif yang ada, dalam hal ini alternatif yang dimaksud yaitu calon penerima beasiswa yang layak mendapatkan beasiswa berdasarkan kriteria kriteria yang telah ditentukan.Sistem yang dihasilkan mampu melakukan perengkingan terhadap calon penerima beasiswa, sehingga memudahkan pihak Lembaga Pelatihan dan Kerja Global Science Institute Ternate (LPK-GSI) dalam pengambilan keputusan untuk menentukan yang berhak mendapatkan beasiswa.
STUDY PEMANFAATAN CITRA GOOGLE EARTH DALAM PEMETAAN AREA PERTAMBANGAN BAHAN GALIANC (NON LOGAM) DI PULAU TERNATE: Meirama Putra², Julhija Rasai Program Study Teknik Pertambangan Universitas Muhammadiyah Maluku Utara (Ummu) Ternate Email :julhija_rasai@yahoo.co.id Rasai, Julhija
DINTEK Vol. 11 No. 1 (2018): DINTEK VOL. 11 No. 01 Maret 2018
Publisher : Fakultas Teknik UMMU

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (771.136 KB)

Abstract

ABSTRAK Bahan Galian non logam merupakan bahan baku yang menjadi penopang kebutuhan pembangunan gedung dan perumahan penduduk khususnya di Kota Ternate mengingat jumlah penduduk yang semakin hari semakin meningkat. Hal ini dikarenakan Pulau Ternate merupakan pusat kota perdagangan dan pusat pendidikan di Provinsi Maluku utara sehingga menyebabkan terjadinya urbanisasi, dimana penduduk desa berbondong – bondong pindah ke kota. Selain itu, lokasi yang mempunyai potensi akan bahan Galian tersebut tersebar di berbagai tempat oleh karena itu perlu adanya sebuah identifikasi tentang letak dan luas area Galian tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dimana letak serta luas lokasi aktifitas peambangan bahan galian non logam yang ada di Pulau Ternate sedangkan metodeyang digunakan dalam penelitian ini adalah penggabungan dari teknik pemetaan dengan data penginderaan jauh (Citra Google Earth) dan metode survei dimana survei dilakukan dengan menggunakan alat berupa GPS 78 S untuk mendapatkan titik koordinat dari lokasi Galian di Pulau Ternate yang akan dikonversi menjadi data vektor (point). Ada beberapa tahapan yang dilakukan dalam pemetaan ini yaitu input data raster (citra), georeference citra, croping citra, input koordinat lapangan dan digatasi polygon area. Berdasakan hasil pemetaan yang dilakukan di Pulau Ternate terindikasiterdapat 6 lokasi Galian dengan 9 area bukaan tambang yang tersebar di berbagai tempatyaitu di Kelurahan Loto, Kelurahan Tobololo, Kelurahan Sulamadaha, Kelurahan Kalumata, Kelurahan Tarau dan Kelurahan Tubo.
PENERAPAN SISTEM KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA (K3) DIPT. PERTAMINA (PERSERO) TERMINAL BBM TERNATE: Harun Daryanto, Herry Djainal Program Study Teknik Pertambangan Universitas Muhammadiyah Maluku Utara (UMMU) Ternate Email :herrydjainal@yahoo.co.id Daryanto, Harun; Djainal, Herry
DINTEK Vol. 11 No. 1 (2018): DINTEK VOL. 11 No. 01 Maret 2018
Publisher : Fakultas Teknik UMMU

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (181.276 KB)

Abstract

ABSTRAK Menyadari pentingnya sistem Keselamatan dan Kesehatan Kerja yang bertujuan untuk melindungi tenaga kerja dan orang lain yang ada di tempat kerjaPT. Pertamina (PERSERO) Terminal BBM Ternate merupakan salah satu perusahaan BUMN yang bergerak di bidang usaha minyak dan gas bumi yang beroperasi di Kelurahan Jambula, Kecamatan Kota Ternate Selatan, Provinsi Maluku Utara. Proses kerja atau kegiatan yang berlangsung dalam Terminal Bahan Bakar Minyak (TBBM) Ternate diantaranya penerimaan, penimbunan dan penyaluran BBM. Telah dilakukan penelitian di PT. Pertamina (Persero)Terminal BBM Ternate Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana penerapan sistem keselamatan dan kesehatan kerja secara umum dan pada bagian penerimaan BBM secara khusus di Terminal BBM Ternate.Metode penelitian yang digunakankualitatif deskriptif teknik pengambilan data di lakukan melalui tiga cara yaitu observasi, wawancara dan dokumentasi pada pihak LK3 dan Pimpinan Pertamina di Terminal BBM Ternate. Hasil yang diperoleh dianalisis secara deskriptif.Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan sistem keselamatan dan kesehatan kerja (K3) yang dilakukan oleh pekerja di TBBM Ternate darisistem K3 yang telah dilaksanakan sesuai peraturan dan kebijakan K3 melalui program K3 yang dijalankan secara berkala, adanya sistem reward dan punishment, penanggulangan kebakaran dan pencegahan nearmiss accident, serta setiap minggu melakukan safety talk di semua unit / bagian Terminal BBM. Disetiap lokasi yang memiliki potensi risiko yang perlu diperhatikan serta perilaku K3 yang belum membudaya ditambah dengan konsumen yang tidak memahami K3. Kata Kunci : Sistem Keselamatan,Kesehatan Kerja, TBBM Ternate.
ANALISA UNIT PENGOLAHAN BATUAN ANDESIT DI PT. MOTUL KELURAHAN SULAMADAHA KECAMATAN TERNATE BARAT KOTA TERNATE PROVINSI MALUKU UTARA: 1. Mahasiswa Program Study Teknik Pertambangan( UMMU) Ternate 2. Dosen Pragram Study Teknik Pertambangan (UMMU) Ternate Fahri, Rahman; Djunaidi, Muhammad
DINTEK Vol. 11 No. 2 (2018): Jurnal Dintek Vol 11 No. 2 September 2018
Publisher : Fakultas Teknik UMMU

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (288.801 KB)

Abstract

ABSTRAK Dalam upaya peningkatan produksi pada proses pengolahan serta pemanfaatan batu Andesit maka perlu adanya perencanaan yang cukup matang dengan suatu pertimbangan yang ekonomis. Salah satu syarat sehingga usaha berjalan sesuai dengan yang direncanakan, maka dibutuhkan suatu unit pengolahan yang sinergi agar tercapai tujuan yang diinginkan. Tujuan penelitin Untuk mengetahui produksi di unit pengolahan PT MOTUL Kelurahan Sulamadaha. Metode penelitian yang digunakan dalam peneitian ini adalah metode kualitatif deskriptif dimana suatu bentuk penelitian yang bertujuan mendeskripsikan atau menggambarkan fenomena-fenomena yang ada. Hasil Penelitian Adalah untuk ukuran luas hopper sebesar 5,904 m2 dengan kapasitas produksi dari crusher sebesar 4,554 T/jam (30,074 T/hari) yang terdiri dari produksi kerakal sebesar 1,188 T/jam (7,326 T/hari), Kerikil dengan produksi 1,386 T/jam (9,878 T/hari) dan Pasir dengan produksi 1,98 T/jam (12,87 T/hari). Untuk kapasitas screen sebesar 29,29 T/jam serta kapasitas belt conveyor sebesar 12,5 T/jam. kesimpulan Ada beberapa kendala yang dihadapi, yaitu: terdapatnya batu andesit yang berukuran ≥256 mm yang tidak bisa di lakukan peremukan oleh crusher dikarenakan ukuran tersebut lebih besar dari mouth crusher sebesar ≥3000 kg. Selain dari ukuran batu yang akan di lakukan peremukan, hambatan yang didapatkan dari waktu kerja dimana waktu memulai kerja saat selesai istirahat selama 30 menit, waktu perbaikan alat selama 60 menit dan waktu yang terbuang (pemanasan alat, pengisian bahan bakar dan keperluan lain dari operator) selama 30 menit.
BIAYA PRODUKSI EXCAVATOR KOMATSU PC-200 PADA KEGIATAN PENAMBANGAN PASIR DI PT. MAKUGAWENE KELURAHAN SULAMADAHA KOTA TERNATE BARAT: Jamaikal Makatita¹, Herry Djainal2 Program Study Teknik Pertambangan Universitas Muhammadiyah Maluku Utara (UMMU) Ternate Makatita, Jamaikal; Djainal, Herry
DINTEK Vol. 11 No. 2 (2018): Jurnal Dintek Vol 11 No. 2 September 2018
Publisher : Fakultas Teknik UMMU

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (207.374 KB)

Abstract

ABSTRAK Dalam upaya memenuhi target produksi yang maksimal PT. Makugawene, menggunakan peralatan mekanis sebagai alat penunjang dalam melakukan kegiatan penambangan tersebut, adapun dalam kegiatan penambanganya spefisikasi dalam penggunaan pemilihan alat memiliki peran yang sangat penting, hal ini di maksudkan untuk kelancaran suatu pekerjaan serta memaksimalkan hasil produksi. Adapun salah satu peralatan yang digunakan dalam kegiatan penambangan adalah Excavator sebagai alat untuk mengambil material, Alat muat yang digunakan oleh PT.Makugawene adalah Excavator Komatsu PC 200 dengan kapasitas bucket 0,97 m3. Teknik pengumpulan data yang dilakukan dalam penelitian ini terdiri dari data Primer dan data Sekunder. Data Primer di peroleh dengan pengamatan langsung terhadap objek penelitian untuk mendapatkan data secara nyata di lapangan. Adapun data primer yang diperoleh dilapangan yaitu, Waktu Kerja Efektif, Faktor pengisian (Fill Factor), Faktorfaktor yang mempengaruhi produksi, Biaya Operasi Dan Kepemilikan, Waktu Edar Cycle Time. Sedangkan Data Sekunder yaitu data yang tidak diperoleh langsung dilapangan tetapi diperoleh berupa dokumentasi atau referensi yang tersedia di perusahaan ataupun instansi terkait, berupa, Dokumentasi Lapangan, Spesifikasi Alat, Teknik Pengumpulan data Berdasarkan pengamatan di lapangan dan hasil perhitungan cycle time, produksi alat muat dan perhitungan biaya produksi dari alat gali muat Excavator Komatsu PC-200, terjadinya pengurangan jam kerja efektif, disebabkan oleh umur alat yang semakin tua oleh karenanya pergerakan alat dalam satu siklus cycle time semakin lama. Berdasarkan hasil analisis dapat disimpulkan bahwa Kemampuan produksi alat muat Excavator Komatsu PC-200 pada penambangan pasir adalah 144,092 m3/jam, 1080,69 m3/hari dan 32420,7 m3/bulan dengan waktu kerja efektif yaitu 7.5 jam/hari, Biaya Operasional produksi alat Excavator yang dikeluarkan perjam adalah Rp 3.136.247
PENGURANGAN NON VALUE ADDED ACTIVITIES MENGGUNAKAN METODE LEAN SIX SIGMA: Elly Wuryaningtyas Yunitasari Program Studi Teknik Industri Fakultas Teknik Universitas Sarjanawiyata Tamansiswa, Yogyakarta, DIY, Indonesia Yunitasari, Elly Wuryaningtyas
DINTEK Vol. 11 No. 2 (2018): Jurnal Dintek Vol 11 No. 2 September 2018
Publisher : Fakultas Teknik UMMU

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (376.174 KB)

Abstract

Abstrak Tujuan penelitian ini adalah upaya melakukan peningkatan kinerja.Target khusus penelitian ini adalah menghilangkan waste yang terjadi dalam proses sekaligus meningkatkan kapabilitas pada proses. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah Lean Six Sigma.Lean Six Sigma merupakan kombinasi antara Lean dan Six Sigma dapat didefinisikan sebagai filosofi bisnis, pendekatan sistemik dan sistematik untuk mengidentifikasi dan menghilangkan pemborosan atau aktifitas-aktifitas yang tidak bernilai tambah (non value added activities) melalui peningkatan terus menerus untuk mencapai tingkat kinerja enam sigma,dengan cara mengalirkan produk (material,work in process,output) dari pelanggan internal dan eksternal untuk mengejar keunggulan dan kesempurnaan berupa hanya memproduksi 3,4 cacat untuk setiap satu juta kesempatan atau operasi (3,4 DPMO). (Gasperz.2006, hal 1-2).Integrasi antara Lean dan Six Sigma akan meningkatkan kinerja melalui peningkatan kecepatan dan akurasi (zero defect).Pendekatan Lean akan memperlihatkan non value added (NVA) dan value added (VA) serta membuat value added mengalir secara lancar sepanjang value stream process,sedangkan Six Sigma akan mereduksi variasi dari value added itu. (Gasperz.2006, hal 9).Perumusan masalah yang akan dibahas dalam penelitian ini adalah mengidentifikasi non value added activities dan waste.Tahapan dalam melakukan penelitian ini yaitu menghitung Data Value Add dan Non Value Add,menghitung Process Cycle Time (PCE),menghitung Sigma Level,mengidentifikasi dan menghitung waste serta mengetahui penyebab terjadinya waste processes menggunakan Fish Bone Diagram,melakukan analisis dengan metode FMEA. Perbaikan total lead time dari 710 menit,setelah dilakukan perbaikan menjadi 681 menit.Diperoleh peningkatan sebesar 29 menit.Nilai efisiensi sebelum perbaikan adalah 60,56% kemudian setelah dilakukan perbaikan naik menjadi 58,88%.
UPAYA PENAGGULANGAN DAMPAK NEGATIF AKIBAT KEGIATAN PABRIK PEREMUK BATU GAMPING DI PT. SELO LINTANG JAYA YOGYAKARTA: Muhammad Djunaidi, Abd. Kadir D Arif Program Studi Teknik Pertambangan Fakultas Teknik Universitas Muhammadiyah Maluku Utara Djunaidi, Muhammad; Arif, Abd Kadir D
DINTEK Vol. 11 No. 2 (2018): Jurnal Dintek Vol 11 No. 2 September 2018
Publisher : Fakultas Teknik UMMU

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (447.614 KB)

Abstract

Abstrak Tujuan dari penulisan ini, yaitu seberapa besar dampak yang diakibatkan oleh kegiatan pabrik peremukan, baik dampak positif atau dampak negatif sehingga dapat dipakai sebagai pedoman untuk melakukan pencegahan terhadap dampak negatif yang mungkin akan terjadi dan juga melakukan upaya peningkatan dampak positif agar menjadi sesuatu yang bermanfaat bagi masyarakat Kebisingan dengan kriteria sangat jelek (90 - 92 dB) terjadi diwilayah pabrik peremukan, padahal Nilai Ambang Batas (NAB) untuk wilayah pabrik sebesar 85 dB, Kebisingan dengan kriteria jelek (80 - 82 dB), sebagian besar (90 %) terjadi di wilayah tegalan tanpa penghuni (areal pabrik peremuk) sehingga dampak yang terjadi tidak begitu berpengaruh penting terhadap masyarakat, Kebisingan dengan kriteria sedang (60 - 69 dB), berada di wilayah bagian barat dan utara dari pabrik peremukan batugamping. Kebisingan dengan kriteria baik (50 - 59 dB), berada di wilayah bagian timur dari pabrik peremukan batugamping
PRANCANGAN PABRIK CINNAMIC ALDEHYDE DARI ASETALDEHIDA DAN BENZALDEHIDA DENGAN KAPASITAS 30.000 TON PER TAHUN: Sudarto M.Abukasim Program Studi Matematika Fakultas matematika Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Muhammadiyah Maluku Utara Abukasim, Sudarto M
DINTEK Vol. 11 No. 2 (2018): Jurnal Dintek Vol 11 No. 2 September 2018
Publisher : Fakultas Teknik UMMU

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (440.744 KB)

Abstract

ABSTRAK Untuk memenuhi berbagai kebutuhan di dalam negeri, perlu adanya prarancangan suatu pabrik. Salah satunya cinnamic aldehyde yang dibuat dengan mereaksikan asetaldehida dan benzaldehida. Cinnamic aldehyde (C9H8O) merupakan cairan yang berwarna kuning dengan bau yang tajam digunakan secara khusus untuk pembuatan minyak wangi, yang dikomersilkan di Prancis tahun 1937. Cinnamic aldehyde juga digunakan sebagai penambah aroma dalam pembuatan permen, sabun serta obat-obatan. Prarancangan pabrik cinnamic aldehyde dari asetaldehida dan benzaldehida dengan kapasitas 30.000 ton per tahun yang direncanakan didirikan tahun 2015 untuk menunjang kebutuhan dalam negeri berdasarkan data impor BPS dari tahun 2001-2005. Dengan mengetahui proses reaksi dan karakter bahan baku (sifat fisik dan kimia) maka dapat dihitung neraca massa dan panas hasil reaksi yang ditunjang dengan alat utama yaitu mixer, reaktor, netralizer, filter, decanter, dan menara distilasi. Berdasarkan tinjauan katalis yang digunakan yang tidak dapat menyebabkan korosi, maka pabrik Cinnamic Aldehyde dari Acetaldehyde dan Benzaldehyde tergolong sebagai pabrik beresiko rendah. Perhitungan evaluasi ekonomi menunjukkan: 1) Keuntungan sebelum pajak Rp 142.983.917.990,30 per tahun dan keuntungan setelah pajak Rp 71.491.958.995,15 per tahun, 2) ROI (Return On Investment) sebelum pajak 54,42% ROI sesudah pajak 27,21 % dan ROI sebelum pajak untuk pabrik berisiko rendah minimal 44% untuk pabrik yang beresiko tinggi, 3) POT (Pay Out Investment) sebelum pajak 1,55 Tahun, POT sesudah pajak 2,68 Tahun dan POT sebelum pajak untuk pabrik berisiko tinggi maksimal 2 tahun, 4) BEP (Break Event Point) adalah 52,745 % dan SDP (Shut Down Point) adalah 37,011 %. BEP untuk pabrik kimia pada umumnya berkisar antara 40 – 60 %, dan 5) DCF (Discounted Cash Flow) diperoleh dari trial sebesar 25,103%. Dari data hasil perhitungan analisis ekonomi di atas dapat disimpulkan bahwa Pabrik Cinnamic Aldehyde dari Acetaldehyde dan Benzaldehyde kapasitas produksi 30.000 ton/tahun ini layak didirikan.

Filter by Year

2008 2025


Filter By Issues
All Issue Vol. 18 No. 01 (2025): Volume 18 No.1, Maret 2025 Vol. 17 No. 01 (2024): Volume 17 No.1, Maret 2024 Vol. 17 No. 2 (2024): Volume 17 No.2, September 2024 Vol. 16 No. 2 (2023): Volume 16 No.2 September 2023 Vol 16 No 2 (2023): Volume 16 No.2 September 2023 Vol 16 No 1 (2023): Volume 16 No.1 Maret 2023 Vol. 16 No. 1 (2023): Volume 16 No.1 Maret 2023 Vol 15 No 2 (2022): V0l. 15 No. 02 September 2022 Vol 15 No 1 (2022): V0l. 15 No. 01 Maret 2022 Vol 14 No 2 (2021): Vol. XIV No. 2 September 2021 Vol 14 No 1 (2021): Vol. XIV No. 1 Maret 2021 Vol 13 No 1 (2020): Volume 13 No.1, Maret 2020 Vol 13 No 02 (2020): VOL XIII NO. 02 SEPTEMBER 2020 Vol 12 No 2 (2019): Dintek Vol 12 No. 2 September 2019 Vol 12 No 1 (2019): Dintek Volume 12 Nomor 1 Maret 2019 Vol 12 No 1 (2019): Dintek Volume 12 Nomor 1 Maret 2019 Vol 11 No 1 (2018): DINTEK VOL. 11 No. 01 Maret 2018 Vol. 11 No. 1 (2018): DINTEK VOL. 11 No. 01 Maret 2018 Vol 11 No 1 (2018): DINTEK VOL. 11 No. 01 Maret 2018 Vol 11 No 2 (2018): Jurnal Dintek Vol 11 No. 2 September 2018 Vol. 11 No. 2 (2018): Jurnal Dintek Vol 11 No. 2 September 2018 Vol 11 No 2 (2018): Jurnal Dintek Vol 11 No. 2 September 2018 Vol 10 No 1 (2017): DINTEK Vol. 10 No.1, Maret 2017 Vol 10 No 1 (2017): DINTEK Vol. 10 No.1, Maret 2017 Vol. 10 No. 2 (2017): DINTEK Vol 10 No 2 (2017): DINTEK Vol 10 No 2 (2017): DINTEK Vol 9 No 2 (2016): DINTEK Vol.09 No.02 SEPTEMBER 2016 Vol 9 No 2 (2016): DINTEK Vol.09 No.02 SEPTEMBER 2016 Vol. 9 No. 2 (2016): DINTEK Vol.09 No.02 SEPTEMBER 2016 Vol 1 No 2 (2008): Jurnal DINTEK volume I No 2 September 2008 Vol 1 No 2 (2008): Jurnal DINTEK volume I No 2 September 2008 Vol 1 No 1 (2008): Jurnal Teknik Vol 1 No 1 (2008): Jurnal Teknik More Issue