cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kab. bantul,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Jurnal Invensi (Jurnal Penciptaan dan Pengkajian Seni)
ISSN : 24600830     EISSN : 26152940     DOI : -
INVENSI adalah jurnal ilmiah yang diterbitkan oleh Program Studi Penciptaan dan Pengkajian Seni, Program Pascasarjana Institut Seni Indonesia Yogyakarta, dengan frekuensi terbit dua kali setahun pada bulan Juni dan Desember. Jurnal INVENSI memuat semua tulisan yang berobjek materi seni, baik seni pertunjukan, seni rupa, maupun seni media rekam dan bersifat multidimensional. INVENSI bermaksud untuk memberikan ruang mewadahi berbagai macam ide, gagasan, atau kritik yang merupakan hasil penelitian empiris kuantitatif dan kualitatif terkait dengan seni pertunjukan, seni rupa, dan seni media rekam yang belum pernah diterbitkan dalam bentuk apapun.
Arjuna Subject : -
Articles 8 Documents
Search results for , issue "Vol 2, No 1 (2017): Juni 2017" : 8 Documents clear
KESENIAN JANENGAN; IDENTITAS KEETNISAN MASYARAKAT JAWA DI PAJARESUK LAMPUNG Fitrianto Fitrianto
INVENSI (Jurnal Penciptaan dan Pengkajian Seni) Vol 2, No 1 (2017): Juni 2017
Publisher : Program Pascasarjana Institut Seni Indonesia Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (445.1 KB) | DOI: 10.24821/invensi.v2i1.1805

Abstract

The emigration of nations from Java to Lampung whichtakes placefor many years, precisely since 1905, sets off the occurrence of the social and cultural development that includes adaption and formation of identity. The question of identity is a part of each person’s life either individually or in groups who experience with it a differentiator or a commonality with a human being or another group. One material that can be used in the identification process is art. As it happens in the Javanese society in Pajaresuk, Pringsewu, Lampung which represents the art of Janengan to assert its identity as Javanese. The purpose of this research is to find out what kind of presentation form and play scheme the Janengan art contents, as well as how Janengan art becomes the identity of the Javanese society in Pajaresuk, Pringsewu, Lampung. This research has the quality of descriptive analytical methods andan Etnomusicological perspective. Based on this procedure it can be said that Janengan art describes the identity of Javanese society in Pajaresuk, Pringsewu, Lampung by dint of elements of Javanese culture that contained in it.
CONSISTENCY Kiki Rahmatika
INVENSI (Jurnal Penciptaan dan Pengkajian Seni) Vol 2, No 1 (2017): Juni 2017
Publisher : Program Pascasarjana Institut Seni Indonesia Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (417.848 KB) | DOI: 10.24821/invensi.v2i1.1806

Abstract

Pada era globalisasi yang makin canggih, manusia dihadapkan pada kemajuan teknologi dankomunikasi yang begitu pesat. Kemajuan-kemajuan tersebut seharusnya mampu menumbuhkembangkanmanusiamanusiatanpabatas.Akantetapitradisiseringkalimenjaditembokbagipergerakanmanusiabaiksecarapikiranmaupunfisik.Halsepertiinilazimnyadialami olehperempuan, ketika kebebasan tidak dimiliki oleh perempuan. Akan tetapi menyerah bukanlahsebuah pilihan, perempuan harus tetap menyuarakan pikiran dan melakukan pergerakan dengancara mandiri dan bertanggung jawab, karena tembok sekuat apapun tidak akan dapat mengekangpikiran yang ingin terbang bebas. Karya tari Consistency berangkat dari manuskrip Dajang Rindoeyang didekonstruksi. Pada proses panggarapan karya ini, landasan penciptaan yang digunakanadalah dekonstruksi teks, kreativitas dan koreografi. Dekonstruksi teks digunakan untukmenemukan pandangan baru mengenai kebebasan perempuan, sedangkan pendekatan kreativitasdigunakan karena penciptaan karya seni tidak lepas dari proses berpikir dan bekerja secara kreatif.Melalui pendekatan inilah cara berpikir dan cara bekerja secara kreatif akan dibangun. Pendekatankedua adalah koreografi, yang digunakan sebagai landasan dalam mencipta estetika tari yangmeliputi gerak tubuh, komposisi, kesatuan dan harmoni, serta aspek-aspek laku dan visual lainnya.Karya tari Consistency merupakan gambaran tentang keteguhan hati seorang perempuanmendapatkan kebebasannya demi mempertahankan integritas. Kebebasan tersebut didapatkandengan penuh perjuangan karena kebebasan itu sendiri berarti mampu menjalani hidup denganmandiri dan bertanggung jawab. Dalam kehidupan nyata perempuan yang memilki kebebasan sudah jarang yang mampu mandiri dan bertanggung jawab mempertahankan keteguhannya. Ketimpangan dalam hal keteguhan hati inilah yang pada akhirnya melunturkan integritas perempuan.
PERAN KEMAJUAN TEKNOLOGI DALAM PERTUNJUKAN MUSIK Sang Nyoman Satria Irnanningrat
INVENSI (Jurnal Penciptaan dan Pengkajian Seni) Vol 2, No 1 (2017): Juni 2017
Publisher : Program Pascasarjana Institut Seni Indonesia Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (280.252 KB) | DOI: 10.24821/invensi.v2i1.1802

Abstract

Musik merupakan suatu hasil karya seni bunyi dalam bentuk lagu atau komposisi musik yang mengungkapkan pikiran dan perasaan penciptanya melalui unsur-unsur musik yaitu irama, melodi, harmoni, bentuk dan struktur musik serta ekspresi sebagai satu kesatuan. Salah satu cara penyampaian musik yaitu melalui pertunjukan musik. Namun, perkembangan teknologi membuat pertunjukan musik secara langsung menjadi semakin jarang diminati oleh para penikmat musik. Selain itu, media pertunjukan musik secara langsung juga menjadi kian sempit bagi para musisi karena fenomena keberalihan cara menikmati musik dari waktu ke waktu. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui apa sajakah bentuk-bentuk penyebab matinya pertunjukan musik dilihat dari teori simulakra dari Jean Paul Baudrillard serta bagaimana efek Simulakra terhadap pertunjukan musik. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif serta menerapkan pendekatan sosiologi. Dalam penelitian ini penulis memperoleh dan mengumpulkan data dengan dua cara, yaitu pengumpulan data melalui internet dan studi pustaka. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa perkembangan teknologi, seni menikmati musik melalui pertunjukan musik perlahan bergeser dan mulai hilang digantikan dengan alat-alat atau instrumen simulakra seperti kaset, CD, VCD, Youtube, RBT, dan iTunes. Selanjutnya, simulakra juga membawa dampak yang signifikan terhadap matinya pertunjukan musik yaitu salah satunya adalah dehumanisasi atau suatu kondisi dimana manusia telah meninggalkan kodratnya sebagai manusia.
PERANCANGAN DESAIN KOMUNIKASI VISUAL FILOSOFI SURJAN JOGJA MENGGUNAKAN METODE DESIGN THINKING Wuri Septiningsih
INVENSI (Jurnal Penciptaan dan Pengkajian Seni) Vol 2, No 1 (2017): Juni 2017
Publisher : Program Pascasarjana Institut Seni Indonesia Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1709.809 KB) | DOI: 10.24821/invensi.v2i1.1807

Abstract

Metode Design Thinking dikembangkan serta dipopulerkan oleh David Kelley dan Tim Brown. Metode ini digunakan sebagai acuan dalam Practical Based Design Research yang berpusat pada kebutuhan manusia - human centered. Metode ini akan digunakan dalam perancangan desain komunikasi visual guna mengenalkan Filosofi Surjan Jogja. Surjan sebagai pakaian adat Jawa (Jogja) dapat dipelajari sebagai bentuk hasil kebudayaan, nilai, norma, kepercayaan, sistem sosial dan budaya, sistem ekonomi, mata pencaharian dan adat istiadat. Hal tersebut dapat diartikan sebagai alat komunikasi nonverbal yang menjadi simbol ikonik yang menunjukkan batas-batas budaya dengan nilai budaya lainnya di Indonesia. Berdasarkan data survey penyebaran 50 lembar angket pada sampel yang diambil, tak banyak yang mengetahui bahwa bentuk baju surjan memiliki berbagai makna filosofis. Hal tersebut dapat diperkenalkan salah satunya yaitu dengan cara membuat perancangan desain untuk memberikan informasi mengenai falsafah budaya yang terkandung dalam Surjan Jogja. Untuk dapat merancang desain tersebut dibutuhkan beberapa data. Pencarian data akan menggunakan metode survey, wawancara, dan mencari sumber pustaka pendukung. Teori sosial milik Barthes akan digunakan dalam analisis sosial dan sebagai teori penunjang semiotika dalam pendekatan post-modernisme dan seni budaya.
KEBUDAYAAN LOKAL DALAM KOMIK SUPERHERO INDONESIA Rendya Adi Kurniawan
INVENSI (Jurnal Penciptaan dan Pengkajian Seni) Vol 2, No 1 (2017): Juni 2017
Publisher : Program Pascasarjana Institut Seni Indonesia Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (272.603 KB) | DOI: 10.24821/invensi.v2i1.1803

Abstract

Komik merupakan suatu bacaan yang populer di Indonesia. Terdapat beragam genre komik yang dapat kita nikmati. Mulai komik dalam genre wayang, silat, roman remaja sampai komik dengan genre superhero. Komik superhero Indonesia sendiri sudah mulai berkembang, hingga saat ini komik superhero Indonesia menjadi populer di masyarakat. Beberapa diantaranya adalah Sri Asih karya Kosasih, Gundala karya Hasmi, hingga yang terbaru adalah Volt karya Marcelino Lefrant. Terlepas dari nama-nama besar komikus pada eranya, kini komikus-komikus muda mulai bermunculan. Berbagai genre pun kembali dimunculkan. Namun tetap yang menonjol adalah genre superhero. Namun dibalik banyaknya bentuk komik superhero yang tak bisa diragukan lagi, sangat terpengaruh oleh gaya Barat dan Jepang, terdapat satu kesamaan yang coba diangkat oleh komikus-komikus muda ini, yaitu kebudayaan lokal. Penelitian ini akan mencoba mengaplikasikan metodologi visual dari Gillian Rose untuk melihat hubungan antara kebudayaan lokal dengan komik superhero Indonesia.
PERANCANGAN IKLAN LAYANAN MASYARAKAT “SPORT ANYWHERE” SEBAGAI LANGKAH PENANGGULANGAN DIABETES Ahmad Zakiy Ramadhan
INVENSI (Jurnal Penciptaan dan Pengkajian Seni) Vol 2, No 1 (2017): Juni 2017
Publisher : Program Pascasarjana Institut Seni Indonesia Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (660.702 KB) | DOI: 10.24821/invensi.v2i1.1808

Abstract

People’s lifestyle today can be said to have been very bad, starting from diet, activity, until the rest, everything is not in its part. Meals ranging from mild to severe food straggle to various points across the country. Culinary business as though there is no ending, even continue to increase at it will. Advances in technology is growing rapidly, all competing to offer convenience in the activity. This development is inversely related to community health awareness. Low physical activity level, mixed with uncontrolled diet lead to the appear of degenerative diseases such as diabetes. Visual communication design is a study that is considered capable of being a problem solver. In designing a public service ad, it takes step by step to realize it. Starting from research on diabetes, target audience analysis until the realization process. The messages changing lifestyle of the people with visual media that expected to overcome the problem of diabetes in this country. Messages are metaphors that can be an alternative as the idea of creating public services advertisement.
KERIS KAMARDIKAN PADA ERA DIGITAL (SEBUAH PERANCANGAN KOMUNIKASI VISUAL APLIKASI DIGITAL) R. Wisnu Wijaya Dewojati
INVENSI (Jurnal Penciptaan dan Pengkajian Seni) Vol 2, No 1 (2017): Juni 2017
Publisher : Program Pascasarjana Institut Seni Indonesia Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (502.349 KB) | DOI: 10.24821/invensi.v2i1.1804

Abstract

Tujuan penciptaan karya desain komunikasi visual ini berangkat dari permasalahan generasi muda terutama remaja yang sebenarnya sudah mengenal keris, namun belum memahami jenis-jenis keris, terutama Keris Kamardikan. Perkembangan teknologi yang pesat, pada saat ini telah merambah dunia digital, menjadi alasan untuk mengangkat Keris Kamardikan dalam bentuk aplikasi digital yang dekat dengan generasi muda dan mudah diakses penggunaannya. Metode yang digunakan melalui pendekatan penelitian desain yang diadaptasi melalui struktur Matt Cooke yang membagi tahapan penelitian dalam empat tahap:Definition,Divergence (perbedaan),Transformasi,Convergence, yang difokuskan pada dua tahap awal yaitu definition dan divergence, dimulai dengan menentukan target khalayak sasaran, menentukan konsep kreatif, konsep media, sampai pada visualisasi desain melalui berbagai kegiatan langkah-langkah penelitian yang meliputi pengumpulan data, mind mapping, analisis data, sintesis, dan kesimpulan terhadap hasil penelitian. Hasil penciptaan berupa aplikasi android Keris Kamardikan yang dapat diunduh melalui GooglePlay dengan pertimbangan media bagi khalayak sasaran anak muda berusia 16-30 tahun. Konsep bentuk, ilustrasi, tipografi, warna, layout memadukan antara warna merah, hitam, keemasan, dipadu dengan ilustrasi fotografi untuk menampilkanbentuk dan detail ornamen keris secara realisdan menarik.
PERANCANGAN KOMUNIKASI VISUAL PENGENALAN TOKOH WAYANG KULIT PUNAKAWAN YOGYAKARTA MELALUI CIRI FISIKNYA Novida Nur M. Arif
INVENSI (Jurnal Penciptaan dan Pengkajian Seni) Vol 2, No 1 (2017): Juni 2017
Publisher : Program Pascasarjana Institut Seni Indonesia Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (754.722 KB) | DOI: 10.24821/invensi.v2i1.1809

Abstract

Wayang kulit memiliki pesan moral yang masih relevan sampai zaman ini. Hal ini juga terdapat pada tokoh Punakawan. Para tokoh asli nusantara ini menyimpan ajaran kehidupan yang merupakan hasil pemikiran atau falsafah Jawa. Secara ikonografi, setiap tokoh memiliki atribut khas pada anggota tubuhnya dan mengandung ajaran pembentukan karakter. Akan tetapi minat pada wayang kulit khususnya Punakawan sudah menurun terutama pada generasi muda. Genarasi muda yang mewarisi budaya tradisi perlu dikenalkan supaya menumbuhkan rasa apresiasi, yang nantinya diharapkan turut serta menjaga dan melestarikannya.

Page 1 of 1 | Total Record : 8