cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota adm. jakarta timur,
Dki jakarta
INDONESIA
Jurnal Selaras : Kajian Bimbingan dan Konseling serta Psikologi Pendidikan
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Education,
Arjuna Subject : -
Articles 4 Documents
Search results for , issue "Vol. 3 No. 2 (2020): November 2020" : 4 Documents clear
HUBUNGAN ANTARA EFIKASI DIRI DENGAN PILIHAN KARIER PESERTA DIDIK SMP NEGERI 1 AMBON Coni Kristiani Taihutu; Renatha Ernawati; Eustalia Wigunawati
Jurnal Selaras : Kajian Bimbingan dan Konseling serta Psikologi Pendidikan Vol. 3 No. 2 (2020): November 2020
Publisher : Program Studi Bimbingan dan Konseling, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Kristen Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33541/Jsvol2iss1pp1

Abstract

ABSTRACT This study aims to determine the relationship between self-efficacy and career choices in students at SMP Negeri 1 Ambon. This research uses quantitative methods with the type of correlation. The research subjects were 160 students of class IX in SMP Negeri 1 Ambon using random sampling technique. The instruments used in this study were the self-efficacy scale and the career choice scale that had been tested for validity and reliability. The research subjects were 160 students consisting of 94 boys and 66 girls, with an age range of 13 to 15 years. Based on the results of the data description, it is known that the self- efficacy of students is in the medium category with 80 students or 50% of respondents. Whereas for the choice of career students are in the medium category with the number of 81 or 50.6% of respondents. The data analysis technique in this study used parametric inferential statistics. The results showed that self-efficacy correlated with career choice. This can be seen from the correlation coefficient of 0.874 which is included in the very strong category with a significance value of 0.000. This means that there is a very strong and significant relationship between self-efficacy and career choice in grade IX students of SMP Negeri 1 Ambon. The result of simple regression equation analysis is Ŷ = 36,091 + 0,720X. and p-value 0.000 <0.05. Thus, “Self-Efficacy has a positive effect on Career Choice. The more self-efficacy value increases, the career choice value will increase. The results of the coefficient of determination show that the self-efficacy variable contributes to the career choice variable by 76.5% while the remaining 23.5% is another caused that is not included in the study. Keyword: career choice, self-efficacy, students grade IX ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara efikasi diri dengan pilihan karier pada peserta didik di SMP Negeri 1 Ambon. Penelitian menggunakan metode kuantitatif dengan jenis korelasi. Subjek penelitian berjumlah 160 peserta didik kelas IX SMP Negeri 1 Ambon dengan menggunakan teknik random sampling. Instrument yang digunakan dalam penelitian ini yaitu skala efikasi diri dan skala pilihan karier yang sudah teruji validitas dan reliabilitas. Subjek penelitian berjumlah 160 peserta didik yang terdiri dari 94 laki-laki dan 66 perempuan, dengan rentang usia 13 sampai dengan 15 tahun. Berdasarkan hasil deskrisi data diketahui bahwa efikasi diri peserta didik berada pada kateogri sedang dengan jumlah 80 peserta didik atau 50% responden. Sedangkan untuk pilihan karier peserta didik berada pada kategori sedang dengan jumalah 81 atau 50,6 % responden. Teknik analisa data dalam penelitian ini menggunakan statitiska inferensial parametris. Hasil penelitian menjelaskan bahwa efikasi diri berkorelasi dengan pilihan karier. Hal tersebut dapat dilihat dari koefisien korelasi sebesar 0,874 termasuk dalam kategori sangat kuat dengan nilai signifikansi 0,000. Hal ini berarti ada hubungan yang sangat kuat dan signifikan antara efikasi diri dengan pilihan karier pada peserta didik kelas IX SMP Negeri 1 Ambon. Hasil analisis persamaan regresi sederhana adalah Ŷ=36,091+0,720X. dan p-value 0,000<0,05. Dengan demikian, “Efikasi Diri berpengaruh positif terhadap Pilihan Karier. Semakin bertambah nilai efikasi diri maka semakin bertambah nilai pilihan karier. Hasil koefisien determinasi menunjukkan bahwa variabel efikasi diri memberikan sumbangan terhadapat variabel pilihan karier sebesar 76,5% sedangkan 23,5% sisanya merupakan sebab lain yang tidak masuk dalam penelitian. Kata Kunci: efikasi diri, pilihan karier, peserta didik kelas IX
PELAKSANAAN MANAJEMEN BIMBINGAN DAN KONSELING DI SMA BERDASARKAN LATAR BELAKANG PENDIDIKAN Rif’ah Purnamasari; Herdi
Jurnal Selaras : Kajian Bimbingan dan Konseling serta Psikologi Pendidikan Vol. 3 No. 2 (2020): November 2020
Publisher : Program Studi Bimbingan dan Konseling, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Kristen Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33541/Jsvol2iss1pp1

Abstract

ABSTRACT The presence of guidance and counseling services was born from a combination of psychology and education. In practice, this is a pedagogical action that prevents participants in school, whereas counseling is a curative effort that is not carried out by the supervisor and counseling with techniques adapted in science. The combination of these two sciences is a skill and competency that must be mastered by the guidance and counseling teacher not from the educational background of guidance and counseling. Some schools were invited by non Guidande and Counseling graduates who were invited as Guidance and Counseling teachers. In the implementation of the data obtained showed that 74% were high in the implementation of Guidance and Counseling management by pure Guidance and Counseling teachers and 54% by teachers with non-Guidance and Counseling educational backgrounds. In this study, the guidance management played by Counseling and Guidance teachers with a Guidance and Counseling or non-Guidance and Counseling educational background in schools still needs a lot of improvement. The subjects of the study were all Guidance and Counseling teachers with the background of Bachelor Degree of Counseling and Guidance and non-Guidance and Counseling in Babelan District. This research used descriptive quantitative method. The instrument used is the Likert scale model. Data were analyzed using statistics with comparative analysis. Keyword: guidance management and counseling, competency counselors, comprehensive Counseling and Guidence ABSTRAK Hadirnya layanan bimbingan dan konseling terlahir dari perpaduan ilmu psikologi dan pendidikan. Pada pelaksanaannya bimbingan merupakan tindakan pedagogi yang bersifat preventif terhadap indikasi kemungkinan terjadinya suatu permasalahan pada siswa di sekolah, sedangkan konseling adalah upaya kuratif akibat tidak maksimalnya upaya preventif yang dilakukan oleh guru bimbingan dan konseling dengan teknik-teknik yang diadopsi dalam ilmu psikologi. Perpaduan kedua ilmu ini menjadi keterampilan dan kompetensi yang harus dikuasai oleh guru bimbingan dan konseling meski bukan berlatar belakang pendidikan bimbingan dan konseling. Beberapa sekolah ditangani oleh sarjana non Bimbingan dan Konseling yang berperan sebagai guru BK, pada pelaksanaannya data yang diperoleh menunjukan 74% tinggi pada pelaksanaan manajemen BK oleh guru BK murni dan sedang 54% oleh guru berlatar pendidikan non-BK. Pada penelitian ini manajemen bimbingan konseling yang diperankan oleh guru BK berlatar belakang pendidikan BK ataupun non-BK di sekolah masih perlu banyak dilakukan peningkatan. Subjek penelitian adalah seluruh guru BK berlatar belakang S1 BK dan Non-BK Kecamatan Babelan. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif deskriptif. Instrument yang digunakan yakni skala model likert. Data dianalisis menggunakan statistic dengan analisis komparasi. Kata Kunci: Bimbingan dan Konseling, komprehensi manajemen Bimbingan dan Konseling, kompetensi konselor
PERSEPSI MAHASISWA BIMBINGAN DAN KONSELING TERHADAP KINERJA GURU BIMBINGAN DAN KONSELING Olimpia Babtista; Renatha Ernawati; Eustalia Wigunawati
Jurnal Selaras : Kajian Bimbingan dan Konseling serta Psikologi Pendidikan Vol. 3 No. 2 (2020): November 2020
Publisher : Program Studi Bimbingan dan Konseling, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Kristen Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33541/Jsvol2iss1pp1

Abstract

ABSTRACT This study aims to describe how the perceptions of the counseling students towards the performance of the guidance and counseling teachers. As with the phenomenon on November 12, 2019, the Twitter social network was stirred up by the discussion about "Guidance and Counseling teachers", which mostly discussed negative things. And based on the results of the seminar that the author participated in on March 6, 2020, he received information that most of the Guidance and Counseling students at a private university in Jakarta had the experience or view that Guidance and Counseling teachers were creepy teachers and were often called school police. This research is a descriptive quantitative research. The subjects of this study were all Guidance and Counseling students at a private university in Jakarta with as many as 73 students. The data collection method used was the perception scale of Guidance and Counseling students. In analyzing the data used descriptive analysis techniques. The results showed that Guidance and Counseling students had a moderate level of perception with a percentage of 52.1% of the performance of Guidance and Counseling Teachers. The medium perception category means that Guidance and Counseling students have unsatisfactory Guidance and Counseling teacher performance assessments and this is the same as the results of previous studies. So it can be concluded that the moderate perception possessed by BK students can be formed because of the cognitive, affective and connotative aspects. Keyword: guidance and counseling teachers, perceptions ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bagaimana persepsi yang dimiliki mahasiswa BK terhadap kinerja Guru Bimbingan dan Konseling. Seperti halnya fenomena pada 12 November 2019 jejaring sosial Twitter sempat dihebohkan dengan pembahasan tentang “guru Bimbingan dan Konseling” yang mayoritas membahas hal negatif. Serta berdasarkan hasil kegiatan seminar yang diikuti oleh penulis pada tanggal 6 Maret 2020 mendapat informasi bahwa sebagian besar mahasiswa Bimbingan dan Konseling di salah satu Universitas swasta di Jakarta memiliki pengalaman ataupun pandangan bahwa guru Bimbingan dan Konseling adalah guru yang menyeramkan dan sering disebut dengan Polisi sekolah. Penelitian ini merupakan jenis penelitian kuantitatif deskriptif. Subjek penelitian ini adalah seluruh mahasiswa Bimbingan dan Konseling di salah satu Universitas swasta di Jakarta dengan sebanyak 73 mahasiswa. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah skala persepsi mahasiswa Bimbingan dan Konseling. Dalam menganalisis data digunakan teknik analisis deskriptif. Hasil penelitian menunjukan bahwa mahasiswa Bimbingan dan Konseling memiliki tingkat persepsi sedang dengan persentase 52,1% terhadap kinerja Guru Bimbingan dan Konseling. Kategori persepsi sedang berarti bahwa mahasiswa Bimbingan dan Konseling memiliki penilaian kinerja guru Bimbingan dan Konseling yang belum memuaskan dan ini sama dengan hasil penelitian terdahulu. Maka dapat disimpulkan persepsi sedang yang dimiliki oleh mahasiswa BK dapat terbentuk karena adanya aspek kognitif, aspek afektif serta aspek konotatif. Kata Kunci: guru bimbingan dan konseling, persepsi
PENGELOLAAN KESEHATAN MENTAL MAHASISWA BAGI OPTIMALISASI PEMBELAJARAN ONLINE DI MASA PANDEMI COVID-19 Evi Deliviana; Maria Helena Erni; Putri Melina Hilery; Novi Melly Naomi
Jurnal Selaras : Kajian Bimbingan dan Konseling serta Psikologi Pendidikan Vol. 3 No. 2 (2020): November 2020
Publisher : Program Studi Bimbingan dan Konseling, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Kristen Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33541/Jsvol2iss1pp1

Abstract

ABSTRACT This literature study was prepared to describe the mental health conditions of college students during the Covid-19 pandemic as well as practical ways that can be used as a reference for managing student mental health for the optimization of online learning. Based on the results of a review of various journals on student mental health, it was found that pandemic conditions and changes in learning methods had the potential to disrupt students' mental health. To overcome this, college students need to manage their personal mental health with internal and external support, such as improving their spirituality, doing healthy physical activities, forming habits of thinking and feeling positively, and seeking support from the University and professional. Keyword: mental health, Covid-19 pandemic, online lectures, stress ABSTRAK Studi literatur ini disusun untuk menguraikan kondisi kesehatan mental mahasiswa di masa pandemi Covid-19 serta cara-cara praktis yang dapat dijadikan rujukan untuk mengelola kesehatan mental mahasiswa bagi optimalisasi pembelajaran online. Berdasarkan hasil telaah dari berbagai jurnal tentang kesehatan mental mahasiswa, diperoleh hasil bahwa kondisi pandemi dan perubahan metode pembelajaran berpotensi mengganggu kesehatan mental mahasiswa. Untuk mengatasinya, mahasiswa perlu mengelola kesehatan mental pribadi dengan dukungan internal maupun eksternal, seperti meningkatkan sisi spiritualitas, melakukan aktivitas fisik yang menyehatkan, membentuk kebiasaan berpikir dan merasa secara positif, serta mencari dukungan dari pihak Universitas maupun bantuan profesional. Kata Kunci: kesehatan mental, pandemi covid-19, perkuliahan online, stres

Page 1 of 1 | Total Record : 4