cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota jambi,
Jambi
INDONESIA
Jurnal Media Agribisnis (MeA)
ISSN : 25487027     EISSN : 25416898     DOI : -
Core Subject : Education,
Jurnal Media Agribisnis (MEA) dipublikasikan dalam Bahasa Indonesia dan diterbitkan dua kali dalam setahun. Jurnal ini mempublikasikan paper ilmiah hasil penelitian dan review bidang ilmu ekonomi pertanian dan agribisnis secara luas meliputi ekonomi produksi agribisnis, efisiensi dan risiko agribisnis, perubahan teknologi dan kelembagaan agribisnis, penyuluhan dan pengembangan kapasitas pelaku agribisnis, pembiayaan agribisnis dan usaha kecil, perdagangan produk agribisnis, agroindustri dan rantai pasok agribisnis serta aspek penting lainnya yang terkait dengan pengembangan agribisnis.
Arjuna Subject : -
Articles 5 Documents
Search results for , issue "Vol 1, No 1 (2016): Oktober" : 5 Documents clear
PEMBERDAYAAN MASYARAKAT DESA PENYANGGA TAMAN NASIONAL BERBAK MELALUI PENGUATAN MODAL USAHATANI PADI SAWAH (Oryza Sativa L) (Studi Kasus Desa Simpang Datuk Kecamatan Nipah Panjang Kabupaten Tanjung Jabung Timur) Asmaida Asmaida
Jurnal MeA (Media Agribisnis) Vol 1, No 1 (2016): Oktober
Publisher : Universitas Batangahari Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (390.809 KB) | DOI: 10.33087/mea.v1i1.4

Abstract

AbstractBerbak National Park is located in the province of Jambi Regency Muara Jambi and Tanjung Jabung Timur District with an area of 162,700 ha and is surrounded by a buffer village, 27th among the village is the village of Simpang Datuk Subdistrict of Tanjung Jabung Regency Nipah Panjang Timur. The village of Simpang Datuk has been getting the program empowerment in rice farming, namely capital strengthening aid farming rice (Oryza Sativa l.) in the form of tool production Hand Tractor and Rice Milling Units of Berbak National Park Hall. This empowerment programme has been carried out from the year 2009 and is expected to show positive results in accordance with the purpose (Berbak National Park Hall, 2014).The hypothesis of this research is suspected, there is the impact of community empowerment programmes Supporting National Park Village Berbak through strengthening the capital of farming rice (oryza sativa l) against the income of the farmers in the village of Simpang Datuk Subdistrict of Tanjung Jabung Regency Nipah Panjang Timur.The purpose of this research is to analyze the impact and benefits of community empowerment programmes supporting national park village Berbak through strengthening the capital of farming rice (oryza sativa L) against the income of the farmers in the village of Simpang Datuk Subdistrict of Tanjung Jabung Regency Nipah Panjang Timur. The research method is to use the methods of the survey. In this regard rice farmers as a source of primary data, with data collection techniques are observation, interview and a questionnaire filling terpola and structured in accordance with the needs of the data that refers to the topic and title research. Secondary data source obtained from Agency-related institutions, literature-literature and reports. The technique of sampling randomly (random sampling) and the number of samples as much as 39 households of fishermen (RTP) or by 15% of the total population (262 RTP).Research data were analyzed using descriptive method quantitative-qualitative and interperensi. The first objective of the research is analyzed using descriptive analysis of farmers ' income against rice and continued with statistically testing with test wilkoxon, whereas the second objective is analyzed using descriptive analysis against the benefits of the empowerment program.Results of the study showed the average income of rice farmers before the activities empowerment through strengthening of the rice farmer capital is Rp. 14.232.455,-/Ha/MT and after the activities empowerment of the average income of Rp. 18.953.612,-/Ha/MT. There is a change in the income of farmers after the activities empowerment of the average amounting to Rp. 4.721.157,-/Ha/MT (33.17%) from the prior existence of the empowerment program. The benefits of empowerment programs in the real perceived by farmers only as economic benefits, that they can have the means of production like Hand Tractors and Rice Milling units. In this already occurs, the outpouring of time efficiency of labor and minimize the cost of farming, so as to increase income or standard of kesehjahteraan his life. Keywords: Rice, Income, Impact, Benefits, Empowerment Program  AbstrakTaman Nasional Berbak Provinsi Jambi ini terletak di Kabupaten Muara Jambi dan Kabupaten Tanjung Jabung Timur dengan luas 162.700 ha dan dikelilingi oleh 27 desa penyangga, salah satu diantara desa tersebut adalah Desa Simpang Datuk Kecamatan Nipah Panjang Kabupaten Tanjung Jabung Timur. Desa Simpang Datuk tersebut telah mendapatkan program pemberdayaan dalam berusahatani padi sawah, yaitu bantuan penguatan modal usahatani padi sawah (Oryza Sativa L) berupa alat produksi Hand Tractor dan Rice Milling Unit dari Balai Taman Nasional Berbak. Program pemberdayaan ini telah dilakukan dari tahun 2009 dan diharapkan dapat menunjukkan hasil yang positif sesuai dengan tujuan (Balai Taman Nasional Berbak, 2014).Hipotesis penelitian ini adalah diduga terdapat dampak  program Pemberdayaan Masyarakat  Desa Penyangga Taman Nasional Berbak melalui penguatan modal usahatani padi sawah (oryza sativa l) terhadap pendapatan  petani di Desa Simpang Datuk Kecamatan Nipah Panjang Kabupaten Tanjung Jabung Timur.Tujuan penelitian ini adalah menganalisis dampak dan manfaat program pemberdayaan masyarakat  desa penyangga Taman Nasional Berbak melalui penguatan modal usahatani padi sawah (oryza sativa L) terhadap pendapatan petani di Desa Simpang Datuk Kecamatan Nipah Panjang Kabupaten Tanjung Jabung Timur.  Metode penelitian adalah  menggunakan metode survey. Dalam hal ini petani padi sawah adalah sebagai sumber data primer, dengan tehnik pengumpulan data secara observasi, wawancara dan pengisian kuisioner yang terpola dan terstruktur sesuai dengan kebutuhan akan data yang mengacu pada topik dan judul penelitian.  Sumber data sekunder diperoleh dari instansi-instansi terkait, literature-literatur dan laporan-laporan. Teknik pengambilan sampel secara acak (random sampling) dengan jumlah sampel sebanyak 39 rumah tangga nelayan (RTP) atau sebesar 15% dari jumlah total populasi (262 RTP).Data penelitian dianalisis menggunakan metode deskriptif kualitatif-kuantitatif dan interperensi. Tujuan pertama penelitian dianalisis dengan menggunakan analisis deskriptif terhadap pendapatan  petani padi sawah dan dilanjutkan dengan pengujian secara statistik dengan uji wilkoxon,  sedangkan tujuan kedua dianalisis dengan menggunakan analisis deskriptif terhadap manfaat dari program pemberdayaan tersebut.Hasil penelitian menunjukan rata-rata pendapatan petani padi sawah sebelum adanya kegiatan pemberdayaan melalui penguatan modal usaha tani padi sawah adalah sebesar Rp.14.232.455,-/Ha/MT dan setelah adanya kegiatan pemberdayaan rata-rata pendapatan sebesar Rp.18.953.612,-/Ha/MT. Terdapat perubahan pendapatan petani setelah adanya kegiatan pemberdayaan rata-rata sebesar Rp.4.721.157,-/Ha/MT (33,17%) dari sebelum adanya program pemberdayaan. Manfaat dari program pemberdayaan yang dirasakan secara nyata oleh petani hanya sebatas manfaat ekonomi, yaitu mereka dapat memiliki alat produksi seperti Hand Tractor dan Rice Milling Unit.Dalam hal ini sudah terjadi efesiensi waktu, curahan tenaga kerja dan memperkecil biaya usahatani, sehingga dapat meningkatkan pendapatan atau taraf kesehjahteraan hidupnya.Kata Kunci : Padi Sawah, Pendapatan, Dampak, Manfaat, Program Pemberdayaan
DAMPAK PROGRAM UPAYA KHUSUS (UPSUS) PADI JAGUNG KEDELAI (PAJALE) PADA KOMODITAS PADI TERHADAP PEREKONOMIAN KABUPATEN TANJUNG JABUNG TIMUR Rizki Gemala Busyra
Jurnal MeA (Media Agribisnis) Vol 1, No 1 (2016): Oktober
Publisher : Universitas Batangahari Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (693.115 KB) | DOI: 10.33087/mea.v1i1.5

Abstract

AbstarctIn 2015 the Ministry of Agriculture issued a policy Upaya Khusus (UPSUS) for three commodities such as rice, corn and soybeans, to achieve Food Self-Sufficiency. Kabupaten Tanjung Jabung Timur one of center rice production in Jambi  Province. Production improvement program through upsus pajale for commodity rice, will affect the Economy in Tanjung Jabung Timur.The purpose of this study is to identify the factors that affect the area rice fields, productivity and economy of East Tanjung Jabung and to analyze the impact of Upsus in commodities rice on the Economy Tanjung Jabung Timur. This study employs an econometric model consisting of 4 structural equations and 1 identity equations. This study uses secondary data is structured as pooled annual data on eleven (11) districts in Kabupaten Tanjung Jabung Timur, starting April 2015 until March 2016.The result of this study shows the factors affect of rice fields are price of paddy, price of fertilizer and rice field previous period. Rice productivity is affected by rice fields, seeds, fertilizers, alsintan, labour and the productivity of rice previous period. The GDP Kabupaten Tanjung Jabung Timur significantly influenced by rice production. Impact of Upaya Khusus (increase in rice fields, seed,  fertilizers, and alsintan) for commodities of rice will have increase the GDP Kabupaten Tanjung Jabung Timur. Keywords: Special Efforts, Rice, Tanjung Jabung Timur ABSTRAKPada tahun 2015 Kementerian Pertanian mengeluarkan kebijakan mengenai upaya khusus (upsus) untuk tiga komoditas tanaman pangan yaitu padi, jagung dan kedelai, dalam rangka mencapai swasembada pangan. Kabupaten Tanjabtim merupakan salah satu sentra produksi padi di Provinsi Jambi dan padi merupakan komoditas unggulan pada kabupaten ini. Peningkatan produksi melalui program upsus pajale pada komoditas padi akan berdampak pada perekonomian di Kabupaten Tanjung Jabung Timur.Tujuan penelitian adalah untuk mengidentifikasi faktor-faktor yang mempengaruhi areal sawah, produktivitas padi dan perekonomian di Kabupaten Tanjung Jabung Timur dan menganalisis dampak upaya khusus (Upsus) padi jagung kedelai (pajale) pada komoditas padi terhadap perekonomian Kabupaten Tanjung Jabung Timur. Penelitian ini menggunakan data sekunder yang disusun sebagai pooled data bulanan pada sebelas kecamatan yang ada di Kabupaten Tanjung Jabung Timur, mulai bulan April 2015 sampai bulan Maret 2016. Metode estimasi model yang digunakan adalah 2SLS, dengan membangun 4 persamaan yang terdiri dari 3 persamaan struktural dan 1 persamaan identitas.Hasil dari penelitian ini adalah faktor-faktor yang mempengaruhi areal sawah adalah harga gabah di tingkat petani, harga pupuk dan areal sawah pada periode sebelumnya. Produktivitas padi dipengaruhi secara nyata oleh areal sawah, jumlah benih, jumlah pupuk, jumlah alsintan jumlah tenaga kerja dan produktivitas padi pada periode sebelumnya. Perekonomian di Kabupaten Tanjung Jabung Timur dilihat melalui persamaan PDRB Subsektor Tanaman Pangan yang dipengaruhi secara signifikan oleh produksi padi. Upaya Khusus yang dilakukan (dalam hal ini adalah peningkatan areal sawah, jumlah benih, jumlah pupuk, dan jumlah alsintan) kepada komoditas padi akan berdampak kepada peningkatan PDRB subsektor tanaman pangan Kabupaten Tanjung Jabung Timur (sebagai salah satu indikator perekonomian). Kata Kunci : Upaya Khusus, PAdi, Tanjung Jabung Timur
EVALUASI PELAKSANAAN PROGRAM PENGEMBANGAN USAHA AGRIBISNIS PERDESAAN (PUAP) DI KABUPATEN TANJUNG JABUNG TIMUR Siti Abir Wulandari
Jurnal MeA (Media Agribisnis) Vol 1, No 1 (2016): Oktober
Publisher : Universitas Batangahari Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (647.805 KB) | DOI: 10.33087/mea.v1i1.6

Abstract

RINGKASANSaat ini pemerintah telah menyalurkan Bantuan Langsung Masyarakat PUAP yang selanjutnya disingkat BLM PUAP adalah dana bantuan modal untuk Gapoktan guna pengembangan usaha agribisnis di perdesaan. Propinsi Jambi merupakan salah satu propinsi yang mendapatkan program ini dimana pelaksanaannya masih berlangsung sampai tahun 2015. Kabupaten Tanjung Jabung Timur sebagai salah satu kabupaten yang menerima bantuan selama 4 tahun sehingga sengaja dipilih sebagai daerah penelitian.Penelitian ini dilakukan secara sensus sehingga seluruh anggota populasi (19 Gapoktan ) menjadi sampel .Penelitian ini bertujuan  untuk mengetahui bagaimana pelaksanaan program PUAP dan bagaimana penyaluran kredit oleh Gapoktan/LKMA kepada petani. Penelitian ini dilakukan pada bulan Februari-Agustus 2016. Penelitian ini menggunakan metode analisis data sekunder yang dilengkapi dengan  survey lapangan, wawancara dengan respondenHasil penelitian dapat disimpulkan beberapa kondisi bahwa program PUAP mulai bergulir di Kabupaten Tanjung Jabung Timur sejak tahun 2008 yang dikucurkan untuk 16 desa dengan total dana sebesar Rp.  1.600.000.000,- Rata-rata dana PUAP dari pemerintah sebesar Rp. 100.000.000,- per Gapoktan dengan rata-rata penyaluran per Gapoktan  60.000.000,-. Setiap gapoktan memiliki jumlah anggota dan besar penyaluran yang berbeda pula. Kisaran dana yang disalurkan ke petani sebesar Rp. 1.000.000,- Rp. 5.000.000,- per petani.  Proses pengembalian dana dilakukan dengan mencicil ditambah uang jasa 1.5 % dari pinjaman per bulan.Proses penyaluran kredit oleh Gapoktan/LKMA kepada petani dapat dikatakan berhasil dengan adanya penyaluran yang mayoritas sudah mencapai Rp.60.000.000 ke atas, tetapi belum berhasil dalam perkembangan dananya. Kata kunci : PUAP, Petani, Program  AbstractOur government in this moment has distribute  a relief fund program called PUAP (Program Usaha Agribisnis Pertanian) in order to develop the agribusiness entrepreneur in a village. Tanjung Jabung Timur (Tanjabtim) was one of regency that have received this program for four years, so that this regency was purposely chosed as a location of this research.Sensus method had been use with 19 Gapoktans in its population. This research had been held in February to August which have two aims e.g. to know PUAP implementation ang the fund distribution by Gapoktan to the farmers. Secondary data was analyzed in this research  that completed by direct information from the farmer. The result of this research  showed that this fund program called PUAP had been held in Tanjabtim since 2008 until 2012. The total fund Rp. 1.600.000.000 should be distribute for 16 villages. It’s about Rp. 1.00.000.000 each  Gapoktan. The average of fund that successfully distributed by Gapoktan  to the farmers was Rp. 60.000.000. There was different numbers of Gapoktan’s member and  also they receive different  amount of fund ( its range was Rp. 1.000.000 to Rp. 5.000.000 per farmer). The fund return was ,paid by installments with 1,5% rate of interest.It showed that The Gapoktan had distributed fund to the Farmer well but the farmer was failed to return it’s fund and showed the fund was not develop yet.Keyword: PUAP, Farmer, Programs
KAITAN ASPEK STATUS SOSIAL PETANI SAYUR TERHADAP JENIS SUMBER INFORMASI YANG DIMANFAATKAN DI KELURAHAN LINGKAR SELATAN KECAMATAN JAMBI SELATAN KOTA JAMBI Nida Kemala; Wiwin Alawiyah
Jurnal MeA (Media Agribisnis) Vol 1, No 1 (2016): Oktober
Publisher : Universitas Batangahari Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (608.294 KB) | DOI: 10.33087/mea.v1i1.7

Abstract

AbstractThis research had been held in Lingkar Selatan Village which focusing to learn the description of social status of farmer,  information source that used by them and the relationship between those variables.  Social status were indikated in three cases e.g.  education, land wide and the respodent  role in its siciety.  There were 41 samples that selected  by  simple  random  sampling method.  Description  method  was  used to  analyzed    those variables and Chi–Square 2x2 was applied to analyzed the relationship between them.The result of this research should be expected to be a foundation in deciding by the authority  in   selecting a   agricultural   information  transfer   system   which   considered the various information sources.   Instead  of  this consideration the information should be correctly  transferred.  The  result  of  this  research  showed   that   the   farmer number that has  low   education  category (63%)  was  higher  than  the  high  one (37%). The low  category of  land wide  was  dominant  (66%).  Only   three   farmers   that   had   authority   role   and all of them had showed hight category of information source useness. It showed 59% (24 farmers) have hight category of information source useness while 41% (17 farmers) showed low category of it useness and 16 farmers not used electronic information source yet. The farmer authority showed a significant relationship with information source useness, while education dan land wide had no relationship significantly with it. Keyword : Social Status, Extension, Information source, Farmer
KAJIAN KELAYAKAN USAHATANI KELAPA SAWIT DI KECAMATAN TUNGKAL JAYA KABUPATEN MUSI BANYUASIN (Studi Kasus Anggota Kelompok Tani di Koperasi Unit Desa Bersama Makmur) Rogayah Rogayah
Jurnal MeA (Media Agribisnis) Vol 1, No 1 (2016): Oktober
Publisher : Universitas Batangahari Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (395.492 KB) | DOI: 10.33087/mea.v1i1.8

Abstract

AbstractThis research was done in the village of Srimulyo sub-district of 1957 Jaya because internally and externally the village can still dikembangka and supported by the development of the downstream industry. The method used is the method of measurement, with the aim of examining leyakan of farming. The number of samples that are in the RTP 56 farmer groups in cooperative Villages Prosperous, by means of simple random sampling. Judging from the results of the eligibility tests done (BCR > 1) then it can be inferred to be forwarded is worthy of farming because it is profitable for farmers. Keywords: Revenue, Palm, MERCHANTIBILITY AbstrakPenelitian ini di lakukan di Desa Srimulyo Kecamatan Tungkal Jaya karena secara internal dan eksternal desa ini masih bisa dikembangka dan didukung oleh perkembangan industry hilir. Metode yang digunakan adalah metode survai, dengan tujuan mengkaji leyakan usahatani. Jumlah sampel 56 RTP yang berada dalam kelompok tani di Koperasi Desa Bersama Makmur,dengan cara simple random sampling.Dilihat dari hasil uji kelayakan yang dilakukan (BCR > 1 )maka dapat disimpulkan usahatani ini layak untuk diteruskan karena menguntungkan bagi petani. Kata kunci: Pendapatan, kelapa sawit, kelayakan usaha

Page 1 of 1 | Total Record : 5