cover
Contact Name
M. Lutfi Firdaus
Contact Email
M. Lutfi Firdaus
Phone
-
Journal Mail Official
pascapendipa@unib.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota bengkulu,
Bengkulu
INDONESIA
PENDIPA Journal of Science Education
Published by Universitas Bengkulu
ISSN : 20869363     EISSN : 26229307     DOI : -
Core Subject : Science, Education,
PENDIPA Journal of Science Education is a peer-reviewed, open-access journal covered all aspect of science and science education. PENDIPA journal welcomes the submission of scientific articles related to mathematics, physics, chemistry, biology, and its educational implementation in a school, higher education and other educational institution. We encourage scientist, lecturer, teacher and student to submit their original paper to the journal. PENDIPA journal is published by Graduate School of Science Education - University of Bengkulu, three times a year on February, June and October
Arjuna Subject : -
Articles 15 Documents
Search results for , issue "Vol 5, No 1 (2021): November - February" : 15 Documents clear
Uji Konsentrasi Metabolit Cendawan Endofit asal Tanaman Kacang Tanah sebagai Penghambat Pertumbuhan Aspergillus flavus Nela Zahara; Bonny Poernomo Wahyu Soekarno; Abdul Munif
PendIPA Journal of Science Education Vol 5, No 1 (2021): November - February
Publisher : University of Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33369/pendipa.5.1.63-69

Abstract

Kacang tanah (Arachis hypogaea L.) merupakan salah satu tanaman pangan penting di Indonesia karena bijinya memiliki kandungan gizi. Konsumsi kacang tanah akan terus meningkat seiring dengan pertambahan jumlah penduduk di Indonesia. Meningkatnya konsumsi kacang tanah di Indonesia tidak diikuti oleh peningkatan produksinya. Penurunan produksi ini dapat disebabkan oleh beberapa faktor teknis budidaya yang kurang baik, seperti  pengolahan tanah, pemupukkan, pemanenan, pengendalian hama dan penyakit serta penggunaan benih bermutu rendah. Rendahnya mutu benih kacang tanah disebabkan adanya infeksi dari cendawan benih. A. flavus yang merupakan cendawan penting yang mempengaruhi mutu benih. Penggunaan metabolit cendawan dapat dijadikan alternativ pengendalian yang efektif dan efisien. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan cendawan endofit yang berpotensi sebagai agens pengendali hayati terhadap Aspergillus flavus. Tahapan penelitian terdiri atas isolasi A. flavus, isolasi cendawan endofit dari jaringan kacang tanah,uji patogenesitas,  uji penghambatan terhadap A. flavus, ekstraksi dan uji metabolit cendawan endofit. Berdasarkan hasil uji patogenesitas terdapat 33 cendawan endofit nonpatogenik terhadap tumbuhan. Hasil seleksi mendapatkan 3 cendawan endofit dengan penghambatan terbaik, yaitu CED-5 (51.47%), CEA-11 (51.32%), dan CEB-2 (50.73%). Identifikasi cendawan endofit berdasarkan makroskopis dan mikroskopik menunjukkan bahwa CED-5, CEA-11, dan CEB-2 berturut-turut adalah hifa Steril 1, Penicillium sp., Monascus. Memiliki daya hambat metabolit terhadap pertumbuhan A.flavus terbaik pada konsentrasi metabolit 30% . yaitu. CEA-11 (40.44%), CED-5(39.88%), dan CEB-2 (24.71%). Hasil penelitian menunjukkan potensi metabolit dari cendawan endofit sebagai salah satu bagian strategi pengendalian A. flavus.
Identifikasi Kesadaran Metakognitif Peserta Didik dalam Pembelajaran Fisika Rendy Wikrama Wardana; Anggun Prihatini; M. Hidayat
PendIPA Journal of Science Education Vol 5, No 1 (2021): November - February
Publisher : University of Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33369/pendipa.5.1.1-9

Abstract

Tuntutan kurikulum 2013 dan terbatasnya data mengenai kesadaran metakognitif di sekolah mendorong peneliti unuk menggali dan mengidentifikasi mengidentifikasi kesadaran metakognitif siswa kelas X di salah satu SMA islam di kota Jambi.  Penelitian menggunakan rancangan penelitian mixed methods research design dengan pendekatan sequential eksplanatori. Populasi pada penelitian ini adalah siswa kelas X di salah satu SMA islam di kota Jambi dengan jumlah 90 siswa. Pengambilan sampling menggunakan teknik purposive sampling. Instrumen penelitian menggunakan Angket kesadaran metakognitif yang diadaptasi dari angket Metacognitive Awareness Inventory (MAI) dengan dua indikator alat ukur yakni pengetahuan tentang kognisi dan regulasi kognisi. Pengumpulan data dilakukan dengan pemberian angket Metacognitive Awareness Inventory (MAI)  pada pembelajaran fisika dan wawancara terhadap beberapa siswa untuk memperkuat data angket. Analisis hasil penelitian dengan menganalisis hasil angket dan wawancara yang selanjutnya dideskripsikan secara kualitatif dan ditarik kesimpulan. Hasil penelitian bahwa pengetahuan metakognitif  secara umum terkategori baik yang mencakup pengetahuan deklaratif  dengan presentase 70%, pengetahuan prosedural 53,33%, dan pengetahuan kondisional 60%. Hasil pada data Regulasi kognisi secara umum disimpulkan baik yang terdiri dari perencanaan dengan presentase 60%, management informasi 53,33%, pemantauan terhadap pemahaman 56,66%, strategi tindakan (debugging strategies) dengan presentase 53,33%,  dan evaluasi (evaluating) dengan presentase 73,33%. Berdasarkan hasil penelitian dapat dimaknai bahwa siswa dapat mengetahui tentang diri sebagai pelajar dan mampu menanggulangi kelemahan atau kekuranganya dalam proses belajar. Gambaran tersebut menggambarkan bahwa siswa dapat menyusun strategi yang tepat untuk menyelesaikan permasalahan-permasalahan yang dihadapi dalam proses pembelajaran. 
Pemberian Scaffolding dalam Bahan Belajar Berbasis Masalah untuk Meningkatkan Kemampuan Berpikir Tingkat Tinggi Siswa Rini Wahyu Fajriani; M. Naswir; Harizon Harizon
PendIPA Journal of Science Education Vol 5, No 1 (2021): November - February
Publisher : University of Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33369/pendipa.5.1.108-114

Abstract

Jenis masalah dalam membelajarkan siswa beraneka ragam, mulai dari yang sederhana hingga yang kompleks. Dalam memecahkan jenis masalah, siswa tidak dapat melakukannya sendiri melainkan perlu dilatihajarkan oleh guru. Upaya yang dapat dilakukan guru agar hal ini tercapai yakni dengan memberikan bantuan (scaffolding). Scaffolding merupakan bantuan yang diberikan guru kepada siswa untuk memecahkan  permasalahan dalam proses pembelajaran. Selain Scaffolding, dalam memecahkan jenis masalah kompleks, pengoptimalan kemampuan berpikir tingkat tinggi juga diperlukan dalam meningkatkan keberhasilan proses pembelajaran. Tidak terkecuali pada pembelajaran kimia. Dengan diberikannya scaffolding  dalam bahan belajar kimia, diharapkan konsep materi kimia yang bersifat abstrak akan lebih mudah dipahami oleh siswa. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan menggunakan metode survey melalui kuisioner dan wawancara bersama guru dan siswa yang berasal dari tiga sekolah berbeda di Jambi. data yang didapatkan kemudian dianalisis secara deskriptif. Dari hasil penelitian ditemukan bahwa siswa belum terbiasa memecahkan jenis masalah kompleks begitu juga dengan guru yang belum terbiasa mengorganisasikan bentuk scaffolding yang ideal digunakan dalam bahan belajar pada pembelajaran kimia. Maka dari itu, penting dan perlu dilakukan pengembangan bahan belajar berbasis masalah yang dilengkapi scaffolding guna meningkatkan kemampuan berpikir tingkat tinggi siswa.
Deskripsi Keterampilan Proses Sains Dasar Siswa Kelas VIII Pada Materi Cermin Cekung Diki Chen; Riska Fitriani; Shella Maryani; Endah Febri Setiya Rini; Wita Ardina Putri; Auliya Ramadhanti
PendIPA Journal of Science Education Vol 5, No 1 (2021): November - February
Publisher : University of Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33369/pendipa.5.1.50-55

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan keterampilan proses sains siswa kelas VIII SMP Negeri 12 Kabupaten Muaro Jambi dengan melakukan kegiatan praktikum fisika materi cermin cekung. Jenis penelitian yang digunakan adalah kuantitatif deskriptif. sampel yang digunakan sebanyak 30 siswa SMP Negeri 12 Muaro Jambi. Data penelitian ini menggunakan instrumen berupa lembar observasi yang sudah divalidasi oleh validator. Data dikumpulkan dengan teknik total sampling yang kemudian dianalisis menggunakan statistik deskriptif. Indikator yang digunakan ada 6 indikator keterampilan proses sains dasar yaitu; observasi, komunikasi, klasifikasi, prediksi, mengukur, dan menyimpulkan. Hasil penelitian diperoleh bahwa siswa sudah tergolong baik dan terampil dalam melakukan mengobservasi, mengkomunikasi, mengklasifikasi, memprediksi, mengukur, dan menyimpulkan. Hasil presentase yang diperoleh yaitu; indikator observasi diperoleh nilai rata-rata 22,7 (Baik), indikator komunikasi diperoleh sebesar 5,67 (Baik), indikator klasifikasi diperoleh sebesar 3,03 (Baik), indikator prediksi diperoleh sebesar 2,76 (Baik), indikator mengukur diperoleh sebesar 8,63 (Baik), dan indikator menyimpulkan diperoleh sebesar 16,67 (Baik).
Exploration of Physics Concepts Based on Local Wisdom Kolecer Traditional Games Mohammad Imam Sholahuddin; Setyo Admoko
PendIPA Journal of Science Education Vol 5, No 1 (2021): November - February
Publisher : University of Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33369/pendipa.5.1.70-78

Abstract

Teachers' perceptions in developing learning are needed to help students more easily capture information from the learning activities undertaken. One way that can be applied is by connecting learning materials with the local wisdom of the surrounding environment or commonly known as ethnoscience. Indonesia is a country rich in local culture in every region. Therefore, it is important for the nation's future generations to protect and preserve what already exists, for example by linking local culture to physics learning materials. The purpose of this study was to determine the potential for any physics concepts that exist in traditional kolecer games that can be applied to learning physics and everyday life. This type of research is the Narrative Review. Based on the research results, it was found that there was a potential application of physics concepts to local wisdom (ethnoscience) in the traditional "kolecer" game, these physics concepts were in the matter of equilibrium, pressure, Newton’s first and second law, work and energy, kinetic energy, and circular motion. It can be concluded that the application of local wisdom-based learning can help students easily grasp the material provided by the teacher and make learning more meaningful, especially on local wisdom of traditional kolecer games.

Page 2 of 2 | Total Record : 15