cover
Contact Name
Supriyono
Contact Email
supriunihaz@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
georaflesia@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kota bengkulu,
Bengkulu
INDONESIA
Georafflesia : Artikel Ilmiah Pendidikan Geografi
ISSN : 2541125X     EISSN : 26154781     DOI : -
Core Subject : Science, Social,
Journal Of Georafflesia: Scientific Article Education This Geography focuses on the problems that exist in the realm of education, physical geography, and social geography. The educational domain is all articles that illustrate the problem of education in all science clusters and Applied Models of Educational Sciences. Physical Geography is an entire article with geo-studies Geography, Geology, Geomorphology, Hydrology, Regional / Space Arrangement Planning, GIS and Remote Sensing. Social Geography publishes articles relating to social issues, Human Geography, Demography, Anthropology, Social Sciences.
Arjuna Subject : -
Articles 10 Documents
Search results for , issue "Vol 5 No 1 (2020)" : 10 Documents clear
Peran TNI dalam Penanggulangan Bencana Alam (Studi Kasus Peran Korem 043/Gatam dalam Penanggulangan Bencana Alam di Provinsi Lampung) Nrangwesthi Widyaningrum; Muhammad Sarip Kodar; Risma Suryani Purwanto; Agung Priambodo; Ifad Fadlurrahman
Jurnal Georafflesia: Artikel Ilmiah Pendidikan Geografi Vol 5 No 1 (2020)
Publisher : Universitas Prof. Dr. Hazairin, S.H

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32663/georaf.v5i1.1073

Abstract

Abstract Indonesia has the most complete types of disasters in the world such as floods, landslides, tidal waves, tornadoes, drought, forest and land fires, earthquakes, tsunamis, volcanic eruptions, liquefaction and many more. Natural disasters that occur in Indonesia often just happen and it is not predictable when it will happen. This causes problems in handling natural disasters. Natural disaster management is not a matter of BNPB or BPBD, one important element is the involvement of the Indonesian National Army (TNI). One of Indonesia's regions that are vulnerable to natural disasters is Lampung Province. This research will describe how the role of the TNI in the case study in Korem 043 / Gatam in helping to overcome natural disasters in Lampung Province. The research method used in this research is qualitative research with a literature study approach. The role of the TNI in disaster management in Lampung Province is inseparable from the duties and functions of the TNI that have been mandated in Law Number 34 of 2004. Korem 043 / Gatam has taken strategic steps both from the pre-disaster, disaster response, and post-disaster phases . TNI involvement in the process of disaster management does not stand alone, but cooperates and synergizes with local governments.
Penggunaan Sistem Informasi Geografi Untuk Mencari Lokasi yang Tepat Sebagai Penyimpanan Energi Hydro Terpompa Taufiq Ejaz Ahmad
Jurnal Georafflesia: Artikel Ilmiah Pendidikan Geografi Vol 5 No 1 (2020)
Publisher : Universitas Prof. Dr. Hazairin, S.H

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32663/georaf.v5i1.1226

Abstract

Energy is a basic human need. All facilities that support the operation of renewable energy need a strategic site that is adequate and meets all aspects required, including geographical aspects. The difference in geographical character needs is based on the different energy conversion capabilities of each energy generation unit, this requires the developer to decide a strategic location and can support the greatest energy conversion. To make it easier to figure the location based on certain geographical criteria and as decision support can optimize the use of Geographic Information Systems. A study has been carried out in South Australia to develop a set of Geographic Information System algorithms to find the right location for the construction of PHES. The aim of the reviewer is to learn how the Geographic Information System algorithm can be applied in the search mechanism automatically and how it is alternative. In order to get the implementation aspects of the method reviewed.
Potensi Sumber Daya Mineral Logam Dan Non Logam Di Provinsi Sumatera Bara Wilma Septia; Muhammad Zainul Mafakhir; Noor Muhammad Rieziq; Salsabila Nail Adila; Tiya Anisa Putri; Welly Sasongko
Jurnal Georafflesia: Artikel Ilmiah Pendidikan Geografi Vol 5 No 1 (2020)
Publisher : Universitas Prof. Dr. Hazairin, S.H

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32663/georaf.v5i1.1282

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui berbagai macam potensi sumberdaya bahan galian mineral logam dan non-logam di Provinsi Maluku. Metode penelitian yang digunakan adalah metode deskriptif analitis. Teknik pengumpulan data menggunakan teknik studi literatur. Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa dari sebelas wilayah di Provinsi Maluku, terdapat enam wilayah yang memiliki potensi sumberdaya bahan galian, yaitu Kabupaten Buru Selatan, Kabupaten Maluku Tenggara, Kabupaten Seram Bagian Timur, Kabupaten Maluku Barat Daya, Kabupaten Maluku Tengah, dan Kabupaten Seram Bagian Barat. Provinsi Maluku didominasi oleh bahan galian emas, tembaga, galena, mangan, batu bara, logam besi, magnetit, dan marmer. Potensi sumberdaya yang dimiliki Provinsi Maluku yang cukup melimpah seharusnya dapat menjadi salah satu lapangan usaha untuk meningkatkan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat di Provinsi Maluku khususnya dari sektor pertambangan sumberdaya mineral. Sektor pertambangan ini belum menjadi lapangan usaha utama di Provinsi Maluku akibat beberapa faktor, di antaranya akibat sumberdaya manusia yang kurang dioptimalkan dan kurangnya pengelolaan dan pemanfaatan pada sektor pertambangan. musabab usaha di sektor pertambangan tidak termasuk kepada lapangan usaha yang dapat meningkatkan permintaan dan penawaran di Provinsi Maluku. Dibutuhkan sinergitas baik dari pemerintah pusat, pemerintah daerah, juga masyarakat agar potensi sumberdaya yang dimiliki tidak terbengkalai dan dapat dikelola dan dimanfaatkan dengan baik.
Pengelolaan Lanskap Hutan Mangrove Pulau Baai Kota Bengkulu Berbasis Pengembangan Ekowisata Ramah Lingkungan Mirna Yunita; Warsa Sugandi; Edwar Edwar; Zairin Zairin
Jurnal Georafflesia: Artikel Ilmiah Pendidikan Geografi Vol 5 No 1 (2020)
Publisher : Universitas Prof. Dr. Hazairin, S.H

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32663/georaf.v5i1.1186

Abstract

ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk merumuskan kebijakan mengenai pengelolaan hutan mangrove sebagai upaya untuk mengatasi permasalahan lingkungan. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Tekhnik pengumpulan data dalam penelitian ini: 1) observasi; 2) wawancara; dan 3) dokumentasi. Teknik analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis SWOT yang mengambarkan secara jelas mengenai peluang dan ancman eksternal yang dihadapi dan kemudian disesuaikan dengan kekuatan yang dimilikinya. Hasil pengeumpulan data dan analisis dapat dirumuskan sebelas kebijakan: 1) Mengelola kegiatan kepariwisataan untuk kegiatan pendidikan, dengan membuat museum yang bercerita jenis vegetasi dan hewan mangrove; 2) Membina masyarakat untuk membuat sebuah kampung yang unik, seperti: kampung yang memiliki ketrampilan berbahasa inggris, pembatik dari bahan mangrove; 3) Membagi ruang lanskap untuk area penerimaan, pelayanan wisata, ruang penyangga, ekowisata dan tata hijau; 4) Membuat restoran dan homestay ramah lingkungan; 5) Mengedukasi masyarakat pemberi jasa sewa kapal tentang keamanan wisatawan menyewa kapal. 6) Memperbaiki bekas bangunan restoran; 7) Membangun tower pemantau; 8) Membuat tempat sampah diarea obyek wisata; 9) Membuat pamphlet untuk menjaga kebebersihan lingkungan; 10) Membuat walkway sebagai pendukung kegiatan kepariwisataan; 11) Menyediakan area pembibitan dan memberikan jasa bagi wisatawan yang ingin melakukan penanaman mangrove.
Assesment Of Geography For 21st Century suhendro suhendro; Dede Sugandi; Mamat Ruhimat
Jurnal Georafflesia: Artikel Ilmiah Pendidikan Geografi Vol 5 No 1 (2020)
Publisher : Universitas Prof. Dr. Hazairin, S.H

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32663/georaf.v5i1.1156

Abstract

Assessment or assessment is a general term covering all the methods commonly used to assess the performance of individual students or groups. The assessment process includes gathering evidence to demonstrate student learning achievement. In essence, the basis of self-assessment must be conditioned to the age so that students can compensate for the demands due to the changing times. 21st Century Assessment is a form of implementation of the development of the times, to achieve the achievement of the implementation of the 21st century assessment, so many assessment bases are conditioned to equalize the ability due to changing times. Assemen on subjects have been implemented by several related parties, one of the subjects which has bases of assessment in the equalization of the changing times associated with 21st century assessment is the subject of Geography. As for this study using the literature study method, the data used is related to the assessment of geography subjects, the data sources used are from Google Scholar, ERIC, Sage Journal, and Taylor and Francis Group Jounal. The results of this article are in the form of geo-based assessment (HOTS) Higher Order Thinking Skills, TIGAS-based geography assessment (Trends in International Geography Assessment Study), and 21st Century assessment framework for Geography.
Tingkat Pemahaman Peserta Didik Pada Wilayah Rawan Bencana Gempa Bumi Zona Tinggi Di Kota Bengkulu Fevi Wira Citra; Edwar Edwar; Warsa Sugandi
Jurnal Georafflesia: Artikel Ilmiah Pendidikan Geografi Vol 5 No 1 (2020)
Publisher : Universitas Prof. Dr. Hazairin, S.H

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32663/georaf.v5i1.1348

Abstract

Bengkulu berada pada wilayah rawan bencana gempa tinggi dan menengah diakibatkan dari wilayah Bengkulu yang terletak pada titik pertemuan lempeng tektonik, Samudra Hindia, dan Lempang Tektonik Asia pada wilayah pesir pantai di wilayah Kota Bengkulu. Gempa yang terjadi diwilayah Bengkulu adalah jenis gempa yang diakibatkan oleh gempa di laut disebabkan oleh adanya aktivitas subduksi lempeng Eurasia tepatnya di zona megathrust. Gempa yang terjadi di Bengkulu dalam kurun 3 tahun ini yaitu pada tahun 2016, 2017 dan 2018 yaitu, pada tahun 2016 terjadi sebanyak 252 gempa bumi, pada tahun 2017 terjadi sebanyaak 431 kali gempa bumi dan sebanyak 278 kali gempa bumi sampai pada bulan Oktober 2018 (Data BMKG Kepahiang). Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode surve dengan menggunakan data penelitian primer dan sekunder. Hasil penelitian : (1).Pada pemahaman mitigasi bencana gempa bumi pada zona tinggi berada pada tingkat pemahaman sangat kurang dengan jumlah siswa sebanyak 58 orang siswa dengan 42 persen. ((3). Pemahaman mitigasi dengan pembelajaran geografi yang terjadi pada zona tinggi memiliki faktor pengaruh sebesar 55,4 %.
Sistem Informasi Geografis Pemetaan Jalur Evakuasi Dan Edukasi Bencana Tsunami Berbasis Android Pada Kecamatan Padang Barat Kota Padang Sularno larno; Renita Astri; Deni Irda Mazni
Jurnal Georafflesia: Artikel Ilmiah Pendidikan Geografi Vol 5 No 1 (2020)
Publisher : Universitas Prof. Dr. Hazairin, S.H

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32663/georaf.v5i1.1206

Abstract

Bencana alam adalah suatu peristiwa luar biasa yang disebabkan oleh alam sehingga mengakibatkan timbulnya korban jiwa, kerusakan lingkungan, kehilangan harta benda, dan dampak psikologis. Salah satu bencana alam tersebut adalah gempa bumi dan tsunami. Kota Padang merupakan salah satu yang termasuk daerah yang rawan bencana gempa bumi dan tsunami. Dengan fakta tersebut, pemerintah kota Padang membuat sejumlah tempat titik kumpul atau tempat berlindung (shelter) dengan dilaengkapi jalur rute evakuasi untuk warga kota Padang. Begitu juga di Kecamatan Padang Barat yang merupakan daerah terdekat dengan pantai dan memiliki jumlah penduduk yang tinggi. Dengan adanya sebuah Sistem Informasi Geografis (SIG), informasi dapat tersampaikan dengan bentuk visual yang didalamnya terdapat informasi terkait dengan jalur evakuasi tsunami dan edukasi dalam menghadapi bencana. Sehingga masyarakat dengan mudah mengetahui jalur evakuasi menuju tempat aman dan mengurangi dampak resiko dari bencana alam yang akan datang.
Analisis Bentuk Lahan Pangandaran Berbasis Citra Satelit Landsat 08 OLI Ayi Sopandi; Wina R. Dewi; Annisa Nurjanah; Muhaimin F. Rohman; Ruhby Ilham; Dede Sugandi; Riki Ridwana
Jurnal Georafflesia: Artikel Ilmiah Pendidikan Geografi Vol 5 No 1 (2020)
Publisher : Universitas Prof. Dr. Hazairin, S.H

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32663/georaf.v5i1.1082

Abstract

Pembuatan data mengenai bentang lahan di kecamatan Pangandaran perlu dilakukan demi kebermanfaatan lahan daerah Pangandaran, masyarakat yang memanfaatkan lahan di kecamatan Pangandaran rata-rata bermata pencaharian perkebunan di dataran tingginya sehingga peta geomorfologi perlu dibuat. Penelitian yang kami lakukan menggunakan metode interpretasi visual yang dilihat melalui citra pangandaran melalui aplikasi ENVI yang sudah di komposit dengan band RGB 546, komposit band tersebut menghasilkan campuran warna yang menonjolkan bentang lahan dan batuan tertentu. Setelah melakukan interpretasi visual tahap selanjutnya melakukan analisis karakter wilayah secara langsung atau groundcheck yang dilaksanakan untuk mengetahui objek landscape langsung dilapangan. Pengecekan akurasi data yang ada di lapangan dan interpretasi citra yang sudah di analisis sebelumnya harus di cocokan kembali guna mengetahui bentang lahan geomorfologi di kecamatan pangandaran.
Perubahan Konsep Kunci Geografi (Changes in Key Concepts of Geography) Nofirman Nofirman
Jurnal Georafflesia: Artikel Ilmiah Pendidikan Geografi Vol 5 No 1 (2020)
Publisher : Universitas Prof. Dr. Hazairin, S.H

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32663/georaf.v5i1.1349

Abstract

Perubahan dunia akibat perkembangan teknologi dan inovasi serta kolaborasi ilmiah yang melibatkan ilmu geografi telah menyebabkan ilmu geografi tergerus. Asosiasi Geografi Eropa (EUROGEO) telah menjawab Tantangan Geospasial pada Abad ke-21 dengan melakukan perubahan terhadap konsep kunci geografi (Key Concepts of Geography). Perubahan konsep kunci geografi yang diungkap dalam kajian ini adalah : (i) pandangan terhadap tempat, ruang (space), dan hermeneutika. (ii) pandangan tentang konsep kunci geografi. (iii) tema baru geografi yang mendorong perubahan pemikiran geografi ; geografi kolaborasi ilmiah.
Analisis Daerah Tergenang Banjir Di Desa Sitiarjo, Kabupaten Malang Menggunakan Data SAR (Synthetic Aperture Radar) Sentinel-1 Irfan Helmi Pradana; Listyo Yudha Irawan; Dicky Setiawan; Fajar Setiawan Yuliano; Hanifa Ahmad Mufid
Jurnal Georafflesia: Artikel Ilmiah Pendidikan Geografi Vol 5 No 1 (2020)
Publisher : Universitas Prof. Dr. Hazairin, S.H

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32663/georaf.v5i1.1347

Abstract

Penelitian mengenai bahaya banjir di Desa Sitiarjo, Kecamatan Sumbermanjing, Kabupaten Malang sangat urgensi untuk dilakukan. Salah satu penyebab pentingnya penelitian ini dilakukan adalah untuk mengetahui luasan daerah yang tergenang (terinundasi) banjir. Analisis daerah yang terdampak genangan banjir dilakukan menggunakan pendekatan penginderaan jauh dengan pengolahan dan interpretasi data SAR (Synthetic Aperture Radar) yang bersumber dari citra satelit Sentinel-1. Data SAR Sentinel-1 yang digunakan diakuisisi tanggal 20 November 2014 dan tanggal 28 Desember 2014. Pemilihan kedua tanggal tersebut untuk membandingkan kondisi sebelum tergenang banjir dan sesudah atau saat tergenang banjir. Banjir yang terjadi pada Desa Sitiarjo dikarenakan oleh kondisi morfologi yang berupa cekungan (basin) yang dikelilingi tebing karst curam serta meluapnya Sungai Penguluran akibat penyempitan lebar aliran sungai bagian hulu (bottleneck outlet) di kawasan pesisir selatan Kabupaten Malang. Hasil akhir dari penelitian ini berupa peta daerah tergenang banjir yang didasarkan pada tiga (3) aspek : 1) topografi, 2) tingkat kejenuhan air pada tanah (soil saturation), dan 3) area tergenang banjir. Wilayah yang tergenang banjir divisualisasikan warna merah terang hingga merah tua.

Page 1 of 1 | Total Record : 10