cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota mataram,
Nusa tenggara barat
INDONESIA
JTAM (Jurnal Teori dan Aplikasi Matematika)
ISSN : 25977512     EISSN : 26141175     DOI : 10.31764/jtam
Core Subject : Education,
Jurnal Teori dan Aplikasi Matematika (JTAM) dikelola oleh Program Studi Pendidikan Matematika FKIP Universitas Muhammadiyah Mataram dengan ISSN (Cetak) 2597-7512 dan ISSN (Online) 2614-1175. Tim Redaksi menerima hasil penelitian, pemikiran, dan kajian tentang (1) Pengembangan metode atau model pembelajaran matematika di sekolah dasar sampai perguruan tinggi berbasis pendekatan konstruktivis (PMRI/RME, PBL, CTL, dan sebagainya), (2) Pengembangan media pembelajaran matematika berbasis ICT dan Non-ICT, dan (3) Penelitian atau pengembangan/design research di bidang pendidikan matematika, statistika, analisis matematika, komputasi matematika, dan matematika terapan.
Arjuna Subject : -
Articles 565 Documents
Analisis Kesalahan Penulisan Algoritma Pemrograman Delphi Pada Mahasiswa Jurusan Pendidikan Matematika UIN Mataram Rina Mariana; Muh Fauzi
JTAM (Jurnal Teori dan Aplikasi Matematika) Vol 2, No 2 (2018): October
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1124.863 KB) | DOI: 10.31764/jtam.v2i2.711

Abstract

Riwayat Artikel:Diterima: 08-07-2018Disetujui: 20-10-2018 Abstrak: Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan objek penelitian adalah mahasiswa Jurusan Pendidikan Matematika UIN Mataram yang bertujuan untuk menganalisis bentuk kesalahan yang sering dilakukan oleh mahasiswa dalam menyusun scribs komputasi pada praktikum Delphi. Tim peneliti menggunakan purposive sampling, dengan sampel penelitian berjumlah 139 mahasiswa. Metode pengumpulan data terdiri dari metode observasi, interview, dan dokumentasi.  Kemudian data yang terkumpul dianalisa menggunakan analisa data model Spradley yang terdiri dari: Analisis Doamin, Taksonomi, Komponensial, dan Tema. Hasil penelitian menunjukkan bahwa berbagai macam bentuk kesalahan yang dilakukan oleh mahasiswa yakni (1) tidak mendeklarasikan (mendefinisikan) variabel yang digunakan dalam rumus atau instruksi; (2) Kesalahan penulisan pada tanda baca, seperti tanda baca titik , koma, titik dua, titik koma, tanda kurung, dan sama dengan; (3) kesalahan penulisan pada huruf  khususnya pada konversi data; dan (4) kesalahan dalam mengkhiri instruksi pemrograman.Abstract:  This research is a qualitative research with the object of research is the Mathematics Education Department of UIN Mataram students whose purpose is to analyze the forms of errors that are often carried out by students in compiling computational scribs in the Delphi practicum. The research team used purposive sampling, with a sample of 139 students. The method of data collection consists of methods of observation, interviews, and documentation. Then the collected data was analyzed using Spradley model data analysis which consisted of: Domain Analysis, Taxonomy, Componential, and Themes. The results showed that various forms of errors made by students namely (1) did not declare (define) variables used in formulas or instructions; (2) Writing errors in punctuation marks, such as punctuation marks, commas, colons, semicolons, parentheses, and are equal to; (3) writing errors in letters especially in data conversion; and (4) errors in terminating programming instructions.
Pengembangan Modul Belajar Mandiri LaTeX Beamer Sebagai Alternatif Media Presentasi Mahasiswa Program Studi Pendidikan Matematika Moh. Agung Arif Z; Abdillah Abdillah
JTAM (Jurnal Teori dan Aplikasi Matematika) Vol 2, No 2 (2018): October
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (704.68 KB) | DOI: 10.31764/jtam.v2i2.716

Abstract

Abstrak: Seorang mahasiswa dalam perkuliahan diwajibkan untuk mampu mempresentasikan apa yang telah didapat, dalam hal tugas perkuliahan secara umum sangat diperlukan media presentasi yang layak. Mahasiswa matematika tidak menutup kemungkinan untuk melakukan presentasi terutama ketika menempuh mata kuliah micro-teaching. Media presentasi sangat beragam mulai dari microsoft power point, google presentation, dan open office. Namun pada kenyataannya dalam hal penulisan matematika, media – media tersebut sangat sulit untuk mempresentasikan apa yang menjadi tujuan kita, terutama ketika sampai kepada sintaks- sintaks dan simbol – simbol matematika. Beamer salah satu document class dari LaTeX menjadi harapan mahasiswa matematika yang ingin mudah untuk presentasi, namun kurangnya bahan ajar menjadikannya lebih sulit, oleh karena itu muncul gagasan untuk membuat bahan ajar berbentuk modul LaTeX Beamer ini untuk mempermudah mahasiswa yang ingin belajar. Model pengembangan yang digunakan adalah PPE (Planning Production Evaluation). Sampel penelitian adalah seluruh mahasiswa semester V, instrumen yang dipakai hanya angket penilaian terhadap modul. Berdasarkan analisis data, disimpulkan bahwa penelitian yang dilakukan menggunakan PPE mendapatkan rata-rata penilaian dengan 20 butir soal penilaian dengan nilai rata – rata sebesar 4,4 yang berarti “sangat valid” untuk digunakan mahasiswa sebagai bahan ajar mandiri.Abstract:  A student in the lecture is required to be able to present what has been obtained, in terms of lecture assignments in general it is necessary to have a decent presentation media. Mathematics students do not rule out the possibility to make presentations especially when taking micro-teaching courses. Media presentations are very diverse starting from Microsoft Power Point, Google Presentation, Open Office. But in reality in terms of mathematical writing, these media are very difficult to present what is our goal, especially when it comes to syntaxes and mathematical symbols. Beamer, one of the document classes from LaTeX, is the hope of mathematical students who want to be easy for presentations, but the lack of teaching materials makes it more difficult, therefore the idea to create teaching materials in the form of LaTeX Beamer modules is made easier for students who want to learn. The development model used is PPE (Planning Production Evaluation). The research sample was all V semester students, the instrument used was only a questionnaire assessment of the module. Based on data analysis, it was concluded that research carried out using PPE obtained an average rating with 20 items of assessment with an average value of 4.4 which means "very valid" for students to use as independent teaching materials.
Meningkatkan Hasil Belajar Siswa Kelas XI SMK Melalui Pembelajaran RME Pada Materi Trigonometri Ni Made Sri Ardana
JTAM (Jurnal Teori dan Aplikasi Matematika) Vol 2, No 2 (2018): October
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (542.789 KB) | DOI: 10.31764/jtam.v2i2.724

Abstract

Abstrak: Matematika sebagai ilmu dasar memegang peranan yang sangat penting dalam pengembangan sains dan teknologi. Konteks pembelajaran matematika yang jauh dari realita sering membuat siswa tidak dapat menarik korelasinya dengan kehidupan sehari-hari. Salah satu pendekatan pembelajaran matematika yang berorientasi pada matematisasi pengalaman sehari-hari  dan menerapkan matematika dalam kehidupan sehari-hari adalah Realistic Mathematics Education (RME). Dengan pembelajaran realistik akan memudahkan siswa belajar secara konkrit terutama pada materi yang dianggap sulit seperti trigonometri khususnya bagi siswa SMKN 1 Labuapi. Adapun nilai hasil tes pada siklus I diperoleh nilai rata-rata sebesar 72 dengan ketuntasan klasikal sebesar 75%, sedangkan pada siklus II diperoleh nilai rata-rata sebesar 75,21 dengan ketuntasan klasikal sebesar 82,51%, ini menunjukan bahwa pembelajaran yang dilakukan telah mencapai ketuntasan secara klasikal.Abstract: Mathematics as a basic science plays a very important role in the development of science and technology. The context of mathematics learning that is far from reality often makes students unable to draw correlation with everyday life. One approach to mathematics learning that is oriented to mathematical everyday experiences and applying mathematics in everyday life is Realistic Mathematics Education (RME). With realistic learning, it will be easier for students to learn concretely, especially in material that is considered difficult, such as trigonometry, especially for students of SMK 1 Labuapi. The value of the test results in cycle I obtained an average value of 72 with classical completeness of 75%, while in the second cycle obtained an average value of 75.21 with classical completeness of 82.51%, this indicates that the learning done has been achieving classical completeness.
Analisis Kesulitan Siswa Dalam Menyelesaikan Soal Cerita Matematika Topik Pecahan Ditinjau Dari Gender Aminah Aminah; Kiki Riska Ayu Kurniawati
JTAM (Jurnal Teori dan Aplikasi Matematika) Vol 2, No 2 (2018): October
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (584.645 KB) | DOI: 10.31764/jtam.v2i2.713

Abstract

Abstrak: Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif. Subjek dalam penelitian ini  adalah lima orang perempuan dan lima orang laki-laki siswa VII. Peneliti menggunakan langkah-langkah menurut Soedjadi, (a) Membaca soal dengan cermat untuk menangkap makna tiap kalimat, (b) Memisahkan dan mengungkapkan apa yang diketahui dalam soal, apa yang diminta/ditanyakan dalam soal, operasi pengerjaan apa yang diperlukan, (c) Membuat model matematika dari soal, (d) Menyelesaikan model menurut aturan-aturan matematika, sehingga mendapatkan jawaban dari model tersebut, dan (e) Mengembalikan jawaban soal kepada jawaban asal. Hasil penelitian menunjukkan siswa perempuan mengalami kesulitan dalam memahami konsep pecahan (menyamakan penyebut), mengalami kesulitan dalam menentukan operasi pengerjaan seperti penjumlahan, pengurangan, perkalian dan pembagian serta tidak menuliskan kesimpulan terakhir sedangkan siswa laki-laki mengalami kesulitan dalam memahami soal sehingga kurang tepat dalam menyelesaikan hasil akhir serta menyamakan penyebut. Cara mengatasi faktor-faktor kesulitan dalam soal ceritaa matematika adalah memberikan intensitas latihan, menguatkan kembali konsep pecahan pada siswa perempuan dan meningkatkan komunikasi matematis siswa.Abstract:  This research is a qualitative descriptive study. The subjects in this study were five women and five male students VII. The researcher uses the steps according to Soedjadi, (a) Read the questions carefully to capture the meaning of each sentence, (b) Separate and reveal what is known in the question, what is asked / asked in the question, what work operation is needed, (c) Make a mathematical model of the problem, (d) Complete the model according to mathematical rules, so that the answer to the model is obtained, and (e) Return the answer to the original answer. The results showed that female students had difficulty understanding the concept of fractions (equating the denominator), had difficulty in determining work operations such as addition, subtraction, multiplication and division and did not write the final conclusions while male students had difficulty understanding the problem so that it was not correct the final result and equate the denominator. The way to overcome the difficulty factors in mathematical storytelling is to provide training intensity, reinforce the concept of fractions in female students and improve students' mathematical communication.
Efektivitas Pembelajaran Matematika dengan Metode Thinking Aloud Pair Problem Solving (TAPPS) Terhadap Hasil Belajar Siswa Pokok Bahasan Kubus dan Balok Kelas VIII SMP/MTs Vera Mandailina; Mahsup Mahsup
JTAM (Jurnal Teori dan Aplikasi Matematika) Vol 2, No 2 (2018): October
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (409.294 KB) | DOI: 10.31764/jtam.v2i2.717

Abstract

Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas metode pembelajaran Thinking Aloud Pair Problem Solving (TAPPS) terhadap hasil belajar siswa kelas VIII SMP. Jenis penelitian yang digunakan adalah quasi eksperimen dengan melibatkan 42 siswa yang terdiri dari dua kelas dengan teknik purposive sampling. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui tes hasil belajar. Teknik analisis data yang dilakukan adalah uji prasyarat analisis dengan uji normalitas, uji homogenitas, dan uji hipotesis dengan uji-t. Berdasarkan analisis data hasil belajar diperoleh rata-rata hasil belajar kelas eksperimen (51,77) lebih tinggi dari pada rata-rata kelas kontrol (39,95). Pada uji normalitas dan homogenitas juga diketahui bahwa kelas eksperimen dan kelas kontrol berdistribusi normal dan homogen. Setelah dilakukan uji-t diperoleh nilai  thitung sebesar 2,33 sedangkan ttabel pada taraf signifikan 0,05 sebesar 1,684. Karena thitung  > ttabel, maka H0 ditolak dan H1 diterima. Jadi, dapat ditarik suatu kesimpulan bahwa  metode Thinking Aloud Pair Problem Solving (TAPPS) efektif terhadap hasil belajar siswa pada pokok bahasan kubus dan balok kelas VIII SMP.Abstract:  This study aims to determine the effectiveness of the Thinking Aloud Pair Problem Solving (TAPPS) learning method on student learning outcomes in class 8 of Junior High School. The type of research used was quasi-experiment involving 42 students consisting of two classes with purposive sampling technique. Data collection techniques are carried out through learning outcomes tests. The data analysis technique performed is an analysis prerequisite test with normality test, homogeneity test, and hypothesis testing with t-test. Based on the analysis of learning outcomes data obtained the average experimental class learning outcomes (51.77) is higher than the control class average (39.95). In the normality and homogeneity test it is also known that the experimental class and the control class are normally distributed and homogeneous. After the t-test is done, the tcount is 2.33 while the t-table is at the significant level of 0.05 is 1.684. Because t count> t table, then H0 is rejected and H1 is accepted. So, a conclusion can be drawn that the Thinking Aloud Pair Problem Solving (TAPPS) method is effective on student learning outcomes on the subject of cubes and beams in class 8 of Junior High School.
Komparasi Hasil Belajar Siswa Menggunakan Geoboard dan Geopuzzle Pada Materi Segiempat dan Segitiga Kelas VII SMP Husnul Khotimah; Hernawati Hernawati
JTAM (Jurnal Teori dan Aplikasi Matematika) Vol 2, No 2 (2018): October
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (706.549 KB) | DOI: 10.31764/jtam.v2i2.714

Abstract

Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan hasil belajar siswa menggunakan geoboard dan geopuzzle pada materi segiempat dan segitiga di kelas VII SMP. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen dengan menggunakan 2 kelas eksperimen yang pada tiap kelas menggunakan alat peraga berbeda. Sampel penelitian diambil dari dua kelas yang terdiri dari 54 siswa dengan menggunakan teknik Simple Random Sampling. Sedangkan instrumen hasil belajar siswa berupa post-test dengan taraf signifikan 5%. Berdasarkan analisis data, dapat disimpulkan bahwa ada perbedaan hasil belajar siswa yang signifikan antara nilai rata-rata kelas eksperimen 1 dengan menggunakan geoboard sebesar 71,70 dan kelas eksperimen 2 dengan menggunakan geopuzzle sebesar 62,04. Hasil penelitian ini dikuatkan oleh uji-t yang diperoleh t-hitung sebesar 2,26 dan t-tabel sebesar 2,00. Hal ini menunjukkan bahwa terdapat perbedaan hasil belajar siswa menggunakan geoboard dan geopuzzle pada materi segiempat dan segitiga di kelas VII SMP.Abstract:  This study aims to determine the differences in student learning outcomes using Geoboard and Geopuzzle on quadrilateral and triangular material in Senior High School. This research is an experimental research using 2 experimental classes which use different props in each class. The research sample was taken from two classes consisting of 54 students using the Simple Random Sampling technique. While the instrument of student learning outcomes in the form of post-test with a significant level of 5%. Based on data analysis, it can be concluded that there are significant differences in student learning outcomes between the average value of the experimental class 1 using geoboard of 71.70 and experimental class 2 using a geopuzzle of 62.04. The results of this study are corroborated by the t-test obtained by t-count of 2.26 and t-table of 2.00. This shows that there are differences in student learning outcomes using geoboard and geopuzzle on quadrilateral and triangle material in grade 7 of Senior High School
Penerapan Metode Brain Storming Dalam Meningkatkan Hasil Belajar Matematika Siswa Kelas XI Akomodasi Perkantoran di Sekolah Menengah Kejuruan Sirajuddin Sirajuddin; Rodi Kurniawan
JTAM (Jurnal Teori dan Aplikasi Matematika) Vol 2, No 2 (2018): October
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (789.877 KB) | DOI: 10.31764/jtam.v2i2.721

Abstract

Abstrak: Tujuan penelitian adalah dengan menerapkan Metode Brain Stirming untuk meningkatkan hasil belajar siswa. Jenis penelitian adalah Penelitian Tindakan Kelas, subyek dari penelitian ini adalah siswa kelas XI Administrasi Perkantoran sebanyak 31 siswa. Instrumen penelitian yang digunakan adalah tes evaluasi hasil belajar dan lembar observasi. Berdasarkan hasil analisa data diperoleh hasil ketuntasan klasikal siswa pada siklus I sebesar 64,5% sedangkan pada siklus II diperoleh hasil ketuntasan klasikal siswa sebesar 90,3%. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa penerapan Metode Brain Storming dapat meningkatkan hasil belajar matematika siswa pada materi Barisan dan Deret.Abstract:  The purpose of the study is to apply the Brain Stirming Method to improve student learning outcomes. This type of research is Classroom Action Research, the subject of this study were students of class XI Office Administration as many as 31 students. The research instrument used was the learning outcome evaluation test and observation sheet. Based on the results of data analysis, the results of classical completeness of students in the first cycle were 64.5%, while in the second cycle the results of classical completeness of students were 90.3%. Thus it can be concluded that the application of the Brain Storming Method can improve students' mathematics learning outcomes in the Sequence and Series material. 
Regresi Median Pada Copula Bivariat Rinadi, Geraldus Anggoro; Sasongko, Leopoldus Ricky; Susanto, Bambang
JTAM (Jurnal Teori dan Aplikasi Matematika) Vol 3, No 1 (2019): April
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (532.618 KB) | DOI: 10.31764/jtam.v3i1.728

Abstract

Abstrak: Analisis regresi adalah analisis yang sering digunakan dalam segala bidang yang bertujuan untuk memodelkan hubungan antara dua jenis variabel tak bebas dengan satu atau variabel bebas. Regresi linier masih memiliki beberapa kekurangan, maka dari untuk mengatasinya dengan regresi median. Copula dapat digunakan untuk mendeteksi hubungan data bivariat dengan peubah-peubah yang berbeda. Hasil penelitian menunjukkan kurva kuantil bersyarat terbaik berdasarkan MSE terkecil Data I yaitu copula Plackett sebesar 0.8650. Sedangkan nilai MSE terkecil Data II yaitu copula Gaussian sebesar 0.3954. Nilai MSE terkecil Data III yaitu copula Frank sebesar 0.5575. Terakhir, nilai MSE terkecil Data IV yaitu copula Clayton sebesar 0.3190.Abstract:  Regression analysis is an analysis that is often used in all fields which aims to model the relationship between two types of non-dependent variables with one or independent variables. Linear regression still has several drawbacks, so to overcome this by median regression. Copula can be used to detect bivariate data relations with different variables. The results showed that the best conditional curves based on the smallest MSE of Data I were Plackett copula of 0.8650. While the smallest MSE value is Data II, which is a Gaussian population of 0.3954. The smallest MSE value of Data III is Frank copula of 0.5575. Finally, the smallest MSE value is Data IV which is copula Clayton of 0.3190.
Analisis Jumlah Penerimaan Pajak Bumi dan Bangunan di Kecamatan Gunung Labuhan Way Kanan Sari, Reni Permata; Hayati MT, Ma’rufah
JTAM (Jurnal Teori dan Aplikasi Matematika) Vol 3, No 1 (2019): April
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (906.277 KB) | DOI: 10.31764/jtam.v3i1.756

Abstract

Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis data Penerimaan Pajak Bumi dan Bangunan di Kecamatan Gunung Labuhan yang terdiri dari 19 Desa atau Kelurahan Tahun 2012 dan 2013. Dengan melihat fluktasi atau naik turunnya jumlah penerimaan Pajak Bumi dan Bangunan di Kecamatan Gunung Labuhan Way Kanan.  Metode yang digunakan adalah dengan analisis statistika deskriptif menggunakan software Minitab 16.  Berdasarkan hasil penelitian diperoleh : Penerima Pajak Bumi dan Bangunan paling banyak tahun 2012 yaitu pada Kelurahan Banjar Ratu sebesar Rp12.800.448 dan paling sedikit pada Kelurahan Gunung Baru yaitu sebesar Rp2.360.961. Untuk  Penerima Pajak Bumi dan Bangunan paling banyak tahun 2013 yaitu pada Kelurahan Banjar Ratu sebesar Rp13.233.132 dan paling sedikit pada Kelurahan Gunung Baru yaitu sebesar Rp2.591.518. Nilai rata-rata Penerima Pajak Bumi dan Bangunan tahun 2012 yaitu Rp5.353.008 sedangkan tahun 2013 yaitu Rp5.717.279Abstract:  This study aims to analyze data on land and building tax receipts in Gunung Labuhan sub-district consisting of 19 villages in 2012 and 2013. By looking at fluctuations or the ups and downs in the amount of land and building tax revenues. The Method used is descriptive statistical analysis with Software Minitab 16. Based on the result of the study it can be concluded: The most revenue from land and building tax in 2012 is in the Banjar Ratu sub-district of IDR12.800.448 and at least in the Kelurahan Gunung Baru, which is IDR2.360.961. The most acceptance of land and building tax in 2013 is in the Banjar Ratu sub-district of IDR13.233.132 and the least in the Gunung Baru sub-district is IDR2.591.518. The average land and building tax revenue in 2012 was IDR5.353.008 while in 2013 it was IDR5.717.279.
Pengembangan Komik Matematika dengan Metode Preview, Question, Read, Reflect, Recite, & Review (PQ4R) Pada Materi Lingkaran Kelas VIII SMP Farapatana, Elsa; Anwar, Yunita Septriana; Abdillah, Abdillah
JTAM (Jurnal Teori dan Aplikasi Matematika) Vol 3, No 1 (2019): April
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (774.716 KB) | DOI: 10.31764/jtam.v3i1.755

Abstract

Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk menghasilkan komik dengan metode pembelajaran PQ4R pada materi lingkaran kelas VIII SMP yang memiliki validitas, kepraktisan, dan efektifitas yang baik. Penelitian ini menggunakan model 4-D yaitu tahap pendefenisisan (define), tahap perancangan (design), dan tahap pengembangan  (develop). Instrumen penelitian adalah lembar validasi komik, lembar kepraktisan komik dan lembar efektifitas komik. Hasil penelitian menunjukan bahwa (1) komik matematika dengan metode pembelajaran PQ4R termasuk dalam kategori valid dari aspek materi, bahasa, dan desain dengan skor rata-rata 4.01; (2) komik tersebut termasuk dalam kategori praktis dengan skor rata-rata 4.14; (3) komik tersebut termasuk dalam kategori efektif dengan skor rata-rata 4.06. Kemudian pencapaian aktivitas meliputi (1) aktifitas dalam kegiatan belajar mengajar aktif dengan skor rata-rata aktivitas siswa 4.19; (2) respon siswa terhadap pembelajaran efektif dengan skor rata-rata respon siswa sebesar 4.27; (3) aktifitas dalam kegiatan belajar mengajar aktif dengan skor rata-rata aktivitas guru sebesar 4.42; dan (4) hasil belajar siswa efektif dengan skor rata-rata hasil belajar siswa sebesar 4,00 dan persentase rata-rata siswa yang mencapai nilai ketuntasan minimal 70 adalah 86%.Abstract:  This study aims to produce comics with the PQ4R learning method on the material of the class VIII of junior high school that has good validity, practicality and effectiveness. This study uses a 4-D model, namely the stage of define, design, and  develop. The research instruments were comic validation sheets, comic practicality sheets and comic effectiveness sheets. The results showed that (1) mathematical comics with the PQ4R learning method included in the valid category of material, language, and design aspects with an average score of 4.01; (2) the comic is included in the practical category with an average score of 4.14; (3) the comic is included in the effective category with an average score of 4.06. Then the achievement of activities includes (1) activities in active teaching and learning activities with an average score of student activity 4.19; (2) student responses to effective learning with students' average response scores of 4.27; (3) activities in active teaching and learning activities with an average score of teacher activity of 4.42; and (4) effective student learning outcomes with an average score of student learning outcomes of 4.00 and the average percentage of students who achieve a minimum completeness score of 70 is 86%.

Page 4 of 57 | Total Record : 565