cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kab. banyumas,
Jawa tengah
INDONESIA
LEKSIKA
ISSN : 19781695     EISSN : 26204037     DOI : -
Core Subject : Education,
Leksika is a journal on language, literature and language teaching. It is published by Faculty of Letters, Universitas Muhammadiyah Purwokerto, Central Java, Indonesia. Its issues are published twice a year in February and August. Leksika has been indexed in Google Scholar, Academia edu, Base, Portal Garuda, i-Future and Sinta e-ISSN : 2620-4037 p-ISSN : 1978-1695.
Arjuna Subject : -
Articles 6 Documents
Search results for , issue "Vol 1, No 1 (2007)" : 6 Documents clear
Penambahan dan Pengurangan dalam Penerjemahan Fuad Arif Fudyartanto
Leksika: Jurnal Bahasa, Sastra dan Pengajarannya Vol 1, No 1 (2007)
Publisher : University of Muhammadiyah Purwokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30595/lks.v1i1.2206

Abstract

In doing his work, a translator cannot always present all the meanings contained in the source text comprehensively. He sometimes should reduce the existing meaning, or add a new meaning in the target text, which then results in the phenomenon of “gain”  and “loss” of translation. A factor causing this is the fact that no languages have an absolute likeness. Another factor is the cultural gaps in which the languages involved exist. This strategy is commonly taken up by the translator to give an explanation and reason, and to put an emphasis, which are all ultimately aimed to keep the naturality of translation, without sacrificing the loyality of the original content
Penulisan Berita tentang Wanita dan Pria Penjahat yang Objektif: Sebuah Discourse Analysis Djatmika Djatmika; Zita Rarastesa
Leksika: Jurnal Bahasa, Sastra dan Pengajarannya Vol 1, No 1 (2007)
Publisher : University of Muhammadiyah Purwokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30595/lks.v1i1.2202

Abstract

This paper discusses about how language potrays the phenomenon of woman bandits and man bandit and their position in the news texts, which are reported by Suara Merdeka – a local newspaper whose target readers mostly reside in Central Java. Several texts were selected for the data and stylistic analysis was conducted to determine the position of the women in the action they did, which in turn show us the ideology of the journalists.Suara Merdeka is selected the source of data because this newspaper is targeted to readers residing mostly in the Javanese society, a society which a patrilineal system. In this society, crimes with women as the victims occur almost everyday, and the society sees them as something common. However, the society will react differently when a crime happens with a woman as the actor. This can be seen through the language exploitation performed by journalist in reporting the events on newspapers. 
The Judgment of the Press to the Ruling Government in the New Order Era (A Discourse Analysis of the Editorial of Jakarta Post) Khristianto Khristianto
Leksika: Jurnal Bahasa, Sastra dan Pengajarannya Vol 1, No 1 (2007)
Publisher : University of Muhammadiyah Purwokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30595/lks.v1i1.2203

Abstract

Pers memiliki fungsi kontrol bagi pemerintah yang berkuasa. Fungsi ini merupakan peran esensial yang disandang oleh pers. Namun, tidak semua kondisi memungkinkan pers bisa menjalankan fungsinya tersebut. Ketika penguasa tidak lagi bisa menghormati keberadaan pers dan menganggapnya sebagai lawan, maka persn akan menjadi korban. Pers akan dikekang dalam menjalankan fungsinya. Fenomena semacam ini terjadi pada masa order baru.Studi ini bertujuan untuk melihat bagaimana wujud ketertindasan pers, melalui kajian terhadap editorial yang disajikan. Dengan pendekatan tatabahasa sistemik fungsional, kajian ini akan membaca lebih dekat bagaiaman penilaian media terhadap pelaksanaan pemilihan umum pada masa orde baru, yakni pemilu tahun 1992. Media yang menjadi sumber data dalam penelitian ini adalah Jakarta Post.Berdasarkan analisis, terlihat dengan jelas bahwa media cenderung menilai positif terhadap perilaku pemerintah, dalam hal ini dari pemilu yang mereka laksanakan. Media mengatakan bahwa pemerintah sudah melakukan pemilihan umum yang adil dan pemerintah sudah berupaya keras agar pelaksanaan pemilu yang bisa lebih baik. 
The Characterization of Arthur Dismmesdale as A Puritan Priest in The Scarlet Letter Faisal Faisal
Leksika: Jurnal Bahasa, Sastra dan Pengajarannya Vol 1, No 1 (2007)
Publisher : University of Muhammadiyah Purwokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30595/lks.v1i1.2204

Abstract

Novel The Scarlet Letter sangat menarik karena menampilkan sosok pastur yang seharusnya suci dan lepas dari dosa tetapi melakukan perbuatan paling terlarang oleh Tuhan dan dihujat oleh khalayak: zinah. Sebagai akibat dari perzinahan tersebut lahir seorang anak manusia dan sang ibu harus menjalani hukuman berat dengan label huruf A (adulterer, pezinai) selama hidupnya.Ia pun dihantui rasa bersalah dan harus selalu berbohong dan menutupi apa yang terjadi. Apa yang ia lakukan bertentangan dengan etika dan ajaran Puritan yang  seharusnya dipegang teguh dan diamalkan dalam kehidupan sehari-hari. Etika Puritan yang menyatakan manusia harus berbuat baik supaya menjadi The Elected (Yang Terpilih) amat menggangu pikirannya. Ia merasa tidak pernah menjadi The Elected, sebaliknya akan menjadi Yang Terkutuk.Sebagai akibatnya, ia mengalami penurunan kondisi fisik karena puasa berat yang dijalani, hukuman yang dilakukan oleh dirinya sendiri serta terus-menerus berlutut di depan cermin untuk mengakui apa yang telah dilakukannya. Kondisi ini semakin diperparah dengan status sosialnya sebagai pastur yang dianggap mulia dan agung di mata masyarakat. Pastur adalah guru dan teladan masyarakat yang siap mendengarkan dan menerima pengakuan dosa. Pada akhirnya, sang pastur ini mengalami derita psikologis,tercermin dari sikapnya yang gugup dan kaku ketika harus berkhotbah. Dalam tidurnya dia berjalan menuju tempat Hester Prynne berdiri menerima hukuman. 
Tattoing: Function and Symbol Riyatno Riyatno
Leksika: Jurnal Bahasa, Sastra dan Pengajarannya Vol 1, No 1 (2007)
Publisher : University of Muhammadiyah Purwokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30595/lks.v1i1.2205

Abstract

Tato memiliki fungsi spesifik dalam mengungkapkan ekspresi manusia. Fungsi tersebut berhubungan dengan satu kelompok masyarakat tertentu, sehingga dimungkinkan terjadi perbedaan antar-kelompok. Sebagai bagian dari folk arts,  tato memiliki akar pada kebudayaan tradisional, yang kemudian menjadi bagian dari kebudayaan modern. Dan ciri tradisional itu tidak hilang. Fungsi tato tercermin dari simbol-simbol yang tergambar dalam artefak rupa ini, yang sejalan dengan ekspresi dan harapan dari pengguna tato. Simbol-simbol dari budaya tradisional dalam tato ternyata masih tampak nyata, meskipun tato modern jelas telah terpaut jauh secara waktu dan ruang dengan tato tradisional.
The Harshness of New Industrial System in Charles Dicken’s Oliver Twist Widya Nirmalawati
Leksika: Jurnal Bahasa, Sastra dan Pengajarannya Vol 1, No 1 (2007)
Publisher : University of Muhammadiyah Purwokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30595/lks.v1i1.2201

Abstract

Kajian ini banyak dipengaruhi oleh kondisi kehidupan manusia, khususnya hubungan sastra dengan masyarakatnya. Aspek yang dibahas di sini adalah kondisi dan situasi yang dialami oleh masyarakat miskin. Sikap hidup mereka yang disebabkan oleh kerasnya sistem industri baru, sebagaimana tercermin dalam novel Charles Disken, Oliver Twist. Dengan menggunakan pendekatan sosiologis, kajian ini berupaya memberikan gambaran yang gambling mengenai kondisi sosial budaya dan penderitaan orang-orang miskin dan anak-anak pada masa revolusi industri.

Page 1 of 1 | Total Record : 6