cover
Contact Name
I Ketut Sudarsana
Contact Email
ulakan82@gmail.com
Phone
+6287823334582
Journal Mail Official
ganaya.jurnalilmusoshum@gmail.com
Editorial Address
Jalan Antasura Gang Dewi Madri I Blok A / 3, Peguyangan Kangin, Kec. Denpasar Utara, Kota Denpasar, Bali 80115
Location
Kota denpasar,
Bali
INDONESIA
Ganaya: Jurnal Ilmu Sosial dan Humaniora
Published by Jayapangus Press
ISSN : -     EISSN : 26150913     DOI : -
Ganaya: Jurnal Ilmu Sosial dan Humaniora is a journal published by Jayapangus Press which contains the results of research in the field of social sciences and humanities. The purpose of this journal is to publish and disseminate writings in the social sciences and humanities that can contribute to the development of science. Ganaya: Jurnal Ilmu Sosial dan Humaniora published twice a year in March and September. Ganaya: Jurnal Ilmu Sosial dan Humaniora accepts writings in the form of quantitative and qualitative research from academics, practitioners, researchers, and students relevant to the topic of social science and humanities.
Articles 24 Documents
Search results for , issue "Vol 2 No 2-3 (2020)" : 24 Documents clear
Potret Masyarakat Jakarta Dalam Membangun Identitas Budaya Pada Lingkup Harmoni Kebangsaan Untung Suhardi
Ganaya : Jurnal Ilmu Sosial dan Humaniora Vol 2 No 2-3 (2020)
Publisher : Jayapangus Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Culture a territory have identity distinguish to each other. But a lot of the imposition culture is finally native culture from certain regions missing. The state of this is what in the context of history Jakarta people do not understand history truth about where their culture. Basic thought in this writing is the identity of the culture of society Jakarta and its effort to realize community tolerance in the scope of diversity. This writing using analysis qualitative phenomenologist approach. This research result in a finding of their national identity impossible destroyed just because of differences of religion party certain. On a pearl of sphere wisdom local that the Jakarta formed because of tradition an ancestor about which was already carried out in hereditary. Hence, cultural identity people still interweave tradition and culture-based tolerance and togetherness. The value of this tolerance going to come up with that there were attempts to realizing the national anthem of the using constructive dialogue, known corrupt tolerance, start applying the standards values intercultural be selective and development knowledge and technology a limited impact on the. Values this is what within the scope of globalization are to be sustained especially to the younger generation.
Peran Komunikasi Budaya Dan Kearifan Lokal Dalam Pemingitan Jero Balian Di Pura Ulun Danu Batur Kintamani Bangli Ni Made Yuliani
Ganaya : Jurnal Ilmu Sosial dan Humaniora Vol 2 No 2-3 (2020)
Publisher : Jayapangus Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Masyarakat Bali memiliki budaya yang kuat berkaitan dengan agama. Demikian pula halnya dengan tradisi yang dimilikinya begitu beragam. Salah satunya tradisi pemilihan jero balian di pura Ulun Danu Batur Kintamani Bangli. Kuatannya pengaruh komunikasi budaya atas individu dalam pelaksanaan Pemingitan Jero Balian lebih menekankan pada aspek komunikasi secara vertikal yaitu hubungan ke atas dengan Sang Hyang Widhi Wasa. Setiap individu memiliki perbedaan cara di dalam melakukan komunikasi dengan Ida Sang Hyang Widhi Wasa, perbedaan cara atau jalan tersebut tidak merupakan suatu permasalahan. Karena pada hakekatnya dengan jalan apapun umat manusia mendekatkan diri dengan Tuhan, asalkan dilandasi dengan keyakinan serta keiklasan maka akan diterima, sehingga seluruhnya tergantung dari individu manusia itu sendiri. Komunikasi individual juga terjadi pada proses nyanjan yaitu jero mangku mengalami trans yang diyakini kelinggihan Bhatara, pada saat melaksanakan nyanjan masyarakat meyakini bahwa Ida Bhatara memilih Jero Balian yang baru melalui perantara Jero Mangku. Sehingga dalam hal ini bahwa Jero Mangkulah sebagai media teknisnya Ida Bhatara dalam melakukan komunikasi dengan orang yang akan dipilih sebagai Jero Balian. Di sanalah terletak komunikasi massa yang terdapat dalam proses Pemingitan Jero Balian. Terkait dengan hal tersebut maka dapat ditarik rumusan masalah sebagai berikut; Bagaimana Peran Komunikasi Budaya Dan Kearifan Lokal Dalam Pemingitan Jero Balian Di Pura Ulun Danu Batur Kintamani Bangli. Bagaimana Ideologi Budaya Dalam Pemingitan Jero Balian Di Pura Ulun Danu Batur Kintamani Bangli. Selanjutnya diselesaian oleh teori teori Media Dan Budaya yang mencakup ideologi budaya dan hegemoni. Manusia sebagai mahluk sosial cendrung hidup berkelompok satu sama lain dan membentuk suatu organisasi sosial yang disebut dengan masyarakat. Di dalam kelompoknya akan selalu ada komunikasi sosial yang sifatnya timbal balik satu sama lain. Komunikasi terjadi dalam setiap gerak langkah kehidupan manusia, tujuam masyarakat melakukan komunikasi yaitu agar terciptanya suatu perubahan sikap, perubahan perilaku, dan perubahan sosial. Komunikasi menjadi dasar masyarakat untuk berinteraksi dengan masyarakat yang lain, hingga terbentuk ideologi budaya. Komunikasi yang efektif dapat terjadi dalam berbagai aktifitas atau kegiatan dalam masyarakat baik itu dalam praktek agama dan budayanya. Dalam upacara Pemingitan Jero Balian di Desa Pakraman Batur Kecamatan Kintamani Kabupaten Bangli ini terjadinya komunikasi antar kelompok selain komunikasi individu yang juga sangat penting guna menciptakan suatu hubungan yang harmonis antar warga masyarakat.
Peranan Komunikasi Dalam Industri Pariwisata Era Milineal: Tinjauan Terhadap Museum Di Bali Ni Desak Made Santi Diwyarthi
Ganaya : Jurnal Ilmu Sosial dan Humaniora Vol 2 No 2-3 (2020)
Publisher : Jayapangus Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Bali, termasuk museum, terlibat dalam industri pariwisata era milenial 4.0. Pengelolaan museum tidak lagi bisa bersifat inklusif tanpa analisis dan penerapan yang borderless dan out of the box. Museum merupakan salah satu sarana berkomunikasi di tengah masyarakat milenial dewasa ini yang harus dikaji manfaatnya dalam industri pariwisata. Metode penelitian adalah kuantitatif dan kualitatif, menggunakan instrumen penelitian berupa angket, wawancara, studi dokumentasi, dengan populasi pengunjung museum di Bali. Hasil penelitian memperlihatkan tamu yang mengunjungi museum sebagian besar adalah orang yang sudah mempelajari informasi terkait museum terlebih dahulu, yakni 52 persen, 52 persen akan menuliskan kisah perjalanannya mengunjungi museum, 80persen akan mempromosikan keberadaan museum melalui media internet, 92 persen mengenal sejarah museum yang akan dikunjungi dan pendirinya, 60 persen akan mempromosikan kembali pada orang lain. 40 persen akan kembali mengunjungi museum yang sama.
Cover, Kata Pengantar dan Daftar Isi Panitia Pelaksana
Ganaya : Jurnal Ilmu Sosial dan Humaniora Vol 2 No 2-3 (2020)
Publisher : Jayapangus Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pentingnya memahami komunikasi selain dapat mengembangkan kemampuan berpikir kritis Anda, mempelajari teori komunikasi juga akan membantu Anda untuk mengapresiasi banyaknya penelitian yang dilakukan dalam berbagai macam bidang ilmu. Apakah Anda berasal dari jurusan komunikasi, psikologi, pendidikan, ilmu politik, atau bisnis, Anda akan melihat bahwa teori-teori yang ada dalam buku ini merupakan hasil pemikiran, tulisan dan penelitian orang-orang intelektual yang berasal dari bidang ilmu yang beragam. Komunikasi merupakan proses sosial di mana individu-individu menggunakan simbol-simbol untuk menciptakan dan menginterpretasikan makna dalam lingkungan mereka. Ada beberapa istilah kunci dalam perspektif komunikasi yaitu: sosial, proses, simbol, makna dan lingkungan. Komunikasi secara sosial (social) adalah komunikasi yang selalu melibatkan manusia serta interaksi. Artinya, komunikasi selalu melibatkan dua orang, pengirim dan penerima. Ketika komunikasi dipandang secara sosial, komunikasi selalu melibatkan dua orang yang berinteraksi dengan berbagai niat, motivasi dan kemampuan. Komunikasi sebagai proses (process), hal ini berarti komunikasi bersifat berkesinambungan dan tidak memiliki akhir. Komunikasi juga dinamis, kompleks, dan senantiasa berubah. Selain itu, karena komunikasi merupakan proses, banyak sekali yang dapat terjadi dari awal hingga akhir dari sebuah proses pembicaraan. Orang-orang dapat memiliki sikap yang sama sekali berbeda ketika sebuah diskusi dimulai. Komunikasi sebagai simbol (symbol) adalah sebuah label arbitrer atau representasi dari fenomena. Kata simbol adalah simbol untuk konsep dan benda, misalnya; kata cinta merepresentasikan sebuah ide mengenai cinta; kata kursi merepresentasikan benda yang kita duduki. Label dapat bersifat ambigu, dapat berupa verbal dan nonverbal, dan dapat terjadi dalam komunikasi tatap muka dan komunikasi dengan menggunakan media. Simbol juga terdiri dari dua jenis; (1) Simbol konkret (concrete symbol); simbol yang merepresentasikan benda atau sebuah objek; (2) simbol abstrak (abstract symbol); simbol yang merepresentasikan sebuah ide atau pemikiran. Makna juga memegang peranan penting dalam definisi komunikasi. Makna adalah yang diambil orang dari suatu pesan. Dalam episode-episode komunikasi, pesan dapat memiliki lebih dari satu makna dan bahkan berlapis-lapis makna. Lingkungan (environment) adalah situasi atau kondisi di mana komunikasi itu terjadi. Lingkungan terdiri dari beberapa elemen seperti; waktu, tempat, periode sejarah, relasi, dan latar belakang budaya pembicara dan pendengar. Lingkungan juga dapat dihubungkan. Maksudnya, komunikasi dapat terjadi dengan adanya bantuan dari teknologi. Misalnya; komunikasi yang difasilitasi oleh media seperti; email, facebook, chat room atau internet. Komunikasi menjadi dimensi penting dalam setiap ranah kehidupan, termasuk bagi karier professional komunikasi, pariwisata, hukum, sosial, budaya dan kesuksesan layanan dalam melakoni berbagai profesi. Para profesional dari berbagai ranah membutuhkan keterampilan komunikasi untuk mendukung kesuksesan kerja mereka. Sukses atau gagalnya karier seseorang salah satunya dipengaruhi oleh keterampilan dalam berkomunikasi. Selama ini, komunikasi sering dianggap remeh, karena kita merasa sudah melakukannya sejak lahir. Padahal jika dipelajari dengan serius, komunikasi akan mampu menjadi kunci sukses seseorang. Kesuksesan kebijakan maupun regulasi dalam bidang apapun dari pemerintah bagi masyarakat juga sangat bergantung kepada komunikasi, seperti kebijakan komunikasi, pariwisata, hukum, sosial, dan budaya. Saya berharap, melalui Seminar Nasional “Kapitalisme Media Dan Komunikasi Politik Di Era Revolusi Industri 4.0 yang diselenggarakan oleh Magister Ilmu Komunikasi Hindu Pascasarjana Institut Hindu Dharma Negeri (IHDN) Denpasar yang diselenggarakan pada tanggal 19 Agustus 2019. Melalui Seminar Nasional “Kapitalisme Media Dan Komunikasi Politik Di Era Revolusi Industri 4.0 yang diselenggarakan oleh Magister Ilmu Komunikasi Hindu Pascasarjana Institut Hindu Dharma Negeri (IHDN) Denpasar ini pula saya berharap kita dapat bekerjasama untuk meningkatkan keterampilan komunikasi, melalui berbagai penelitian, seminar, dan lokakarya, baik skala nasional dan internasional. Semoga dengan kompetensi dan keterampilan komunikasi yang dimiliki oleh sumber daya manusia yang meniti karier dalam berbagai ranah profesi mampu memberikan pelayanan profesional. Denpasar, 29 Agustus 2019 Direktur Pascasarjana IHDN Denpasar Prof. Dr. Dra. Relin D.E, M.Ag NIP. 19680801 200112 2 002

Page 3 of 3 | Total Record : 24