cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Jurnal Teknik Sipil Unika Soegijapranata : G-SMART (Geoteknik, Struktur, Manajemen Konstruksi, Sumber Daya Air, Transfortasi)
ISSN : 26205297     EISSN : 26205297     DOI : -
Core Subject : Engineering,
Jurnal G - SMART : Jurnal Teknik Sipil Unika Soegijapranata yang meliputi Geoteknik, Struktur, Manajemen Konstruksi, Sumber Daya Air dan Transportasi.
Arjuna Subject : -
Articles 6 Documents
Search results for , issue "Vol 4, No 1: Juni 2020" : 6 Documents clear
Evaluasi Kinerja Sistem Jaringan Drainase Panggung Lor Kota Semarang Calvin Tanuwijaya; Made Wijaya Kusuma
G-SMART Vol 4, No 1: Juni 2020
Publisher : Universitas Katolik Soegijapranata Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24167/gsmart.v4i1.2123

Abstract

Kecamatan Semarang Utara merupakan wilayah Semarang bagian utara yang terdiri dari sembilan kelurahan, salah satunya adalah kelurahan Panggung Lor. Sejak tahun 1993, banjir dan rob menjadi langganan warga kelurahan Panggung Lor, Semarang Utara. Pada tahun 2017 situasi di wilayah Panggung Lor mulai berubah. Faktor yang menyebabkan banjir di daerah Panggung Lor mulai berkurang salah satunya adalah karena bantuan stasiun pompa. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui kondisi eksisting, kapasitas saluran drainase serta menganalisis dan mengevaluasi kinerja pompa di daerah Panggung Lor. Analisa menggunakan program EPA SWMM 5.1. Pada kondisi eksisting, terdapat kerusakan pada dinding badan saluran drainase di Jalan Kuala Mas 15. Berdasarkan hasil analisis, saluran drainase yang ada di Jalan Telaga Mas Raya kelurahan Panggung Lor masih mampu menampung debit air yang mengalir sebesar 86% dengan total inflow 13,65 m3/s. Pemodelan yang menggunakan periode ulang 2 dan 10 tahunan, apabila pompa aktif sesuai kondisi eksisting tidak akan menyebabkan flooding. Jika menggunakan periode ulang 25 tahunan, masih menyebabkan flooding sehingga perlu penambahan pompa dengan debit 0,7 m3/detik di rumah pompa 3 dan 1 pompa dengan debit 1 m3/detik di rumah pompa 4.
Analisis Kebutuhan Fasilitas Penyeberangan Orang Pandu Astha Lazuardi; Rizky Alfiandhi Prasetya; Djoko Setijowarno; Rudatin Ruktiningsih
G-SMART Vol 4, No 1: Juni 2020
Publisher : Universitas Katolik Soegijapranata Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24167/gsmart.v4i1.1894

Abstract

Bersamaan dengan kemajuan dan perkembangan populasi pada Kota besar volume kendaraan dan pejalan kaki semakin meningkat. Hal ini akan mengakibatkan konflik antara volume kendaraan yang melintas dengan pejalan kaki yang menyeberang. Permasalahan yang terjadi yaitu konflik antara penyeberang jalan dengan kendaraan bermotor yang memungkinkan terjadinya kecelakaan. Untuk menghindari terjadinya kecelakaan maka diperlukan fasilitas penyeberangan orang. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis akan kebutuhan fasilitas penyeberangan bagi pejalan kaki dan memberikan rekomendasi jenis fasilitas penyeberangan orang yang tepat. Pengumpulan data dilakukan dengan cara survey langsung di titik lokasi yang telah ditentukan yang diamati selama tiga hari pada jam – jam sibuk. Data- data yang diambil berupa volume kendaraan, volume pejalan kaki, dan geometri jalan. Data yang didapatkan digunakan untuk mendapatkan nilai PV2. Nilai tersebut akan digunakan untuk menentukan jenis fasilitas penyeberangan orang yang sesuai dengan titik lokasi yang ditentukan. Hasil perhitungan PV2 untuk empat titik lokasi yang diamati didapatkan tiga lokasi yang layak untuk direncanakan pembangunan fasilitas penyeberangan orang, yaitu pada ruas jalan Pandanaran di titik lokasi toko peralatan AGUSTA berupa pelican crossing (lampu swakelola) dengan nilai PV2 139.332.136,5. Ruas jalan MT Haryono di titik lokasi Java Mall berupa pelican crossing (lampu swakelola) dengan lapak tunggu yang nilai PV2  223.380.673,3. Ruas jalan Teuku Umar di titik lokasi Pasar Jatingaleh berupa penyeberangan tidak sebidang dengan nilai PV2 1.087.398.217. Satu lokasi tidak memerlukan fasilitas penyeberangan orang, yaitu pada ruas jalan Teuku Umar depan SMK Antonius tidak diperlukan fasilitas penyeberangan orang.
Campuran Beton Tahan Terhadap Air Rob Dengan Bahan Tambah Fly Ash Dan Viscocrete 3115 ID Ignatius Dinar Bagasrianto; Drajat Adi Satria
G-SMART Vol 4, No 1: Juni 2020
Publisher : Universitas Katolik Soegijapranata Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24167/gsmart.v4i1.2647

Abstract

Dijaman globalisasi ini perkembangan penduduk yang semakin pesat berbanding lurus dengan kebutuhan tempat tinggal yang semakin meningkat. Ketersediaan lahan yang semakin sedikit, maka dari itu sering dijumpai pemukiman yang terletak di pesisir pantai. Pada umumnya material yang digunakan pada rumah yang terletak di pesisir terbuat dari struktur beton. Pada penelitian  ini dilakukan penambahan fly ash dan viscocrete 3115 ID sebagai bahan tambah. Tujuan dari pengujian ini adalah untuk mengetahui nilai kuat tekan beton yang diberi bahan tambah fly ash dan viscocrete 3115 ID serta dilakukan perawatan menggunakan air rob. Fly ash sebagai bahan tambah pembuatan benda uji ditambahkan dengan kadar 0%, 4%, 5%, 6%, dan 7% yang dibandingkan terhadap berat semen. Sedangkan Viscocrete 3115 ID ash sebagai bahan tambah pembuatan benda uji ditambahkan dengan kadar 0%, dan 2% yang dibandingkan dengan berat semen.   Benda uji yang dibuat  tergolong dalam beton normal karena memiliki berat massa volume antara 2200-2500 kg/m3, yaitu sebesar 2354,382 kg/m3 . Pengujian kuat tekan beton dilakukan di umur ke 7, 28, dan 56 hari yang dilakukan di Laboratorium Universitas Katolik Soegijapranata Semarang. Dari penelitian yang dilakukan diperoleh hasil untuk kuat tekan beton pada hari ke 56 untuk kadar 0%, 4%, 5%, 6%, dan 7% berturut-turut sebesar 16,985 N/mm2; 31,894 N/mm2; 32,460 N/mm2; 34,536 N/mm2; dan 33,782 N/mm2.
Evaluasi Perlintasan Sebidang Jalan Rel dengan Jalan Raya di Kota Semarang Galang Pringgondani; Narendra Dewa Bagaskara; Djoko Setijowarno; Rudatin Ruktiningsih
G-SMART Vol 4, No 1: Juni 2020
Publisher : Universitas Katolik Soegijapranata Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24167/gsmart.v4i1.1895

Abstract

Tundaan dan Antrian kendaraan cukup panjang terjadi di Jalan Anjasmoro, Madukoro, Kokrosono karena volume dari ruas jalan yang tidak bertambah yang menyebabkan penyempitan jalan sehingga menyebabkan waktu untuk melintasi ruas jalan tersebut menjadi bertambah lama. Perhitungan tundaan dan panjang antrian berdasarkan data asli dari hasil survei yang dilakukan di Jalan Anjasmoro Raya, Madukoro Raya, Kokrosono. Sedangkan perhitungan konsumsi bahan bakar berdasarkan persamaan dari LAPI-ITB yang kemudian dikonversikan menjadi satuan mobil penumpang. Analisis hubungan antara tundaan dan panjang antrian terhadap konsumsi bahan bakar dilakukan dengan cara menganalisis regresi linier berganda. Berdasarkan analisis data dan pembahasan, hasil model regresi linier berganda dengan variabel bebas berupa tundaan (X1) dan panjang antrian (X2) terhadap variabel tidak bebas yaitu konsumsi bahan bakar (Y) adalah Y = 0.012 + 0.389 X1 + 0.0008547 X2 untuk pagi hari. Hasil analisis menunjukkan tundaan, panjang antrian tertinggi di perlintasan Madukoro Raya sebesar 273 m dikarekan memiliki jumlah tundaan yang lama dan konsumsi bbm tertinggi diperlintasan Kokrosono sebesar 300.32 liter dikarenakan memiliki tundaan yang lama, semakin tinggi nilai waktu tundaan dan panjang antrian semakin besar pula konsumsi bahan bakar yang terbuang. Berdasarkan ketentuan SK 770 tahun 2005 (LHR x frekuensi kereta api 35.000 smpk) pada perlintasan Anjasmoro Raya (2.580.614,4 smpk), Madukoro Raya (2.718.034,8 smpk), Kokrosono (1.173.984,3 smpk) sudah tidak memenuhi syarat sebagai perlintasan sebidang, sehingga sebaiknya sudah ditingkatkan menjadi perlintasan tidak sebidang seperti fly over, dll.pengaruh terhadap konsumsi bahan bakar, artinya semakin tinggi nilai waktu tundaan dan panjang antrian semakin besar pula konsumsi bahan bakar yang terbuang
Pengaruh Bandara Internasional Jenderal Ahmad Yani Semarang Terhadap Kinerja Akses Jalan Di Sekitar Bandara Aloysius H G Daika; Tua Ebenezer Tampubolon; Djoko Setijowarno; Djoko Suwarno
G-SMART Vol 4, No 1: Juni 2020
Publisher : Universitas Katolik Soegijapranata Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24167/gsmart.v4i1.1911

Abstract

Semarang merupakan salah satu kota yang besar di Indonesia dengan jumlah penduduk yang mencapai lebih dari satu juta jiwa. Dengan kepadatan penduduk yang jumlahnya cukup besar tentu berdampak terhadap transportasi dan lalu lintas, baik transportasi darat, laut, maupun udara. Pada tahun 2018 kemarin, Pemerintah Kota Semarang telah selesai membangun terminal baru Bandara Jenderal Ahmad Yani Semarang yang telah diresmikan juga oleh Bapak Presiden Republik Indonesia dan mulai beroperasi bulan Juni tahun 2018 yang lalu. Oleh karena itu, kami sebagai penulis mecoba untuk menganalisis kinerja akses jalan yang ada di sekitar Bandara Jenderal Ahmad Yani Semarang sebelum dan sesudah bandara yang baru beroperasi. Ada empat jalan yang menjadi objek penelitian yaitu Jalan Madukoro, Jalan Yos Sudarso, Jalan Puri Anajasmoro Raya, serta Jalan Puri Eksekutif. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah penelitian langsung di lapangan, setelah mendapatkan data volume lalu lintas yang diperoleh kemudian dianalisis berdasarkan peraturan Departemen Pekerjaan Umum tentang Manual Kapasitas Jalan Indonesia (1997). Berdasarkan hasil analisis yang telah dibahas, maka didapat hasil sebagai berikut: nilai derajat kejenuhan (DS) pada masa sekarang untuk masing- masing ruas jalan adalah 0,63 di Jalan Madukoro termasuk dalam tingkat pelayanan kategori C; 0,67 di Jalan Yos Sudarso termasuk dalam tingkat pelayanan kategori C; 0,71 di Jalan Puri Anjasmoro Raya termasuk dalam tingkat pelayanan kategori C; 0,08 di Jalan Puri Eksekutif termasuk dalam tingkat pelayanan kategori A. Kemudian kinerja akses jalan yang berada di sekitar Bandara Jenderal Ahmad Yani Semarang masih berada dalam kondisi arus yang stabil, karena nilai derajat kejenuhan (DS) di masing-masing akses jalan yang menjadi objek penelitian kurang dari satu. Akses jalan yang memiliki tingkat pelayanan terbaik adalah Jalan Puri Eksekutif dengan tingkat pelayanan kategori A, artinya kondisi arus bebas karena volume lalu lintas yang rendah. Pengemudi dapat memilih kecepatan yang diinginkan tanpa hambatan. 
Analisis Tinggi Muka Air Daerah Genangan Banjir Rob Sungai Banjirkanal Barat Bagian Hilir Menggunakan Software HEC-RAS Rahmat Harta; Prambudi Terrano; Budi Santosa
G-SMART Vol 4, No 1: Juni 2020
Publisher : Universitas Katolik Soegijapranata Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24167/gsmart.v4i1.1940

Abstract

Banjir merupakan bencana alam yang sejatinya dapat diminimalisir dampaknya ataupun bisa dihindari jika tahu sumber permasalahannya. Kenaikan debit banjir sebagian besar dipengaruhi oleh adanya perubahan tata guna lahan pada Daerah Aliran Sungai (DAS), dan bentuk profil sungai yang tidak dapat menampung debit banjir yang terjadi disetiap periodenya. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui luas genangan yang terjadi akibat limpasan dari sungai banjirkanal barat pada daerah yang tergenang rob, serta memberikan solusi alternatif mengatasi dan meminimalisir terjadinya banjir. Data yang diperlukan berupa data curah hujan harian dari tahun 2005 – 2017 di lima stasiun hujan, yaitu Stasiun Madukoro, Stasiun Simongan, Stasiun Kalisari, Stasiun Gunungpati, dan Stasiun Sumur Jurang. Hasil dari penelitian ini adalah luas area genangan periode ulang 2 tahunan sebesar 1.461.331 m2 dan tinggi muka air banjir antara 1,17 m sampai 4,52 m. Luas area genangan periode ulang 5 tahunan sebesar 1.841.309 m2 dan tinggi muka air banjir antara 1,67 m sampai 4,8 m. Luas area genangan periode ulang 10 tahunan sebesar 2.455.585 m2 dan tinggi muka air banjir antara 2,01 m sampai 5,01 m. Luas area genangan periode ulang 25 tahunan sebesar 2.681.935 m2 dan tinggi muka air banjir antara 2,32 m sampai 5,2 m. Luas area genangan periode ulang 50 tahunan sebesar 3.579.047 m2 dan tinggi muka air banjir antara 2,47 m sampai 5,28 m. Luas area genangan periode ulang 100 tahunan sebesar 5.131.457 m2 dan tinggi muka air banjir antara 2,56 m sampai 5,34 m. Dari permodelan tersebut dapat diketahui pada bagian mana yang terjadi limpasan. Maka dari itu dilakukan solusi altermatif berupa normalisasi sungai.

Page 1 of 1 | Total Record : 6