Articles
539 Documents
KAJI TEORIK KARAKTERISTIK PEMBAKARAN CAMPURAN BATUBARA-AIR (CBA)
Aryadi Suwono
Mesin Vol. 8 No. 1&2 (1989)
Publisher : Mesin
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Melalui analisis termodinamika, karakteristik pembakaran campuran batubara-air (CBA) dengan contoh batubara dari Bukit Asam Tanjung Enim telah dikaji. Pengaruh konsentrasi terhadap nilai kalor ditunjukkan serta dibandingkan dengan bila batubara dari jenis standar. Demikian pula pengaruh suhu gas buang pembakaran terhadap kalor pembakaran dibahas.
ANALISIS DINAMIKA STRUKTUR PADA SISTEM FLEKSIBEL DI ANTARIKSA
Ari Darmawan Pasek
Mesin Vol. 9 No. 1&2 (1990)
Publisher : Mesin
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Berdasarkan data-data penelitian sebelumnya, dalam makalah ini akan dibahas model pendidihan dan mekanisme perpindahan panasnya pada permukaan berpori dalam cairan refrijeran. Ditunjang dengan suatu kajian analitik, diusulkan tiga model pendidihan yang terjadi pada tiga daerah fluks panas yang berbeda. Pada fluks panas rendah terjadi pendidihan pada dasar permukaan berpori dan pada fluks panas tinggi terjadi pendidihan pada permukaan. Sedangkan model pendidihan yang ketiga adalah pendidihan antara yang terjadi pada daerah transisi antara daerah fluks panas rendah dan tinggi. Pada makalah ini akan dibahas pula suatu metoda dan persamaan korelasi untuk memperkirakan koeï¬sien perpindahan panas pada setiap daerah pendidihan.
PENERAPAN ANALISIS MODUS GETAR EKSPEFNMENTAL UNTUK IDENTIFIKASI PARAMETER MODUS GETAR STRUKTUR MEKANIK
Komang Bagiasna
Mesin Vol. 9 No. 1&2 (1990)
Publisher : Mesin
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Dalam analisis modus getar eksperimental peranan aspek pengukuran Fungsi Respon Frekuensi adalah penting karena hasilnya digunakan sabagai acuan dalam menguji keabsahan model teoritik (misal: model elemen hingga) analisis dinamik suatu struktur mekanik. Keluaran yang diperoleh dari analisis di atas adalah berupa parameter modus getar yakni: frekuensi pribadi, perbandingan redaman dan bentuk modus getar dari struktur mekanik tersebut. Besaran tersebut diperoleh melalui proses curve fitting. Dalam pengkajian ini dilakukan analisis modus getar eksperimental atas suatu struktur mekanik dan pengernbangan proses curve-fitting data eksperimental dalam domain waktu.
GAYA POTONG SPESIFIK UNTUK PROSES FREIS DENGAN PAHAT BERGIGI MIRING/HELIK (HELICAL END MILLS)
Taufiq Rochim
Mesin Vol. 9 No. 1&2 (1990)
Publisher : Mesin
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Data pemesinan banyak dimanfaatkan untuk merencanakan proses pemesinan. Data tersebut pada umumnya diperoleh dengan melakukan percobaan berbagai proses pemesinan yang melibatkan banyak jenis material benda kerja dan pahat. Khusus untuk proses Freis data yang diperoleh umumnya berasal dari percobaan freis dengan pahat muka (face milling cutter). Denqan face milling, umumnya kedalaman potong (aksial) relatif kecil bila dibandingkan dengan diameter pahat atau kedalaman potong radial. Pada kondisi ini, meskipun pahat yang bersangkutan mempunyai sudut mixing (helik), pengaruh sudut miring tersebut bisa diabaikan. Lain halnya dengan pengefreisan denqan pahat end-mill yang mempunyai sudut miring yang cukup besar, maka kondisi penqefreisannya akan berbeda dengan menqefreis muka. Data pemesinan dalam hal ini tidak bisa dimanfaatkan, kecuali jika dilakukan modiï¬kasi rumus gaya pemotongannya. Untuk itu perlu dilakukan percobaan pengefreisan dengan end mill dimana datanya diolah dengan menggunakan rumus baru yang dikembangkan di Lab Proses Pemesinan Mesin ITB. Hasil penelitian ini cukup memberikan harapan sehingga kelak data pengefreisan yang ada bisa dimanfaatkan baik untuk proses mengefreis muka maupun mengefreis dengan end-mill.
TINJAUAN SINGKAT TEKNOLOGI PEMBUATAN RODAGIGI HYPOID
Tri Prakosa
Mesin Vol. 9 No. 1&2 (1990)
Publisher : Mesin
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Rodagigi hypoid merupakan jenis roda gigi kerucut (bevel) yang sumbu pinionnya (driver) memiliki offset terhadap sumbu gearnya (drivennya). Teori yang rumit dan"informasi tentang pembuatannya yang hanya terpusat pada perusahaan tertentu, sehingga hanya pihak-pihak itulah yang mampu membuat roda gigi hypoid. Perkembangan teknologi mesin CNC serta kemajuan di bidang programming memberi dampak terhadap kemudahan teknologi pembuatan roda gigi hypoid, sehingga industri menengah bahkan rendahpun memiliki kesempatan untuk memproduksinya. Roda gigi hypoid banyak digunakan karena beberapa kelebihan dibandingkan dengan roda gigi kerucut lainnya. Unjuk kerja roda gigi tergantung pada kualitas geometri yang yang dihasilkan. Kualitas geometri yang baik dapat diperoleh apabila keseluruhan tahap proses pembuatan dikontrol secara baik. Tulisan ini menguraikan tentang proses pembuatan roda gigi hypoid yang dilakukan oleh The Gleason Works, Rochester, N.Y., USA, sebagai salah satu perusahaan penghasil mesin pembuat roda gigi. Negara lain penghasil mesin pembuat roda gigi adalah Swiss (Oerlikon), Jerman (Klingenberg), serta Jepang.
KONTRIBUSI PENELITIAN BEBERAPA ASPEK SISTEM PERPIPAAN PADA PROSES PERANCANGAN
Darmawan Harsokoesoemo;
I Wayan Suweca;
Bagus Budiwantoro
Mesin Vol. 10 No. 1&2 (1994)
Publisher : Mesin
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Makalah ini mengetengahkan dua program dasar proyek penelilian berjudul "Penelitian Beberapa Aspek Sistem Perpipaan dan Penyusunan Konsep Kode Perancangan, Pembuatan, Perakitan dan Pengujian Sistem Perpipaan Indonesia", yaitu : (1) penyusunan konsep kode perancangan sistem perpipaan industri dan (2) penelitian tentang distribusi regangan pada percabangan pipa dan pipa belokan serta penelitian tentang fleksibilitas sistem perpipaan.Hasil proyek penelitian ini, yaitu (1) konsep kode perancangan, (2) algoritma analisis fleksibilitas sistem perpipaan dan (3) diagram distribusi tegangan umuk berbagai percabangan pipa dan pipa belokan, akan memberikan kontribusi dalam meningkatkan kemampuan rekayasa dan perancangan sistem perpipaan dalam bidang industri proses dan industri perminyakan, yang merupakan industri penting bagi ekonomi negara.
PENGUKURAN FAKTOR INTENSITAS TEGANGAN DENGAN MENGGUNAKAN STRAIN GAGE
Djoko Suharto;
Nanang Nazaruddin
Mesin Vol. 10 No. 1&2 (1994)
Publisher : Mesin
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Penentuan faktor intensitas tegangan dapat dilakukan dengan beberapa metoda, antara lain metoda analitik, numerik maupun eksperimental. Dalam penelitian ini dilakukan percobaan penggunaan strain gage tunggal (single strain gage) untuk pengukuran faktor intensitas tegangan, KI, clan kelangguhan inisiasi relak, KIq Dari penelitian ini diperoleh cara untuk menentukan orientasi, lokasi dan ukuran strain gage yang menjadi dasar penelitian lanjutan dalam penentuan faktor intensitas legangan pada fenomcna retak oepat (fast-fracture) dan retak lelah.
SIFAT TERMODINAMIKA CAMPURAN PROPANA/N-BUTANA DAN KEMUNGKINANNYA SEBAGAI SUBTITUSI REFRIGERAN R12
Aryadi Suwono;
Willy Adriansyah
Mesin Vol. 10 No. 1&2 (1994)
Publisher : Mesin
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Di bidang teknik pendingin terbitnya kesepakatan Protokol Montreal, mencetuskan masalah yang cukup besar, Karena R12 (CCl2F2,) dan refrigeran sejenis lainnya yang selama ini menjadi refrigeran andalan, tidak akan lagi dapat dipakai dan perlu segera dicarikan penggantinya. Dalam tulisan ini dibahas mengenai peluang pemakaian campuran propana/n-butana sebagai alternatif subtitusi sementara R12 hingga refrigeran pengganti yang lebih baik dan ekonomis dapat diperoleh di pasaran. Untuk prediksi sifat termodinamika campuran tersebut. dalam tulisan ini diusulkan sebuah persamaan tingkat keadaan termodinamika yang dapai dievaluasi dari sifat masing-masing unsurnya. Pembahasan dititik-beratkan pada penjabaran dan pengembangan persamaan tersebut serta hasil yang diperoleh dikaitkan denganusaha untuk mendekati sifat termodinamika R12.
SIMULASI BEBAN PENDINGINAN BATUAN DALAM REKAYASA TEROWONGAN
I Made Astina;
Prihadi Setyo Darmanto
Mesin Vol. 10 No. 1&2 (1994)
Publisher : Mesin
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Rekayasa terowongan sering dihadapkan pada berbagai kendala. Salah satu kendala yang dikaji tulisan ini adalah adanya batuan panas pada suatu bagian tertentu dari terowongan yang akan digali. Kondisi ini tidak munguntungkan dari sisi teknik pengerjaannya mengingat kesulitan para pekerja. Salah satu solusi agar pekerjaan penggalian terowongan dapat dilakukan adalah dengan mendinginkan bagian batuan yang panas tersebut.Di dalam makalah ini akan dibahas teknik pendinginan yang akan digunakan dan estimasi beban di dalam terowongan agar proses penggalian dapat berjalan dengan lancar dan ekonomis. perhitungan beban pendinginan dengan cara numerik juga akan dibahas dalam makalah ini. Fenomenadan dan karakteristik ï¬sik seperti sifat konduktiï¬tas tanah dan batuan, kehomogenan sifat batuan panas dan sumber panas dari batuan panas perlu di pelajari lebih lanjut sehingga penyederhanaan berbagai parameter dalam perhitungan dan estimasi beban diharapkan tidak menyimpang jauh dari beban pendinginan sebenarnya yang terjadi di lapangan.
PERANCANGAN BONDING ASSEMBLY JIG
Yatna Yuwana Martawirya;
Sri Hardjoko Wirjomartono;
Totok Ary Riptanto
Mesin Vol. 10 No. 1&2 (1994)
Publisher : Mesin
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Sejalan dengan kemajuan teknologi di bidang industri pesawat terbang dan ruang angkasa. saat ini diperlukan material yang memiliki perbandingan kekuatan terhadap berat setinggi mungkin. Salah satu material yang sesuai dengan permintaan ini adalah komposit, yang banyak digunakan dalam struktur pesawat terbang. Komposit merupakan gabungan dari beberapa material yang disatukan pada temperatur dan tekanan tertentu. Proses terakhir ini dinamakan proses curing. dan biasanya dilakukan di dalam autoclaves.Salah satu produk komposit adalah komponen komposit yang terbuat dari Aluminium. Komponen yang dibuat ini harus memenuhi syarat-syarat yang diperlukan pesawat terbang, diantaranya geometri dan stabilitas bentuk yang memenuhi persyaratan. Untuk mendapatkan ini komponen komposit dibuat dengan menggunakan perkakas bantu yaitu bonding tool atau Bonding Assembly Jig (BAJ).Dalam makalah ini akan dibahas perancangan BAJ untuk pembuatan komponen pada sayap pesawat terbang, yailu aft flap assy outboard trailing edge flap wing. Penelitian yang dilakukan bertujuan menentukan performansi dan mengoptimalkan rancangan BAJ . Dari hasil perhitungan diketahui bahwa defleksi sewaktu proses handling sebesar 10,83 mm. lni berarti masih di bawah defleksi yang diijinkan, yaitu 14,96 mm. Allernatif rancangan BAJ 3 dipilih karena mempunyai performansi perpindahan panas yang paling baik.Kata kunci : sunbungan adhesives, perfonnansi kekakuan. performansi perpindahan panas.