cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
Mesin
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Engineering,
Arjuna Subject : -
Articles 539 Documents
KEADAAN INDUSTRI LOGAM & MESIN DI INDONESIA Trisura Suhardi
Mesin Vol. 1 No. 1 (1982)
Publisher : Mesin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5614/MESIN.1982.1.1.5

Abstract

Dalam kumn waktu Pelita I dan Pelita II hingga saat ini telah dicapai kemajuan-kemajuan yang sangat pesat di sektor industri. Secara keseluruhan dalam dasa warsa yanglalu, dalam P«Uta I dan Pelita II, laju pertumbuhan sektor industri arta-rata telah mencapai lebih dari 12% setahunnya, jauh diatas laju pertumbuhan rata-rata GDP (Gross Domestic Product) yang mencapai kurang dari 8%. Walaupun demikian peranan sektor industri ini bila ditinjau secara makro bilamana dilihat dari sudut harga-harga barang yang beriaku, adalah relatif masih sangat kedl serta masih kurang betarti perkembangannya. Dalam hal ini sumbangan sektor industri terhadap GDP baru mencapai 9,2% pada tahun 1969 dan meningkat menjadi 9,3% pada tahun 1978.Dari adanya angka makro tersebut, jika dibandingkan dengan negara-negara berkerabang lainnya, dapat disimpulkan bahwa tingkat kemajuan industri dalam perekonomiaa Indonesia yang tercapai adalah masih dalam tahap -yang rcndah. Indonesia belumlah dapat dikategorikan sebagai negara industri maupun sebagai negara semi industri. Industri yang telah dicapai Indonesia masih jauh dibawah India, Brazil, Argentina, lurid, Republik Korea, dan Meksico, namun baru setaraf dengan perkembangan industri yang dicapai oleh negara-negara Iran, Algeria, Venezuela, Colombia, Peru, Chili, Pakistan, Malaysia, dan Philippine.Dalam hal ini Indonesia memang masih berada diatas negara-negara Afrika lainnya, misalnya : Zambia, Mauritius, Kenya dan Nigeria.
Teknologi Manufakturing - Kondisi Dewasa Ini Dan Perkembangannya Dimasa Mendatang Muljowidodo Muljowidodo
Mesin Vol. 5 No. 1&2 (1986)
Publisher : Mesin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Teknologi manufakturing merupakan jenis teknologi yang strategis dan berkembang dengan amat pesat dewasa ini. Berbagai proses manufakturing baik yang konvensional maupun jenis yang non-konvensional dibahas secara singkat dan sistematis dalam paper ini. Perkembangan dan kecenderungannya dimasa mendatang yang mengarah ke optimalisasi proses dan otomatisasi sistem manufakturing juga dibahas dibagian akhir dari paper ini.
DASAR METODE DOMAIN WAKTU UNTUK ANALISIS GETARAN ACAK LINEAR B Sutjiatmo
Mesin Vol. 6 No. 1&2 (1987)
Publisher : Mesin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sistem getaran acak linear telah banyak dipelajari dengan menggunakan metode spektrum frekuensi. Tetapi, metode tersebut memerlukaan waktu hitung yang panjang, terutama untuk sistem orde tinggi, karena analisis dilakukan melalui transformasi Fourier dan penghitungan integral tak hingga. Dalam makalah ini akan disajikan metode lain , yaitu metode domain waktu yang dapat dipakai untuk menghitung sifat statistik jawab secara langsung dalam domain waktu tanpa harus melalui transformasi ke domain frekuensi. Metode ini lebih sederhana dan memerlukan waktu hitung yang lebih pendek dibandingkan dengan metode analisis spektrum.
OPTIMISASI PRESTASI SISTEM ROKET BERTINGKAT Adi Sadewo Salatun
Mesin Vol. 5 No. 1&2 (1986)
Publisher : Mesin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tulisan ini menyajikan teknik optimisasi Sistem Roket Bertingkat (SRB) dalam hal memaksimalkan kecepatan total berdasarkan teknik penerapan metoda perkalian Lagrange. Teknik ini dapat diterapkan pada motor-motor roket yang sedang dikembangkan LAPAN. Sebagai contoh penerapan praktisnya, konfigurasi SRB optimal yang terdiri dari motor-motor roket seri RX-300-LPN dan RX-150-LPN dirancang berdasarkan teknik tersebut. Prestasi terbang dari wahana ini disimulasikan dengan menggunakan paket software computer PATROPB (Peramalan Awal Trayektori Roket Padat Bertingkat). Sebagai perbandingan, SRB non-optimal juga diikutkan dalam simulasi. Disini dapat ditunjukan bahwa penerapan teknik optimisasi menghasilkan SRB yang lebih efisien. Untuk berat beban-guna yang sama, SRB-optimal membutuhkan propelan lebih sedikit dan menghasilkan ketinggian-maksimal lebih besar.
KUALITAS TENAGA KERJA YANG DIPERLUKAN GUNA MENUNJANG SISTEM-PRODUKSI (INDUSTRI PEMESINAN) MODERN Taufiq Rochim
Mesin Vol. 5 No. 1&2 (1986)
Publisher : Mesin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Ketelitian, Ketepatan, Keluwesan, dan Produktivitas Mesin Perkakas NC tidak mungkin dapat dicapai tanpa menyiapkan faktor-faktor pendukungnya. Kesulitan utama dalam memenuhi tuntutan tersebut terletak pada penyiapan tenaga kerjanya. Untuk memperkirakan kualitas tenaga kerja yang dibutuhkan ditinjau suatu sistem Produksi dari Industri Pemesinan Modern. Dalam hal ini dipilih Industri Pemesinan karena industri ini mempunyai sistem produksi yang paling rumit dibandingkan dengan yang lain. Secara singkat ditinjau beberapa pengetahuan khusus yang harus dikuasai beserta tingkat penguasaarmya sesuai dengan tugasnya. Beberapa saran diajukan demi untuk mencapai tujuan diatas.
PEMBUATAN BESI COR NODULAR DAN METODA OPTlMASlNYA Arif Basuki; Rochim Suratman; Tata Surdia
Mesin Vol. 5 No. 1&2 (1986)
Publisher : Mesin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Besi Cor Nodular (BCN) yang juga dikenal dengan Besi Cor Ulet (ductile), karena sifat- sifatnya dewasa ini makin banyak dipakai dalam pembuatan komponen-komponen mesin.Suatu pengkajian yang membahas tentang keterkaitan antara proses pembuatan BCN yang memuat banyak variabel dengan metoda optimasinya sangat perlu dilakukan, guna mendapatkan suatu bentuk proses pembuatan BCN yang optimum baik ditinjau dari segi teknologi maupun ekonomi.Studi kasus yang dilakukan kali ini adalah pembahasan tentang Metoda Optimisasi Teknologis dengan parameter Komposisi Kimia Base Material yang digunakan dalam proses pembuatan BCN.
KOMPUTASI NUMERIK AERODINAMIKA KENDARAAN DENGAN METODA IDENTITAS GREEN Harijono Djojodihardjo; Matheus Karnadi
Mesin Vol. 6 No. 1&2 (1987)
Publisher : Mesin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Suatu program komputasi untuk perhitungan aerodinamika benda sebarang dalam aliran potensial telah disusun dan dikembangkan dengan dasar metoda panel elemen kwadrilateral dan dengan menggunakan prinsip identitas Green, dengan salah satu tujuan penggunaan perhitungan aerodinamika kendaraan bermotor. Program yang telah disusun diuji pada benda-benda dengan geometri sederhana guna menilai keandalan program serta tingkat ketelitian yang dapat dicapai. Selanjutnya dilakukan perhitungun aerodinamik pada benda dengan tahanan minimum dan kendaraan darat lain (secara dwi-matra). Dari hasil perhitungan ini terlihat bahwa program komputasi yang telah disusun mampu meramalkan sifat aerodinamika (potensial_kecepatan dan distribusi tekanan) benda-benda dengan hasil yang cukup baik.
PEMBUATAN SERBUK NIKEL DENGAN PENGENDAPAN KATODIK ELEKTROLISA GARAM NIKEL SULFAT Hendly B; P Nasution; Rochim S
Mesin Vol. 6 No. 1&2 (1987)
Publisher : Mesin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Metalurgi serbuk adalah fenomena pembentukan part yang spesifik yang melibatkan teknik pembuatan serbuk, Kompaksi, sintering dan proses tambahan yang ditujukan untuk meningkatkan mutu produk part yang akan yang akan dibuat. Proses pembuatan serbuk Nikel dan pengendapan katodik elektrolisa (Electrodeposition) merupakan salah satu cara pembuatan serbuk Nikel yang relatif paling mudah dan menghasilkan serbuk yang cukup baik untuk teknik pembuatan part dari serbuk logam tersebut.
FORMULASI MATRIKS KEKAKUAN ELEMEN BALOK DENGAN TINGGI VARIABEL DAN MATRIKS TRANSFORMASI UNTUK METODA ELEMEN HINGGA Darmawan Harsokoesoemo; Heri Waskito
Mesin Vol. 6 No. 1&2 (1987)
Publisher : Mesin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Makalah ini menyajikan penyusunan matriks kekakuan elemen balok dengan lebar konstan dan tinggi variabel dan penyusunan matriks transformasi untuk mengkonversikan matriks kekakuan elemen yang sumbunya tidak sejajar dengan susunan sumbu global ke dalam sumbuglobal sebelum pengglobalan matriks kekakuan elemen tersebut.Penurunan elemen matriks kekakuan dilakukan dalam koordinat natural .Matriks kekakuan elemen dan matriks transformasl kemudian diterapkan pada analisis lengan ekskavator yang diidealkan sebagai balok (lentur) tidak lurus pada dua tumpuan sederhana dengan overhang.
KONSTRUKSI DAN KARAKTERISTIK KOPLING SERBUK Franciskus Ginting; Halim Abdurrachim; Djoko Suharto
Mesin Vol. 6 No. 1&2 (1987)
Publisher : Mesin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kopling serbuk merupakan jenis kopling yang relatif masih baru pemakaiannya. Berbeda dengan jenis kopling lainnya. Kopling ini bekerja berdasarkan gaya inersia. Uniuk dapat lebih mengenal kopling serbuk berikut ini akan dibahas berturut "“ turut tentang deskripsi prinsip kerja, konstruksi sebenarnya dan karakteristiknya. Tulisan ini merupakan sari dari pengujian kopling serbuk Sumitomo type K di Jurusan Mesin ITB.

Filter by Year

1982 2025


Filter By Issues
All Issue Vol 30 No 2 (2025) Vol 30 No 1 (2024) Vol 29 No 2 (2023) Vol 29 No 1 (2023) Vol. 28 No. 1 (2019) Vol 27, No 2 (2018) Vol. 27 No. 2 (2018) Vol. 27 No. 1 (2018) Vol 27, No 1 (2018) Vol 26, No 2 (2017) Vol 26, No 2 (2017) Vol. 26 No. 2 (2017) Vol 26, No 1 (2017) Vol. 26 No. 1 (2017) Vol 25, No 2 (2016) Vol. 25 No. 2 (2016) Vol. 25 No. 1 (2016) Vol 25, No 1 (2016) Vol 24, No 2 (2009) Vol. 24 No. 2 (2009) Vol 24, No 1 (2009) Vol. 24 No. 1 (2009) Vol. 23 No. 2 (2008) Vol 23, No 2 (2008) Vol 23, No 1 (2008) Vol. 23 No. 1 (2008) Vol 23, No 1 (2008) Vol 22, No 2 (2007) Vol. 22 No. 2 (2007) Vol. 22 No. 1 (2007) Vol 22, No 1 (2007) Vol 21, No 2 (2006) Vol. 21 No. 2 (2006) Vol 21, No 1 (2006) Vol 21, No 1 (2006) Vol. 21 No. 1 (2006) Vol. 20 No. 2 (2005) Vol 20, No 2 (2005) Vol 20, No 1 (2005) Vol. 20 No. 1 (2005) Vol 19, No 2 (2004) Vol. 19 No. 2 (2004) Vol. 19 No. 1 (2004) Vol 19, No 1 (2004) Vol 18, No 2 (2003) Vol. 18 No. 2 (2003) Vol. 18 No. 1 (2003) Vol 18, No 1 (2003) Vol. 17 No. 3 (2002) Vol 17, No 3 (2002) Vol. 17 No. 2 (2002) Vol 17, No 2 (2002) Vol. 17 No. 1 (2002) Vol 17, No 1 (2002) Vol 16, No 3 (2001) Vol. 16 No. 3 (2001) Vol 16, No 2 (2001) Vol. 16 No. 2 (2001) Vol. 16 No. 1 (2001) Vol 16, No 1 (2001) Vol 16, No 1 (2001) Vol 15, No 3 (2000) Vol. 15 No. 3 (2000) Vol. 15 No. 2 (2000) Vol 15, No 2 (2000) Vol 15, No 1 (2000) Vol. 15 No. 1 (2000) Vol 14, No 3 (1999) Vol. 14 No. 3 (1999) Vol. 14 No. 2 (1999) Vol 14, No 2 (1999) Vol. 14 No. 1 (1999) Vol 14, No 1 (1999) Vol 13, No 3 (1998) Vol. 13 No. 3 (1998) Vol. 13 No. 2 (1998) Vol 13, No 2 (1998) Vol 13, No 1 (1998) Vol. 13 No. 1 (1998) Vol. 12 No. 3 (1997) Vol 12, No 3 (1997) Vol 12, No 2 (1997) Vol. 12 No. 2 (1997) Vol 12, No 1 (1997) Vol 12, No 1 (1997) Vol. 12 No. 1 (1997) Vol. 11 No. 3 (1996) Vol 11, No 3 (1996) Vol. 11 No. 2 (1996) Vol 11, No 2 (1996) Vol 11, No 1 (1996) Vol. 11 No. 1 (1996) Vol. 10 No. 1&2 (1994) Vol 10, No 1&2 (1994) Vol 9, No 1&2 (1990) Vol. 9 No. 1&2 (1990) Vol. 8 No. 1&2 (1989) Vol 8, No 1&2 (1989) Vol 7, No 1&2 (1988) Vol. 7 No. 1&2 (1988) Vol. 6 No. 1&2 (1987) Vol 6, No 1&2 (1987) Vol. 5 No. 1&2 (1986) Vol 5, No 1&2 (1986) Vol 4, No 3&4 (1985) Vol. 4 No. 3&4 (1985) Vol. 4 No. 1&2 (1985) Vol 4, No 1&2 (1985) Vol. 3 No. 2&3 (1984) Vol 3, No 2&3 (1984) Vol 3, No 4 (1984) Vol. 3 No. 4 (1984) Vol 3, No 1 (1984) Vol. 3 No. 1 (1984) Vol. 2 No. 2&3 (1983) Vol 2, No 2&3 (1983) Vol 2, No 4 (1983) Vol. 2 No. 4 (1983) Vol 2, No 1 (1983) Vol. 2 No. 1 (1983) Vol 1, No 1 (1982) Vol. 1 No. 1 (1982) More Issue