cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Aplikasi Teknik Sipil
ISSN : -     EISSN : 2579891X     DOI : -
Core Subject : Engineering,
Jurnal Aplikasi Teknik Sipil (JATS) E-ISSN 2579-891X, memuat tulisan tentang aplikasi dibidang Teknik Sipil. Aplikasi ini boleh berasal dari semua cabang ilmu teknik sipil baik itu struktural, geoteknik, manajemen konstruksi, hidrologi, transportasi, dan informatika teknik sipil. Sehingga aplikasi ini tidak hanya mengenai urusan pembangunan sebuah proyek bangunan, tetapi juga memungkinkan untuk memodelisasi sebuah bentuk dengan bantuan software.
Arjuna Subject : -
Articles 5 Documents
Search results for , issue "Vol 8, No 2 (2010)" : 5 Documents clear
Perencanaan/Pengendalian dan Pengembangan Potensi Sumber Daya Air Kabupaten Pasuruan Sukobar, Sukobar
Jurnal Aplikasi Teknik Sipil Vol 8, No 2 (2010)
Publisher : Departemen Teknik Infrastruktur Sipil Institut Teknologi Sepuluh Nopember Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1178.476 KB) | DOI: 10.12962/j12345678.v8i2.2726

Abstract

Air merupkan salah satu kebutuhan pokok bagi kehidupan sehari – hari. Oleh karena itu Pengolahan Sumber Daya Air perlu dilakukan agar potensi sumber daya air yang ada dapat dipergunakan dengan baik (tidak mengakibatkan efek negatife pada lingkungan yang akan menggangu kelangsungan ketersediaan sumber daya air).Pengolahan sumber daya air tergantung pada potensi sumber daya air yang ada dan kebutuhan air yang akan digunakan. Potensi sumber daya air terdiri dari air permukaan dan air bawah tanah, sedangkan kebutuhan air terdiri dari kebutuhan air bersih, kebutuhan air industri dan kebutuhan air pertanian.Dalam studi pengelolaan potensi sumber daya air di Kabupaten Pasuruan dilakukan penggabungan pengelolaan data identifikasi potensi sumber daya air dengan proyeksi kebutuhan air sampai dengan tahun 2012. Maka diperoleh  identifikasi potensi sumber daya air mempunyai kapasitas air permukaan 4.933.876.748 m3 / tahun, kapasitas air bawah tanah 629.946.438 m3 / tahun. Sedangkan untuk  proyeksi kebutuhan air diperoleh Kebutuhan air Domestik = 137.870.812 m3/Tahun atau 4.371,85 liter/detik, Kebutuhan Air Industri = 9.159.675  m3/Tahun atau 290,45 liter/detik, Kebutuhan Air Pertanian = 2.955.009.359 m3/Tahun atau 93.702,73 liter/detik. Jadi Total kebutuhan air di Kabupaten Pasuruan sampai tahun 2012 adalah 3.102.039.846 m3/Tahun atau 98.365,04 liter/detik. Sehingga dapat disimpulkan bahwa kebutuhan air bersih dan air industri di Kabupaten Pasuruan dapat dipenuhi oleh Air Bawah Tanah. Kebutuhan air bersih, air industri dan air pertaniaan di Kabupaten Pasuruan dapat dipenuhi oleh Air Bawah Tanah dan Air Permukaan. Di musim kemarau sumber daya air di Kabupaten Pasuruan tidak dapat memenuhi kebutuhan air yang ada di Kabupaten Pasuruan sehingga perlu dibangun sarana penampung air/reservoar (waduk/dam/embung).
Study Up Rating Instalasi Penjernih Air dan Catu Daya Air Bersih Kota Pacitan Edy Sumirman
Jurnal Aplikasi Teknik Sipil Vol 8, No 2 (2010)
Publisher : Departemen Teknik Infrastruktur Sipil Institut Teknologi Sepuluh Nopember Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (275.267 KB) | DOI: 10.12962/j12345678.v8i2.2727

Abstract

Pembangunan Sarana Fisik Penyediaan Air Bersih pada dasarnya merupakan salah satu upaya pemerintah untuk memenuhi kebutuhan pokok masyarakat akan ketersediaan air bersih yang memenuhi persyaratan kesehatan, baik ditinjau dari aspek kualitas maupun kuantitas secara berkesinambungan. Untuk meningkatkan pelayanan dan kualitas air bersih salah satu usaha yang akan dilaksanakan adalah Uprating Instalasi Penjernih Air dan Catu Daya Air Bersih Kota Pacitan yang memenuhi syarat serta berkualitas diperlukan perencanaan. Dalam rangka untuk memberikan pelayanan kepada masyarakat secara luas, tentunya dibutuhkan sarana dan prasarana yang sesuai dengan tingkatan hirarkinya (lokal atau regional). Salah satu prasarana yang dibutuhkan masyarakat, khususnya dibidang sanitasi adalah ketersediaan air bersih yang mencukupi dan layak konsumsi. Dengan adanya kecenderungan peningkatan tuntutan kualitas pelayanan air bersih yang ideal dan layak konsumsi sesuai dengan perkembangan pembangunan dan kebutuhan serta tuntutan kehidupan masyarakat terhadap pelayanan air bersih merupakan hal utama yang perlu dikaji dan direncanakan sesuai dengan keinginan masyarakat pengguna air bersih yang tertib, ideal dan layak konsumsi.
Pengembangan Sumberdaya Air Alternatif dengan Cara Transfer Sumberdaya Air dari Luar Cekungan Bandung Tatas Tatas; Yudi Rahayudin
Jurnal Aplikasi Teknik Sipil Vol 8, No 2 (2010)
Publisher : Departemen Teknik Infrastruktur Sipil Institut Teknologi Sepuluh Nopember Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (260.392 KB) | DOI: 10.12962/j12345678.v8i2.2719

Abstract

Krisis air bersih di Bandung di mulai sekitar tahun 1980 dan semakin pesat pada tahun 1990-an. Berbagai studi menunjukkan penurunan muka airtanah telah terjadi di beberapa titik, misalnya pada tahun 1980 di Cimahi muka airtanah 15 meter di atas tanah, pada tahun 2004 menunjukkan bahwa muka airtanah telah berada di bawah tanah hingga kedalaman 86 meter dari tanah setempat. Kejadian tersebut juga menimpa lokasi-lokasi yang lain seperti Kebon Kawung, Rancaekek, Dayeuh Kolot, dan lain-lain. Penggunaan airtanah yang berlebihan tanpa diimbangi oleh usaha konservasi menjadi salah satu penyebabnya. Berkembangnya industri dan permukiman penduduk menjadi salah satu penyebab tingginya konsumsi airtanah, sedangkan Perusahaan Daerah Air Minum Kota dan Kabupaten Bandung masing-masing baru mampu memenuhi 65% dan 13,12% kebutuhan rumah tangga dan industri. Salah satu cara penyediaan airbaku adalah dengan cara menggunakan sistem transfer antar cekungan airtanah. Dalam penelitian ini dicoba dikaji potensi cekungan airtanah yang berada di sekitar Cekungan Airtanah Bandung. Metodologi yang digunakan adalah dengan mengkaji penelitian-penelitian sebelumnya, interview dengan pihak terkait, dan dilakukan analisis ekonomi untuk selanjutnya diambil kesimpulan. Berdasarkan hasil analisis dapat diambil kesimpulan bahwa dari segi jarak CAT Ciater merupakan yang terdekat dengan pusat Kota Bandung yaitu 23,8 km. Namun demikian dari segi ekonomis transfer air antar akifer menggunakan truk air belum dapat sistem.
Studi Awal Pemanfaatan Lusi sebagai Bahan Bangunan dengan Tambahan Tanah Sawah, Semen dan Kapur Endang Kasiati; Boedi Wibowo
Jurnal Aplikasi Teknik Sipil Vol 8, No 2 (2010)
Publisher : Departemen Teknik Infrastruktur Sipil Institut Teknologi Sepuluh Nopember Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (207.641 KB) | DOI: 10.12962/j12345678.v8i2.2720

Abstract

Mei 2006, bangsa Indonesia digemparkan dengan luapan lumpur yang bercampur dengan gas alam yang berasal dari lubang galian PT. Lapindo Brantas. Luapan lumpur yang terus menerus menimbulkan ide untuk memanfaatkan limpahan lumpur tersebut menjadi alternatif bahan bangunan, seperti halnya yang telah dilakukan dengan limbah lumpur dari PDAM. Beberapa penelitian sebelumnya telah dilakukan, baik untuk memanfaatkan lumpur tersebut menjadi batu bata bakar, batako, paving dan sebagainya. Namun bagaimana karakteristik lumpur sebenarnya jika dijadikan sebagai bahan bangunan,ini adalah inti dari penelitian berikut ini. Sebagai study awal dari pemanfaatan lumpur Sidoarjo sebagai bahan bangunan, digunakan campuran Lumpur Sidoarjo (Lusi) dengan tambahan Tanah Sawah, Semen dan pada akhirnya digunakan kapur sebagai bahan pengganti semen yang nantinya akan dibentuk benda uji mortar. Komposisi yang digunakan adalah 40%, 50%, 55%, dan 60% Lusi dengan variasi 3%, 6% dan 9% PC yang nantinya akan divariasi lagi dengan pengurangan semen terhadap kapur. Setelah dicetak, maka mortar akan diuji dalam usia 7, 14, dan 28 hari setelah dilakukan  rendaman di dalam air. Dari hasil uji tekan didapatkan kuat tekan maksimal sebesar 46,7 kg/cm2 yaitu dari komposisi 60% lumpur 31% tanah sawah dan 9% semen. Berdasarkan hasil tersebut maka dapat arahkan menjadi bahan bangunan semisal untuk bata beton berlubang Mutu HB 35 (35 kg/cm2), batu bata kelas 25 (25kg/cm2) dan genteng.
Beton Ringan dari Campuran Styrofoam dan Serbuk Gergaji dengan Semen Portland 250, 300 dan 350 kg/m3 R Buyung Anugraha; Sarithal Mustaza
Jurnal Aplikasi Teknik Sipil Vol 8, No 2 (2010)
Publisher : Departemen Teknik Infrastruktur Sipil Institut Teknologi Sepuluh Nopember Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (345.402 KB) | DOI: 10.12962/j12345678.v8i2.2722

Abstract

Salah satu bahan bangunan yang mengalami perkembangan sangat pesat hingga saat ini adalah beton. Beberapa keunggulan beton antara lain harganya relatif murah, mempunyai kekuatan tekan tinggi, tahan terhadap karat, mudah diangkut dan dicetak, dan relatif tahan terhadap kebakaran. Namun, beton memiliki salah satu kelemahan yaitu berat jenis yang sangat tinggi sehingga beban mati pada suatu struktur menjadi sangat besar. Ada beberapa cara yang dapat dipakai untuk membuat beton menjadi ringan antara lain penggunaan agregat ringan, beton dibuat berongga dan beton dibuat tanpa pasir. Penjabaran dari permasalahan tersebut diatas, maka dibuat suatu penelitian beton ringan dari campuran styrofoam dan serbuk gergaji, dimana limbah kayu tersebut belum dimanfaatkan secara optimal. Pada penelitian ini dibuat suatu campuran beton ringan dari bahan styrofoam dan bahan serbuk gergaji dengan menggunakan kandungan semen portland sebanyak 250, 300 dan 350 kg tiap m3 beton. Adapun variasi perbandingan volume styrofoam dan serbuk gergaji adalah sebesar 0%, 20%, 40%, 60%, 80% dan 100% dengan kondisi perlakuan terhadap benda uji selama 28 hari direndam dan tidak direndam. Benda uji dibuat silinder beton dengan ukuran diameter 150 mm dan tinggi 300 mm. Penelitian ini untuk mengetahui berat/m3, kuat tekan dan modulus elastisitas dari beton ringan yang dihasilkan. Hasil penelitian memperlihatkan bahwa peningkatan penggunaan serbuk gergaji menyebabkan berat beton menjadi lebih berat, kuat tekan dan nilai modulus elastisitas meningkat. Sebaliknya, peningkatan penggunaan styrofoam menyebabkan berat beton menjadi lebih ringan, kuat tekan dan nilai modulus elastisitas menurun. Berat tertinggi beton ringan ini pada umur 28 hari kondisi tidak direndam adalah 875 kg/m3 (0% styrofoam 100% serbuk gergaji), sedangkan yang terendah adalah 322 kg/m3(100% styrofoam 0% serbuk gergaji). Benda uji kondisi tidak direndam mempunyai nilai kuat tekan dan nilai modulus elastisitas yang lebih baik dari pada benda uji dengan kondisi direndam.

Page 1 of 1 | Total Record : 5