cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Akta Kimia Indonesia
ISSN : 18584586     EISSN : 25493736     DOI : -
Core Subject : Science,
Akta Kimia Indoneisa publishes peer-reviewed open access articles in all areas of chemistry, including: Analytical Chemistry Physical Chemistry Organic Chemistry Inorganic Chemistry Biological Chemistry To submit an article, you need to register first. Please click register in the menus above.
Arjuna Subject : -
Articles 5 Documents
Search results for , issue "Vol 7, No 1 (2022)" : 5 Documents clear
Studi In-silico menghambat enzim α-glukosidase pada fitokimia yang terkandung pada Momordica charantia Linn. (Pare) sebagai terapi diabetes Marisca Evalina Gendokesumo; Galih Satrio Putra; Farida Anwari; Widianat Widianat; Mauren Elysia
Akta Kimia Indonesia Vol 7, No 1 (2022)
Publisher : LPPM, Institut Teknologi Sepuluh Nopember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j25493736.v7i1.12588

Abstract

Momordica charantia Linn. (Pare) adalah salah satu tanaman yang sering digunakan oleh masyarakat untuk menurunkan kadar gula darah pada pasien diabetes militus. Secara empiris Fitokimia yang terkandung pada  Momordica charantia Linn. yang berasa pahit dipercaya dapat melawan efek manis dari gula. Oleh karena itu Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi mekanisme penghambatan enzim alfa glukosidase pada senyawa yang terkandung dari Momordica charantia Linn. (Pare) yaitu cucurbitene, lanostene,  momordicin derivatives, momordicoside derivatives, goyaglycoside derivatives dalam menghambat enzim α-glukosidase secara in-silico menggunakan Molegro Virtual Docker (MVD) Ver.5.5 yang dibandingkan dengan native ligandnya dan acarbose. Hasil in-silico menunjukan bahwa glikosida yang terdapat pada Momordica charantia Linn memiliki potensi menghambat enzim α-glukosidase. Salah satunya adalahnya Momordicoside B (-192.74 Kcal/mol) yang memiliki moldock score yang lebih rendah dibandingkan native ligannya (-75.00 Kcal/mol) dan acarbose (-151.73 Kcal/mol).
Evaluasi Parameter Fisikokimia, Farmakokinetika, dan Farmakodinamika Senyawa Fisetin Dalam Desain Obat Arif Fadlan; Tri Warsito; Sarmoko Sarmoko
Akta Kimia Indonesia Vol 7, No 1 (2022)
Publisher : LPPM, Institut Teknologi Sepuluh Nopember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j25493736.v7i1.10879

Abstract

Fisetin is a flavonoid with flavonol framework found in various fruits and vegetables such as strawberries, apples, persimmons, lotus root, grapes, onions, kiwi, peaches, and others. Fisetin with four hydroxyl and one oxo groups shows biological activities such as antioxidant, anti-inflammatory, antimicrobial, antidiabetic, and anticancer. Thus, fisetin becomes an interesting target for finding alternative therapeutic agents. However, more than 50% of drug candidates fail due to poor absorption, distribution, metabolism, excretion, and toxicity (ADMET) analysis. This research studied the physicochemical, pharmacokinetic, and pharmacodynamic parameters of fisetin to avoid those problems by using PreADMET, SwissADME, dan Molinspiration. The results revealed good physicochemical parameters for fisetin with potential to be used as oral or transdermal. Fisetin was known to be quite easy synthesized, crossed the BBB, non-toxic, not carcinogenic in mice, and had a medium cardiotoxicity. Furthermore, fisetin inhibited kinases, nuclear receptor ligands, and enzymes. It was moderate as GPCR ligands and ion channel modulators.
METABOLIT SEKUDER, METODE EKSTRAKSI, DAN BIOAKTIVITAS CABAI (CAPSICUM) Nur Hasanah; Sri Fatmawati
Akta Kimia Indonesia Vol 7, No 1 (2022)
Publisher : LPPM, Institut Teknologi Sepuluh Nopember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j25493736.v7i1.11239

Abstract

Cabai merupakan tanaman yang berasal dari Amerika Tengah dan Selatan dengan genus Capsicum. Tanaman genus ini dilaporkan memiliki turunan senyawa capsaicinoid. Capsaicin merupakan senyawa capsaicinoid utama pada cabai yang dapat menimbulkan sensasi panas pada tanaman ini. Sensasi tersebut dapat dimanfaatkan untuk meredakan nyeri sehingga senyawa ini banyak dmanfaatkan sebagai obat analgesik atau penghilang rasa sakit di bidang farmasi. Selain itu, tanaman genus ini juga memiliki kelompok senyawa karotenoid yang berperan sebagai pemberi warna pada buah tanaman tersebut, fenolik, flavonoid, vitamin dan senyawa volatil. Kadar metabolit sekunder cabai ini dipengaruhi oleh pemilihan metode dan kondisi ekstraksi yang digunakan sehingga penelitian terkait ekstraksi cabai ini banyak dilakukan dengan berbagai variasi. Beberapa metode ekstraksi yang digunakan yaitu maserasi, sokletasi, dan refluks hingga ekstraksi modern seperti sonikasi, microwave, subcritical fluid dan supercritical fluid (SFE). Bioaktivitas pada buah cabai yang telah dilaporkan oleh beberapa literatur meliputi antiinflamasi, antimikroba, antioksidan, antidiabetes, antikanker dan analgesik. Meskipun bioaktivitas tanaman ini telah banyak dilaporkan, penelitian lebih lanjut diperlukan untuk mengetahui keamanan, dosis penggunaan dan efek samping dari cabai tersebut. Oleh karena itu, review ini bertujuan untuk memberikan informasi ilmiah tentang Senyawa metabolit sekunder, metode ekstraksi dan bioaktivitas buah cabai yang nantinya diperlukan dalam penelitian selanjutnya.
The Correlation Between Crystal Phase and Acidity in Nickel Doped Zinc Fluoride Solid Ummi Nazhiroh; Irmina Kris Murwani
Akta Kimia Indonesia Vol 7, No 1 (2022)
Publisher : LPPM, Institut Teknologi Sepuluh Nopember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j25493736.v7i1.12491

Abstract

Nickel-doped zinc fluoride (Zn1‑xNixF2) with x= 0; 0.025; 0.050; 0.075; 0.100 and 0.150 were synthesized from zinc acetate as precursors. Solid materials were prepared by the fluorolytic sol gel method. The resulting solid materials were characterized by XRD and FTIR. The XRD characterization of the samples showed that there were characteristic peaks of zinc fluoride, zinc oxide and zinc hydrogen fluoride. The IR characterization spectrum showed the presence of Zn-F, Zn-O and -OH bonds in the samples. Pyridine adsorbed FTIR technique explains that the material has Lewis and Brønsted acidity. The acidity site in the solid were influenced by the Zn-O and Ni-O bonds in the catalyst. 
Ekstraksi Senyawa Fenolat dalam Daun Teh Hijau (Camellia Sinensis) Zjahra Vianita Nugraheni; Try Mefirwan Rachman; Arif Fadlan
Akta Kimia Indonesia Vol 7, No 1 (2022)
Publisher : LPPM, Institut Teknologi Sepuluh Nopember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j25493736.v7i1.12557

Abstract

Daun teh hijau (Camellia sinensis) telah terbukti mempunyai kandungan senyawa aktif yang bermanfaat bagi kesehatan. Fenolat merupakan salah satu komponen dalam daun teh hijau yang mempunyai kemampuan sebagai zat antioksidan. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui total kandungan senyawa fenolat dalam ekstrak daun teh hijau. Maserasi dipih sebagai metode ekstraksi dengan menggunakan air sebagai pelarutProses ekstraksi dioptimalisasi dengan melakukan variasi suhu ekstraksi (80℃, 90℃, 100℃) dan waktu perendaman (5 dan 10 menit) terhadap dua ukuran sampel daun teh hijau (halus dan kasar). Berdasarkan hasil analisis, kandungan senyawa fenolat optimal pada daun teh hijau halus dan kasar didapatkan pada suhu 80℃ dan waktu pengadukan 10 menit dengan nilai berturut-turut sebesar 44,487 ± 0,483 µg AGE/g daun teh kering halus dan 22,676 ± 0,483 µg AGE/g daun teh kering kasar. Dari hasil tersebut diketahui bahwa ukuran sampel, suhu, dan waktu perendaman berpengaruh pada kandungan senyawa fenolat yang didapatkan. Kandungan fenolat yang diperoleh semakin tinggi seiring dengan berkurangnya ukuran partikel dan meningkatnya waktu perendaman serta suhu ekstraksi.

Page 1 of 1 | Total Record : 5