cover
Contact Name
Y.B. Agung Prasaja
Contact Email
jurnalparafrase@untag-sby.ac.id
Phone
+6281331550744
Journal Mail Official
jurnalparafrase@untag-sby.ac.id
Editorial Address
Fakultas Ilmu Budaya Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya Jl. Semolowaru 45 Surabaya 60118 Indonesia
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Parafrase: Jurnal Kajian Kebahasaan dan Kesastraan
ISSN : 14126206     EISSN : 25805886     DOI : https://doi.org/10.30996/parafrase.v23i1
Parafrase: Jurnal Kebahasaan dan Kesastraan is an international scientific journal which is devoted to social and humanity studies. Parafrase: Jurnal Kebahasaan dan Kesastraan is a double blind peer-reviewed international journal published online and in printed form. Parafrase: Jurnal Kebahasaan dan Kesastraan publishes original, previously unpublished research and opinion papers written in English. Paper topics include the following: Literature, Language, History, Philosophy, Arts, Cultural studies, and Anthropology.
Articles 10 Documents
Search results for , issue "Vol 20 No 1 (2020)" : 10 Documents clear
RELEVANSI BENTUK ABREVIASI DALAM IKLAN BELANJA ONLINE DENGAN PUEBI Annisa Febriasari; Laili Etika Rahmawati
PARAFRASE : Jurnal Kajian Kebahasaan & Kesastraan Vol 20 No 1 (2020)
Publisher : Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30996/parafrase.v20i1.4052

Abstract

Abstrak. Pemahaman mengenai bentuk abreviasi perlu dikaji dari kaidah-kaidah pembentukan kata dalam bahasa Indonesia. Kaidah pembentukan kata dapat disesuaikan dengan PUEBI. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi kesesuaian bahasa yang digunakan dalam PUEBI di media belanja online. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif dengan metode ilmiah. Hasil penelitian ini adalah terdapatnya bentuk abreviasi yang sudah sesuai maupun belum sesuai dengan PUEBI.
VERBAL COMMUNICATION IN BAHASA INDONESIA: A CASE STUDY ON ABAY (A FIVE-YEAR-OLD CHILD) Lukluatul Maulidiyah; Fahriany Fahriany; Rahma Deni
PARAFRASE : Jurnal Kajian Kebahasaan & Kesastraan Vol 20 No 1 (2020)
Publisher : Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30996/parafrase.v20i1.4043

Abstract

ABSTRACT. Verbal communication is one of the ways for people to communicate each other. Components of verbal communication are sounds, words, language, and speech. Thus, In having a good verbal communication, people should master a target language. Moreover, there are two processes to comprehend and master a language which are acquiring and learning process.Hence, this study is aimed to observe how a-five-year old child acquire their verbal communiation in Bahasa Indonesia which become his second language. The participant of this study is a-five-year old child named Abay who has Madura language as his first language.The research uses qualitative data descriptively. A case study in this research was to provide a deeper understanding regarding the process of Abay' verbal communication used in Bahasa Indonesia as the second language that he got from his environment. The data of this study are gathered through depth-interview and observation. Furthermore, the result of this study reveald that Abay could produce and acquire one of verbal communication form in Bahasa Indonesia which is interpersonal communication.
EXPRESSIVE SPEECH ACTS OF THE MAIN CHARACTER IN HARRY POTTER MOVIE AS TEACHING MATERIALS FOR EFL LEARNERS Maria Wisendy Sina; Barli Bram
PARAFRASE : Jurnal Kajian Kebahasaan & Kesastraan Vol 20 No 1 (2020)
Publisher : Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30996/parafrase.v20i1.4048

Abstract

Abstrak. Tindak tutur adalah tindakan yang dilakukan dalam mengatakan sesuatu. Makalah ini menentukan bagaimana guru dapat menggunakan film untuk mengajar peserta didik Bahasa Inggris sebagai bahasa asing tentang tindak tutur ekspresif. Guru dapat menggunakan contoh dari film untuk berdiskusi dengan peserta didik. Penelitian ini menggunakan analisis wacana untuk menganalisis data. Data utama dari penelitian ini adalah ucapan yang dihasilkan oleh karakter utama dalam film. Untuk mengklasifikasikan jenis tindak tutur ekspresif yang dihasilkan oleh karakter utama dalam film, peneliti menggunakan teori dari Yule (1988). Hasilnya menunjukkan ada tujuh jenis tindak tutur ekspresif; berterima kasih, suka, menyapa, meminta maaf, kagum, selamat dan khawatir. Kutipan dari film ini dapat digunakan sebagai sumber bahan ajar dan ini akan bermanfaat bagi guru untuk menggunakan bahan ajar tersebut untuk mengajar peserta didik Bahasa Inggris sebagai bahasa asing.
PROSES ASIMILASI PADA BAHASA SUMBAWA: FONOLOGI GENERATIF Aulia Wildaan Sela; Nurhayati Nurhayati
PARAFRASE : Jurnal Kajian Kebahasaan & Kesastraan Vol 20 No 1 (2020)
Publisher : Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30996/parafrase.v20i1.4044

Abstract

Abstrak. This study examines the assimilation process in the Sumbawa language with the aim of describing the assimilation process in the Sumbawa language. This research method is included in the type of descriptive qualitative. In that Sumbawa consists of several assimilation processes, the process studied includes receiving sounds and sound dissolution. N sound is needed in Sumbawa language, the process of switching nasal sounds occurs when the vowel sound suffixes on the stem which means ownership. Furthermore, there is a sound impingement process at the beginning, middle and end. Sounding at the beginning occurs at the sound s, t, and w the sounding occurs before the vowel sound on the stem. The middle sound is displayed on the sound of n sounding then the sound [?] . And sound attenuation at the end occurs in the sound of this obscuring vowel occurring after the sound [t], [s], [m]. In addition, the sounding factor in the Sumbawa language can also be used to assist in supporting and discussing the conversation.
REPRESENTATIONS OF BEAUTY, LOVE, HOMESICK AND MEMORY TO HOMELAND EXPRESSED IN THE LYRICS OF BATAK TOBA SONGS Pininta Veronika Silalahi
PARAFRASE : Jurnal Kajian Kebahasaan & Kesastraan Vol 20 No 1 (2020)
Publisher : Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30996/parafrase.v20i1.4049

Abstract

Bahasa adalah bagian dari budaya sebagai sarana berkomunikasi bagi anggota komunitasnya. Setiap budaya memiliki caranya sendiri untuk mengekspresikan cinta menggunakan kata-kata, frasa atau ucapan tertentu sebagai sistem tanda. Leksikon bahasa Batak Toba bersifat spesifik, terkait dengan kebiasaan, tradisi, dan cara hidup. Apa yang mereka pikirkan dan alami dalam kehidupan sehari-hari diungkapkan melalui bahasa, seperti kebiasaan dan tradisi yang biasanya mereka lakukan yang tercermin melalui lirik lagu dalam bahasa asli Toba Batak yang menyampaikan beberapa pesan kepada para pendengar. Artikel ini membahas ungkapan representasi kebanggaan, cinta, rindu rumah, dan memori ke tanah air dalam sepuluh lagu tentang tempat- tempat yang menunjukkan tanah air di wilayah Batak Toba: Pulo Samosir, Danau Toba, Rura Silindung, Aek Sibulbulon, dll. Representasi tersebut ditemukan dalam lirik tradisional Lagu-lagu Batak. Semiotika Peirce yang dikembangkan oleh Fiske (1990) digunakan dalam penulisan artikel ini. Temuan signifikan dalam artikel ini adalah tempat-tempat yang disebut sebagai Bona-pasogit atau tanah air didasarkan pada isi yang disajikan dalam lirik dan informasi mengenai tempat-tempat yang disebutkan dalam setiap lagu.
RESEPSI PEMBACA PRODUKTIF KISAH MISTERI KKN DI DESA PENARI Intan Tania; Hasanah Ferli
PARAFRASE : Jurnal Kajian Kebahasaan & Kesastraan Vol 20 No 1 (2020)
Publisher : Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30996/parafrase.v20i1.4045

Abstract

Abstrak. Artikel ini bertujuan untuk mengungkap resepsi produktif pembaca terhadap kisah misteri KKN di Desa Penari yang viral pada pertengahan tahun 2019. Data primer penelitian ini berupa komentar dari 25 akun Facebook terhadap thread tersebut. Data sekunder penelitian adalah teks kisah misteri KKN di Desa Penari serta berbagai acuan ilmiah dari artikel jurnal, artikel media massa, dan buku referensi. Telaah terhadap data primer menggunakan pendekatan resepsi dan metode analisis deskriptif. Landasan teoretis yang digunakan adalah teori cerita fantastik dari Djokosujatno serta teori resepsi pembaca dari Jauss, Iser, Riffatere, dan Vodicka. Masalah penelitian terfokus pada bagaimana cara pembaca meresepsi kisah KKN di Desa Penari terutama yang berkaitan dengan struktur narasi teks, tanggapan pembaca mengenai cerita itu, dan reaksi aktif mereka setelah membaca. Hasil kajian menunjukkan bahwa (1) kisah KKN di Desa Penari mendapat banyak tanggapan positif dari pembacanya karena dinilai menarik, menakutkan, dan terasa benar-benar terjadi. (2) Reaksi produktif pembaca cerita tersebut adalah bercerita tentang pengalaman paranormalnya sendiri, menjadikannya komoditi, membuat kajian kritis, dan membagikan cerita itu kembali. (3) Keberagaman resepsi ini menunjukkan bukti adanya perbedaan horizon harapan pembaca.
KEPERCAYAAN ANIMISME MASYARAKAT POSTKOLONIAL JAWA DALAM NOVEL ENTROK KARYA OKKY MADASARI Fitri Nurul Afni; Haris Supratno; Alfian Setya Nugraha
PARAFRASE : Jurnal Kajian Kebahasaan & Kesastraan Vol 20 No 1 (2020)
Publisher : Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30996/parafrase.v20i1.4050

Abstract

Abstrak. Kepercayaan dalam novel Entrok karya Okky Madasari menjadi salah satu dimensi yang mencerminan keragamanan kebudayaan masyarakat Jawa yang meyakini agama adat sebagai salah satu tradisi leluhur maupun dari hasil akulturasi. Artikel ini bertujuan untuk mengidentifikasi bentuk kepercayaan masyarakat postkolonial Jawa dalam novel Entrok karya Okky Madasari sebagai refleksi dari kehidupan masyarakat Jawa. Lingkup masalah dalam artikel ini membahas mengenai tradisi keyakinan masyarakat Jawa terhadap pandangan religiusitas yang masih membudaya dalam masyarakat. Artikel ini menggunakan jenis pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif, menggunakan jenis teknik pengumpulan data berupa teknik studi pustaka dan teknik analisis data berupa reduksi data, penyajian data, dan kesimpulan. Hasil artikel ini menemukan sistem kepercayaan yang dianut masyarakat postkolonial Jawa dalam novel berupa kepercayaan animisme yang meliputi kepercayaan terhadap Mbah Ibu Bumi Bapa Kuasa, tumpeng dan panggang, selamatan hari kematian, wangsit, dan upacara panen.
PERALIHAN ORDE BARU MENUJU ERA REFORMASI DALAM CERPEN TEMBOK PAK RAMBO KARYA TAUFIK IKHRAM JAMIL DAN DETIK-DETIK YANG MENENTUKAN KARYA B.J. HABIBIE Ni Luh Ayu Sukmawati
PARAFRASE : Jurnal Kajian Kebahasaan & Kesastraan Vol 20 No 1 (2020)
Publisher : Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30996/parafrase.v20i1.4046

Abstract

Abstrak. Artikel ini bertujuan untuk menganalisis keterkaitan antara cerita pendek berjudul Tembok Pak Rambo karya Taufik Ikhram Jamil dan buku berjudul Detik-Detik yang Menentukan karya B.J. Habibie. Dengan memanfaatkan teori struktural-semantik oleh A.J. Greimas dan pendekatan intertekstual oleh Riffaterre penelitian mengupas makna yang terselubung dibalik cerpen Tembok Pak Rambo. Hasil dari penelitian ini menunjukan bahwa cerpen Tembok Pak Rambo bukan hanya sekedar merepresentasikan hegemoni yang ada antara atasan dan bawahan dalam dunia pekerjaan, nemun lebih jauh, tedapat relasi dengan buku Detik-Detik yang Menentukan. Cerpen Tembok Pak Rambo merepresentasikan kondisi yang terjadi pada masa peralihan dari orde Baru menuju era reformasi, berikut dengan dua tokoh yang berpegaruh pada masa tersebut yaitu Soeharto dan B.J. Habibie. Selanjutnya, perluasan makna menunjukan adanya perjuangan pembebasan suara masyarakat Indonesia dari belengu pemerintah oligarki pada masa orde baru dan peran B.J. Habibie dalam proses pembentukan demokrasi.
THE USE OF HOT POTATOES IN TEACHING DESCRIPTIVE TEXTS TO EFL SECONDARY SCHOOL STUDENTS Pariyanto Pariyanto; Atik Herawati
PARAFRASE : Jurnal Kajian Kebahasaan & Kesastraan Vol 20 No 1 (2020)
Publisher : Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30996/parafrase.v20i1.4051

Abstract

Abstract: The present study explored the effectiveness of teaching descriptive texts through Hot Potatoes to English as a foreign language (EFL) secondary school students and their perception of learning using this media. 31 junior high school students in Year VII participated in the study. A quasi-experimental with pretest -posttest design and a qualitative descriptive design were used in this inquiry. The results indicated that the use of Hot Potatoes to teach descriptive text to secondary school students was effective, pretest (M=74.74, SD=10.23) posttest (M=89.55, SD=5.96) t(30)=-10.97, p=.000 and that it was perceived to be useful and interesting teaching media by the students. These suggest that Hot Potatoes has potential benefits when incorporated into teaching of reading where the teachers can take it into account to be employed in their reading class.
FIGUR FEMINIS DI MASA KOLONIAL DALAM NOVEL LARASATI KARYA PRAMOEDYA ANANTA TOER Annisa Hening Noorvitasari
PARAFRASE : Jurnal Kajian Kebahasaan & Kesastraan Vol 20 No 1 (2020)
Publisher : Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30996/parafrase.v20i1.4047

Abstract

Abstrak. Artikel ini membahas novel Larasati yang ditulis oleh Pramoedya Ananta Toer. Novel Larasati menceritakan tentang perjuangan seorang perempuan pada masa kolonial bernama Larasati. Terdapat dua fokus pembahasan terkait dengan novel Larasati dalam artikel ini. Pertama adalah pembahasan mengenai figur feminis dalam novel Larasati. Dengan memanfaatkan teori kritik sastra feminisme, ditemukan bahwa tokoh utama dalam novel, Larasati menunjukkan beberapa karakteristik sebagai seorang feminis. Meski demikian, terdapat beberapa tindakan dan keputusan tokoh yang kemudian menunjukkan keambivalensian feminisme pada karakter Larasati. Pembahasan kedua menyoroti tentang Pramoedya Ananta Toer sebagai penulis Larasati. Dengan menggunakan konsep écriture féminine (feminine writing), artikel ini bertujuan untuk mengungkap apakah Larasati merupakan sebuah écriture féminine dari Pramoedya Ananta Toer. Hasil penelitian menunjukkan bahwa meski tokoh Larasati menunjukkan beberapa sifat feminis, novel Larasati bukanlah sebuah écriture féminine.

Page 1 of 1 | Total Record : 10