cover
Contact Name
Lucky Purwantini
Contact Email
lppm.unismabekasi@gmail.com
Phone
+6282138581177
Journal Mail Official
soul@unismabekasi.ac.id
Editorial Address
Redaksi SOUL Jl. Cut Meutia No. 83 Bekasi Jawa Barat 17113 Email: soul@unismabekasi.ac.id Telp. 021-8808851
Location
Kota bekasi,
Jawa barat
INDONESIA
SOUL : Jurnal Ilmiah Psikologi
ISSN : 1979259X     EISSN : 2716134X     DOI : https://doi.org/10.33558/soul.v14i1.5951
SOUL: Jurnal Ilmiah Psikologi merupakan sebuah jurnal yang diterbitkan oleh Program Studi Psikologi, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Islam 45. Jurnal ini mengejar eksplorasi dalam bidang Psikologi, mencakup Psikologi Pendidikan, Psikologi Sosial, Psikologi Industri dan Organisasi, serta tidak menutup akses pada Psikologi Olahraga, Psikologi Politik, Psikologi Seni, dan lain-lain. Artikel yang diterima oleh SOUL: Jurnal Ilmiah Psikologi hanya artikel hasil penelitian ilmiah.
Articles 5 Documents
Search results for , issue "Vol 6 No 1 (2013): SOUL" : 5 Documents clear
PENGARUH PEER GROUP SUPPORT DAN SELF-ESTEEM TERHADAP RESILENCE PADA SISWA SMAN TAMBUN UTARA BEKASII Ekasari, Agustina; Andriyani, Zesi
SOUL : Jurnal Pemikiran dan Penelitian Psikologi Vol 6 No 1 (2013): SOUL
Publisher : Program Studi Psikologi, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Islam 45 Bekasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (475.55 KB)

Abstract

Siswa dituntut untuk dapat aktif dan kreatif belajar di sekolah. Tak jarang siswa mendapatkan kesulitan dan permasalahan dalam menjalani proses belajar mengajar di sekolah yang menyebabkan siswa tertekan. agar prestasi yang dimiliki lebih optimal maka diperlukan ketahanan pada diri siswa. Pengaruh teman sebaya dan Self esteem sangat diperlukan untuk membantu ketahanan diri siswa. Pengambilan data dilakukan di sekolah SMAN 1 Tambun Utara Bekasi. Subyeknya adalah siswa siswi kelas X dan XI yaitu 153 orang. Teknik yang digunakan dalam penelitian ini adalah random sampling dan menggunakan skala peer group support, self-esteem, dan resilience yang menggunakan model skala Likert. Perhitungan korelasi Product Moment antara variable peer group support, self-esteem, dan resilience diperoleh koefisien korelasi rxy = 0,454 dan rxy = 0,481. Berdasarkan uji analisis korelasi berganda, didapat F hitung adalah 30.862 dengan tingkat signifikansi 0.000, karena probabilitas (0.000) < ? (0.05), artinya pengaruh peer group support dan self-esteem terhadap resilience bertaraf cukup. Dari hasil pengolahan data, maka koefisien determinasi (R2) pada korelasi peer group support dan self-esteem terhadap resilience, menunjukkan angka sebesar 0.292, berarti peer group support dan self-esteem memiliki sumbangan sebesar 29,2% terhadap tingkat resilience dan pengaruh variabel lain adalah sebesar 70,8%. Pengaruh peer group support, self-esteem terhadap resilience cenderung searah. Sehingga semakin tinggi peer group support dan self-esteem, maka semakin tinggi resilience, begitu juga sebaliknya jika semakin rendah. Hasil penelitian ini menyatakan bahwa terdapat pengaruh peer group support terhadap resilience; terdapat pengaruh self-esteem terhadap resilience; serta terdapat pengaruh peer group support dan self-esteem terhadap resilience
PROFIL KEPRIBADIAN DAN PSYCHOLOGICAL WELL-BEING CAREGIVER SKIZOFRENIA Nainggolan, Nora Jusnita; L. Hidajat, Lidia
SOUL : Jurnal Pemikiran dan Penelitian Psikologi Vol 6 No 1 (2013): SOUL
Publisher : Program Studi Psikologi, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Islam 45 Bekasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (391.038 KB)

Abstract

Skizofrenia merupakan gangguan mental yang menyebkan ketidakberfungsian secara meluas. Keluarga sebagai primary caregiver berperan penting dalam membantu memenuhi kebutuhan fisik, maupun dalam memberikan dukungan secara psikologis. Tantangan berat yang dirasakan caregiver skizofrenia selain menghadapi perilaku penderita yang cenderung tidak realistik, adalah pengenaan stigma dan isolasi dari lingkungan sosial. Salah satu faktor penting yang menentukan kemampuan adaptif seseorang adalah kepribadian. Ciri kepribadian caregiver skizofrenia selain dapat menentukan pemaknaan atau evaluasi mereka terhadap stressor, juga menentukan pilihan coping yang akan mempengaruhi kualitas kesejahteraan psikologis (psychological well-being) caregiver tersebut. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif yang bertujuan untuk mengetahui profil kepribadian dan gambaran psychological well being caregiver skizofrenia
HUBUNGAN ANTARA ATTACHMENT DAN SELF ESTEEM DENGAN NEED FOR ACHIEVEMENT PADA SISWA MADRASAH ALIYAH NEGERI 8 CAKUNG JAKARTA TIMUR Indah Muslimah, Alfiana; Wahdah, Nadiatul
SOUL : Jurnal Pemikiran dan Penelitian Psikologi Vol 6 No 1 (2013): SOUL
Publisher : Program Studi Psikologi, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Islam 45 Bekasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (126.978 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menguji apakah ada hubungan antara attachment dan self esteem dengan need for achievement pada siswa-siswi Madrasah Aliyah Negeri 8 Cakung Jakarta timur. Subyek dalam penelitian ini adalah siswa-siswi Madrasah Aliyah Negeri 8 Cakung Jakarta timur, laki-laki maupun perempuan yang memiliki rentang usia 15-17 tahun. Subyek yang digunakan dalam penelitian ini berjumlah 84 orang. Penelitian ini menggunakan teknik randam sampling. Adapun skala yang digunakan pada variabel attachment disusun berdasarkan skala dari inventory of parent and peer attachment (IPPA). Skala self esteem yang digunakan diadaptasi dan dimodifikasi berdasarkan aspek-aspek yang dikemukakan oleh Coopersmith dan skala need for achievement digunakan berdasarkan karakteristik yang dikemukakan McClelland (dalam Supriyo). Sebelum angket disebar kepada sampel penelitian, terlebih dahulu dilakukan uji validitas dan reliabilitas item yaitu dengan bantuan program SPSS (statistical Product and Service Solution) versi 17.00 for windows.Metode analisis data yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan fasilitas SPSS (statistical Product and Service Solution) versi 17.00 for windows. Hasil analisis data dengan teknik korelasi Product Moment dari Karl Pearson menunjukkan bahwa antara attachment dengan need achievement menunjukkan nilai r = 0.376 > 00.5 artinya, ada hubungan positif yang sangat signifikan antara attachment dengan need achievement. semakin tinggi attachment yang dimiliki timur maka semakin tinggi need achievement sebaliknya semakin rendah attachment yang dimiliki maka semakin rendah pula need achievement yang dimiliki. Sedangkan hubungan self esteem dengan need achievement menunjukkan nilai r = 0.649 > 0.05, artinya ada hubungan positif yang sangat signifikan antara self esteem dengan need achievement, semakin tinggi self esteem, maka semakin tinggi need achievement yang dimiliki dan sebaliknya semakin rendah self esteem maka semakin rendah pula need achievement yang dimiliki siswa-siswi Madrasah Aliyah Negeri 8 Cakung Jakarta timur. Analisis koefisien determinasi (R2) pada korelasi antara attachment dan self esteem dengan need achievement menunjukkan angka sebesar 0.429, berarti attachment dan self esteem memiliki sumbangan sebesar 42.9% terhadap need achievement dan pengaruh variabel lain sebesar 57.1%, sehingga terdapat hubungan yang signifikan antara attachment dan self esteem dengan need achievement.
INTERNAL LOCUS OF CONTROL DAN JOB INSECURITY TERHADAP BURNOUT PADA GURU HONORER SEKOLAH DASAR NEGERI DI BEKASI SELATAN Dian Iva Prestiana, Novita; Xandria Andari Putri, Trias
SOUL : Jurnal Pemikiran dan Penelitian Psikologi Vol 6 No 1 (2013): SOUL
Publisher : Program Studi Psikologi, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Islam 45 Bekasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (272.45 KB)

Abstract

Burnout merupakan keadaan lelah atau frustrasi yang disebabkan karena tuntutan pekerjaan dan terhalangnya pencapaian harapan sehingga mengakibatkan menurunnya kondisi fisik, kelelahan emosional dan kelelahan mental yang berkepanjangan. Sementara itu guru honorer juga mengalami ketidakpastian karir sehingga akibatnya stress berkepanjangan yang akan berkembang menjadi burnout. Hal ini tentunya dipengaruhi oleh banyak faktor salah satunya adalah kepribadian, yaitu aspek internal locus of control sehingga guru mampu mengevaluasi tindakannya dan dapat meminimalisir tingkat burnout yang dirasakannya. Penelitian ini bertujuan untuk menguji apakah ada pengaruh internal locus of control dan job insecurity terhadap burnout pada Guru Honorer SD Negeri di Bekasi Selatan.Subjek dalam penelitian ini adalah guru honorer baik laki-laki maupun perempuan yang belum diangkat menjadi guru CPNS/PNS. Berdasarkan data yang didapatkan dari Dinas Pendidikan Kota Bekasi terdapat 272 guru yang bertugas di kecamatan Bekasi Selatan yang tersebar di 5 kelurahan. 99 guru bertugas di Kelurahan Kayu Ringin yang tersebar di 21 SDN, terdapat 23 guru bertugas di Kelurahan Marga Jaya yang tersebar di 7 SDN, terdapat 44 guru bertugas di Kelurahan Jaka Mulya yang tersebar di 6 SDN, terdapat 40 guru betugas di Kelurahan Jaka Setia yang tersebar di 7 SDN dan terdapat 66 guru bertugas di Kelurahan Pekayon yang tersebar di 10 SDN.Hasil analisis dari penelitian adalah terdapat hubungan yang negative antara internal locus of control dengan burnout pada guru honor SDN Bekasi Selatan dengan koefisien korelasi sebesar r = ? 0,441. Terdapat hubungan yang positif dan memiliki korelasi yang kuat antara job insecurity dengan burnout dengan r = 0,616.Analisis koefisien korelasi determinasi (R2) pada korelasi antara internal locus of control dengan job insecurity menunjukan angka sebesar 0.438, berarti internal locus of control dan job insecurity memiliki sumbangan sebesar 43,8% terhadap burnout dan 56,2% dipengaruhi oleh variabel lain
ATTACHMENT DAN PEER GROUP DENGAN KEMAMPUAN COPING STRESS PADA SISWA KELAS VII DI SMP RSBI AL AZHAR 8 KEMANG PRATAMA Bayani, Irma; Sarwasih, Sumastri
SOUL : Jurnal Pemikiran dan Penelitian Psikologi Vol 6 No 1 (2013): SOUL
Publisher : Program Studi Psikologi, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Islam 45 Bekasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (342.276 KB)

Abstract

Remaja sebagai siswa di sekolah, memandang seorang teman mempunyai tingkatan social kompetensi yang mampu memberikan energi tersendiri dalam penyesuaiannya dilingkungan sekolahnya. Berbagai permasalahan dapat dialami oleh remaja dan cara mereka menyelesaikan masalah pun beragam, namun ada pula remaja yang tidak dapat menyelesaikan masalahnya sehingga mereka stress. Ada yang berusaha mengatasi stress dengan hal yang positif dan ada pula yang mengatasinya dengan hal yang beresiko.Peran keluarga dan lingkungannya sangat membantu remaja dalam menyelesaikan masalahnya. Adanya empati bahwa orangtua memiliki kemampuan untuk dapat merasakan apa yang dirasakan oleh anak terutama jika anak mempunyai masalah. Begitu pula dengan hubungan peer groupnya yang positif dapat memberikan dukungan social yang baik terhadap remaja yang memiliki masalah, sehingga memunculkan kualitas persahabatan yang positif pula.Tujuan dari penelitian ini untuk menguji apakah ada hubungan antara attachment dan peer group dengan kemampuan coping stress pada siswa SMP RSBI Al Azhar 8 Kemang Pratama.Subyek dalam penelitian ini adalah siswa laki-laki dan perempuan SMP Al Azhar 8 dengan jumlah populasi 300 siswa kemudian diambil untuk sampel 20% dari populasi yaitu 60 siswa. Metode pengambilan sampelnya dengan menggunakan accidental sampling.Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan wawancara,observasi dan tiga skala yaitu skal attachment, skala peer group dan skala coping stress. Metode analisa data yang digunakan dalam penelitian ini adalah korelasi product moment karl person dengan menggunakan fasilitas SPSS 15.00 for windows.Hasil penelitian ini menyebutkan bahwa ada hubungan yang positif antara attachment, peer group dengan coping stress. Hal ini ditunjukkan dengan perolehan nilai r sebagai koefisien korelasi 0.685, pada taraf kepercayaan 99% artinya semakin tinggi peer group maka semakin tinggi coping stress, begitu pula dengan hasil korelasi yang menunjukkan nilai r = 0.729 semakin tingginya attachment maka semakin tinggi pula coping stress. Koefisien korelasi antara variabel cenderung searah. Untuk koefisien determinan menunjukkan bahwa variabel attachment memberikan sumbangan 46.9% kepada variabel coping stress, sedangkan variabel peer group memberikan sumbangan 62.7% kepada coping stress. Dengan demikian attachment , peer group memiliki hubungan yang searah dengan coping stress

Page 1 of 1 | Total Record : 5