cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota yogyakarta,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Jurnal Pertanian Agros
Published by Universitas Janabadra
ISSN : 14110172     EISSN : 25281488     DOI : -
Core Subject : Agriculture,
Jurnal Pertanian Agros (JPA) is published by Faculty of Agriculture, Janabadra University and the Agribusiness Association of Indonesia (AAI). It available online supported by Directorate General of Higher Education - Ministry of Research, Technology, and Higher Education- Republic of Indonesia JPA is a peer-reviewed and open access journal that publishes significant and important research from all area of agriculture science fields such as crops, horticulture, fisheries, animal husbandary, and forestry.
Arjuna Subject : -
Articles 23 Documents
Search results for , issue "Vol 16, No 1: Edisi Januari 2014" : 23 Documents clear
TINGKAT KEBERHASILAN PROGRAM INSEMINASI BUATAN TERNAK SAPI POTONG DI DISTRIK NIMBOKRANG, JAYAPURA Selvia Tharukliling; Lucas Philip Hetharia
Agros Journal of Agriculture Science Vol 16, No 1: Edisi Januari 2014
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Janabadra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (50.012 KB)

Abstract

Pengembangan teknologi inseminasi buatan merupakan salah satu program utama dalam upaya peningkatan kualitas ternak dan merupakan teknologi tepat guna untuk penyebaran bibit unggul secara cepat, mudah, murah, dan dapat dijangkau masyarakat. Distrik Nimbokrang, Kabupaten Jayapura merupakan salah satu sentra pengembangan sapi potong melalui program IB. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui tingkat keberhasilan inseminasi buatan pada ternak sapi potong yang telah dilakukan oleh Dinas Peternakan Kabupaten Jayapura di Distrik Nimbokrang. Manfaat penelitian ini sebagai bahan informasi bagi peternak yang ingin menggunakan teknik inseminasi buatan dan diharapkan dapat menjadi acuan bagi pemerintah daerah dalam hal ini dinas peternakan dan instansi terkait lainnya dalam mengambil kebijakan yang tepat bagi pengembangan program Inseminasi Buatan (IB) Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode interview ke petugas inseminasi (inseminator) dan metode survey ke lokasi penelitian untuk mengetahui dan mendata jumlah ternak sapi yang melakukan inseminasi hingga beranak normal di Distrik Nimbokrang Kabupaten Jayapura. Hasil penelitian ini menunjukkan semakin menurunnya nilai S/C, yaitu 1,90 persen (tahun 2010) menjadi 1,38 (tahun 2012), dan semakin meningkatnya nilai CR, yaitu dari 70,61 persen menjadi 76,36 persen dan calving rate dari 65,91persen menjadi 75,00 persen, dengan nilai tersebut program IB di Distrik Nimbokrang dapat dikatakan berhasil.
SISTEM PERBENIHAN PADI DI SULAWESI BARAT Religius Heryanto; Syamsuddin Syamsuddin; Hatta Muhammad
Agros Journal of Agriculture Science Vol 16, No 1: Edisi Januari 2014
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Janabadra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (391.604 KB)

Abstract

Inovasi teknologi yang diandalkan dalam peningkatan produktivitas padi adalah varietas unggul berdaya hasil tinggi. Pada saat ini masih banyak  petani yang belum menggunakan benih padi bermutu atau bersertifikat. Salah satu penyebabnya adalah tidak tersedianya benih bermutu  pada saat diperlukan. Untuk memenuhi kebutuhan benih secara “enam tepat” diperlukan sistem perbenihan yang ideal dengan menata regulasi perbenihan yang ada di Sulawesi Barat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui masalah, peluang, dan kekuatan perbenihan dalam menata regulasi perbenihan di Sulawesi Barat. Hasil kajian menunjukkan bahwa: (1) Produktivitas dan produksi padi di Sulawesi Barat masih berpotensi untuk ditingkatkan dari 3,82 ton per ha menjadi delapan ton per ha melalui penggunaan benih bermutu, penggunaan varietas unggul baru, penerapan teknologi produksi, penanganan panen dan pascapanen yang tepat serta pembinaan penangkar atau produsen benih di setiap daerah; (2) Kebutuhan benih di Provinsi Sulawesi Barat  setiap tahun berkisar 2.484,183 ton dengan asumsi 30 kg per ha, sedangkan kemampuan produksi oleh lembaga produsen benih hanya 1.231 ton per tahun; (3) Beberapa kendala yang menjadi permasalahan dalam peningkatan kinerja penangkar/lembaga penyediah benih antara lain: (a) Kapasitas sumberdaya manusia pelaksana sangat rendah, baik kuantitas maupun kualitas, (b) bangunan dan peralatan tidak terawat dengan baik sehingga kurang berfungsi dengan baik, (c) tidak tersedianya sarana dan prasarana dalam memproduksi benih sumber
UJI FORMULA NPK PADA PERTANAMAN CABAI RAWIT DATARAN TINGGI LEMBANG JAWA BARAT Nana Sutrisna; Yanto Surdianto
Agros Journal of Agriculture Science Vol 16, No 1: Edisi Januari 2014
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Janabadra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (471.363 KB)

Abstract

Berbagai jenis dan merk pupuk NPK majemuk banyak dihasilkan dan beredar, namun yang sesuai untuk cabai rawit belum tersedia. Tujuan: memperoleh formula dan takaran pupuk NPK majemuk pertanaman cabai rawit dataran tinggi Lembang, Jawa Barat, di di Desa Mekarwangi, Kecamatan Lembang, sejak September 2012 sampai April 2013, menggunakan RAK dengan 15 perlakuan dan diulang tiga kali. Kelima belas perlakuan merupakan kombinasi antara basis dan formula pupuk NPK dan dosis pupuk. Basis dan formula pupuk: (1) NPK 16-11-11 (Berbasis Urea), (2) NPK 16-11-11 (Berbasis Ammonium Nitrat); (3) NPK 16-16-16 (Berbasis Urea); (4) NPK 16-16-16 (Berbasis Ammonium Nitrat); dan (5) NPK 16-16-16 (Kontrol); Takaran pupuk: (1) 21,0 g per pohon; kode perlakuan T1, (2) 25,2 g per pohon; kode perlakuan T2, dan (3) 29,4 g per pohon; kode perlakuan T3. Hasil: pupuk NPK berbasis amonium nitrat formula 16-16-16 lebih baik terhadap pertumbuhan dan hasil dibandingkan berbasis urea dan formula 16-11-11. Takaran pupuk NPK sangat berpengaruh terhadap pertumbuhan dan hasil. Takaran pupuk NPK 29,4 g per pohon atau 700 kg per ha memberikan hasil tertinggi, yaitu 5,26 t per ha, meningkat sebesar lima persen dari produktivitas rata-rata nasional sebesar 5,01 t per ha.
KADAR N, P, DAN K TANAH DAN PRODUKSI PADI MENINGKAT KARENA APLIKASI Azolla pinnata A Arifin Rivaie
Agros Journal of Agriculture Science Vol 16, No 1: Edisi Januari 2014
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Janabadra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (94.058 KB)

Abstract

Banyak studi menunjukkan bahwa aplikasi Azolla pinnata sebagai pupuk hayati meningkatkan kesuburan beberapa tanaman, termasuk padi, tetapi petani di Lampung menganggap A. pinnata menekan pertumbuhan bibit padi, sehingga membuangnya. Informasi mengenai efek aplikasi A. pinnata pada perubahan ketersediaan hara dan hasil padi sawah masih terbatas. Penelitian dilakukan untuk mempelajari pengaruh berbagai dosis A. pinnata (0; 2,5; 5,0; 7,5; dan 10,0 t per ha) terhadap perubahan konsentrasi N, P, K di tanah sawah, serapan N, dan hasil padi. Sawah beririgasi teknis yang tanahnya diaduk dengan A. pinnata dan ditanami bibit padi Ciherang dari Juni sampai Desember 2009. Hasil: pembenaman A. pinnata 5,0 t per ha meningkatkan kadar P tersedia dalam tanah dan meningkatkan produksi padi. A. pinnata yang dibenamkan memiliki kadar N relatif tinggi, yaitu 2.43 persen.  Pemberian A. pinnata 7,5 t per ha secara nyata meningkatkan kadar P tersedia tanah. Hasil ini mengonfirmasi bahwa A. pinnata juga membutuhkan hara P cukup tinggi untuk tumbuh optimal. Pembenaman A. pinnata 7,5 t per ha juga memberikan hasil gabah kering tertinggi, membuktikan bahwa pemberian A. pinnata tidak menekan produksi padi, bahkan penggunaannya sebagai bahan organik akan membantu menghemat penggunaan  bahan bakar fosil dan devisa, serta memungkinkan penggunaan pupuk N untuk lahan sawah yang lebih luas.
KERAGAAN DAN ANALISIS USAHA TANI SAWI DI KABUPATEN JAYAPURA PAPUA Herman Tangkelayuk; Yunus Paelo; Muliani Muliani
Agros Journal of Agriculture Science Vol 16, No 1: Edisi Januari 2014
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Janabadra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (122.014 KB)

Abstract

Penelitian bertujun untuk melihat keragaan, kelayakan, dan pendapatan usaha tani sawi yang diusahakan di Kabupaten Jayapura. Penelitian dilaksanakan di Kampung Yobeh, Distrik Sentani,  Kabupaten Jayapura, November hingga Desember 2013, menggunakan data musim tanam Oktober 2013, dalam bentuk survei melibatkan 30 petani sawi sebagai responden.  Penentuan petani responden menggunakan metode acak sederhana dengan cara mendapatkan petani penanam sawi secara terus menerus.  Hasil: rata-rata luas garapan petani sawi 0,099 ha, pengeluaran biaya benih Rp 37.400, penggunaan pupuk Urea 9,20 kg, NPK 2,80 kg, pupuk kandang 526 kg, dan biaya obat-obatan Rp 26.366, curahan tenaga kerja laki-laki 2,66 HOK dan wanita 2,03 HOK serta pengeluaran lainnya (nilai susut dan pajak lahan).  Tingkat produktivitas sawi 538,6 kg/0,99 ha/musim tanam. Total penerimaan usaha tani sawi dengan luas garapan 0,099 ha/musim tanam Rp 1.615.800, total pengeluaran Rp 562.182.  Keuntungan petani Rp 1.053.618 dengan nilai R/C ratio 2,87. Dari analisis diketahui, usaha tani sawi di kampung Yobeh, Sentani, Jayapura menguntungkan, untuk itu disarankan pengembangan lebih lanjut. Perlu bimbingan dari Penyuluh Lapangan agar produksi yang dihasilkan meningkat.
WARNA DAN LAMA PENGUSANGAN CEPAT TERHADAP VIABILITAS DAN VIGOR BENIH KACANG PANJANG DAN KACANG TUNGGAK Meksy Dianawati
Agros Journal of Agriculture Science Vol 16, No 1: Edisi Januari 2014
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Janabadra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (204.43 KB)

Abstract

Mutu benih mencakup empat mutu, yaitu mutu fisik, fisiologis, genetis, dan patologi. Dalam hal mutu fisik benih, warna dapat dijadikan indikator mutu fisiologi benih, karena visual warna sangat mudah diamati oleh pengguna benih. Tujuan penelitian ini adalah untuk mempelajari pengaruh warna benih dan lama pengusangan cepat terhadap viabilitas dan vigor benih kacang panjang dan kacang tunggak. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan November 2010 di Laboratorium Teknologi Benih dan Laboratorium Fisika, Institut Pertanian Bogor. Penelitian ini menggunakan metode rancangan split plot dengan Rancangan Acak Kelompok, dalam hal ini petak utama adalah warna benih dan anak petak adalah lama pengusangan cepat. Petak utama warna benih terdiri dari dua perlakuan pada kacang panjang dan tiga perlakuan pada kacang tunggak, sedangkan anak petak lama pengusangan terdiri dari tiga taraf perlakuan, yaitu dua hari, satu hari, dan nol hari. Setiap perlakuan terdiri dari tiga ulangan dan setiap ulangan diambil 25 sampel benih. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengusangan fisik cepat dapat mendeteksi viabilitas dan vigor secara dini pada benih kacang panjang warna terang. Benih kacang tunggak warna gelap nyata memiliki daya kecambah dan potensi maksimum lebih rendah daripada benih warna sedang dan terang. Semakin lama diusangkan, viabilitas dan vigor benih kacang tunggak menurun.
KINERJA INDIKATOR PEMBANGUNAN PERTANIAN DI KABUPATEN KUBU RAYA, BENGKAYANG DAN SANGGAU Rusli Burhansyah
Agros Journal of Agriculture Science Vol 16, No 1: Edisi Januari 2014
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Janabadra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (149.204 KB)

Abstract

Kinerja pembangunan pertanian pedesaan di Provinsi Kalimantan Barat belum banyak dipublikasikan. Untuk mengukur kinerja pembangunan pertanian pedesaan diperlukan peneltian kinerja indikator pembangunan pertanian  di Kabupaten Kubu Raya, Bengkayang, dan Sanggau. Penelitian dilaksanakan tahun 2009 di Kabupaten Kubu Raya (Sungai Itik dan Jeruju Besar), Bengkayang (Sinar Tebudak dan Kamuh)  dan Sanggau (Tunggal Bakti dan Kamuh).  Penelitian menggunakan Focus Group Discussion melibatkan 15 orang setiap desa. Indikator: pembangunan antara (perkembangan pasar input, pasar output, aktivitas penyuluhan, aktivitas kelompok tani), indikator pembangunan desa (perkembangan jalan desa, lahan, produktivitas, agroindustri, dan jumlah tenaga kerja ke luar). Hasil: perkembangan pasar input belum baik, pasar input lebih sulit, perkembangan aktivitas penyuluhan cenderung kurang, perkembangan aktivitas kelompok tani cenderung tetap. Perkembangan jalan desa cenderung membaik, perkembangan ketersediaan lahan komoditas pangan cenderung kurang, produktivitas tanaman pangan tetap dan menurun, perkembangan agroindustri tetap dan jumlah tenaga kerja ke luar desa cenderung meningkat
EKSPLORASI TUMBUHAN DI BAWAH NAUNGAN UBIKAYU SERTA POTENSINYA SEBAGAI HIJAUAN PAKAN Qomariah, Novia; Setiana, M Agus; Prihantoro, Iwan
Agros Journal of Agriculture Science Vol 16, No 1: Edisi Januari 2014
Publisher : Faculty of Agriculture, Janabadra University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (203.295 KB)

Abstract

Pemanfaatan hijauan pakan ternak di antara Ubikayu belum optimal. Padahal potensinya sangat besar. Tujuan penelitian: mengeksplorasi dan mengidentifikasikan jenis hijauan pakan di bawah naungan ubikayu dan potensinya sebagai hijauan pakan. Penelitian berlangsung Maret 2014 di Komplek IPB Sinar Sari Dramaga. Metode penelitian: menetapkan area ubikayu sebagai perlakuan, yaitu ubikayu yang ditanam terpisah dengan tanaman lain (monokultur) dan yang ditanam di antara tanaman hortikultura dan palawija (polikultur). Selanjutnya diamati dan diambil sampel hijauan pakan di kedua lokasi lalu dibuat herbarium dan diidentifikasi jenisnya. Hasil: hijauan pakan yang tumbuh diantara tanaman Ubikayu monokultur lebih beragam dibandingkan dengan polikultur. Jenis-jenis hijauan pakan ternak yang tumbuh pada tanaman Ubikayu monokultur adalah Echinochloa colona, Setaria barbata, Famili Juncaceae, Cyperus sp., Paspalum conjugatum, Cynodon dactylon, Stenotaphrum secundatum, Axonophus compressus (Swartz) P. Beauv, Eleusine indica dan Panicum maximum. Jenis-jenis hijauan pakan ternak yang tumbuh pada tanaman Ubikayu polikultur adalah Echinochloa colona, Setaria barbata, Famili Juncaceae, Cyperus sp., Stenotaphrum secundatum, Eleusine indica dan Leucaena leucephala.
KERAGAAN ENAM PADI F1 DAN TIGA PEMBANDING PADA EMPAT POPULASI TANAMAN BERBEDA Bambang Sutaryo
Agros Journal of Agriculture Science Vol 16, No 1: Edisi Januari 2014
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Janabadra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (320.583 KB)

Abstract

Penelitian keragaan enam padi F1 dan tiga pembanding pada empat tingkat  populasi dilaksanakan di Wironanggan, Gatak, Sukoharjo, 115m dpl, tipe tanah regosol, November 2010 hingga Maret 2011. Rancangan petak terpisah tiga ulangan. Petak utama enam padi F1: Y-Super 101, Y-Super 202, Y1-1, H-Basmatic 1, Y1-6, Y1-7, tiga pembanding: Hibrindo R1, Intani 2, Ciherang. Anak petak empat tingkat populasi: 160.000; 250.000; 213.300; 256.000 per ha, berjarak 25cm x 25cm; 20cm x 20cm; legowo 2:1 (25cm x 12,5cm x 50cm), legowo 4:1 (25cm x 12,5cm x 50cm). Bibit 17 hari ditanam empat tingkat kepadatan, satu bibit per lubang, 4m x 5m. Hasil: hasil gabah tertinggi 8,35; 8,04, 7,96 t per ha: Y-Super 101, Y-Super 202, Y1-7, tingkat populasi 256.000; 250.000; 213.300 per ha. Jumlah malai per rumpun tiga padi F1:17,72; 17,05, 16,54. Tingkat populasi 256.000; 250.000, 213.300 per ha untuk Y-Super 101, Y-Super 202, Y1-7 jumlah gabah isi per malai dan panjang malai lebih banyak dibanding 213,300 per ha. Umur genjah diraih Y1-1, Y1-6, Intani 2 pada populasi 160.000; 250.000; 256.000 per ha umur 105,2; 104.7; 106,8 hari. Jumlah gabah total per malai dan bobot 1000 butir tidak dipengaruhi tingkat populasi.
Kajian Optimasi Pendapatan Rumahtangga Tani di Kecamatan Kapuas Murung Kabupaten Kapuas Wardie, Jhon
Agros Journal of Agriculture Science Vol 16, No 1: Edisi Januari 2014
Publisher : Faculty of Agriculture, Janabadra University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (189.846 KB)

Abstract

Tujuan: (1) menganalisis alokasi sumber daya lahan, tenaga kerja, dan modal secara optimal; (2) mengkaji sumber daya pembatas pendapatan maksimal; dan (3) menganalisis pengaruh perubahan kendala sumber daya lahan, harga input, dan output serta teknologi usaha tani padi terhadap alokasi sumber daya optimal dan pendapatan maksimal rumahtangga tani. Lokasi ditentukan secara purposive sampling di Kelurahan Palingkau Lama dan Palingkau Baru Kecamatan Kapuas Murung. Pengambilan sampel dengan simple random sampling pada 50 responden. Digunakan model analisis pemrograman linier dengan software WIN-QSB. Hasil: (1) pola usaha tani optimal adalah (padi lokal + rambutan) dengan pendapatan maksimal Rp 31.590.000 per tahun; (2) sumber daya sebagai faktor pembatas pendapatan maksimal adalah lahan dan modal karena habis terpakai, sedangkan sumber daya tenaga kerja tidak habis terpakai sehingga bukan pembatas; (3) simulasi peningkatan luas lahan meningkatkan pendapatan menjadi Rp 36.857.540 dan pola usaha tani optimal berubah menjadi (padi lokal + pisang + rambutan), simulasi peningkatan harga input dan output serta teknologi usaha tani padi sebesar 20 persen mengakibatkan meningkatnya pendapatan menjadi Rp 36.041.270 dan Rp 33.594.860 tetapi pola usaha tani optimal tetap tidak berubah.

Page 1 of 3 | Total Record : 23