MATAPPA: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
MATAPPA: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat merupakan jurnal ABDIMAS yang dikelola dengan proses peer review, dipublikasikan oleh STKIP Andi Matappa memiliki e-ISSN: 2614-6673 dan p-ISSN: 2615-5273. menerbitkan artikel pengabdian pada masyarakat dengan bidang pendidikan, pengembangan sumber daya manusia, pembangunan manusia dan daya saing bangsa, usaha kecil menengah dan Pengembangan teknologi berwawasan lingkungan.
MATAPPA: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat, terbit dua kali dalam satu tahun yaitu bulan maret dan September. Artikel yang telah publish dapat didownload secara gratis, dibaca dan disebrluaskan sebagai rujukan artikel selanjutnya.
Articles
28 Documents
Search results for
, issue
"Vol 2, No 1 (2019): Maret"
:
28 Documents
clear
PKM Prolaksi Sebagai Strategi Pemberdayaan Ibu Menyusui
Nuari, Nian Afrian;
Widarti, Evi Aprilia Kartika;
Nurlatifah, Wiji;
Jannah, Anisa Tsaqibatul;
Penita, Rintiyan
MATAPPA: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 2, No 1 (2019): Maret
Publisher : MATAPPA: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (339.663 KB)
|
DOI: 10.31100/matappa.v2i1.341
Pemberian ASI memiliki banyak manfaat bagi ibu dan bayi, akan tetapi karena banyak busui yang cenderung bekerja atau menjadi wanita karir, mereka lebih memilih memberikan susu formula dan makanan pendamping ASI kepada bayinya karena dianggap lebih praktis. Para kader maupun busui tidak memahami laktasi dan cara alternative untuk pelancar ASI. Kegiatan ini dilakukan melalu analisis situasi yang terdapat didaerah setempat karena adanya penurunan jumlah ibu menyusui ASI eksklusif. Tujuan pengabdian masyarakat ini melakukan pemberdayaan ibu menyusui setelah dilakukan PROLAKSI (Program Kader Laktasi) melalu Lactation Training. Metode dalam pengabdian ini meliputi pelatihan peran kader laktasi berbasis Lactation Training yang melibatkan ibu menyusui. Dari hasil pelaksanaan PROLAKSI ini terjadi peningkatan pemberdayaan ibu menyusui. Kader mampu menyerap informasi yang diberikan sehingga pemberdayaan ibu menyusui dapat dioptimalkan. Kegiatan strategi pemberdayaan peran kader laktasi berbasis lactacion training dimanfaatkan masyarakat mampu mendukung asi ekslusif dan meningkatkan kekebalan tubuh bayi.
Pemanfaatan Barang Bekas Menjadi Produk Yang Bernilai Jual Guna Menanamkan Minat Wirausaha Pada Siswa SMK
Wulansari, Lusiana;
Paryono, Paryono
MATAPPA: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 2, No 1 (2019): Maret
Publisher : MATAPPA: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (291.32 KB)
|
DOI: 10.31100/matappa.v2i1.301
Pemanfaatan barang bekas perlu digalkkan,agar dapat mengurangi dan menekan polusi. Berbagai cara ,sudah dilakukan . Sekolah sebagai tempat pendidikan dapat berpeeran serta untuk mewujudkan pemanfaatan barang bekas yang bernilai jual guna menanamkan minat wirausaha pada siswa SMK. Metode pelaksanaan yang digunakan observasi dan demonstrasi. Hasil yang dicapai, siswa leih mandiri dan mempunyai keinginan untuk mengolah barang bekas, dan kemudian dipasarkan,melalui on line.
Pembinaan Daur Ulang Barang Bekas Menjadi Barang Bermanfaat Di Sekolah Dasar
Wahid, Abdul;
Afni, Nur;
Mahmud, Amrullah;
Hastati, Sri;
Jumrah, Abrina Maulidnawati;
Syam, Nur
MATAPPA: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 2, No 1 (2019): Maret
Publisher : MATAPPA: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (497.959 KB)
|
DOI: 10.31100/matappa.v2i1.337
Kegiatan ini bertujuan (1). Memupuk nilai-nilai kepedulian pada diri siswa(i)SD Negeri Panaikang 1Kota Makassar dalam hal pemanfaatan barang bekas, (2). Sebagai bentuk pengabdian diri kepada masyarakat sekolah SD Negeri Panaikang 1 Kota Makassar. (3). Untuk meningkatkan kesadaran masyarakat sekolah akan pentingnya memberikan pembelajaran keterampilan kepada murid-murid di SD Negeri Panaikang 1Kota Makassar.(4) Agar guru di SD Negeri Panaikang 1 Kota Makassar termotivasi untuk melaksanakan kegiatan proses belajar mengajar baik melalui kegiatan kurikuler maupun kegiatan ekstrakulikuler dengan mengembangkan bakat siswa dengan salah satunya di bidang keterampilan mengolah barang bekas menjadi barang bermanfaat khususnya di SD Negeri Panaikang 1 Kota Makassar.
Pembinaan Karakter Melalui Kegiatan Membaca Kritis Pada Siswa SMP Kota Bekasi
Ati, Aster Pujaning;
Widiyarto, Sigit
MATAPPA: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 2, No 1 (2019): Maret
Publisher : MATAPPA: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (418.335 KB)
|
DOI: 10.31100/matappa.v2i1.300
Pembelajaran karakter sangat penting guna penanam budi pekerti yang sopan dan santun. Pembelajaran penanaman karakter pada siswa sering terlupakan ,dan perlu digalakkan guna membekali siswa di era industry 4.0 yang penuh dengan kompetisi lokal dan global. Tujuan kegiatan ini untuk memberikan pemahaman yang baik tentang suatu bacaan bermutu dan baik,sehingga siswa diharapkan mampu mengubah pola pikir dan karakter mereka. Metode yang digunakan meliputi metode partisipatif, simulasi dan pendampingan serta pembiasaan. Hasil kegiatan ini menunjukkan bahwa, siswa sudah dapat memilah buku bacaan yang berkualitas baik dalam hal budi pekerti maupun karakter yang baik, dan mereka dapat mengaplikasikan karakter dengan baik di sekolah
PKM Pelatihan Penulisan Bahan Ajar IPS Bagi Guru-Guru SD
Jauhar, Sitti;
Rukaya, Rukaya;
Asmah, Sitti
MATAPPA: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 2, No 1 (2019): Maret
Publisher : MATAPPA: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (401.281 KB)
|
DOI: 10.31100/matappa.v2i1.336
Permasalahan yang sering muncul dalam proses pembelajaran adalah kurangnya memanfaatkan media pembelajaran sebagai sarana belajar siswa. Salah satu media yang sering digunakan dalam proses pembelajaran di SD adalah media LKS dan Diktat pembelajaran. Banyak dikalangan para guru belum paham bagaimana cara membuat dan mengembangkan media LKS dan Diktat. Guru lebih cenderung memanfaatkan LKS atau diktat pembelajaran yang diperoleh dari penerbit bukan dibuat sendiri oleh guru sehingga berakibat materi yang diberikan dalam bahan ajar tersebut kurang sesuai dengan materi yang diajarkan oleh guru. Kondisi di atas terjadi karena kemampuan guru dalam mengembangkan bahan ajar khususnya bahan ajar IPS masih sangat rendah. Terdapat beberapa faktor yang menyebabkan hal ini terjadi; 1) belum dipahaminya cara pembuatan dan pengembangan bahan ajar IPS oleh guru, 2) masih minimnya penyelenggaraan pelatihan tentang peulisan bahan ajar, 3) belum diketahuinya manfaat menjadi penulis sebagai profesi alternatif selain sebagai tenaga pengajar oleh guru. Untuk memberikan solusi terhadap masalah tersebut, maka Tim PKM mengadakan pelatihan penulisan bahan ajar IPS bagi guru-guru di SD Negeri 13 Biru. Hasil yang dicapai dalam pelatihan ini adalah sebagai berikut: a) Guru-guru peserta pelatihan menjadi paham dan mengetahui cara penyusunan maupun pengembangan bahan ajar IPS di SD yang sesuai dengan Kurikulum serta karakteristik materi pelajaran IPS di SD; b) Motivasi pengetahuan dan keterampilan bagi guru-guru lebih meningkat untuk menyusun sendiri dan mengembangkan bahan ajar IPS; dan c) Wawasan mengenai peluang dikembangkannya profesi baru sebagai penulis Bahan Ajar IPS di SD untuk jangka panjang semakin terbuka di kalangan para guru-guru SD Negeri 13 Biru.
Pelatihan Penulisan Proposal Penelitian Tindakan Kelas pada Guru MTs Pesantren DDI Kaballangangg
Thalhah, Sitti Zuhaerah;
Raupu, Sumardin;
Arifanti, Dwi Risky
MATAPPA: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 2, No 1 (2019): Maret
Publisher : MATAPPA: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (418.132 KB)
|
DOI: 10.31100/matappa.v2i1.339
Salah satu upaya dalam meningkatkan kualitas pembelajaran oleh seorang guru profesional adalah melakukan Penelitian Tindakan Kelas (PTK). Tujuan Pelatihan penulisan PTK yaitu: 1). Meningkatkan pemahaman para guru tentang PTK, 2). Mengembangkan pengetahuan dan keterampilan Penelitian Tindakan Kelas para guru di MTs Pesantren DDI Kaballangang. Metode yang digunakan dalam pelaksanaan pelatihan ini adalah metode ceramah dan demonstrasi. Metode ceramah sebagai upaya untuk meningkatkan pemahaman guru berupa penjelasan tentang prinsip-prinsip PTK, prosedur pelaksanaan PTK, implementasi PTK, dan penulisan laporan PTK, untuk metode demonstrasi sebagai upaya mengembangkan pengetahuan dan keterampilan para guru berupa latihan identifikasi masalah dalam proses pembelajaran yang dapat dipecahkan melalui PTK, dan rancangan proposal PTK. Kegiatan ini sangat membantu para guru dalam mengembangkan profesinya dengan adanya hasil luaran berupa proposal PTK. Secara umum, hasil pelaksanaan pelatihan ini adalah cukup baik dan reponsif, artinya terjadi tingkat pemahaman para guru tentang PTK. Hal dapat dilihat bahwa 85% guru mampu mengembangkan keterampilan menulis proposal PTK pada saat pelatihan.
PKM Budidaya Lele Kelompok Tani Di Desa Bontomanai Kecamatan Bontomarannu Kabupaten Gowa Sulawesi Selatan
Anisa, Anisa;
Ernawati, Ernawati
MATAPPA: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 2, No 1 (2019): Maret
Publisher : MATAPPA: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (824.768 KB)
|
DOI: 10.31100/matappa.v2i1.260
Program Kemitraan Masyarakat budidaya lele dengan kolam tembok dilaksanakan di Desa Bontomanai Kecamatan Bontomarannu Kabupaten Gowa khususnya anggota Kelompok Tani Tana Lompoa dan Kelompok Tani Ingin Maju. Permasalahan utama yang dialami oleh mitra adalah 1) Lahan pekarangan rumah yang tidak terlalu luas dan tidak dimanfaatkan, 2) Sebagian dari Kelompok Tani Tana Lompoa dan Kelompok Tani Ingin Maju masih memiliki keterbatasan pengetahuan pada aspek teknis budidaya lele, mulai dari pembuatan kolam, perawatan, pemanenan hingga pada aspek pemasaran. Aspek perawatan dan pemasaran merupakan aspek yang dianggap sulit bagi mitra. Bagaimana cara perawatan lele yang benar hingga menghasilkan produksi yang optimal dan bagaimana pemasaran hasil panen. Metode pengabdian dilakukan dengan cara memberi pelatihan dan pendampingan budi daya lele dengan menggunakan kolam tembok. Adapun tahap-tahapnya yaitu 1) Tahap Pelatihan dan Demonstrasi; memberikan simulasi pembuatan kolam dan pembersihannya hingga siap pakai, persiapan bibit, penebaran bibit, perawatan dan pemanenan. 2) Praktek Budidaya Lele, setelah diberikan simulasi anggota dari kedua kelompok tani , mempraktekkan sendiri budidaya lele dengan kolam tembok, 3) pendampingan dan Monev, dilakukan selama +3 bulan untuk membina, mendampingi dan memberikan arahan mengenai tahap-tahap budidaya lele.
Menumbuhkan Wirausaha Baru Bagi Mahasiswa dilingkungan UNIBA Surakarta
Dewi, Riana Rachmawati;
Annisa, Nenden Nur;
Suryo, Ibnu
MATAPPA: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 2, No 1 (2019): Maret
Publisher : MATAPPA: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (781.824 KB)
|
DOI: 10.31100/matappa.v2i1.263
Tujuan dari pengabdian ini adalah untuk menumbuhkan minat berwirausaha bagi mahasiswa di UNIBA Surakarta. Metode yang dipergunakan berupa tahapan kegiatan adalah Observasi dan survey, pengumpulan materi, modelling, diskusi/konsultasi, monitoring dan terakhir evaluasi. Hasilnya, sebanyak 2 (dua) kelompok mahasiswa mulai memberanikan diri untuk membuat usaha makanan (kue) dan sesuai dengan rencana awal maka kedua kelompok mahasiswa tersebut mendapatkan bantuan / stimulan dana sebesar Rp. 750.000,- per kelompok. Total dana yang dikeluarkan untuk praktek mahasiswa berwirausaha sebesar Rp. 1.500.000,-. Simpulan, perlu upaya yang berkelanjutan untuk dapat menumbuhkan jiwa wirausaha dikalangan mahasiswa. Upaya modelling ini dilakukan untuk memberikan semangat kepada mahasiswa yang berani untuk mencoba dan memulai (start-up) hal yang baru dan berasal dari hobi dapat dikatakan masih mampu untuk memotivasi mahasiswa memulai bisnis.
Edukasi dan Pelatihan Pembuatan Nata de Coco Sebagai Upaya Peningkatan Kesejahteraan Kelompok Masyarakat di Desa Bantan Sari
Perdana, Mohamad Alkadri;
Maulana, Hutomo Atman
MATAPPA: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 2, No 1 (2019): Maret
Publisher : MATAPPA: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (4390.936 KB)
|
DOI: 10.31100/matappa.v2i1.262
Tujuan dari pengabdian adalah untuk memberikan edukasi dan pelatihan tentang Nata de coco dan bagaimana proses produksinya sebagai upaya meningkatkan pendapatan masyarakat di Desa Bantan Sari Kecamatan Bantan. Kegiatan ini dibentuk untuk memperkenalkan Nata de coco yang berasal dari air kelapa tua yang selama ini dianggap sebagai limbah kelapa, namun ternyata memiliki daya jual yang tinggi. Kegiatan diajukan sebagai jawaban atas kepedulian terhadap lingkungan dan perekonomian masyarakat di sekitar Politeknik Negeri Bengkalis. Target kegiatan ini adalah petani kelapa di Desa Bantan Sari yang belum memahami cara memproduksi Nata de coco yang dapat meningkatkan nilai produk dan bersaing di pasar. Metode yang digunakan adalah pelatihan dan workshop. Metode pelatihan memberikan pemahaman tentang Nata de coco sebagai solusi cerdas dari air kelapa yang biasanya hanya dibuang sebagai limbah kini mampu diolah menjadi makanan/minuman yang tak kalah nikmat dan mempunyai nilai ekonomis. Metode workshop digunakan untuk mempraktikkan bagaimana memproduksi Nata de coco hingga siap dipasarkan.
Peningkatan Kualitas Pendidikan Melalui Kegiatan Bimbingan Belajar Gratis Di Desa Gebangan
Yuliana, Dyan
MATAPPA: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 2, No 1 (2019): Maret
Publisher : MATAPPA: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (800.256 KB)
|
DOI: 10.31100/matappa.v2i1.287
Kegiatan PPM ini bertujuan untuk meningkatkan kualitas pendidikan melalui kegiatan bimbingan belajar dan mengaktifkan kegiatan mahasiswa-mahasiswi yang berdomisili di Desa Gebangan beserta lulusan sarjana yang memiliki banyak waktu luang pada sore hari. Kegiatan bimbingan belajar dilaksanakan di Pendopo Kantor Desa Gebangan. Kegiatan ini berlangsung selama 16 kali pertemuan dengan materi dari tingkat SD s/d SMA dan materi yang diberikan disesuaikan dengan kebutuhan siswa (kondisional). Waktu pelaksanaan kegiatan bimbel pada hari Senin – Kamis pukul 15.00 WIB s/d 17.00 WIB. Para pengajar (tutor) membimbing siswa dalam mengerjakan tugas-tugas sekolah (PR) dan mengajari siswa tentang materi-materi yang belum dipahami saat pembelajaran di sekolah. Materi yang diberikan mencakup semua mata pelajaran dan semua jenjang kelas. Tahap-tahap kegiatan bimbingan belajar ini meliputi persiapan, pelaksanaan kegiatan, evaluasi, serta penyusunan laporan. Hasil dari kegiatan bimbingan belajar ini berupa tingkat kepuasan orangtua/wali siswa terhadap peningkatan prestasi akademik anak-anaknya di sekolah setelah mengikuti kegiatan bimbel ini. Hal ini dikarenakan setelah mengikuti bimbel, siswa jadi lebih semangat dalam mengerjakan tugas-tugas sekolah (PR) dengan baik dan tidak ada tugas yang terbengkalai dikarenakan ada yang membimbing. Selain itu, pemahaman siswa-siswi terhadap materi pelajaran di sekolah lebih meningkat dengan adanya pengulangan materi yang diberikan oleh para tutor (pengajar) bimbel pada sore harinya sepulang sekolah, serta mahasiswa-mahasiswi dan lulusan sarjana dapat memanfaatkan waktu luangnya pada sore hari untuk melakukan kegiatan yang bermanfaat bagi masyarakat yaitu aktif mengajar di bimbingan belajar.