cover
Contact Name
eko subaktiansyah
Contact Email
eko.subaktiansyah@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
support@inajog.com
Editorial Address
-
Location
Kota adm. jakarta pusat,
Dki jakarta
INDONESIA
Indonesian Journal of Obstetrics and Gynecology (Majalah Obstetri dan Ginekologi Indonesia)
ISSN : 23386401     EISSN : 23387335     DOI : -
Core Subject : Health,
The Indonesian Journal of Obstetrics and Gynecology is an official publication of the Indonesian Society of Obstetrics and Gynekology. INAJOG is published quarterly.
Arjuna Subject : -
Articles 1,760 Documents
Pengaruh pemberian preparat sitrulin-malat terhadap konsentrasi asam laktat ibu bersalin S. LESTARI; G. H. WIKNJOSASTRO; D. PRASMUSINTO; J PRIHARTONO
Indonesian Journal of Obstetrics and Gynecology Volume. 32, No. 4, October 2008
Publisher : Indonesian Socety of Obstetrics and Gynecology

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (53.873 KB)

Abstract

Tujuan: Melihat perubahan konsentrasi asam laktat saat persalinan dan masa pemulihan ibu bersalin dengan pemberian preparat sitrulinmalat. Tempat: RSB. Budi Kemuliaan, Jakarta. Rancangan/rumusan data: Uji klinis dengan randomisasi. Bahan dan cara kerja: Penelitian dilakukan pada 44 pasien. Pada kelompok perlakuan (sitrulin-malat) pasien diberi minuman mengandung preparat sitrulin malat 1 gr kemudian diulang tiap 3 jam. Intervensi secara single blind. Pemeriksaan serial konsentrasi asam laktat, yaitu pada saat pasien masuk rumah sakit (PK I aktif) diulang setiap 4 jam, PK II, tali pusat dan 30’ setelah PK II. Pemantauan kemajuan persalinan dengan menggunakan partograf. Hasil: Pasca–pemberian sitrulin-malat, luaran persalinan yaitu lama persalinan, mobilisasi, risiko HPP, dan luaran neonatus tidak didapat perbedaan hasil yang secara statistik bermakna pada kedua kelompok. Pada pengukuran konsentrasi asam laktat yang diambil dari tali pusat tidak didapat perbedaan nilai rata-rata yang bermakna begitu juga pada nilai skoring apgar. Tidak didapat perbedaan nilai konsentrasi asam laktat PK II dan 30 menit postpartum pada kedua kelompok. Namun nilai konsentrasi asam laktat rata-rata yang diukur pada 30 menit pascapersalinan yaitu pada kelompok sitrulin-malat didapat lebih rendah. Peningkatan konsentrasi asam laktat pada PK I hingga PK II didapat lebih rendah pada kelompok sitrulin-malat. Sedangkan pada saat PK II hingga 30 menit postpartum tampak bahwa penurunan konsentrasi asam laktat pada kelompok sitrulin-malat lebih besar daripada kelompok kontrol. Kesimpulan: Pemberian sitrulin-malat pada ibu bersalin dapat mengurangi perubahan konsentrasi asam laktat secara bermakna pada persalinan dan pemberian sitrulin-malat pada ibu bersalin mempunyai potensi mengurangi kejadian asidosis laktat yang dapat menyebabkan kelelahan ibu pada masa pemulihan. [Maj Obstet Ginekol Indones 2008; 32-4: 185-92] Kata kunci: sitrulin-malat, konsentrasi asam laktat, persalinan.
Hubungan ekspresi Her-2/neu dan p53 terhadap respons terapi dan kelangsungan hidup penderita kanker ovarium jenis epitel Y. M. HIDAYAT; ANDRIJONO ANDRIJONO; S. G. MIHARDJA; B. SIREGAR
Indonesian Journal of Obstetrics and Gynecology Volume. 32, No. 4, October 2008
Publisher : Indonesian Socety of Obstetrics and Gynecology

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (106.013 KB)

Abstract

Tujuan: Untuk mengetahui adanya over ekspresi Her-2/neu dan p53 pada penderita kanker ovarium jenis epitel yang telah dilakukan operasi dan kemoterapi di RSCM dan hubungannya dengan derajat keganasan histopatologi, respons kemoterapi dan survival 1 tahun, 3 tahun, dan 5 tahun. Bahan dan cara kerja: Penelitian ini merupakan penelitian potong lintang dengan historical cohort untuk mendapatkan gambaran prevalensi over ekspresi Her-2/neu dan p53 pada penderita tumor ganas ovarium jenis epitel, faktor-faktor risiko klinis, derajat keganasan histopatologis dan bagaimana hubungan faktor-faktor risiko tersebut dengan keberhasilan terapi yang telah diberikan dan survival 1 tahun, 2 tahun, dan 5 tahun di RSCM dari Januari 1999 sampai Desember 2003. Hasil: Sejak Januari 1998 sampai 31 Desember 2003, dapat dikumpulkan 178 kasus kanker ovarium jenis epitel sesuai pemeriksaan histopatologi di Bagian Patologi Anatomi FKUI. Dari 178 kasus tersebut yang dapat dimasukkan ke dalam penelitian ini sesuai dengan kriteria inklusi sebanyak 34 kasus (telah memenuhi minimal sampel 30 kasus). Pada analisa data demografi ternyata insidensi terbanyak pada usia ratarata penderita 45,7 tahun dan sebagian besar kasus datang ke RSCM pada stadium lanjut 64,7% dengan jenis tipe sel yang mempunyai perangai buruk 41,4% (clear cell/small cell, adenocarcinoma, dan undifferentiated). Pada penelitian ini didapatkan angka survival penderita karsinoma ovarium, survival ≥ 1 tahun (70,5%), survival ≥ 3 tahun (47,1%), dan survival ≥ 5 tahun (41,2%), sedangkan prevalensi over ekspresi pada subjek penelitian sebanyak 8,8%, lebih rendah dari yang didapatkan peneliti-peneliti lain. Ekspresi protein gen p53 positif (+1, +2, +3) didapatkan sebanyak 50% dan negatif ekspresi 50%. Pada analisa korelasi dengan berbagai variabel klinis, yakni tipe sel, diferensiasi sel, stadium, respons kemoterapi, lama bebas penyakit dan survival 1 tahun, 2 tahun, dan 5 tahun tidak tampak perbedaan yang berarti, distribusi pada ekspresi Her-2/neu dan p53 positif dan negatif hampir merata. Tidak terbukti adanya perbedaan yang bermakna dengan p > 0,05. Sedangkan hubungan variabel klinis dengan respons kemoterapi dan survival pada penelitian ini memperlihatkan perbedaan yang cukup bermakna misalnya pada pembedahan komplit memberikan angka survival 1 tahun, 3 tahun, dan 5 tahun yang lebih baik dibandingkan sitoreduksi sub-optimal terbukti dengan analisa statistik koefisien korelasi rank spearman didapatkan angka rs = 0,450 dengan p = 0,011 (p < 0,05). Kesimpulan: Ditemukan angka prevalensi over ekspresi protein gen Her-2/neu di RSCM (+2) 8,8% dan ekspresi protein gen p53 50%. Pada penelitian ini tidak ditemukan hubungan bermakna antara over ekspresi protein gen Her-2/neu dan p53 dengan gambaran diferensiasi sel, respons kemoterapi dan survival, akan tetapi didapatkan hubungan yang bermakna antara variabel klinis jenis tindakan operasi, stadium, dan diferensiasi sel dengan respons kemoterapi dan survival. [Maj Obstet Ginekol Indones 2008; 32-4: 193-205] Kata kunci: over ekspresi, Her-2/neu, p53, respons kemoterapi, survival.
Efektivitas bladder training terhadap fungsi eliminasi Buang Air Kecil (BAK) pada ibu postpartum spontan ERMIATI ERMIATI; Y. RUSTINI; I. N. RACHMAWATI; L. SABRI
Indonesian Journal of Obstetrics and Gynecology Volume. 32, No. 4, October 2008
Publisher : Indonesian Socety of Obstetrics and Gynecology

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (38.604 KB)

Abstract

Tujuan: Mengetahui efektivitas bladder training terhadap fungsi eliminasi buang air kecil (BAK) spontan pada ibu postpartum. Rancangan/rumusan data: Penelitian ini menggunakan disain kuasi eksperimen post test only dengan kelompok kontrol. Tempat: (1) IGD Lt. III RS Dr. Cipto Mangunkusumo (RSCM), (2) IRNA A Lt. II kanan RSCM. Bahan dan cara kerja: Penelitian ini dilakukan selama kurang lebih dua minggu pada tahun 2007 dengan jumlah sampel 70 responden. Kelompok kontrol sejumlah 36 responden dan pada 34 orang responden kelompok intervensi mendapat perlakuan bladder training. Kedua kelompok dinilai kemampuan BAK spontan setiap 2 jam sampai 6 jam postpartum. Untuk menguji hubungan karakteristik yang juga merupakan variabel counfonding dengan kemampuan eliminasi BAK, uji yang digunakan korelasi, t test, dan Anova. Hasil: Bladder training mempengaruhi waktu terjadinya BAK pada ibu postpartum. Tidak ada perbedaan bermakna terjadinya eliminasi BAK spontan dengan karakteristik umur, berat badan bayi, dan lama kala II. Ada perbedaan bermakna terjadinya eliminasi BAK spontan antara kelompok kontrol dan intervensi dengan paritas dan keadaan perineum. Sedangkan faktor yang mempengaruhi kemampuan eliminasi BAK spontan pada ibu postpartum adalah primipara dan keadaan perineum yang tidak utuh. Kesimpulan: Bladder training dapat dilakukan mulai 2 jam postpartum dan hasilnya efektif untuk mengembalikan fungsi eliminasi BAK spontan pada ibu postpartum, sehingga disarankan agar intervensi ini dapat diterapkan. [Maj Obstet Ginekol Indones 2008; 32-4: 206-11] Kata kunci: bladder training, eliminasi buang air kecil (BAK), postpartum spontan.
Uji klinik kemoradiasi dibanding radiasi terhadap respons infeksi hPV dan respons klinik pada karsinoma sel skuamos serviks uteri M. ISKANDAR; ANDRIJONO ANDRIJONO; N. SUPRIANA
Indonesian Journal of Obstetrics and Gynecology Volume. 32, No. 4, October 2008
Publisher : Indonesian Socety of Obstetrics and Gynecology

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (60.821 KB)

Abstract

Tujuan: Untuk mengetahui apakah ekspresi virus HPV berpengaruh terhadap keberhasilan terapi Karsinoma Skuamos sel Serviks Uteri (KSSU). Penelitian ini menggunakan rancangan Studi Intervensi tanpa kontrol, kuasi eksperimental. Bahan dan cara kerja: Subjek adalah penderita KSU stadium lanjut yang mendapat kemoradiasi dan radiasi saja. Hasil: Dari 45 penderita KSU yang memenuhi syarat penelitian. Dua puluh tujuh penderita mendapat Kemoradiasi sedangkan yang hanya mendapat radiasi adalah 28 penderita. Dari pemeriksaan HC-II sebelum dilakukan terapi, dari kelompok kemoradiasi hanya 1 penderita (2,7%) dengan HPV negatif, sedang kelompok radiasi saja, semua didapatkan HPV positif sebelum dilakukan terapi. Dari kelompok kemoradiasi 8 penderita ( 29,6%) didapatkan parsial respons, sedangkan 7 penderita (25%) dengan parsial respons dari kelompok radiasi saja. Setelah terapi, 12 penderita (42,9%) didapatkan HPV masih positif pada kelompok radiasi saja, dibandingkan 6 penderita (22,2%) dari kelompok kemoradiasi. Dari kelompok persistensi HPV ini didapatkan 4 penderita (22,2%) dengan parsial respons dibandingkan 11 penderita (29,7%) dari kelompok HPV negatif pascaterapi. Kesimpulan: Ada kecenderungan kemoradiasi lebih punya pengaruh terhadap persistensi HPV. 22,2% penderita pada kelompok kemoradiasi mempunyai persistensi HPV dibandingkan 42,9 % pada kelompok radiasi saja. Secara statistik perbedaan ini tidak bermakna (P
Profil siklus menstruasi dan kejadian ovulasi perempuan usia reproduksi pecandu heroin W. WIRIAWAN; A. HESTIANTORO; J. PRIHARTONO
Indonesian Journal of Obstetrics and Gynecology Volume. 32, No. 4, October 2008
Publisher : Indonesian Socety of Obstetrics and Gynecology

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (39.695 KB)

Abstract

Tujuan: Mengetahui pola siklus menstruasi dan angka kejadian ovulasi perempuan usia reproduksi pecandu heroin dan diketahuinya sebaran angka kejadian ovulasi perempuan usia reproduksi pecandu heroin menurut pola siklus menstruasinya. Rancangan/rumusan data: Studi deskriptif dengan rancangan potong lintang. Bahan dan cara kerja: Selama kurun waktu Januari sampai Juni 2007 dilakukan pengumpulan data terhadap 40 responden yang diambil secara consecutive sampling di RSKO Fatmawati dan beberapa puskesmas di Jakarta. Semua responden dilakukan wawancara mengenai pola siklus menstruasi tiga bulan sebelumnya dan dilakukan pemeriksaan kadar progesteron pada fase luteal madya. Hasil: Subjek yang diteliti berjumlah 40 perempuan usia reproduksi pecandu heroin yang berusia antara 20 sampai 40 tahun dengan rata-rata usia responden 26 (20 - 37) tahun. Rata-rata lamanya menggunakan heroin 7,1±3,1 tahun, sedangkan rerata usia responden pertama kali menggunakan heroin adalah 18 (13 - 31) tahun. Pola menstruasi yang didapatkan yaitu oligomenorea sebesar 67,5 %, siklus normal 22,5 %, dan amenorea sebesar 10 %. Pada penilaian kadar progesteron fase luteal madya didapatkan siklus menstruasi yang tidak berovulasi sebesar 77,5 % dan siklus yang berovulasi sebesar 22,5 %. Tidak ada perbedaan yang bermakna secara statistik (p > 0,005) di antara kelompok faktor risiko umur, lama pemakaian heroin, jumlah paritas, dan indeks massa tubuh mengenai gangguan ovulasi pada perempuan pecandu heroin. Kesimpulan: Pola menstruasi perempuan usia reproduksi pecandu heroin yang terbanyak adalah oligomenorea (67,5 %) dengan siklus yang berovulasi sebesar 26 %. [Maj Obstet Ginekol Indones 2008; 32-4: 223-8] Kata kunci: heroin, usia reproduksi, siklus menstruasi, ovulasi.
Ekspresi MMP-2 dan TIMP-2 karsinoma endometrium operabel pada lapisan endometrium dan miometrium sebagai pertanda terjadinya invasi miometrium dan metastasis KGB pelvis T. NURSETA; ANDRIJONO ANDRIJONO; E. SOETRISNO
Indonesian Journal of Obstetrics and Gynecology Volume. 32, No. 4, October 2008
Publisher : Indonesian Socety of Obstetrics and Gynecology

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (55.121 KB)

Abstract

Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah ekspresi MMP-2 dan TIMP-2 pada lapisan endometrium dan miometrium dalam dapat dijadikan petanda terjadinya invasi miometrium dan metastasis KGB pelvis karsinoma endometrium. Bahan dan cara kerja: Penelitian bersifat retrospektif. Melakukan pemeriksaan imunohistokimia ekspresi MMP-2 dan TIMP-2 pada lapisan endometrium dan miometrium penderita karsinoma endometrium operabel tahun 1997-2006 dan mengujinya dengan variabel invasi dan metastasis KGB. Hasil: Prevalensi karsinoma endometrium tahun 1997-2006 di RSCM adalah 70 penderita atau 7,0 per tahun. Terdapat 64 penderita yang ditemukan rekam medisnya dan hanya 36 yang dapat ditemukan parafin bloknya dan hanya 30 yang dapat dilakukan pemeriksaan imunohistokimia. Ekspresi MMP-2 maupun TIMP-2 pada endometrium dan miometrium karsinoma endometrium tidak berbeda MMP-2 = 0,78 (0,001), TIMP-2 = 0,79 (0,001). Ekspresi MMP-2 endometrium dan miometrium karsinoma endometrium berhubungan dengan invasi miometrium dan LVSI tetapi tidak dengan metastasis KGB pelvis karsinoma endometrium. Sedangkan ekspresi TIMP-2 pada lapisan endometrium dan miometrium karsinoma endometrium berpengaruh terhadap invasi limfo-vaskular dan metastasis KGB pelvis. Kesimpulan: Pada penelitian ini ekspresi MMP-2 pada endometrium dan miometrium karsinoma endometrium dapat dipakai sebagai pertanda terjadinya invasi > 50% miometrium dan adanya LVSI, tetapi tidak pada metastasis KGB pelvis. Sedangkan ekspresi TIMP-2 pada lapisan endometrium dapat dipakai sebagai pertanda terjadinya LVSI dan metastasis KGB, dan pada lapisan miometrium dapat dipakai sebagai pertanda terjadinya LVSI. [Maj Obstet Ginekol Indones 2008; 32-4: 229-37] Kata kunci: MMP-2, TIMP-2, invasi, metastasis KGB.
Efektivitas perawatan bayi metoda kangguru dalam menurunkan skala Edinburgh Postnatal Depression Scale (EPDS) pada ibu-ibu pascapersalinan yang diduga menderita depresi N. H. HASTAWATI; D. PRASMUSINTO; S. D. ELVIRA; J. PRIHARTONO
Indonesian Journal of Obstetrics and Gynecology Volume. 32, No. 4, October 2008
Publisher : Indonesian Socety of Obstetrics and Gynecology

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (32.359 KB)

Abstract

Tujuan: Membandingkan skala EPDS pada kelompok yang melaksanakan perawatan bayi metoda kangguru dengan yang tidak. Bahan/cara kerja: Lima puluh tiga ibu pascapersalinan di RSUPN Dr. Cipto Mangunkusumo dan RS Fatmawati dengan bayi berat lahir rendah, yang diduga menderita depresi (skala EPDS ≥ 13) dan dilakukan randomisasi terbuka baik pada kelompok kontrol maupun kelompok perlakuan. Pada kelompok perlakuan, ibu-ibu menjalankan perawatan bayi metoda kangguru selama 2 minggu. Kemudian dilakukan penilaian EPDS kembali setelah 4 minggu pascapersalinan Hasil: Pada kelompok ibu-ibu penderita depresi pascapersalinan yang mendapat perlakuan perawatan bayi metoda kangguru didapatkan adanya penurunan skala EPDS sebanyak 75%, sedangkan sisanya (25%) skala tetap. Tidak didapatkan adanya penurunan skala EPDS pada kelompok ini. Sedangkan pada kelompok kontrol didapatkan adanya peningkatan skala EPDS sebanyak 17,4%, menetap sebanyak 34,8%, dan menurun sebanyak 47,8%. Kesimpulan: Penurunan skala EPDS pada ibu penderita depresi pascapersalinan yang menerapkan perawatan bayi metoda kangguru berbeda makna secara statistik dibandingkan dengan ibu penderita depresi pascapersalinan yang tidak menerapkan perawatan bayi metoda kangguru. [Maj Obstet Ginekol Indones 2008; 32-4: 238-41] Kata kunci: perawatan bayi metoda kangguru, Edinburgh postnatal depression scale, depresi postpartum.
Stimulasi ovarium dan hubungannya dengan usia terjadinya menopause E. NINGSIH; B. AFFANDI
Indonesian Journal of Obstetrics and Gynecology Volume. 32, No. 4, October 2008
Publisher : Indonesian Socety of Obstetrics and Gynecology

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (45.591 KB)

Abstract

Tujuan: Diketahuinya hubungan antara stimulasi ovarium dengan usia terjadinya menopause. Tempat: Poliklinik Ginekologi RSUPN Dr. Cipto Mangunkusumo dan Klinik Melati RSAB Harapan Kita, di Jakarta. Rancangan/rumusan data: Analisis potong lintang dengan membandingkan usia terjadinya menopause pada perempuan yang pernah mendapat stimulasi ovarium dengan usia menopause pada perempuan yang tidak pernah mendapat stimulasi ovarium di populasi. Bahan dan cara kerja: Dilakukan wawancara pada pasien yang telah menopause di poliklinik ginekologi RSUPN CM. Untuk kasus data diambil dari pasien yang telah mendapatkan stimulasi ovarium dan dilakukan wawancara. Hasil: Didapatkan 267 subjek penelitian yang sesuai dengan kriteria penerimaan dan kriteria penolakan. Pada kelompok kasus didapatkan usia rata-rata subjek 51,45 tahun. Rata-rata usia menopause pada kelompok kasus adalah 48,04 tahun dengan 27 subjek (19,42 %) mengalami menopause. Pada kelompok kontrol didapatkan usia rata-rata subjek 54,58 tahun. Rata-rata usia menopause kelompok kontrol 49,12 tahun. Menopause dini pada kelompok kontrol sebanyak 13 subjek (10,16%). Dari uji statistik didapatkan bahwa stimulasi ovarium memiliki hubungan yang bermakna dengan timbulnya menopause (p = 0,034), rasio prevalensi didapatkan RP= 2,13 (95% IK 1,04-4,34). Kesimpulan: Stimulasi ovarium merupakan salah satu faktor yang berhubungan dengan terjadinya menopause dini dengan rasio prevalensi sebesar 2,13 (IK 95% 1,04-4,34). [Maj Obstet Ginekol Indones 2008; 32-4: 242-9] Kata kunci: usia menopause, menopause dini, stimulasi ovarium, fertilisasi in vitro.
N/A INAJOG INAJOG
Indonesian Journal of Obstetrics and Gynecology Volume. 32, No. 4, October 2008
Publisher : Indonesian Socety of Obstetrics and Gynecology

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (15.056 KB)

Abstract

N/A
Hubungan penguasaan kompetensi Asuhan Persalinan Normal (APN) dengan pengetahuan dan sikap bidan dalam pelaksanaan pertolongan persalinan normal di Kabupaten Jombang, Jawa Timur H. NAWANGSARI
Indonesian Journal of Obstetrics and Gynecology Volume. 33, No. 1, January 2009
Publisher : Indonesian Socety of Obstetrics and Gynecology

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (33.699 KB)

Abstract

Tujuan: Memperoleh informasi mengenai hasil Pelatihan Asuhan Persalinan Normal (APN) pada bidan di Kabupaten Jombang, Jawa Timur. Rancangan/rumusan data: Rancangan penelitian ini menggunakan metode survei eksplanatoris, terhadap pengetahuan dan sikap bidan dalam pelaksanaan pertolongan persalinan normal. Data dikumpulkan secara potong silang. Subjek penelitian 199 orang responden. Analisis data menggunakan prosedur analisis korelasi rank-Spearman, uji Mann-Whitney dan uji Fisher. Hasil: Pada penelitian ini didapatkan bahwa pengetahuan berkorelasi positif dengan tingkat pendidikan: (r = 0,233; p = 0,01). Sikap berkorelasi positif dengan masa kerja (r = 0,161; p = 0,02) dan pengetahuan bidan (r = 0,3595; p = 0,00). Kompetensi bidan pasca APN berpengaruh secara bermakna terhadap pengetahuan (p < 0,05) dan sikap bidan dalam pelaksanaan pertolongan persalinan normal (p < 0,01). Kesimpulan: Pengaruh APN dalam penguasaan kompetensi terhadap perubahan pengetahuan dan sikap bidan dalam memberikan pelayanan tampak jelas. Perlu penelitian lebih lanjut dengan melihat beberapa faktor lain yang relevan untuk menjawab peran bidan dalam memberikan pelayanan kesehatan ibu dan anak secara umum. [Maj Obstet Ginekol Indones 2009; 33-1: 3-7] Kata kunci: kompetensi bidan, asuhan persalinan normal, pengetahuan dan sikap

Filter by Year

2006 2026


Filter By Issues
All Issue Volume 14. No. 1 January 2026 Volume 13. No. 4 October2025 Volume 13. No. 3 July 2025 Volume 13. No. 2 April 2025 Volume 13. No. 1 January 2025 Volume 12 No. 4 October 2024 Volume 12 No. 3 Jully 2024 Volume 12 No. 2 April 2024 Volume 12 No. 1 January 2024 Volume 11 No. 4 October 2023 Volume 11 No. 3 July 2023 Volume 11 No. 2 April 2023 Volume 11 No. 1 January 2023 Volume 10 No. 4 Oktober 2022 Volume 10 No. 3 July 2022 Volume 10 No. 2 April 2022 Volume 10 No. 1 January 2022 Volume 9 No. 4 October 2021 Volume 9 No. 3 July 2021 Volume 9 No. 2 April 2021 Volume 9 No. 1 January 2021 Volume 8 No. 4 October 2020 Volume 8 No. 3 July 2020 Volume 8 No. 2 April 2020 Volume 8 No. 1 January 2020 Volume 7 No. 4 October 2019 Volume 7 No. 3 July 2019 Volume 7 No. 2 April 2019 Volume 7 No. 2 April 2019 Volume 7, No. 1 January 2019 Volume 7, No. 1 January 2019 Volume 6 No. 4 October 2018 Volume 6 No. 4 October 2018 Volume 6 No. 3 July 2018 Volume 6 No. 3 July 2018 Volume 6. No. 2 April 2018 Volume 6. No. 2 April 2018 Volume 6. No. 1. January 2018 Volume 6. No. 1. January 2018 Volume. 5, No. 4, October 2017 Volume. 5, No. 4, October 2017 Volume. 5, No. 3, July 2017 Volume. 5, No. 3, July 2017 Volume. 5, No. 2, April 2017 Volume. 5, No. 2, April 2017 Volume. 5, No. 1, January 2017 Volume. 5, No. 1, January 2017 Volume 4, No. 4, October 2016 Volume 4, No. 4, October 2016 Volume. 4, No.3, July 2016 Volume. 4, No.3, July 2016 Volume. 4, No. 2, April 2016 Volume. 4, No. 2, April 2016 Volume. 4, No. 1, January 2016 Volume. 4, No. 1, January 2016 Volume. 3, No. 4, October 2015 Volume. 3, No. 4, October 2015 Volume. 3, No. 3, July 2015 Volume. 3, No. 3, July 2015 Volume. 3, no. 2, April 2015 Volume. 3, no. 2, April 2015 Volume. 3, No. 1, January 2015 Volume. 3, No. 1, January 2015 Volume. 2, No. 4, October 2014 Volume. 2, No. 4, October 2014 Volume. 2, No. 3, July 2014 Volume. 2, No. 3, July 2014 Volume. 2, No. 2, April 2014 Volume. 2, No. 2, April 2014 Volume. 2, No. 1, January 2014 Volume. 2, No. 1, January 2014 Volume. 37, No. 2, April 2013 Volume. 37, No. 2, April 2013 Volume 37, No. 1, January 2013 Volume 37, No. 1, January 2013 Volume. 37, No. 1, January 2013 Volume. 1, No. 4, October 2013 Volume. 1, No. 4, October 2013 Volume. 1, No. 3, July 2013 Volume. 1, No. 3, July 2013 Volume. 36, No. 4, October 2012 Volume. 36, No. 4, October 2012 Volume. 36, No. 3, July 2012 Volume. 36, No. 3, July 2012 Volume. 36, No. 2, April 2012 Volume. 36, No. 2, April 2012 Volume. 36, No. 1, January 2012 Volume. 36, No. 1, January 2012 Volume. 35, No. 4, October 2011 Volume. 35, No. 4, October 2011 Volume. 35, No. 3, July 2011 Volume. 35, No. 3, July 2011 Volume. 35, No. 2, April 2011 Volume. 35, No. 2, April 2011 Volume. 35, No. 1, January 2011 Volume. 35, No. 1, January 2011 Volume. 34, No. 4, October 2010 Volume. 34, No. 4, October 2010 Volume. 34, No. 3, July 2010 Volume. 34, No. 3, July 2010 Volume. 34. No. 2, April 2010 Volume. 34. No. 2, April 2010 Volume. 34, No. 1, January 2010 Volume. 34, No. 1, January 2010 Volume. 33. No. 4, October 2009 Volume. 33. No. 4, October 2009 Volume. 33, No. 3, July 2009 Volume. 33, No. 3, July 2009 Volume. 33, No. 2, April 2009 Volume. 33, No. 2, April 2009 Volume. 33, No. 1, January 2009 Volume. 33, No. 1, January 2009 Volume. 32, No. 4, October 2008 Volume. 32, No. 4, October 2008 Volume. 32, No. 3, July 2008 Volume. 32, No. 3, July 2008 Volume. 32, No. 2, April 2008 Volume. 32, No. 2, April 2008 Volume. 32, No. 1, January 2008 Volume. 32, No. 1, January 2008 Volume. 31, No. 4, October 2007 Volume. 31, No. 4, October 2007 Volume. 31, No. 3, July 2007 Volume. 31, No. 3, July 2007 Volume. 31, No. 2, April 2007 Volume. 31, No. 2, April 2007 Volume. 31, No. 1, January 2007 Volume. 31, No. 1, January 2007 Volume. 30, No. 4, October 2006 Volume. 30, No. 4, October 2006 Volume. 30, No. 3, July 2006 Volume. 30, No. 3, July 2006 Volume. 30, No. 2, April 2006 Volume. 30, No. 2, April 2006 Volume. 30, No. 1, January 2006 Volume. 30, No. 1, January 2006 More Issue