cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kab. gowa,
Sulawesi selatan
INDONESIA
Alami Journal (Alauddin Islamic Medical) Journal
ISSN : 25812513     EISSN : 26850613     DOI : -
Core Subject : Health, Education,
Jurnal Prodi Pendidikan Dokter Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan UIN Alauddin Makassar yang berisi artikel-artikel kedokteran dan kesehatan yang terintegrasi dengan Islam dalam bidang promotif, preventif, kuratif, dan rehabilitatif.
Arjuna Subject : -
Articles 5 Documents
Search results for , issue "Vol 4 No 2 (2020): JULY" : 5 Documents clear
Analisis Perbandingan Efektivitas Proloterapi dan Steroid Terhadap Kepadatan Fibroblast pada Terapi Ruptur Parsial Tendon Achilles Tikus (Rattus norvegicus): Studi Histopatologi Yose Waluyo
Alami Journal (Alauddin Islamic Medical) Journal Vol 4 No 2 (2020): JULY
Publisher : Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/alami.v4i2.15785

Abstract

AbstrakLatar Belakang: Terus meningkatnya prevalensi ruptur tendon dan belum adanya metode penanganan yang diunggulkan dalam menangani ruptur tendon achilles, sehingga pengembangan terapi alternatif banyak dikembangkan, salah satunya adalah proloterapi. Tujuan: mengetahui adakah perbedaan efektivitas proloterapi dan steroid terhadap kepadatan fibroblast pada terapi ruptur parsial tendon achilles tikus .Metodologi: Dua puluh tikus wistar dengan desain randomized post test only control group design, dibagi 4 kelompok, kelompok kontrol tanpa diberikan injeksi apapun, kelompok saline diberi injeksi saline, kelompok steroid diberi injeksi steroid, kelompok dekstrosa diberi injeksi dekstrosa. Terapi ini dilakukan pada tikus dengan memberikan injeksi sebanyak enam kali dengan interval pemberian tiap lima hari.Hasil penelitian: Nilai rerata kepadatan fibroblast paling rendah didapatkan pada kelompok steroid dengan nilai 1.00, sedangkan nilai rerata paling tinggi didapatkan pada kelompok dextrosa dengan nilai 2.00. Didapatkan adanya perbedaan yang bermakna antara injeksi steroid dibandingkan kontrol dan dextrose (nilai p masing-masing 0.014; 0.003)Kesimpulan: Injeksi dextrose intratendon lebih efektif dalam meningkatkan kepadatan fibroblast dibandingkan dengan injeksi steroid pada model ruptur tendon Achilles.
Efektivitas Aplikasi Topikal Madu Hutan Dan Propolis Terhadap Penyembuhan Luka Pada Mencit (Mus Musculus) Nur Fadhila Jaharuddin
Alami Journal (Alauddin Islamic Medical) Journal Vol 4 No 2 (2020): JULY
Publisher : Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/alami.v4i2.12516

Abstract

Madu memiliki efek antimikroba, antiinflamasi, antioksidan, dan menstimulasi pertumbuhan jaringan. Propolis memiliki efek antimikroba, antiinflamasi, antioksidan, dan efek terhadap sel mast yang baik terhadap penyembuhan luka. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui  efektivitas aplikasi topikal madu hutan dan propolis terhadap penyembuhan luka sayat pada kulit mencit (Mus musculus). Penelitian ini menggunakan 20 ekor mencit jantan yang diberi luka pada kulit punggung mencit dengan ukuran panjang 2 cm dan kedalaman 0,2 cm. Kemudian dibagi menjadi 4 kelompok yaitu tanpa perlakuan, pemberian madu hutan, propolis, dan povidone iodine. Penelitian ini diukur dengan melihat penurunan ukuran panjang luka hingga luka sembuh. Hasil penelitian menunjukkan rerata waktu penyembuhan luka kelompok perlakuan madu hutan ialah tercepat dalam penyembuhan luka yaitu 14,6 hari, kemudian propolis 16,2 hari, tanpa perlakuan 18,4 hari dan povidone iodine 18,8 hari. Pada uji ANOVA didapatkan nilai p > 0,05 (p=0,063) dan dilanjutkan dengan uji pengelompokkan yaitu uji Duncan. Hasil yang didapatkan ialah kelompok perlakuan madu dan propolis secara signifikan memiliki efek yang berbeda dibandingkan dengan kelompok tanpa perlakuan dan povidone iodine. Kesimpulan dari penelitian ini ialah madu dan propolis lebih efektif mempercepat penyembuhan luka dibandingkan dengan povidone iodine dan tanpa perlakuan
Hubungan Tingkat Kepatuhan ANC Dengan Onset Perdarahan Postpartum di RSUD Syekh Yusuf Kabupaten Gowa Tahun 2018 Yusril Ihsanul Mukarram
Alami Journal (Alauddin Islamic Medical) Journal Vol 4 No 2 (2020): JULY
Publisher : Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/alami.v4i2.12639

Abstract

Antenatal care(ANC) merupakan suatu pelayanan ibu hamil yang dilakukan selama kehamilan oleh tenaga kesehatan yang profesional. Perdarahan postpartum merupakan salah satu penyebab kematian ibu hamil tertinggi di Indonesia. Ketidakpatuhan ANC merupakan salah satu faktor resiko secara tidak langsung mengakibatkan terjadinya komplikasi kehamilan salah satunya adalah perdarahan postpartum. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah ada hubungan antara tingkat kepatuhan ANC dengan onset perdarahan postpartum. Penelitian ini menggunakan design penelitian yaitu deskriptif retrospektif dengan pendekatana Cross-sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah semua ibu hamil yang mengalami perdarahan postpartum berdasarkan data rekam medik RSUD Syekh Yusuf Tahun 2018. Teknik pengambilan sampel menggunakan tootal sampling dimana semua populasi pada penelitian ini dijadikan sebagai sampel. Hasil penelitian menunjukkan terdapat 53 sampel atau 64,3% dari total sampel dengan ANC tidak patuh dan mengalami pendarahan postpartum kurang dari 24 jam, terdapat 2 sampel atau 2,44% dari total sampel dengan ANC patuh dan mengalami pendarahan postpartum kurang dari 24 jam, terdapat 11 sampel atau 13,41% dari total sampel dengan ANC tidak patuh dan pendarahan postpartum lebih dari 24 jam, dan terdapat 16 sampel atau 19,51% dari total sampel dengan ANC patuh dan mengalami pendarahan postpartum lebih dari 24 jam. Dari hasil uji Chi-Square, diperoleh p-value sebesar 0,000. Karena p-value < alpha (0,05), maka dapat disimpulkan bahwa terdapat hubungan signifikan antara ANC dengan onset pendarahan postpartum. 
Perbandingan efektivitas ekstrak dengan minyak biji jintan hitam (habbatussauda) terhadap pertumbuhan salmonella typhi Nevi sulvita karsa
Alami Journal (Alauddin Islamic Medical) Journal Vol 4 No 2 (2020): JULY
Publisher : Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/alami.v4i2.14781

Abstract

a) Latar Belakang : Salmonella typhi merupakan penyakit endemis yang serta menjadi masalah kesehatan global termasuk Indonesia. WHO memperkirakan jumlah kasus demam tifoid di seluruh dunia mencapai 17 juta kasus demam tifoid. Data surveilans saat ini memperkirakan di Indonesia mencapai 1,3 juta kasus demam thypoid tiap tahunnya dengan lebih dari 20.000 kematian. Saat ini di Indonesia banyak dilakukan penelitian penggunaan tanaman tradisional untuk menemukan obat yang efektif sebagai antimikroba khususnya pada demam tifoid, dalam hal ini penggunaan biji jintan hitam (habbatussauda). Kemampuan biji jintan hitam(habbatussauda) sebagai antibakteri telah dibuktikan oleh beberapa peneliti memberi pengaruh cukup besar terhadap pertumbuhan berbagai macam bakteri seperti Salmonella typhi.b) Tujuan : Mengetahui efektivitas ekstrak dengan minyak biji jintan hitam  terhadap pertumbuhan bakteri Salmonella typhi.c) Metode : Penelitian ini adalah penelitian eksperimental laboratorium dengan metode disc diffusion.d) Hasil : Pada ekstrak biji jintan hitam didapatkan zona hambat paling tinggi pada konsentrasi 100% dengan rerata zona hambat sebesar 13 mm, sedangkan zona hambat yang paling rendah yaitu pada konsentrasi 20% dengan rerata zona hambat sebesar 6 mm. Pada seluruh konsentrasi dari minyak biji jintan hitam tidak menghasilkan zona hambat. Pada kontrol positif menggunakan Kloramfenikol didapatkan rerata zona hambat sebesar 16 mm, sedangkan pada kontrol negatif menggunakan akuades tidak menghasilkan zona hambat.e) Kesimpulan : Ekstrak biji jintan hitam (habbatussauda) pada konsentrasi 100% hampir sama efektifnya dengan antibiotik Kloramfenikol dalam menghambat pertumbuhan Salmonella typhi, sedangkan minyak biji jintan hitam (habbatussauda) tidak efektif dalam menghambat pertumbuhan bakteri Salmonella typhi.Kata Kunci : Salmonella typhii, biji jintan hitam,habbatussauda
KARAKTERISTIK PENGGUNA ANTIBIOTIK TANPA RESEP DOKTER DI KALANGAN GURU KECAMATAN LABAKKANG, KABUPATEN PANGKAJENE DAN KEPULAUAN Firdaus Hamid; Febyan Rasmin Kotto; Priady Wira Prasetia
Alami Journal (Alauddin Islamic Medical) Journal Vol 4 No 2 (2020): JULY
Publisher : Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/alami.v4i2.15157

Abstract

Sampai saat ini masih ada kesalahan pemahaman terhadap penggunaan antibiotik. Banyak antibiotik digunakan pada infeksi selain bakteri. Penggunaan antibiotik yang tidak tepat dapat menyebabkan resistensi antibiotik. Berdasarkan Kementerian Kesehatan RI angka kematian akibat resistensi antimikroba sampai pada tahun 2014 sebesar 700.000 per tahun. Resistensi dapat menyebabkan infeksi lebih sulit diobati, oleh karena itu penggunaan antibiotik harus mengikuti strategi peresepan antibiotik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran tentang penggunaan antibiotik tanpa resep dokter di kalangan guru Kecamatan Labakkang, Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan. Penelitian ini menggunakan studi cross-sectional dengan menggunakan data primer (kuesioner). Terdapat 236 sampel guru yang memenuhi kriteria inklusi dan ekslusi. 185 orang (78,4%) pernah menggunakan antibiotik tanpa resep dokter. Pengguna antibiotik tanpa resep dokter paling banyak dengan keluhan utama  demam 47 orang (25,4%), jenis antibiotik adalah golongan penisilin 113 orang (61,1%), lama pemakaian < 3 hari 132 orang (71,4%), mendapatkan informasi dari keluarga 71 orang (38,4%), tempat membeli di apotik 146 orang (78,9%), dan 161 orang (87%) menjawab bukan masalah ekonomi, alasan menggunakan antibiotik tanpa resep sebanyak 137 orang (74,1%) menjawab pengobatan terdahulu memberi hasil yang baik dan 125 orang (67,6%) menjawab tidak meminum antibiotik sampai habis, yang memiliki persediaan antibiotik sewaktu-waktu 98 orang (53%). Tingkat penggunaan antibiotik tanpa resep dokter responden cukuptinggi. Masih banyak responden yang belum memahami dengan baik kegunaan/ indikasi antibiotik yang mereka gunakan.

Page 1 of 1 | Total Record : 5