cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Transmisi: Jurnal Ilmiah Teknik Elektro
Published by Universitas Diponegoro
ISSN : -     EISSN : 24076422     DOI : -
Core Subject : Education,
Arjuna Subject : -
Articles 6 Documents
Search results for , issue "Vol 18, No 3 Juli (2016): TRANSMISI" : 6 Documents clear
PERANCANGAN PENGENDALIAN PERALATAN LISTRIK MELALUI KOMUNIKASI PROTOKOL TCP/IP DENGAN MIKROKONTROLER ARDUINO MEGA 2560 Sinuraya, Enda Wista
Transmisi Vol 18, No 3 Juli (2016): TRANSMISI
Publisher : Departemen Teknik Elektro, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (330.921 KB) | DOI: 10.12777/transmisi.18.3.116-121

Abstract

Otomasi peralatan-peralatan listrik untuk meningkatkan efisiensi penggunaan energi listrik semakin meningkat, sehingga penerapan teknologi informasi perlu dilakukan. Selain itu, dengan otomasi akan memudahkan pengguna peralatan-peralatan listrik dalam penggunaannya. Pada penelitian ini akan mengatur pengendalian on atau off nya peralatan listrik dengan Komunikasi protokol TCP/IP sebagai media pengiriman perintah pengendali. Untuk pengendali peralatan-peralatan listrik menggunakan mikrokontroler Arduino Mega 2560. Interface antara mikrokontroler Arduino Mega 2560 dengan peralatan-peralatan listrik akan menggunakan komponen pasif relay. Hasil akhir yang diharapkan dari penelitian ini adalah otomasi yang memudahkan pengguna peralatan-peralatan listrik dalam penggunaannya dan penghematan energi listrik.
PERANCANGAN SISTEM ANTARMUKA BERBASIS HMI (HUMAN MACHINE INTERFACE) PADA MODEL PLANT AUTO COWFEEDER MACHINE Azis, Muhammad Abdul; Triwiyatno, Aris; Sumardi, Sumardi
Transmisi Vol 18, No 3 Juli (2016): TRANSMISI
Publisher : Departemen Teknik Elektro, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1028.563 KB) | DOI: 10.12777/transmisi.18.3.122-129

Abstract

Dewasa ini penerapan inovasi teknologi pada peternakan semakin berkembang salah satu penerapannya yaitu teknologi pemberian pakan secara otomatis. Namun teknologi pemberian pakan secara otomatis masih kurang penerapannya di Indonesia padahal pemberian makan secara tepat dan efisien dapat meningkatkan faktor produksi. Pada penelitian sebelumnya, sudah dibuat prototype model plant Auto Cowfeeder Machine yang berfungsi menyalurkan pakan secara otomatis. Pada plant tersebut masih memiliki kelemahan antara lain tidak adanya sistem pengawasan kondisi plant. Agar dapat mengurangi kekurangan plant maka perlu diterapkan sistem yang dapat memantau kondisi plant yaitu HMI (Human Machine Interface). HMI dirancang menggunakan software CX-Supervisor dan database MySQL. HMI ini memiliki 4 fitur utama yaitu pengawasan, pengontrolan, penyimpanan database, dan sistem peringatan (Alarm). Pengujian sistem pengawasan menghasilkan bahwa HMI sudah dapat memantau kondisi plant dengan baik dan memiliki delay rata-rata 2,49 detik. Pengujian sistem pengontrolan menghasilkan bahwa HMI sudah dapat mengontrol plant. Pengujian alarm menunjukkan hasil bahwa alarm sudah dapat bekerja dengan baik. Pengujian database menunjukkan bahwa fungsi penyimpanan database pada HMI sudah dapat berjalan dengan baik. Secara keseluruhan HMI yang dirancang sudah dapat berjalan dengan baik.
PERANCANGAN ANTENA CLOVERLEAF UNTUK KOMUNIKASI UNMANNED AERIAL VEHICLE (UAV) FREKUENSI 2,4 GHz Ibrahim Ibrahim; Imam Santoso; Teguh Prakoso
Transmisi: Jurnal Ilmiah Teknik Elektro Vol 18, No 3 Juli (2016): TRANSMISI
Publisher : Departemen Teknik Elektro, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1387.906 KB) | DOI: 10.12777/transmisi.18.3.130-136

Abstract

Maneuver pesawat tanpa awak atau Unmanned Aerial Vehicle (UAV) menyebabkan pancaran pola radiasi antena dan polarisasinya berubah. Antena cloverleaf memiliki polarisasi antena circular yang digunakan untuk mengatasi cross polarization yang terdapat pada polarisasi antena linier. Perancangan antena cloverleaf pada frekuensi 2,4 GHz yang dilakukan dengan studi parameter didapatkan parameter paling berpengaruh pada S11, VSWR dan gain adalah panjang kabel koaksial dan kemiringan elemen antena. Perkiraan jarak sistem komunikasi  menggunakan antena desain optimal adalah sejauh 1,66 km pada sudut elevasi 0º sedangkan posisi paling optimal untuk penempatan antena adalah pada posisi tengah pesawat dengan nilai VSWR 1,47 pada frekuensi 2,335 GHz dan bandwidth-nya 329 MHz. Hasil pengukuran antena cloverleaf desain optimal: S11 -48 dB dan VSWR 1:1,007  pada frekuensi 2,45 GHz, bandwidth 600 MHz pada VSWR ≤1:2, pola radiasi omnidirectional, polarisasi elips pada sudut phi 0° theta 90° dengan axial ratio 1,93, gain linear  3,29 dBil, dan  gain sirkular 5,38 dBic. Studi parameter terhadap desain awal antena memperbaiki nilai S11, VSWR, bandwidth dan gain, tetapi nilai axial ratio tidak sebaik desain awal. Pengujian pada kondisi line of sight pada jarak 810 meter menunjukan antena  yg diuji dapat bekerja dengan baik pada semua sudut pengujian, sedangkan antena linear komunikasinya terganggu.
KONVERTER ARUS SEARAH KE ARUS SEARAH TIPE PENAIK TEGANGAN DENGAN DAN TANPA MOSFET SINKRONISASI Romadhon, Mohamad Isnaeni; Andromeda, Trias; Facta, Mochammad
Transmisi Vol 18, No 3 Juli (2016): TRANSMISI
Publisher : Departemen Teknik Elektro, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (691.956 KB) | DOI: 10.12777/transmisi.18.3.101-107

Abstract

Efisiensi merupakan salah satu ciri khas pada sistem elekronika modern. Konverter arus searah ke arus searah (konverter DC) sebagai sumber daya sistem elektronika dapat ditingkatkan efisiensinya dengan cara mengganti dioda pada konverter DC dengan MOSFET. MOSFET dapat mengurangi rugi konduksi pada konverter DC sinkron karena rugi daya konduksi MOSFET yang lebih rendah dari rugi daya konduksi diode. Pada penelitian ini menggunakan  konverter DC tipe penaik tegangan dan rangkaian pembangkit pulsa PWM (pemicuan)  menggunakan IC  TL 494. Perancangan alat pada penelitian ini akan mengaplikasikan metode MOSFET sinkronisasi dengan mengganti diode pada rangkaian konverter DC tipe penaik tegangan biasa dengan MOSFET yang memiliki Rds(on) rendah. Kemudian akan dibandingkan efisiensi antara konverter DC tipe penaik tegangan dengan MOSFET sinkronisasi dan konverter DC tipe penaik tegangan tanpa MOSFET sinkronisasi. Pada konverter DC tipe penaik tegangan dengan MOSFET sinkronisasi semakin tinggi duty cycle maka akan semakin tinggi nilai efisiensinya. Pada konverter DC tipe penaik tegangan tanpa MOSFET sinkronisasi nilai efisiensi cenderung stabil pada duty cycle berapapun. Pada konverter DC dengan MOSFET sinkronisasi efisiensi akan terus meningkat dan saat duty cycle diatas 40% melebihi nilai efisiensi konverter DC tanpa MOSFET sinkronisasi.
ANALISIS PERBANDINGAN BUCKBOOST CONVERTER DAN CUK CONVERTER DENGAN PEMICUAN MIKROKONTROLLER ATMEGA 8535 UNTUK APLIKASI PENINGKATAN KINERJA PANEL SURYA Hakim, Mohamad Lukmanul; Handoko, Susatyo; Karnoto, Karnoto
Transmisi Vol 18, No 3 Juli (2016): TRANSMISI
Publisher : Departemen Teknik Elektro, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1139.832 KB) | DOI: 10.12777/transmisi.18.3.137-144

Abstract

Sel surya memiliki efisiensi yang kurang baik dalam membangkitkan energi. Metode untuk menambah daya keluaran sel surya adalah menggunakan regulator. Regulator digunakan untuk mengubah-ubah nilai masukan agar tegangan keluaran sesuai dengan kebutuhan. Regulator yang sering digunakan adalah konverter. Cuk konverter dan Buckboost konverter sebagai salah satu regulator DC tipe switching dapat menjawab kebutuhan tersebut. Dengan Cuk konverter dan Buckboost konverter, tegangan keluaran dapat diatur untuk lebih besar maupun lebih kecil dari tegangan masukannya dengan mengatur lebar pulsa (duty cycle) pada PWM yang dihasilkan dari pemrograman mikrokontroler ATMega 8535, sehingga proses regulasi tegangan pada Cuk konverter dan Buckboost konverter dapat dilakukan dengan mudah. Lalu, hasil kedua converter tersebut dianalisis dengan memakai beban resistif (lampu pijar) dan induktif (motor DC). Berdasarkan hasil pengujian dengan sumber regulator DC, didapatkan hasil tegangan keluaran maksimal Buckboost converter sebesar 101,36 V dan Cuk converter 107,66 V, lalu dengan sumber panel surya di dapatkan efisiensi Buckboost konverter sebesar 93,86% dan Cuk konverter 99,85% pada saat beban resistif dan saat menggunakan beban induktif motor DC didapatkan hasil 94,71% pada Buckboost konverer dengan kecepatan putar maskimal 1116 RPM saat duty cycle  55% dan 93, 86% pada Cuk konverter dengan kecepatan putar motor maksimal 1789 RPM saat duty cycle 60%.
OPERASI MANUAL LOAD SHEDDING TERHADAP KESTABILAN FREKUENSI PADA SUB SISTEM KELISTRIKAN UNGARAN Pambudidoyo, Hilman; Hermawan, Hermawan; Facta, Mochammad
Transmisi Vol 18, No 3 Juli (2016): TRANSMISI
Publisher : Departemen Teknik Elektro, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1005.674 KB) | DOI: 10.12777/transmisi.18.3.108-115

Abstract

Untuk menjaga kestabilan frekuensi sub sistem Ungaran, diperlukan prosedur operasi pelepasan beban (manual load shedding). Standard Operating Procedure (SOP) terkait Under Voltage yang diberlakukan tahun 2014 masih digunakan PLN P3B Jawa Bali. Dengan sub sistem Ungaran yang telah berkembang, maka perlu dilakukan peninjauan ulang untuk mengevaluasi prosedur operasi tersebut. Dalam melakukan pelepasan beban terdapat beberapa metode yang dapat dilakukan, salah satunya adalah metode voltage sensitivity (dV/dQ). Pada penelitian ini, studi simulasi dilakukan untuk meneliti skema Manual Load Shedding sub sistem ungaran yang disusun tahun 2013 oleh PLN dan skema pelepasan beban berdasarkan sensistivitas tegangan. Hasil simulasi menunjukan bahwa PLN P3B Jawa Bali perlu membuat SOP baru terkait Under Voltage karena kondisi yang disebutkan pada prosedur operasi pelepasan beban pada sub sistem ungaran sudah tidak dapat tercapai. Skema pelepasan beban berdasarkan sensitivitas tegangan dapat membuat frekuensi menjadi lebih baik dibandingkan dengan skema MLS sub sistem Ungaran yang telah disusun oleh PLN P3B Jawa Bali.

Page 1 of 1 | Total Record : 6


Filter by Year

2016 2017


Filter By Issues
All Issue Vol 27, No 4 Oktober (2025): TRANSMISI: Jurnal Ilmiah Teknik Elektro Vol 27, No 3 Juli (2025): TRANSMISI: Jurnal Ilmiah Teknik Elektro Vol 27, No 2 April (2025): TRANSMISI: Jurnal Ilmiah Teknik Elektro Vol 27, No 1 Januari (2025): TRANSMISI: Jurnal Ilmiah Teknik Elektro Vol 26, No 4 Oktober (2024): TRANSMISI: Jurnal Ilmiah Teknik Elektro Vol 26, No 3 Juli (2024): TRANSMISI: Jurnal Ilmiah Teknik Elektro Vol 26, No 2 April (2024): TRANSMISI: Jurnal Ilmiah Teknik Elektro Vol 26, No 1 Januari (2024): TRANSMISI: Jurnal Ilmiah Teknik Elektro Vol 25, No 4 Oktober (2023): TRANSMISI: Jurnal Ilmiah Teknik Elektro Vol 25, No 3 Juli (2023): TRANSMISI: Jurnal Ilmiah Teknik Elektro Vol 25, No 2 April (2023): TRANSMISI: Jurnal Ilmiah Teknik Elektro Vol 25, No 1 Januari (2023): TRANSMISI: Jurnal Ilmiah Teknik Elektro Vol 24, No 4 Oktober (2022): TRANSMISI: Jurnal Ilmiah Teknik Elektro Vol 24, No 3 Juli (2022): TRANSMISI: Jurnal Ilmiah Teknik Elektro Vol 24, No 2 April (2022): TRANSMISI: Jurnal Ilmiah Teknik Elektro Vol 24, No 1 Januari (2022): TRANSMISI Vol 23, No 4 Oktober (2021): TRANSMISI Vol 23, No 3 Juli (2021): TRANSMISI Vol 23, No 2 April (2021): TRANSMISI Vol 23, No 1 Januari (2021): TRANSMISI Vol 22, No 4 Oktober (2020): TRANSMISI Vol 22, No 3 Juli (2020): TRANSMISI Vol 22, No 2 April (2020): TRANSMISI Vol 22, No 1 Januari (2020): TRANSMISI Vol 21, No 4 Oktober (2019): TRANSMISI Vol 21, No 3 Juli (2019): TRANSMISI Vol 21, No 2 April (2019): TRANSMISI Vol 21, No 1 Januari (2019): TRANSMISI Vol 20, No 4 Oktober (2018): TRANSMISI Vol 20, No 3 Juli (2018): TRANSMISI Vol 20, No 2 April (2018): TRANSMISI Vol 20, No 1 Januari (2018): TRANSMISI Vol 19, No 4 Oktober (2017): TRANSMISI Vol 19, No 3 Juli (2017): TRANSMISI Vol 19, No 2 April (2017): TRANSMISI Vol 19, No 1 Januari (2017): TRANSMISI Vol 18, No 4 Oktober (2016): TRANSMISI Vol 18, No 3 Juli (2016): TRANSMISI Vol 18, No 2 April (2016): TRANSMISI Vol 18, No 1 Januari (2016): TRANSMISI Vol 17, No 4 Oktober (2015): TRANSMISI Vol 17, No 3 Juli (2015): TRANSMISI Vol 17, No 2 April (2015): TRANSMISI Vol 17, No 1 Januari (2015): TRANSMISI Vol 16, No 4 (2014): TRANSMISI Vol 16, No 3 (2014): TRANSMISI Vol 16, No 2 (2014): TRANSMISI Vol 16, No 1 (2014): TRANSMISI Vol 15, No 4 (2013): TRANSMISI Vol 15, No 3 (2013): TRANSMISI Vol 15, No 2 (2013): TRANSMISI Vol 15, No 1 (2013): TRANSMISI Vol 14, No 4 (2012): TRANSMISI Vol 14, No 3 (2012): TRANSMISI Vol 14, No 2 (2012): TRANSMISI Vol 14, No 1 (2012): TRANSMISI Vol 13, No 3 (2011): TRANSMISI Vol 12, No 3 (2010): TRANSMISI Vol 12, No 1 (2010): TRANSMISI Vol 11, No 3 (2009): TRANSMISI Vol 7, No 2 (2005): TRANSMISI Vol 13, No 4 (2011): TRANSMISI Vol 13, No 2 (2011): TRANSMISI Vol 13, No 1 (2011): TRANSMISI Vol 12, No 4 (2010): TRANSMISI Vol 12, No 2 (2010): TRANSMISI Vol 11, No 4 (2009): TRANSMISI Vol 11, No 2 (2009): TRANSMISI Vol 11, No 1 (2009): TRANSMISI VOL 10, NO 4 (2008): TRANSMISI Vol 10, No 3 (2008): TRANSMISI Vol 10, No 2 (2008): TRANSMISI Vol 10, No 1 (2008): TRANSMISI Vol 9, No 2 (2007): TRANSMISI Vol 9, No 1 (2007): TRANSMISI Vol 8, No 2 (2006): TRANSMISI Vol 8, No 1 (2006): TRANSMISI Vol 7, No 1 (2005): TRANSMISI Vol 8, No 2 (2004): TRANSMISI Vol 6, No 2 (2003): TRANSMISI More Issue