Claim Missing Document
Check
Articles

RANCANG BANGUN ALAT PENGUKUR PERSENTASE LEMAK TUBUH DENGAN METODE WHOLE BODY MEASUREMENT BIOELECTRICAL IMPEDANCE ANALYSIS (BIA) EMPAT ELEKTRODA DENGAN SAKLAR OTOMATIS BERBASIS MIKROKONTROLER ATMEGA 32 Muthouwali, Achmad Ngaqib; Riyadi, Munawar Agus; Prakoso, Teguh
Transmisi Vol 19, No 2 April (2017): TRANSMISI
Publisher : Departemen Teknik Elektro, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (921.554 KB) | DOI: 10.12777/transmisi.19.2.50-57

Abstract

Bioelectrical impedance analysis (BIA) merupakan salah satu metode pengukur tingkat lemak tubuh (body fat) dengan membedakan massa lemak dan massa non–lemak berdasarkan body composition assessment. Penelitian ini merancang sebuah sistem pengukur persentase lemak tubuh dengan metode BIA menggunakan saklar otomatis yang mampu melakukan pengukuran secara cross, hand-to-hand, hand-to-foot, dan foot-to-foot. Perancangan sistem ini menggunakan dua buah elektroda untuk memasukkan arus AC ke dalam tubuh dan dua buah elektroda untuk mengukur tegangan yang dihasilkan dari tubuh. Arus yang digunakan dalam perancangan ini sebesar 0,2 mA dengan frekuensi 50 kHz. Saklar otomatis untuk menentukan urutan metode pengukuran persentase lemak tubuh yang digunakan berupa multiplekser dan demultiplekser. Pada proses pengolahan data, sistem ini menggunakan mikrokontroler ATmega 32 kemudian hasilnya ditampilkan pada LCD. Sedangkan untuk memasukkan parameter berupa tinggi badan, berat badan, umur, dan jenis kelamin sistem ini menggunakan keypad. Pada pengujian sistem, galat relatif rata–rata yang dihasilkan untuk masing–masing metode pengukuran, yaitu metode cross, hand-to-hand, dan foot-to-foot memiliki nilai tertinggi 4,6 % dan yang terendah 1,9 %, sementara untuk simpangan bakunya memiliki nilai tertinggi 2,2 % dan yang terendah 1,1 %.
RANCANG BANGUN ALAT PENGUKUR PERSENTASE LEMAK TUBUH DENGAN METODE WHOLE BODY MEASUREMENT BIOELECTRICAL IMPEDANCE ANALYSIS (BIA) EMPAT ELEKTRODA BERBASIS MIKROKONTROLER ATMEGA 32 Nugraha, Adhi; Riyadi, Munawar Agus; Prakoso, Teguh
Transient: Jurnal Ilmiah Teknik Elektro TRANSIENT, VOL. 5, NO. 2, JUNI 2016
Publisher : Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1045.427 KB) | DOI: 10.14710/transient.5.2.157-165

Abstract

Masyarakat pada umumnya banyak yang menggunakan timbangan biasa sebagai indikator berat tubuh mereka, padahal timbangan biasa tidak dapat membedakan antara massa lemak dan dan massa non lemak. Metode yang digunakan untuk body composition assessment merupakan metode yang dapat mengetahui masa lemak dan masa non lemak yang menyusun berat tubuh. Pada umumnya, untuk keperluan diagnosis medis, body composition asssessment menggunakan dual energy x-ray absorptiometry (DXA) yang memiliki tingkat keakuratan yang tinggi akan tetapi penggunaannya mahal, susah dan harus pergi ke rumah sakit atau instansi kesehatan. Penelitian ini merancang alat body composition assessment dengan metode bioelectrical impedance analysis (BIA) yang memiliki keunggulan yaitu murah, mudah, portable, dan bisa dioperasikan sendiri. Perancangan alat ini menggunakan empat buah elektroda, yaitu dua buah elektroda digunakan untuk mengalirkan arus AC ke tubuh dan dua buah elektroda digunakan untuk mengukur tegangan yang dihasilkan tubuh. Arus yang dibuat pada penelitian ini sebesar 0,2 mA dengan frekuensi sebesar 50 kHz. Pada prosesnya alat ini menggunakan mikrokontroler ATmega 32 dan hasilnya ditampilkan pada LCD berupa persentase lemak tubuh. Pada pengujian sistem, galat rata – rata yang dihasilkan dari pengukuran persentase lemak tubuh sebesar 1,79 % untuk metode hand to hand.
APLIKASI LOGIKA FUZZY SEBAGAI AUTO TUNING PARAMETER KONTROLER PID PADA PENGENDALIAN ANTENA TRACKER BERBASIS GPS Riyandi, Ahmad; Sumardi, Sumardi; Prakoso, Teguh
Transient: Jurnal Ilmiah Teknik Elektro TRANSIENT, VOL. 7, NO. 2, JUNI 2018
Publisher : Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (890.759 KB) | DOI: 10.14710/transient.7.2.614-620

Abstract

Wahana bergerak yang memiliki area jelajah luas seperti roket atau unmanned aerial vehicle (UAV) membutuhkan antena untuk dapat melakukan komunikasi. Antena ditempatkan di wahana dan di stasiun bumi (ground control station, GCS). Umumnya GCS menggunakan antena direksional yang dilengkapi dengan sistem penggerak. Agar antena dapat diarahkan dengan akurasi tinggi ke objek dibutuhkan suatu sistem kendali. Sistem kendali antena biasanya menggunakan metode Proporsional, Proporsional-Integral, Proporsional-Integral-Derivatif (PID) konvensional, maupun algoritma step-tracking berbasis received signal strength indicator (RSSI). Penelitian ini mengendalikan antena dengan metode kontrol PID yang ditala mengunakan logika fuzzy berbasis Global Posisioning System (GPS). Sistem antenna tracker yang dihasilkan mampu menjejak objek dengan galat minimal 0° pada sudut azimut dan elevasi, dan memiliki galat maksimal 49° pada sudut azimut dengan objek berecepatan 60 km/jam. Sistem ini mempunyai waktu naik rata-rata 0,7 detik pada sudut azimut dan 1,08 detik pada sudut elevasi. Pengujian menunjukan bahwa metode fuzzy PID adalah lebih baik dibandingkan metode PID konvensional dengan waktu naik rata-rata lebih cepat 0,53 detik pada sudut azimut dan 0,66 detik pada sudut elevasi.
KLASIFIKASI CITRA DOKUMEN MENGGUNAKAN METODE SUPPORT VECTOR MACHINE DENGAN EKSTRAKSI CIRI TERM FREQUENCY − INVERSE DOCUMENT FREQUENCY Munandar, Arif; Hidayatno, Achmad; Prakoso, Teguh
Transient: Jurnal Ilmiah Teknik Elektro TRANSIENT, VOL. 6, NO. 4, DESEMBER 2017
Publisher : Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (695.563 KB) | DOI: 10.14710/transient.6.4.622-628

Abstract

Dokumen yang berisi infomasi mengenai berita atau sastra seringkali disimpan dalam bentuk citra. Informasi yang dimuat citra dokumen seperti kategori atau kata kunci dapat diambil dengan cara membaca isi citra dokumen secara manual. Namun cara ini menghabiskan waktu dan tidak efisien, terutama saat citra dokumen diperiksa dalam jumlah besar. Masalah ini dapat diatasi dengan cara merancang sistem yang dapat mengklasifikasikan citra dokumen berdasarkan konten yang dimuat. Suatu sistem pengklasifikasi citra dokumen berdasarkan konten telah dirancang pada penelitian ini. Sistem yang dirancang menggunakan term frequency-inverse document frequency sebagai ekstraksi ciri dan support vector machine sebagai pengklasifikasi. Ciri dari citra dokumen akan diambil dengan mengolah konten hasil dari optical character recognition menggunakan term frequency-inverse document frequency. Kategori dari citra dokumen didapatkan dengan mengolah ciri tersebut menggunakan metode support vector machine. Hasil yang diperoleh dari sistem ini berupa kategori yang sesuai untuk citra dokumen yang diuji berdasarkan konten yang dimuat pada citra. Parameter terbaik untuk pengklasifikasi support vector machine hasil dari validasi silang grid search adalah kernel radial basis function dengan  dan  dengan akurasi 99,6%. Sistem mampu mengklasifikasikan citra dokumen dengan ukuran data yang bervariasi dengan rata-rata akurasi 95,4%.
ARRAYED WAVEGUIDE GRATING PADA DENSE WAVELENGTH DIVISION MULTIPLEXING Dewi, Arkidianabela Anggara; Prakoso, Teguh; Sofwan, Aghus
Transient: Jurnal Ilmiah Teknik Elektro TRANSIENT, VOL. 7, NO. 1, MARET 2018
Publisher : Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1058.236 KB) | DOI: 10.14710/transient.7.1.179-185

Abstract

DWDM (Dense Wavelength Division Multiplexing) adalah suatu teknik multiplexing yang mampu mentransmisikan lebih dari 400 panjang gelombang dalam satu serat optik. Laju pengiriman data menggunakan media serat optik dapat mencapai 1 Tbps atau 1.000 Gbps. DWDM merupakan suatu perbaikan dari WDM. Inti perbaikan yang dimiliki oleh teknologi DWDM terletak pada jenis filter, serat optik dan penguat amplifier. Jenis filter yang umum dipergunakan salah satunya adalah  Array Waveguide Grating  (AWG).  Pada Penelitian ini dianalisis kinerja suatu Array Waveguide Filters (AWG) yang mampu digunakan pada DWDM.  Pada Penelitian ini dilakukan dengan menggunkan 2 software. Pertama, menggunakan software Optisystem 7 untuk memodelkan sistem DWDM. Kedua, menggunakan software OptiBPM untuk verifikasi AWG. Pada Optisystem didapatkan nilai konfigurasi DWDM yang optimal yaitu pada C Band dengan spasi kanal 50GHz dan jumlah wavelength 64. Sedangkan pada OptiBPM didapatkan untuk konfigurasi DWDM tersebut diperlukan AWG dengan dengan sudut orientasi 53 derajat, panjang FSR 1500um, lebar angular 11,4 derajat dengan ukuran 15000x10000um sehingga didapatkan nilai BER, Q-factor dan crosstalk yang memiliki perbedaan namun telah mencapai kriteria  yaitu dengan Q factor antara 8,43 sampai dengan 14,09 sedangkan untuk BER dari 1,719x10-40 sampai dengan 1,19x10-17 dan crosstalk antara -149 dB sampai dengan -40,8 dB.
IMPLEMENTASI ALGORITMA CHAOTIC DISKRET 128 BIT UNTUK KRIPTOGRAFI SINYAL SUARA BERBASIS FPGA SPARTAN-3 DAN BAHASA PEMROGRAMAN VHDL pandapotan, natanael; Riyadi, Munawar Agus; Prakoso, Teguh
Transient: Jurnal Ilmiah Teknik Elektro TRANSIENT, VOL. 4, NO. 3, SEPTEMBER 2015
Publisher : Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (871.019 KB) | DOI: 10.14710/transient.4.3.786-793

Abstract

Abstrak Penggunaan layanan komunikasi suara terus berkembang baik pada saluran analog (telepon) maupun saluran digital (Selular dan VoIP). Saluran tersebut digunakan untuk pertukaran informasi yang bersifat sensitif dan rahasia seperti pada bidang militer, pemerintahan, bahkan transaksi keuangan. Kriptografi dibutuhkan sebagai sistem pengaman informasi untuk mengacak pesan suara yang dikirimkan. Pada penelitian  membahas algoritma kriptografi Chaotic 128 bit dengan mode Cipher Feedback. Algoritma kriptografi ini diimplementasikan pada FPGA karena dinilai memiliki kecepatan proses tinggi dan waktu tunda rendah yang dibutuhkan untuk komunikasi suara. Perancangan sistem kriptografi ini ditanamkan pada dua buah FPGA yang masing-masing berfungsi sebagai pengirim sekaligus proses enkripsi dan yang lain sebagai penerima sekaligus proses dekripsi. Pengujian dan analisa dilakukan pada empat kondisi yaitu: enkripsi off - dekripsi off, enkripsi on - dekripsi on, enkripsi on - dekripsi off, enkripsi off - dekripsi on. Hasil pengujian menunjukkan sistem bekerja dengan baik dan berhasil melakukan proses enkripsi. Sistem juga dapat  mengembalikan informasi asli dengan proses dekripsi. Didapat nilai rata-rata parameter MSE, waktu tunda, dan THD-N untuk kondisi off-off masing-masing adalah 0,3513 V2, 202 µs, dan 17,52 %. Sedangkan untuk kondisi on-on didapatkan nilai rata-rata MSE 0,3794 V2, waktu tunda 202 µs, dan THD-N 20,45%.Kata kunci : Komunikasi Suara, Kriptografi, Chaotic, FPGA  Abstract The use of voice communications services continues to grow both in analogue channels (telephone) also digital channels (Mobile and VoIP). The channel is used to exchange sensitive and confidential information such as in the military, government,  even financial transactions. Cryptography is needed as a information safety system to scramble sent voice messages. This study discusses 128 bit Chaotic cryptographic algorithm with Cipher Feedback mode. The Cryptographic algorithm was implemented on FPGA because it is considered to have a high processing speed and low delay required for voice communication. The design of the cryptographic system was implanted on two FPGA, each of which serves as  transmitter once  encryption process and the other as receiver once decryption process. Testing and analysis were performed on four conditions, namely: the encryption off - decryption off, the encryption on - decryption on, the encryption on - decryption off, encryption off - decryption on. The test results show system work well and successfully perform the encryption process. It could restore the original information with the decryption process. Average values of MSE, delay, and THD-N parameters to the condition off-off obtained are 0.3513 V2, 202 μs, and 17.52% respectively. As for the conditions of on-on the average values obtained are MSE 0.3794 V2, delay 202 μs, and THD-N 20.45%. Keyword: Voice communications, Cryptography, Chaotic, FPGA
PERANCANGAN PROTOTYPE ANTENA MIKROSTRIP PATCH ARRAY FREKUENSI 2,76 GHz UNTUK APLIKASI ANTENA RADAR MARITIM Wardhana, Akbar Satria; Christyono, Yuli; Prakoso, Teguh
Transient: Jurnal Ilmiah Teknik Elektro TRANSIENT, VOL. 5, NO. 1, MARET 2016
Publisher : Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (421.322 KB) | DOI: 10.14710/transient.5.1.15-22

Abstract

Radar merupakan perangkat yang digunakan untuk melakukan pengawasan jarak jauh dengan cara memancarkan gelombang elektromagnetik. Antena radar digunakan untuk memancarkan dan menerima gelombang elektromagnetik. Antena memiliki berbagai macam jenis, salah satunya antena mikrostrip. Antena mikrostrip memiliki pola radiasi yang terarah sehingga cocok untuk sistem antena radar. Antena yang dirancang pada tugas akhir ini adalah antena mikrostrip dengan frekuensi resonansi 2,76 GHz, lebar pita 60 MHz, dan gain lebih dari sama dengan 10 dBi untuk 1 sampel antena. Pada perancangan antena menggunakan substrat Epoxy FR4 dengan konstanta dielektrik 4,3 dan ketebalan 1,575 mm. Untuk proses simulasi antena digunakan perangkat lunak  CST Studio Suite 2014. Dari 4 antena sampel yang sudah diuji, sampel  A beresonansi pada frekuensi 2,768 GHz dengan lebar pita 61 MHz, sampel B pada frekuensi 2,760 GHz dengan lebar pita 64 MHz, sampel C pada frekuensi 2,750 GHz dengan lebar pita 62 MHz, dan sampel D pada frekuensi 2,750 GHz dengan lebar pita 63 MHz. Semua sampel antena memiliki VSWR kurang dari 1,8. Antena sampel A memiliki gain 7,17 dBi, sampel B memiliki gain 7,34 dBi, sampel C memiliki gain 5,9 dBi, dan sampel D memiliki gain 5,65 dBi. Semua sampel antena menghasilkan pola radiasi directional dan polarisasi elips.
FBG (FIBER BRAGG GRATING) UNTUK DWDM (DENSE WAVELENGTH DIVISION MULTIPLEXING) Murianti, Diana; Prakoso, Teguh; Sofwan, Aghus
Transient: Jurnal Ilmiah Teknik Elektro TRANSIENT, VOL. 7, NO. 1, MARET 2018
Publisher : Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1104.077 KB) | DOI: 10.14710/transient.7.1.77-82

Abstract

Pada era modern ini, tuntutan kebutuhan masyarakat akan layanan komunikasi semakin meningkat. Kebutuhan tersebut meliputi layanan  video, suara dan data. Penambahan kapasitas ini dapat dilakukan dengan menggunakan teknologi Dense Wavelength Division Multiplexing (DWDM). Salah satu perangkat yang digunakan teknologi DWDM yaitu Optical Add/Drop Multiplexer (OADM). OADM digunakan untuk melewatkan sinyal dan melakukan fungsi add dan drop. Salah satu perangkat yang mendukung untuk membantu kerja dari OADM adalah Fiber Bragg Grating (FBG). Tujuan pembuatan Penelitian ini adalah mendapatkan parameter desain FBG yang terbaik untuk jaringan DWDM berdasarkan nilai crosstalk, Q factor, dan Bit Error Rate (BER) guna memperoleh konfigurasi jaringan DWDM yang optimal. Pada Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan dua software. Pertama, menggunakan software Optisystem 7 untuk memodelkan sistem. Kedua, menggunakan software Optigrating 4.2.3 untuk verifikasi FBG. Parameter desain FBG yang terbaik yaitu dengan panjang grating 18600 um. Berdasarkan hasil ko-simulasi, nilai rata–rata BER hasil simulasi menggunakan FBG Optisystem adalah 1,19x10-15, sedangkan saat menggunakan FBG Optigrating adalah 4,15x10-15. Nilai rata – rata Q Factor hasil simulasi menggunakan FBG Optisystem adalah 8,43, sedangkan saat menggunakan FBG Optigrating adalah 8,18. Nilai rata – rata crosstalk hasil simulasi menggunakan FBG Optisystem adalah -39,63 dB, sedangkan saat menggunakan FBG Optigrating adalah -39,72 dB.
PERANCANGAN ANTENA MIKROSTRIP CIRCULAR PATCH UNTUK WIFI MENGGUNAKAN CHARACTERISTIC MODE ANALYSIS (CMA) Sabila, Liya Yusrina; Prakoso, Teguh; Sofwan, Aghus
Transient: Jurnal Ilmiah Teknik Elektro TRANSIENT, VOL. 7, NO. 1, MARET 2018
Publisher : Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (695.884 KB) | DOI: 10.14710/transient.7.1.13-19

Abstract

Wi-Fi (Wireless Fidelity) merupakan sebuah teknologi yang memanfaatkan peralatan elektronik untuk bertukar data secara nirkabel. Dalam sistem komunikasi wireless bagian terpenting untuk mengoptimalkan kinerjanya adalah antena. Mikrostrip adalah salah satu jenis antena yang praktis mempunyai ukuran dan dimensi yang sederhana dan mudah difabrikasi. Pada penelitian ini dibahas bagaimana desain dan analisa antena mikrostrip dengan bentuk patch sirkular dengan spesifikasi frekuensi kerja 2,400 – 2,484 GHz menggunakan substrat FR-4 dengan ketebalan 1,6 mm dan  = 4,3. Teknik pencatuan yang digunakan adalah dengan teknik microstrip line feed. Perancangan dan simulasi antena mikrostrip dilakukan menggunakan software CST Studio Suite  2016. Antena yag dirancang juga dianalisa menggunakan Characteristic Mode Analysis (CMA). Hasil yang ditampilkan berupa grafik mode-mode arus pada  modal significance. Dihasilkan sebanyak dua mode yang berhimpit untuk desain patch A pada frekuensi 3081 MHz dan terjadi perubahan untuk desain patch B, dimana kedua mode berpisah dan bergeser, mode 1 bergeser ke frekuensi 2406 MHz sedangkan mode 2 bergeser ke frekuensi 1889 MHz. Dari antena mikrostrip yang telah difabrikasi dilakukan pengukuran beberapa nilai parameter yaitu, S11 sebesar -21,13 dB, VSWR 1:1,19, rentang frekuensi 2,37 – 2,54 GHz, pola radiasi directional dan gain sebesar 2,15 dBi.
PERENCANAAN JARINGAN LTE FDD 1800 MHZ DI KOTA SEMARANG MENGGUNAKAN ATOLL Fauzi, Muhamad Ridwan; Setiyono, Sukiswo; Prakoso, Teguh
Transient: Jurnal Ilmiah Teknik Elektro TRANSIENT, VOL. 4, NO. 3, SEPTEMBER 2015
Publisher : Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (543.208 KB) | DOI: 10.14710/transient.4.3.517-524

Abstract

Abstrak LTE merupakan teknologi evolusi dari GSM yang dikembangkan oleh 3GPP dan disebut sebagai salah satu teknologi pra-generasi keempat (4G). Implementasi LTE di Indonesia sendiri masih belum menyuluruh dan baru diterapkan di beberapa kota besar saja, namun frekuensi untuk menggelar LTE sudah disediakan, salah satunya pada frekuensi 1800 MHz. Sebelum menggelar teknologi LTE perlu dilakukan perencanaan jaringan untuk mengetahui jumlah eNodeB yang dibutuhkan. Pada Tugas Akhir ini dilakukan perencanaan jaringan LTE FDD 1800 MHz menggunakan perangkat lunak Atoll. Perencanaan yang dilakukan menggunakan metode perencanaan cakupan dengan studi kasus di Kota Semarang. Untuk mendukung hal tersebut ditentukan model propagasi yang sesuai untuk perencanaan ini, yaitu model COST-231 Hata. Hasil dari simulasi menunjukkan bahwa jumlah eNodeB yang dibutuhkan dalam perencanaan adalah sebanyak 152 site dan 453 sel agar area Kota Semarang tercakupi oleh RS dan SINR minimal sekurang-kurangnya 95%. Hasil lain didapatkan bahwa jumlah pelanggan yang dapat mengakses jaringan hingga ke daerah indoor didapatkan sebanyak 98,7% untuk bandwidth 5 MHz, 97,1% untuk 10 MHz, 95,9% untuk 15 MHz, dan 94,8% untuk 20 MHz. Pada bandwidth 20 MHz kapasitas sel dan throughput sel yang dihasilkan adalah yang paling besar dengan beban sel sebesar 50,53% untuk downlink dan 18,84% untuk uplink, dan throughput sel yang dihasilkan sebesar 34.633 kbps untuk downlink dan 9.591 kbps untuk uplink. Kata kunci: LTE, perencanaan cakupan,  Atoll  Abstract LTE is technology evolution of GSM that developed by 3GPP as one the 4G technology. LTE technology in Indonesia is not implemented entirely and just implemented in some big cities, however the frequencies for implementing this technology is available, one of them is 1800 MHz. It is necessary for network planning before deploying LTE to know the number of eNodeB. This final project discusses about LTE FDD network planning for 1800 MHz using software Atoll. This planning uses coverage planning method with case study in Semarang City. The propagation models that suitable to support this planning is COST-231 Hata model. The result of this simulation shows that the number of eNodeB that required in this planning is 152 site and 453 cell to result minimum RS and SINR coverage at least 95% of Semarang City area. The other result is that the number of user that connected to the network including indoor user is 98,7% for bandwidth 5 MHz, 97,1% for 10 MHz, 95,9% for 15 MHz, and 94,8% for 20 MHz. Bandwidth 20 MHz has the largest capacity cell and highest throughput cell with 50,53% cell load for downlink and 18,84% for uplink, and the throughput cell is 34.633 kbps for downlink dan 9.591 kbps for uplink. Keywords:  LTE, coverage planning, Atoll
Co-Authors Abdul Hamid Alfauzi Achmad Hidayatno Adhi Nugraha Affandi, Muhammad Afif Afin M Nurtsani Aghus Sofwan Agnes Yora Gracia Simatupang Ahmad Riyandi Ahmad Zaki Mubarok, Ahmad Zaki Akbar Satria Wardhana, Akbar Satria Alfian Rokhmansyah Ananda, Refisa Andreansyah, Muhammad Iqbal Apriani, Zuliana Apriliani Nabila Anjani Apriliani, Rina Ardhian Ainul Yaqin Arif Munandar Arifianto, Eko arjang Badriyah, Ratu Baron Murianda Brilian Dermawan Brillianing Pratiwi Damayanti, Denti Agustina Darjat Darjat Dewi, Arkidianabela Anggara Donny Dharmawan Dwi Budi Srisulistiowati E. H. Hadyan E.H. Hadyan E.H. Hadyan, E.H. Hadyan Eko Arifianto Eko Arifianto Enang Rusyana Enggar Hindami Hadyan Erasma, Erasma Fitra Jaya Hadyan, E. H. Halim, Indra Hanardi Satrio Hari Kurnia Safitri Heriani Heriani, Heriani Houtman Ian Amri Dinina Ibrahim Ibrahim Ifki Arifatul Utami Irawan D Sukawati Irawan Dharma Sukawati, Irawan Dharma Jatmiko E. Suseno Jatmiko E. Suseno Khoerul Fajri Lase, Sepandil Laras Liya Yusrina Sabila M. A. Riyadi M. Noor, N Shazwani M.A. Riyadi M.A. Riyadi, M.A. Riyadi Maulina, Murni Mega Fatimah Rosana Memet CASMAT Mertua Agung Durya, Ngurah Pandji Mochammad Facta Mohamad Yunus, Mohamad Muhamad Ridwan Fauzi, Muhamad Ridwan Mujib, Khusnil Munawar A Riyadi Munawar Agus Riyadi Murianti, Diana Mustari Mustari Muthia Nur Fajrina Muthouwali, Achmad Ngaqib N Shazwani M. Noor N. Shazwani M. Noor, N. Shazwani natanael pandapotan, natanael Ngah, Razali Ngah, Razali Nicholas Audric Adriel Novita Sari Harianja Nursantoso, Teguh Oktavianto, Tedi Permanasari, Devi Rachmani, Ferlinda Ainur Rahma Dewi Hartati Razali Ngah Razali Ngah Razali Ngah Riyadi, M. A. Riyadi, Munawar Riyadi, Munawar Riyadi, Munawar A. Riyandi, Ahmad Rovandi, Harris Rustaman, Dede Sabila, Liya Yusrina Santoso, Imam Santoso, Muhammad Hery Sapto Budi Priyatno Setiawan, Budhy Siti Aisyah Siti Hadianti, Siti Sofwan, Aghus Soleh, Soleh Stefani Dian Hutami Sudarmanto, Eko Sukiswo Sukiswo Sukiswo Sukiswo Sumardi . Suseno, Jatmiko E. Syafruddin Syuja Rizqullah Tanzila Azizi Rochim Tharek A. Rahman Ucu Rahayu Uli Wildan Nuryanto Utiarahman, Nurnaningsih Venus Khasanah Victor Pattiasina Winasis, Ganjar Yohandri Natan Yuli Christyono Yuli Christyono Yuliana, Rachma Yulistina Yulistina