cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota bandar lampung,
Lampung
INDONESIA
e-Jurnal Rekayasa dan Teknologi Budidaya Perairan
Published by Universitas Lampung
ISSN : 23023600     EISSN : 25975315     DOI : -
Core Subject : Science,
e-JRTBP is a periodical journal that serves as a means of scientific communication and to disseminate research results. Fields of study include fisheries cultivation, management, and utilization of fishery resources. e-JRTBP is published twice a year, February and October.
Arjuna Subject : -
Articles 13 Documents
Search results for , issue "Vol 2, No 2 (2014)" : 13 Documents clear
Pemanfaatan Bioflok Dari Limbah Budidaya Lele Dumbo (Clarias gariepinus) Sebagai Pakan Nila (Oreochromis niloticus) Septiani, Nani; Maharani, Henni Wijayanti; -, Supono
e-Jurnal Rekayasa dan Teknologi Budidaya Perairan Vol 2, No 2 (2014)
Publisher : University of Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (363.637 KB)

Abstract

Lele dumbo (Clarias gariepinus) merupakan jenis ikan air tawar yang mudah dibudidayakan secara intensif. Limbah dari budidaya lele dumbo dapat berdampak pada penurunan kualitas air tetapi dapat digunakan sebagai sumber media tumbuh organisme yang bermanfaat sebagai pakan alami ikan. Teknologi bioflok merupakan salah satu alternatif dalam efisiensi pakan dan penyangga kualitas air dalam akuakultur yang diadaptasi dari teknik pengolahan limbah domestik secara konvensional. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji penambahan bioflok sebagai pakan alami dari limbah budidaya lele dumbo terhadap pertumbuhan dan kelangsungan hidup  nila  (Oreochromis niloticus). Rancangan penelitian yang digunakan adalah rancangan acak lengkap, dengan empat perlakuan (penambahan bioflok sebanyak 0, 5, 10 dan 15 ml/l) dan tiga kali ulangan. Penelitian dilakukan dengan menggunakan benih nila  berukuran 2-3 cm yang dipelihara dengan akuarium berukuran 40 x 30 x 30 cm. Parameter dalam penelitian meliputi suhu, pH, amonia, laju pertumbuhan harian dan kelangsungan hidup. Hasil penelitian menunjukan penambahan bioflok tidak berpengaruh terhadap pertumbuhan dan tingkat kelangsungan hidup nila.  Kisaran laju pertumbuhan nila 0,21- 0,24 g/hari dan  tingkat kelangsungan hidup nila 57-88%. Hasil pengukuran parameter kualitas air untuk suhu pagi berkisar  26– 27oC sedangkan pada sore hari berkisar 27- 28oC, pH relatif stabil pada kisaran 6, sedangkan kandungan amonia terjadi peningkatan pada akhir penelitian pada setiap perlakuan.
Pemanfaatan Kompos Kulit Kakao (Theobroma cacao) untuk Budidaya Daphnia sp Arif Wibowo; Henny Wijayanti; Siti Hudaidah
e-Jurnal Rekayasa dan Teknologi Budidaya Perairan Vol 2, No 2 (2014)
Publisher : University of Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (334.354 KB)

Abstract

Pemanfaatan Daphnia sp. sebagai pakan alami dalam pembenihan ikan air tawar berasal dari kultur alamiah. Ketersediaan pakan alami ini tidak mencukupi untuk memenuhi kebutuhan pembenihan ikan yang semakin meningkat.  Budidaya Daphnia sp. dilakukan untuk  menjaga ketersediaan jumlah untuk kebutuhan panti benih. Pakan alami ini dapat dibudidayakan dengan memanfaatkan kompos kulit buah kakao (Theobroma cacao) sebagai sumber nutrisi.  Penelitian bertujuan untuk mengetahui efektifitas penambahan jumlah kompos kulit buah kakao pada peningkatan populasi Daphnia sp. Penelitian dilakukan dengan menggunakan rancangan acak lengkap dengan perlakuan penambahan kompos kulit buah kakao sebanyak 3, 6, 9 dan 12 gr/l. Akuarium berukuran 27 x 15 x 12 cm yang berisi induk Daphnia sp. sebanyak 20 ekor setiap perlakuan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penambahan kompos kulit buah kakao sebanyak 6 gr/l memberikan pengaruh nyata terhadap pertumbuhan populasi Daphnia sp.  Parameter kualitas air meliputi oksigen terlarut, pH dan amonia selama penelitian masih dalam kisaran yang bisa ditoleransi oleh Daphnia sp.
Pengaruh Salinitas dan Nitrogen Terhadap Kandungan Protein Total Nannochloropsis sp. Nindri Yarti; Moh. Muhaemin; Siti Hudaidah
e-Jurnal Rekayasa dan Teknologi Budidaya Perairan Vol 2, No 2 (2014)
Publisher : University of Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (650.64 KB)

Abstract

Nannochloropsis sp. merupakan pakan alami yang memiliki protein yang cukup tinggi. Perubahan salinitas dan kurangnya jumlah nitrogen selama kultur dapat mempengaruhi pertumbuhan Nannochloropsis sp. Penelitian bertujuan untuk mengetahui pengaruh perubahan salinitas dan nitrogen selama kultur terhadap kandungan protein total Nannochloropsis sp. Penelitian dilakukan pada Oktober-November 2012 di Laboratorium Fitoplankton BBPBL Lampung. Perlakuan selama penelitian adalah kultur Nannochlorpsis sp. dengan salinitas 30-34 ppt dan NaNO3 100 gram/L (A); salinitas 30-34 ppt dan NaNO3 50 gram (B); salinitas 35-38 ppt dan NaNO3 100 gram/L (C); dan salinitas 35-38 ppt dan NaNO3 50 gram/L (D) dengan kepadatan awal 11 x 106 sel/ml. Hasil penelitian menunjukkan perlakuan dengan salinitas 35-38 ppt dan NaNO3 100 gram/L menghasilkan kandungan protein total tertinggi. Kandungan protein total meningkat dengan bertambahnya jumlah Nannochloropsis sp.
Substitusi Tepung Onggok Singkong Sebagai Bahan Baku Pakan Pada Budidaya Nila (Oreochromis niloticus) Dodi Rahmad Afebrata; Limin Santoso; Suparmono -
e-Jurnal Rekayasa dan Teknologi Budidaya Perairan Vol 2, No 2 (2014)
Publisher : University of Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (515.555 KB)

Abstract

Faktor penting dalam budidaya nila (Oreochromis niloticus) adalah ketersediaan pakan dalam jumlah yang memadai. Namun kebutuhan tepung sebagai bahan baku pakan ikan sebagian besar belum terpenuhi dari produksi didalam negeri. Dibutuhkan bahan pakan alternatif untuk mengatasi kebutuhan bahan baku pakan ikan. Provinsi Lampung adalah produsen singkong sebagai bahan baku tepung tapioka. Limbah tepung tapioka berupa onggok singkong belum dimanfaatkan sebagai bahan pakan untuk budidaya ikan. Penelitian dilakukan untuk mengetahui persentase substitusi tepung onggok singkong dalam pakan nila. Rancangan acak lengkap dengan 6 perlakuan antara lain 0% tanpa onggok, 5% onggok, 10% onggok, 15% onggok, 20% onggok, dan 25% onggok. Analisis sidik ragam (ANOVA) digunakan untuk membedakan persentase substitusi terbaik berdasarkan pertambahan berat mutlak, laju pertumbuhan harian, kelangsungan hidup, dan kualitas air. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan onggok singkong dengan proporsi 5% memberikan kandungan nutrisi dan laju pertumbuhan terbaik (12,45 gram). Kandungan nutrisi dan laju pertumbuhan  yang dihasilkan adalah protein (31,51%), lemak (12,83%), abu (11,86%), serat kasar (20,14%),  (23,66%), dan kadar air (10,22%).
Pemindahan Hak Milik Efendi, Eko
e-Jurnal Rekayasa dan Teknologi Budidaya Perairan Vol 2, No 2 (2014)
Publisher : University of Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (159.409 KB)

Abstract

Penggunaan Tepung Onggok Singkong Yang Difermentasi dengan Rhizopus sp. sebagai Bahan Baku Pakan Ikan Nila Merah (Oreochromis niloticus) Reni Antika; Siti Hudaidah; Limin Santoso
e-Jurnal Rekayasa dan Teknologi Budidaya Perairan Vol 2, No 2 (2014)
Publisher : University of Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (379.398 KB)

Abstract

Onggok singkong merupakan hasil samping pengolahan tepung tapioka dan berpotensi menjadi bahan baku alternatif pakan ikan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penggunaan tepung onggok singkong yang difermentasi sebagai bahan baku pakan ikan terhadap pertumbuhan nila merah (Oreochromis niloticus). Metode percobaan menggunakan rancangan acak lengkap dengan 5 perlakuan berupa penggunaan tepung onggok singkong yang difermentasi Rhizopus sp. dalam berbagai jumlah dan setiap perlakuan diulang 3 kali. Pakan A (tanpa tepung onggol/kontrol),  pakan B (tepung onggok  fermentasi (TOF) 10%), pakan C (TOF 15%), pakan D (TOF 20%) dan pakan E (tepung onggok tanpa fermentasi 20%). Pakan diujikan pada nila merah dengan bobot 4,0±0,7 gram, yang dipelihara dalam bak beton berukuran 150 x 150 x 50 cm dengan kepadatan 50 ekor/bak. Ikan dipelihara selama 50 hari dengan feeding rate 3% dan diberikan 3 kali setiap hari. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pakan C (TOF 15%) memberikan hasil yang terbaik untuk pertumbuhan nila merah. Pertumbuhan mutlak sebesar 13,7±0,4 gram, tingkat kelangsungan hidup mencapai 95,33%. Kualitas air pada tiap perlakuan berada dalam kondisi optimum untuk budidaya ikan.
Pertumbuhan Diaphanasoma sp. Yang Diberi Pakan Nannochloropsis sp. Susilowati, Sri
e-Jurnal Rekayasa dan Teknologi Budidaya Perairan Vol 2, No 2 (2014)
Publisher : University of Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (492.954 KB)

Abstract

Pakan alami yang berkualitas dan dalam jumlah yang cukup dibutuhkan dalam pembenihan ikan dan udang agar survival rate larva ikan dan udang tinggi. Diaphanosoma merupakan salah satu zooplankton yang digunakan sebagai pakan alami larva ikan dan udang. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui pertumbuhan Diaphanosoma yang diberi pakan Nannochloropsis. Penelitian dilaksanakan pada bulan April - Mei 2013 di Laboratorium Zooplankton, Balai Besar Pengembangan Budidaya Laut (BBPBL) Lampung. Perlakuan berupa pemberian Nannochloropsis sebagai pakan Diaphanosoma, dilakukan setiap pagi hari secara ad libitum. Penghitungan kepadatan Diaphanosoma diukur setiap 24 jam sekali. Hasil penelitian menunjukan bahwa terjadi lima fase hidup dalam penelitian, yaitu fase lag, fase eksponensial, fase stasioner, fase decline dan fase kematian. Kepadatan rata-rata Diaphanosoma tertinggi dicapai pada fase stasioner yang terjadi pada hari ke-9, dengan kepadatan 2150 ind/l. Pada fase tersebut Diaphanosoma dapat dipanen untuk dikultur ulang dan atau dijadikan sebagai pakan alami larva ikan atau udang. Parameter kualitas air selama kultur masih dalam kisaran normal.
Identifikasi Parasit pada Ikan Badut (Amphiprion percula) di Balai Besar Pengembangan Budidaya Laut Lampung Utami, Rina Hesti; Setyawan, Agus; Diantari, Rara; Hudaidah, Siti
e-Jurnal Rekayasa dan Teknologi Budidaya Perairan Vol 2, No 2 (2014)
Publisher : University of Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (158.466 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi parasit yang menginfeksi pada ikan badut (Amphiprion percula) serta korelasinya dengan lokasi budidaya. Penelitian ini dilakukan pada Februari sampai April 2013 di Balai Besar Pengembangan Budidaya Laut (BBPBL) Lampung. Penelitian menggunakan metode eksploratif dengan mengisolasi parasit yang menginfeksi ikan badut (3-5 cm) yang dibudidayakan di tiga lokasi budidaya yaitu indoor, semi outdoor dan outdoor. Parasit yang disolasi diidentifikasi kemudian dibandingkan satu lokasi budidaya dengan lokasi lainnya. Hasil penelitian ditemukan tiga jenis ektoparasit yang menginfeksi ikan badut golongan nematoda, Trichodina dan trematoda.  Prevalensi parasit dan intensitas parasit tertinggi terdapat pada ketiga lokasi yaitu parasit Trichodina.
Imunogenisitas Kombinasi Vaksin Inaktif Whole Cell Aeromonas salmonicida dan Jintan Hitam (Nigella sativa) Pada Ikan Mas (Cyprinus carpio) Trilia, Nur`Ani Okta; Setyawan, Agus; Adiputra, Yudha T; -, Wardiyanto
e-Jurnal Rekayasa dan Teknologi Budidaya Perairan Vol 2, No 2 (2014)
Publisher : University of Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (383.452 KB)

Abstract

Furunculosis dan carp erytrodermatitis merupakan penyakit pada ikan yang disebabkan oleh bakteri Aeromonas salmonicida.  Vaksin inaktif whole cell A. salmonicida saat ini sedang dikembangkan untuk menanggulangi penyakit tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui imunogenisitas kombinasi vaksin inaktif whole cell A. salmonicida dengan imunostimulan dari jintan hitam (Nigella sativa) pada ikan mas (Cyprinus carpio).  Sebanyak 180 ekor ikan mas dimasukkan kedalam 18 akuarium dengan 6 perlakuan yang berbeda dan diulang sebanyak 3 kali. Perlakuan yang dilakukan terdiri dari kontrol (tanpa vaksin dan jintan hitam), pemberian jintan hitam 5%, pemberian vaksin, vaksin yang ditambah jintan hitam 1%, vaksin yang ditambah jintan hitam 2.5%, vaksin yang ditambah jintam hitam 5%.   Vaksin diberikan dengan cara penyuntikan secara intraperitoneal dengan kepadatan bakteri 107sel/ikan dan jintan hitam diberikan melalui pakan sebanyak tiga kali dalam sehari. Pengambilan contoh darah ikan untuk diuji titer antibodi, total leukosit, dan hematokrit ikan dilakukan saat sebelum vaksinasi, 7 hari setelah vaksinasi, dan 7 hari setelah booster. Hasil penelitian menunjukkan kombinasi vaksin inaktif whole cell A.  salmonicida yang ditambah jintan hitam 5% mampu meningkatkan titer antibodi ikan hingga 27 dibandingkan kontrol yang hanya meningkat hingga 25 dan tanpa jintan hitam yang hanya meningkat hingga 24, kombinasi ini juga mampu meningkatkan jumlah leukosit pada ikan dengan rendahnya nilai hematokrit dan mampu mengembalikan kondisi tubuh dalam keadaan seimbang dalam waktu 7 hari.
kover depan Eko Efendi
e-Jurnal Rekayasa dan Teknologi Budidaya Perairan Vol 2, No 2 (2014)
Publisher : University of Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Page 1 of 2 | Total Record : 13