Articles
9 Documents
Search results for
, issue
"Volume 10, Nomor 2, April 2008"
:
9 Documents
clear
MEASUREMENT OF THE SURFACE TOPOGRAPHY CHANGE ON A BOUNDARY LUBRICATED RECIPROCATING SLIDING CONTACT
Jamari, Jamari
ROTASI Volume 10, Nomor 2, April 2008
Publisher : Departemen Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (3954.484 KB)
|
DOI: 10.14710/rotasi.10.2.10-12
This paper presents experiments to study the change of the surface topography on a boundary lubricated reciprocating sliding contact system. A  Micromap 512 optical profilometer is employed for measuring surface characteristics. The change of the surface topography before and after the experiment is determined in detail and accurate (microscopically) by the Matching and Stitching method. Plot of the profile of the surface roughness for a certain number of running-in cycles were presented in a figure for before, after and difference, so that analysis of the surface topography change can be accurately performed
THERMAL PHENOMENA ON SLIDING CONTACTS: A LITERATURE REVIEW
Surindra, Mochammad Denny
ROTASI Volume 10, Nomor 2, April 2008
Publisher : Departemen Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (5771.25 KB)
|
DOI: 10.14710/rotasi.10.2.36-39
Tribology merupakan ilmu yang mempelajari kontak permukaan yang sedang melakukan gerakan relatif. Banyak proses manufaktur dan aplikasi tribosystem melibatkan gerakan sliding antara dua buah body yang menimbulkan energi panas pada daerah kontak. Paper ini mereview model-model perpindahan panas yang terbangkitkan akibat adanya deformasi plastis atau gesekan. Gesekan ini mengakibatkan pelepasan panas (frictional heat) pada area kontak dan dapat dimodelkan dengan suatu konsentrasi sumber panas yang ditetapkan sebagai semi-infinite. Perlu dilakukan penelitian untuk prediksi thermal pada kontak sliding dengan berbagai kondisi temperatur lingkungan yang berbeda-beda. Hal ini untuk menganalogikan suatu kontak sliding yang bekerja di sekitar ruang bakar, atau kondisi di daerah kutub. Kedua kondisi tersebut mempunyai keadaan yang ekstrim dan sangat berpengaruh terhadap karakteristik perpindahan panas  dalam thermal contact.
ANALISIS PATAHAN BAHAN PART CHAINLINK PADA DRAG CHAIN CONVEYOR DENGAN PENGUJIAN FRAKTOGRAFI MENGGUNAKAN SEM DAN EDX
Haryadi, Gunawan Dwi
ROTASI Volume 10, Nomor 2, April 2008
Publisher : Departemen Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (8225.243 KB)
|
DOI: 10.14710/rotasi.10.2.13-18
Failure of production tool components is undesirable for several reasons, one of them is economic because it can increase maintenance cost. Drag chain conveyor is one of the important tool which is used for coal handling in cement industries. The problem that often happens is failure of chainlink. This paper is aimed to analyze the characteristics of chainlink's fracture. Material examination which have been done is frctographic test for fractograph analysis. The result showed that overload was the root cause of failure. Overload that indicated by dimple rupture mode on its fracture apperence was caused by jam of chainlink movement on its way. In addition, low quality of surface finish introduced so many stress raiser and unfortunately severe wear also contributed to reduce its strength.
STUDI TEGANGAN GESER DINDING DAN PERPINDAHAN PANAS UNTUK SEBUAH FIN BERSIRIP TUNGGAL DENGAN ALIRAN SILANG
Tamtomo kiono, Berkah Fajar
ROTASI Volume 10, Nomor 2, April 2008
Publisher : Departemen Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (5178.966 KB)
|
DOI: 10.14710/rotasi.10.2.40-43
Studi ini meneliti hubungan antara tegangan geser dinding dan perpindahan panas untuk sebuah Fin-Silinder dengan aliran silang. Tegangan geser dinding diperoleh dengan viskositas fluida dengan gradient kecepatan dinding. Gradien kecepatan dinding diukur dengan menggunakan metoda Polarography. Gradien kecepatan ini diukur pada Re, = 17000, 51000 dan 85000. Perpindahan panas ditentukan dengan menggunakan analogi perpindahan momentum dan massa/panas. Hasil analogi perpindahan massa dan momentum sesuai dengan penelitian yang telah dilakukan oleh Staiulevicius et.al. Hubungan tegangan geser dinding dan panas adalah sebagai berikut: Nu = 0.27.Re
KEAUSAN PADA KONTAK LUNCUR PIN-ON-DISC: SEBUAH TINJAUAN PUSTAKA
Syafa'at, Imam
ROTASI Volume 10, Nomor 2, April 2008
Publisher : Departemen Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (4264.526 KB)
|
DOI: 10.14710/rotasi.10.2.19-25
Tribologi sebagai ilmu yang mempelajari tentang gesekan, keausan dan pelumasan sangat erat kaitannya dalam bidang engineering. Dalam hubungannya dengan pergerakan relatif dua buah permukaan benda yang saling kontak, jenis kontak dibedakan atas kontak statis dan dinamis. Dalam kontak dinamis, gerakan benda terbagi atas kontak luncur (sliding contact) dan kontak bergulir (rolling contact).Fenomena keausan akibat gesekan menjadi kajian yang menarik untuk diteliti. Model yang dibangun dapat berupa data hasil eksperimen ataupun hasil simulasi dengan bantuan software. Paper ini mereview penelitrian-penelitian yang menggunakan finite element analysis (FEA) untuk meneliti kedalaman aus pada pin-on-disc. Hasil review ini menunjukkan bahwa berbagai penelitian tentang keausan yang telah dilakukan pada umumnya berangkat dari model keausan yang dibangun oleh Archard. Meskipun membutuhkan waktu yang relatif lama, penggunaan simulasi FEA dengan bantuan software dalam merumuskan keausan perlu dilakukan karena simulasi ini membutuhkan biaya yang relatif murah. Untuk penelitian ke depan, perlu dikembangkan penelitian tentang kedalaman keausan pada kontak luncur dengan FEA.
ANALISA KONTAK ANTAR HEMISPHERES PADA DAERAH ELASTIS-PLASTIS MENGGUNAKAN METODE ELEMEN HINGGA
Yusra, Arda;
Haryanto, Ismoyo;
Jamari, Jamari
ROTASI Volume 10, Nomor 2, April 2008
Publisher : Departemen Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (5760.201 KB)
|
DOI: 10.14710/rotasi.10.2.1-5
Analisa kontak antar hemispheres (bentuyk setengah bola) pada daerah elastis-plastis menggunakan metode elemen hingga akan dipresentasikan pada paper ini. Permukaan kontak yang dianalisa diasumsikan sebagai kontak tanpa gesekan (frictionless contact). Hubungan antara beban kontak, tekanan kontak rata-rata dan luas permukaan kontak rata-rata adalah beberapa parameter yang akan ditunjukkan pada analisa kontak elastis-plastis antar hemispheres tersebut. Hasil dari analisa ini akan dibandingkan dengan teori kontak elastis-plastis dari model-model yang telah dipublikasikan pada jurnal-jurnal internasional.
PENGARUH SIFAT FISIK DAN STRUKTUR MINERAL BATU BARA LOKAL TERHADAP SIFAT PEMBAKARAN
Bayuseno, Athanasius Priharyoto;
Sulistyo, Sulistyo;
Istadi, Istadi
ROTASI Volume 10, Nomor 2, April 2008
Publisher : Departemen Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (3683.926 KB)
|
DOI: 10.14710/rotasi.10.2.26-31
Tujuan penelitian yang dilakukan adalah mengkaji secara seksama tentang potensi kualitas batubara Indonesia yang diambil dari sumber lokal dan selanjutnya menerapkan prosedur/teknologi penyiapan batubara dalam usaha meningkatkan penyalaan dan pembakaran. Sasaran utama didalam teknologi penyiapan batubara diarahkan pada peningkatan penyalaan (ignition) serta hasil pembakaran yang bersih dengan penurunan emisi karbon dioksida dan belerang. Selanjutnya penelitian ini juga mengkaji tentang prospek pengkayaan (enrichment) batubara dalam proses penyiapan batubara lokal. Metode ini diharapkan dapat menaikkan kecepatan penyalaan dan pembakaran nyala api batubara serbuk. Perubahan sifat fisik dan kimia serta struktur mineral sebelum dan setelah proses penyiapan dianalisa dengan metode XRF untuk komposisi kimia dan diffrakasi sinar-X (XRD) untuk komposisi mineral. Sementara nilai kalor batubara dianalisa dengan Bomb Kalorimeter. Pada dasarnya batubara lokal memiliki kandungan mineral utama seperti kaolinite, quartz, jarosite, illite maupun pyrite. Sementara nilai kalor yang dimiliki batubara lokal berkisar antara 4000 -6000 cal/gr dan LOI untuk empat macam batubara berkisar 97-99%. Sebaliknya pengaruh proses pencucian dengan air tidak meningkatkan nilai kalor batubara yang signifikant. Dilain pihak pelaksanaan penelitian ini juga membuat briket bahan bakar batubara dengan campuran polimer dan molase termasuk prosedur mengkaji tingkat penyalaan batubara. Hasilnya menunjukkan bahwa briket batubara dari campuran polyethelene meningkatkan nilai kalor dan mempercepat pembakaran. Dari penelitian ini dapat disimpulkan bahwa kualitas batubara produk lokal tergolong batubara dengan nilai kalor rendah dan perlu penelitian lanjutan dalam meningkatkan kualitas agar bisa kompetitif dengan produk batubara impor.
OPTIMASI DENSITAS FILTER BERBAHAN SERBUK ARANG KAYU-PE DENGAN PROSES SINTER
Widyanto, Susilo Adi
ROTASI Volume 10, Nomor 2, April 2008
Publisher : Departemen Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (4865.137 KB)
|
DOI: 10.14710/rotasi.10.2.6-9
Arang kayu telah lama digunakan sebgai bahan filter dan terbukti ekonomis. Salah satu aplikasi filter adalah proses penjernihan air. Beberapa metode proses pembuatan filter telah dikembangkan, salah satu diantaranya adalah dengan proses sinter.Paper ini secara khusus membahas optimasi densitas pada proses pembuatan filter aktif dengan proses sinter berbahan arang kayu jati dengan bahan pengikat limbah plastik. Parameter penelitian berupa komposisi bahan arang-bahan pengikat, waktu penahanan, ukuran partikel serbuk, beban kompaksi dan temperatur aktivasi.Hasil pengujian densitas menunjukkan bahwa peningkatan persentase PE dalam campuran bahan filter meningkatkan densitas produk. Pada temperatur sinter 135 derajat celcius, variasi waktu penahanan belum berpengaruh pada densitas produk. Peningkatan ukuran partikel serbuk menurunkan densitas produk. Temperatur aktivasi berperan dalam penentuan densitas akhir produk, peningkatan temperatur aktivasi menurunkan densitas produk akibat terjadinya peningkatan pori pada permukaan bahan arang.
PENGARUH WAKTU AUSTEMPERING TERHADAP SIFAT MEKANIS DAN STRUKTUR MIKRO AUSTEMPERED DUCTILE IRON PADUAN 0,5% Cu + 0,3% Mo DAN 0,5% Cu + 0,6 % Mo
Umardani, Yusuf
ROTASI Volume 10, Nomor 2, April 2008
Publisher : Departemen Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (5417.881 KB)
|
DOI: 10.14710/rotasi.10.2.32-35
Austempered ductile iron (ADI) memiliki sifat-sifat yang menarik seperti kekuatan tinggi yang dikombinasikan dengan keuletan dan ketangguhan yang baik Penambahan unsur tembaga (Cu) dan molibdenum (Mo) diharapkan dapat meningkatkan sifat mekanisnya. Penelitian dimulai dari proses pengecoran besi cor nodular dengan penambahan unsur Cu dan Mo dengan prosentase yang telah ditentukan. Penambahan dalam penelitian ini adalah 0,5% Cu + 0,3% Mo dan 0,5% Cu + 0,6 % Mo. Struktur mikro dan sifat mekanis ADI tersebut diteliti setelah mengalami proses austempering dengan variasi waktu penahanan 1 jam, 2 jam dan 4 jam. Pengujian metalografi digunakan untuk mengetahui struktur mikronya, disertai dengan uji kekerasan Rockwell dan pengujian kekuatan tarik untuk mengetahui sifat mekanisnya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penambahan unsur Cu dan Mo dengan prosentase tertentu pada besi cor nodular akan meningkatkan sifat mekanisnya. Selain itu proses perlakuan panas austempering juga akan meningkatkan sifat mekanisnya, hal ini disebabkan karena terbentuknya struktur bainite yang akan meningkatkan kekuatan besi cor nodular dan adanya retained austenite yang akan menyebabkan material tersebut mempunyai sifat ulet.