Articles
8 Documents
Search results for
, issue
"Volume 12, Nomor 2, April 2010"
:
8 Documents
clear
LAJU KOROSI DAN KEKERASAN PIPA BAJA API 5L X65 SETELAH NORMALIZING
Suryo, Sumar Hadi
ROTASI Volume 12, Nomor 2, April 2010
Publisher : Departemen Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (268.353 KB)
|
DOI: 10.14710/rotasi.12.2.25-30
Pipa baja API 5L X65 adalah satu dari beberapa pipa standard untuk transportasi gas, pipa ini selalumengandung tegangan permaneny karena proses pengerolan membuat pipa saat pipa diproduksi. Lajukorosi akan meningkat oleh tegangan ini terutama dalam air laut. Satu dari beberapa metoda untukmenurunkan tegangan ini adalah normalizing. Penelitian ini tentang laju korosi dan angka kekerasanlogam dasar pipa ini sebelum dan sesudah proses normalizing. Proses normalizing dilaksanakan padatemperatur 900 oC dan waktu tahan 30 menit, 60 menit, 90 menit, 120 menit dan 150 menit. Perlakuankorosi dilaksanakan dengan air laut sebagai media korosi. Hasil penelitian ini adalah metalografi, lajukorosi dan angka kekerasan, masing-masing dilaksanakan sebelum dan sesudah proses normalizing. Lajupengurangan massa dan korosi benda ujiyang dinormalizing menurun dengan naiknya waktu penahanan.
EFEK PEMANASAN TERHADAP KARAKTERISTIK DISTRIBUSI AMMONIA PADA ALIRAN GAS LAMINAR PADA SCR CATALYTIC FILTER DENGAN MENGGUNAKAN SIMULASI NUMERIK
Syaiful, Syaiful
ROTASI Volume 12, Nomor 2, April 2010
Publisher : Departemen Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (409.206 KB)
|
DOI: 10.14710/rotasi.12.2.1-6
Selective catalytic reduction (SCR) and diesel particulat filter (DPF) as a combined systems are used to reduce NOx and soot emissions emitted by the diesel combustors, respectively. The use of these methods in automotive application requires more space. Accordingly, a SCR catalytic filter is devised NOx reacts with ammonia (as a reducing agent) at the certain temperatures through a catalyst producing a harmless matter. An optimal NOx conversion is influenced by several additional factors including the homogeneity of NH3/NOx mixture, catalyst temperature (reaction temperature), space velocity (velocity of exhaust gas), uniformity of flow and spraying quality of urea solution droplets. To control NOx emissions, the need for smooth gaseous flow distributions become more important. The most important of gaseous flow distributions is the distribution of ammonia and NOx entering the SCR catalyst with the actual NH3/NOx ratio being the most frequently specified parameter. In SCR application, the important thing is not only on NOx reduction but also on ammonia slip which is influenced by the ammonia distribution. A heating temperature is required to achieve a temperature window. However, the heating temperature affects the gaseous flow structure in SCR catalytic filter which influences the ammonia mass distribution. Therefore, the uniformity of flow with the effect of heating temperature is considered in this study. Two Reynolds numbers of 320 and 640 are imposed to investigate the ammonia mass distribution characteristics at the laminar flow. The heating temperature is imposed in the range from 473 to 1273 K with 200 K intervals.The results show that the uniformity of ammonia mass distribution indicated by the mixing index reduces as increasing the heating temperature at the laminar flow.http://ejournal.undip.ac.id/index.php/rotasi/article/view/1972/1731
ANALISA ENERGI CAMPURAN BIOETANAOL PREMIUM
Muchammad, Muchammad
ROTASI Volume 12, Nomor 2, April 2010
Publisher : Departemen Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (126.198 KB)
|
DOI: 10.14710/rotasi.12.2.31-33
Menipisnya cadangan minyak bumi di dunia pada umumnya dan di Indonesia pada khususnya, mengharuskan mausia melakukan diversifikasi sumber energi. Bioetanol merupakan salah satu bentuk diversifikasi sumber energi untuk kendaraan premium. Selain gas buangnya lebih ramah lingkungan bila dibandingkan dengan premium, penerapannya pada mesin juga tidak memerlukan banyak modifikasi. Kendala penerapan bioetanol terletak pada keseragaman kualitas dan juga harga jual dibandingkan dengan premium. Pada penelitian ini penulis mencoba untuk mengetahui kualitas bioetanol dilihat dari segi nilai kalornya dengan menggunakan bomb calorimeter. Bioetanol yang digunakan dalam penelitian berasal dari fermentasi gula tebu. Dari hasil pengujian, didapatkan bahwa nilai kalor campuran 10%-30% bioetanol-pertamax lebih tinggi dibandingkan campuran bioetanol premium. Akan tetapi pada campuran 40% dan 50%, nilai kalor campuran bioetanol-pertamax cenderung lebih rendah dari pada campuran bioetanol-premium.
PENGENDALIAN KOROSI PADA SISTEM PENDINGIN MENGGUNAKAN PENAMBAHAN ZAT INHIBITOR
Atmadja, Sugeng Tirta
ROTASI Volume 12, Nomor 2, April 2010
Publisher : Departemen Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (476.792 KB)
|
DOI: 10.14710/rotasi.12.2.7-13
Corrosion is defined as the destruction or deterioration of a material because of reaction with its environtment. Corrosion can attack all kinds metals. Corrosion can occur at cooling system which always contact with water. It is caused by chemical reaction between metal surface and water. This corrosion can be controlled by adding inhibitor substance into cooling system. Inhibitor is a substance that when added in smalled concentration to an environtment decrease the corrosion rate. With adding inhibitor properly into cooling system, agresivity of corrosion attack will be reduced. Therefore we keep performance of cooling system.
INTERPRETASI TOPOLOGI SEPARASI ALIRAN TIGA DIMENSI MELEWATI KONFIGURASI BLADE DENGAN FLAT PLATE
Rozi, Khoiri;
Kiono, Berkah Fajar Tamtomo
ROTASI Volume 12, Nomor 2, April 2010
Publisher : Departemen Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (303.787 KB)
|
DOI: 10.14710/rotasi.12.2.34-37
Studi ini dibuat untuk memenuhi informasi kualitatif aliran dan efek blockage pada interseksi unsymmetrical wing dengan flat surface. Kajian menggunakan computational fluid dynamics untuk memberikan informasi pola pathlin dan interpretasi topologi pola aliran di flat surface. Hasil-hasil simulasi ini menunjukkan pola aliran dipengaruhi oleh angle of attack. Bertambahnya angle of attack menjadikan posisi saddle point bergerak menuju lower side dan menjauhi permukaan wing. Separation line atau imprint horseshoe vortex karena membesarnya angle of attack menjadi terbuka lebih lebar baik pada pressure side maupun pada suction side, ini berarti daerah efek blockage yang diciptakan menjadi semakin besar.
PENGARUH WAKTU AUSTEMPERING TERHADAP SIFAT MEKANIS DAN STRUKTUR MIKRO AUSTEMPERED DUCTILE IRON PADUAN 0,5% Cu + 0,3% Mo DAN 0,5% Cu + 0,6 % Mo
Umardani, Yusuf
ROTASI Volume 12, Nomor 2, April 2010
Publisher : Departemen Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (328.498 KB)
|
DOI: 10.14710/rotasi.12.2.14-17
Austempered ductile iron (ADI) memiliki sifat-sifat yang menarik seperti kekuatan tinggi yang dikombinasikan dengan keuletan dan ketangguhan yang baik Penambahan unsur tembaga (Cu) dan molibdenum (Mo) diharapkan dapat meningkatkan sifat mekanisnya.Penelitian dimulai dari proses pengecoran besi cor nodular dengan penambahan unsur Cu dan Mo dengan prosentase yang telah ditentukan. Penambahan dalam penelitian ini adalah 0,5% Cu + 0,3% Mo dan 0,5% Cu + 0,6 % Mo. Struktur mikro dan sifat mekanis ADI tersebut diteliti setelah mengalami proses austempering dengan variasi waktu penahanan 1 jam, 2 jam dan 4 jam. Pengujian metalografi digunakan untuk mengetahui struktur mikronya, disertai dengan uji kekerasan Rockwell dan pengujian kekuatan tarik untuk mengetahui sifat mekanisnya.Hasil penelitian menunjukkan bahwa penambahan unsur Cu dan Mo dengan prosentase tertentu pada besi cor nodular akan meningkatkan sifat mekanisnya. Selain itu proses perlakuan panas austempering juga akan meningkatkan sifat mekanisnya, hal ini disebabkan karena terbentuknya struktur bainite yang akan meningkatkan kekuatan besi cor nodular dan adanya retained austenite yang akan menyebabkan material tersebut mempunyai sifat ulet.
KAJIAN PUSTAKA TENTANG KEAUSAN PADA PAHAT BUBUT
Bayuseno, Athanasius Priharyoto
ROTASI Volume 12, Nomor 2, April 2010
Publisher : Departemen Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (151.435 KB)
|
DOI: 10.14710/rotasi.12.2.38-41
Pembubutan merupakan salah satu proses permesinan benda kerja yang sayatannya (feeding) dilakukan dengan cara memutar benda kerja terhadap gerakan pahat secara translasi sejajar dengan sumbu putar dari benda kerja. Dalam hal ini pahat memiliki peran penting yang berhubungan dengan kualitas hasil permukaan. Dalam tulisan ini akan disajikan tentang review keausan pahat yang secara khusus membahas tentang umur pahat. Selanjutnya umur pahat itu sendiri dapat ditentukan berdasarkan (i) keausan secara perlahan-lahan pada ujung atas pahat dan (ii) kegagalan pahat secara mendadak. Umur pahat dapat diprediksi dengan rumus VTn = C, yang ditemukan oleh Fred W. Taylor pada tahun 1906. Umur pahat biasanya ditentukan berdasarkan seberapa besar keausan yang terjadi pada profil pahat. Selanjutnya dalam tulisan ini juga disajikan hasil kajian pustaka tentang pengaruh kecepatan potong terhadap keausan pada pahat baja kecepatan tinggi (HSS). Disamping itu juga disajikan berbagai jenis bahan pendingin untuk menurunkan keausan pahat.
PENGARUH MODEL TURBULENSI DAN PRESSURE-VELOCITY COPLING TERHADAP HASIL SIMULASI ALIRAN MELALUI KATUP ISAP RUANG BAKAR MOTOR BAKAR
Sinaga, Nazaruddin
ROTASI Volume 12, Nomor 2, April 2010
Publisher : Departemen Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (490.772 KB)
|
DOI: 10.14710/rotasi.12.2.18-24
Kinerja dan efisiensi motor bakar sangat dipengaruhi oleh proses pembakaran yang terjadi di dalam ruang bakar. Proses pembakaran ini terkait erat dengan mekanisme aliran yang terjadi, yaitu turbulensi, swirl, squishing dan tubling. Mekanisme aliran yang terbentuk ini dipengaruhi oleh kondisi aliran pada saat udara atau campuran udara-bahan bakar memasuki ruang bakar melewati katup isap. Oleh karena itu perancangan katup isap memegang peranan penting dalam menentukan kinerja dan efisiensi motor bakar. Untuk dapat melakukan perancangan katup isap ini diperlukan program simulasi yang dapat memperkirakan proses pembaran yang terjadi pada berbagai rancangan katup. Tulisan yang disampaikan kali ini merupakan bagian awal dari penelitian tersebut., yang bertujuan untuk mencari model yang sesuai untuk diterapkan pada berbagai kasus. Dalam tulisan ini dilaporkan hasil verifikasi model yang digunakan dibandingkan dengan studi eksperimental yang telah dilakukan oleh peneliti sebelumnya. Tiga model turbulensi dibandingkan, yaitu model k-ε standard, k-ε RNG dan k- ε realizable dengan pendekatan diskretisasi momentum first order dan second order upwind. Selain itu juga divariasikan tiga jenis pressure-velocity coupling discretization, yaitu SIMPLE, SIMPLEC, dan PISO. Dari penelitian ini diperoleh bahwa model turbulensi yang memberikan hasil terdekat dengan hasil eksperimen adalah model k-ε RNG dengan pressure velocity coupling PISO.