cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Rotasi
Published by Universitas Diponegoro
ISSN : 1411027x     EISSN : 24069620     DOI : -
Core Subject : Engineering,
Arjuna Subject : -
Articles 9 Documents
Search results for , issue "Volume 9, Nomor 3, Juli 2007" : 9 Documents clear
MODEL ELEMEN HINGGA UNTUK ANALISIS PENGARUH URUTAN PENCEKAMAN DALAM FIXTURE TERHADAP PERPINDAHAN LOKASI BENDA KERJA Tauviqirrahman, Mohammad
ROTASI Volume 9, Nomor 3, Juli 2007
Publisher : Departemen Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (133.307 KB) | DOI: 10.14710/rotasi.9.3.36-39

Abstract

Pengetahuan perpindahan lokasi benda kerja akibat pencekaman dalam sistem fixture-benda kerja merupakan hal yang penting untuk menjamin kualitas produk. Ada beberapa sumber kesalahan terkait dengan fixture yang diketahui memberikan kontribusi terhadap perpindahan lokasi benda kerja sehingga menyebabkan kualitas produk yang buruk. Di samping sumber kesalahan tertentu, seperti kesalahan geometri fixture dan deformasi elastik dan benda kerja akibat gaya pencekaman, urutan pencekaman juga dapat mempengaruhi posisi dan orientasi benda kerja.Tujuan penelitian ini adalah mengembangkan model elemen hingga untuk menganalisa pengaruh urutan pencekaman pada benda kerja terhadap perpindahan lokasi benda kerja dalam sistem fixture benda-kerja. Perpindahan lokasi benda kerja didefinisikan sebagai perpindahan suatu titik respon pada permukaan benda kerja. Perangkat lunak berdasarkan metode elemen hingga, ANSYS digunakan untuk memodelkan berbagai kondisi batas yang ada dan menghitung besarnya perpindahan lokasi benda kerja yang ditinjau dalam sistem fixture 3-2-1. Model yang dikembangkan fokus terhadap pemodelan pencekam dalam perangkat ANSYS.Berdasarkan studi ini, diketahui bahwa urutan pencekaman yang berbeda memiliki pengaruh terhadap besarnya perpindahan lokasi benda kerja dan gaya reaksi pemosisi. Pencekam dimodelkan dengan kontak surface-to-surface agar efek kekakuan baik elemen fixture maupun benda kerja berpengaruh terhadap ketepatan hasil prediksi. Perbandingan hasil simulasi dengan hasil eksperimen yang telah ada menunjukkan bahwa rata-rata perpindahan lokasi benda kerja adan gaya reaksi yang muncul adalah 7 % dan 11 %.
ANALISIS UNJUK KERJA GRATE CLINKER COOLER PADA PROSES PRODUKSI SEMEN Setiyana, Budi
ROTASI Volume 9, Nomor 3, Juli 2007
Publisher : Departemen Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (292.794 KB) | DOI: 10.14710/rotasi.9.3.19-26

Abstract

Clinker Cooler sebagai salah satu bagian dari alat produksi semen mempunyai peranan yang cukup penting. Peralatan ini berfungsi untuk mendinginkan clinker, dan proses pendinginan di sini sangat menentukan kualitas semen yang akan diproduksi. Perhitungan efisiensi panas pada clinker cooler dapat dilakukan dalam dua tahap yaitu, yaitu perhitungan dengan neraca massa dan perhitungan dengan neraca panas. Perhitungan neraca massa diperlukan untuk perhitungan neraca panas. Dari perhitungan neraca panas maka dapat diketahui efisiensi panas dari clinker cooler baik efisiensi panas sistem maupun efisiensi panas reaksi. Nilai unjuk kerja clinker cooler dapat dicari dengan menghitung efisiensi panas reaksi dari clinker cooler, yaitu perbandingan antara jumlah panas untuk reaksi dengan jumlah panas yang disediakan. Efisiensi panas reaksi merupakan indikator baik atau tidaknya unjuk kerja dan pengoperasian clinker cooler.
PENGUJIAN CAMPURAN TERBAIK BAHAN BAKAR ALKOHOL-BENSIN DITINJAU DARI ASPEK KANDUNGAN MATERIAL PELUMAS PADA SEPEDA MOTOR 4 LANGKAH Arijanto, Arijanto; Setiyana, Budi
ROTASI Volume 9, Nomor 3, Juli 2007
Publisher : Departemen Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (139.465 KB) | DOI: 10.14710/rotasi.9.3.40-43

Abstract

Penggunaan alkohol sebagai bahan bakar untuk mesin kendaraan, baik murni atau sebagai campuran dengan bahan bakar lain, telah menyita banyak perhatian orang dikarenakan keuntungan jangka panjang dalam penghematan minyak bumi dan menjaga kelestarian lingkungan. Salah satu pengujian yang dilakukan adalah mengkaji kandungan material pada pelumas sebagai penggambaran dari kondisi mesin dengan penggunaan bahan bakar campuran alkohol-bensin.Pengujian pelumas dilakukan untuk memonitor tiga parameter utama minyak pelumas, yang meliputi: sifat fisik, kontaminasi dan keausan logam. Selain itu juga dilakukan pengujian yang dikaji berdasarkan aspek daya, torsi, gas buang dan temperatur kerja mesin jika menggunakan bahan bakar campuran tersebut.Secara keseluruhan hasil pengujian memberikan rekomendasi bahwa bahan bakar tersebut layak digunakan dan cukup prospektif sebagai bahan bakar untuk mesin kendaraan.
PENGARUH PENAMBAHAN FLY ASH 35% TERHADAP KEKUATAN TARIK, KEKERASAN, DAN ENERGI IMPAK KOMPOSIT ALUMINIUM FLY ASH (ALFA) Haryadi, Gunawan Dwi
ROTASI Volume 9, Nomor 3, Juli 2007
Publisher : Departemen Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (177.565 KB) | DOI: 10.14710/rotasi.9.3.27-32

Abstract

Fly ash merupakan salah satu hasil sisa pembakaran batubara pada suatu power plant yang diperoleh dari penyaringan gas yang dikeluarkan melalui cerobong. Fly ash yang dihasilkan tiap tahunnya semakin menumpuk sehingga diperlukan usaha untuk mengatasinya karena fly ash ini dapat menimbulkan polusi terhadap lingkungan. Karakteristik dari fly ash ini ternyata mendukung bahan ini digunakan sebagai partikel penguat (reinforcement). Aluminium yang merupakan material yang banyak digunakan manusia dijadikan sebagai matriks bagi pemanfaatan fly ash. Penggunaan fly ash sebagai partikel penguat terhadap matriks aluminium ini diharapkan dapat meningkatkan sifat mekanik dari aluminium. Dalam penelitian sebelumnya telah diteliti mengenai pengaruh fly ash terhadap sifat mekanis dari aluminium dengan persentase 5%, 10% dan 15%. Dalam tugas sarjana ini dilakukan penelitian mengenai pengaruh fly ash terhadap sifat mekanis dari aluminium dengan variasi penambahan fly ash sebesar 35%. Pengujian mekanis yang dilakukan adalah pengujian tarik, uji kekerasan, dan uji impak. Sebelum melakukan pengujian terlebih dahulu dibuat komposit aluminium fly ash dengan menggunakan metode stir casting. Dari hasil pengujian mekanis didapatkan bahwa penambahan fly ash sebesar 35% dapat meningkatkan kekuatan tarik sebesar 50,4%, meningkatkan kekerasan sebesar 24,42%, dan menurunkan energi impak sebesar 18,39% dari aluminium tanpa partikel penguat (reinforcement).
ANALISA PENGGUNAAN FLY ASH SEBAGAI MATERIAL DASAR PENGGANTI CETAKAN PASIR PADA PENGECORAN BESI COR DITINJAU DARI KOMPOSISI CAMPURAN CETAKAN Umardani, Yusuf
ROTASI Volume 9, Nomor 3, Juli 2007
Publisher : Departemen Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (168.757 KB) | DOI: 10.14710/rotasi.9.3.10-14

Abstract

Pemanfaatan batu bara sebagai sumber energi dapat menimbulkan masalah terhadap lingkungan. Sebagai akibat pembakaran batu bara, antara lain pada PLTU akan menghasilkan fly ash. Fly ash (abu terbang) merupakan abu ringan hasil pembakaran batu bara yang dipisahkan dari saluran keluar pembangkit listrik berbahan bakar batubara dengan menggunakan electrostatic atau mechanical precipitators. Unsur kimia yang paling banyak dalam kandungan fly ash adalah silika, alumina dan oksida besi. Kandungan silika yang dominan pada fly ash memungkinkan penggunaan fly ash sebagai bahan cetakan pada proses pengecoran logam karena sifat silika yang mampu menahan temperatur yang tinggi.Pada penelitian ini, logam yang digunakan adalah besi cor, dan tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui pengaruh penggunaan fly ash sebagai bahan cetakan terhadap timbulnya lapisan besi cor putih (chill) pada bagian pinggir coran, sehingga material menjadi keras. Sehingga digunakannya fly ash sebagai cetakan ini, diharapkan mampu mengurangi kerugian pada pengecoran dengan menggunakan cetakan pasir.Untuk melihat pengaruh fly ash terhadap hasil coran, digunakan pengujian kekerasan dan strukstur mikro, serta hasilnya dibandingkan dengan hasil coran menggunakan pasir cetak. Dari pengujian ini, diketahui dari beberapa komposisi cetakan fly ash yang hasil corannya mendekati hasil coran pasir cetak adalah komposisi dengan campuran : fly ash 100%, semen 25% FA, air 8% FA.
ANALISIS KEKUATAN UNDER FRAME KERETA BARANG MENGGUNAKAN METODE ELEMEN HINGGA Satrijo, Djoeli; Prahasto, Tony
ROTASI Volume 9, Nomor 3, Juli 2007
Publisher : Departemen Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (427.866 KB) | DOI: 10.14710/rotasi.9.3.1-5

Abstract

Kereta merupakan salah satu modal transportasi massal untuk barang dan penumpang yang penting. Transportasi barang yang menggunakan kereta semakin meningkat. Guna mendukung fungsinya, maka diperlukan suatu analisis terhadap under frame kereta. Under frame barang dianalisis kekuatannya menggunakan metode elemen hingga (MEH). Beban yang dibekerja pada rangka, disimulasikan mendekati pembebanan yang sebenarnya. Beban utama yang dikenakan adalah beban kontainer seberat 30 ton. Hasil analisis menggunakan perangkat lunak MEH, menunjukkan bahwa under frame kereta masih aman.
PENGUKURAN VISKOSITAS DAN NILAI KALOR BIO-DIESEL MINYAK BAWANG DENGAN VARIASI TEMPERATUR DAN KADAR MINYAK BAWANG Fajar, Berkah; Sudargana, Sudargana
ROTASI Volume 9, Nomor 3, Juli 2007
Publisher : Departemen Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (265.776 KB) | DOI: 10.14710/rotasi.9.3.6-9

Abstract

Biodiesel dibuat dari minyak nabati dan dipakai untuk bahan pencampur bahkan menggantikan solar. Dua buahsifat bio-diesel untuk menentukan kualitas bio-diesel adalah viskositas dan nilai kalor. Viskositas sangat dipengaruhioleh temperatur. Viskositas yang tinggi pada temperatur rendah akan sulit pengaliran dan juga mempengaruhiatomisasi pada sistem injeksi. Sedangkan nilai kalor untuk menentukan spesifikasi pembakaran.Dalam penelitian ini dipakai minyak bawang sebagai bahan bakar bio-diesel dan dilakukan pengukuranviskositas dan nilai kalor percampuran solar-minyak bawang dengan komposisi 0 sampai 30 % minyak bawang denganrentang 5 %. Untuk pengujian viskositas ini digunakan range temperatur antara 7oC sampai dengan 90oC, denganrentang 1oC pada suhu 7oC sampai 10oC dan 5oC pada suhu antara 10oC sampai 90oC. Untuk populasi pengujianviskositas, pengambilan data diambil sebanyak 5 kali, sedangkan nilai kalor sebanyak 3 kali pengambilan data.Penelitian masih bersifat deskriptif dengan rancangan blok sederhana dan dipetakan.Hasil pengujian didapatkan bahwa biodiesel minyak bawang murni nilai kalor sebesar 9380 Cal/gr. Sedangkansolar sekitar 10900 Cal/gr. Pencampuran bahan bakar biodiesel minyak bawang-solar menghasilkan nilai kalor yanglebih rendah. Sedangkan untuk viskositasnya, biodiesel murni pada suhu 7oC memiliki viskositas 664 cP. Padatemperatur tersebut biodiesel telah membentuk gel. Sedangkan untuk campuran 5%, 10%, 15%, 20%, 25%, dan 30%pada suhu 7oC memiliki viskositas sekitar 10 cP sampai dengan 11 cP.
ANALISIS TEKUK PADA DAERAH PLASTIS MENGGUNAKAN METODE GERARD DAN EKSPERIMEN Triono, Agus
ROTASI Volume 9, Nomor 3, Juli 2007
Publisher : Departemen Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (202.869 KB) | DOI: 10.14710/rotasi.9.3.33-35

Abstract

Advanced studied of buckling phenomena in plastic region (crippling) is very important because the equations of this phenomena are semi-empirical equations only. The equations are collected from statistical studied from several experiment. One of those equations is founded by Gerard and used to be called Gerard Method. In this research, to proved this equation, crippling experiment of st ringer Al-7075 T6 and Al -7150 T7751 have been done at ITB Aerospace Engineering’s Structural Laboratory. From that experiment could be concluded that the equation of crippling could be used to analyzing crippling phenomena because the different between th eoritic and experi ment is about 1.73% to 12.24%
PENGARUH PENAMBAHAN FLY ASH MELALUI PROSES SEPARASI IRON OXIDE DAN COAL TERHADAP KEKERASAN ALUMINIUM FLY ASH MATRIX COMPOSITE Sugiyanto, Sugiyanto
ROTASI Volume 9, Nomor 3, Juli 2007
Publisher : Departemen Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (158.821 KB) | DOI: 10.14710/rotasi.9.3.15-18

Abstract

Fly ash (abu terbang) merupakan salah satu sisa hasil pembakaran batubara yang tertangkap oleh electrostatic precipitator pada saat gas sisa hasil pembakaran dikeluarkan melewati saluran pembuangan pada suatu power plant. Penelitian yang dilakukan menunjukkan bahwa ternyata fly ash ini mempunyai sifat fisik dan kimia yang berguna dalam material konstruksi dan industri. Penambahan fly ash sebagai partikel penguat (reinforcement) pada material aluminium sangat berguna untuk mengurangi biaya dari coran aluminium dan diharapkan dapat meningkatkan sifat mekanik dari Metal Matrix Composte (MMC) yang dihasilkan. Namun ketidakseragaman partikel fly ash ( ukuran partikel dan komposisi kimia) menjadi permasalahan dalam pembuatan MMC ini. Untuk mengatasi masalah ini maka dilakukan proses separasi Coal dan Fe2O3 pada fly ash yang mempunyai perbedaan densitas yang besar dengan densitas aluminium. Proses pembuatan komposit aluminium fly ash ini menggunakan metode stir casting, dengan menggunakan variasi awal persentase berat fly ash sebesar 5 %, 10 % dan 15 %. Untuk mengetahui seberapa besar pengaruh penambahan fly ash yang telah diseparasi ini terhadap sifat mekanik aluminium maka dilakukan pengujian kekerasan dan mikrografi. Dari hasil pengujian diketahui bahwa penambahan fly ash separasi pada komposit aluminium fly ash menyebabkan naiknya harga kekerasan sebesar 12.25 % untuk Al-FA 5%, 25.76 % untuk Al-FA 10% dan 9.30 % untuk Al-FA 15 %.

Page 1 of 1 | Total Record : 9


Filter by Year

2007 2007


Filter By Issues
All Issue Vol 27, No 3 (2025): VOLUME 27, NOMOR 3, OKTOBER 2025 Vol 27, No 2 (2025): VOLUME 27, NOMOR 2, JULI 2025 Vol 27, No 1 (2025): VOLUME 27, NOMOR 1, JANUARI 2025 Vol 26, No 4 (2024): VOLUME 26, NOMOR 4, OKTOBER 2024 Vol 26, No 3 (2024): VOLUME 26, NOMOR 3, JULI 2024 Vol 26, No 2 (2024): VOLUME 26, NOMOR 2, APRIL 2024 Vol 26, No 1 (2024): VOLUME 26, NOMOR 1, JANUARI 2024 Vol 25, No 4 (2023): VOLUME 25, NOMOR 4, OKTOBER 2023 Vol 25, No 3 (2023): VOLUME 25, NOMOR 3, JULI 2023 Vol 25, No 2 (2023): VOLUME 25, NOMOR 2, APRIL 2023 Vol 25, No 1 (2023): VOLUME 25, NOMOR 1, JANUARI 2023 Vol 24, No 4 (2022): VOLUME 24, NOMOR 4, OKTOBER 2022 Vol 24, No 3 (2022): VOLUME 24, NOMOR 3, JULI 2022 Vol 24, No 2 (2022): VOLUME 24, NOMOR 2, APRIL 2022 Vol 24, No 1 (2022): VOLUME 24, NOMOR 1, JANUARI 2022 Vol 23, No 4 (2021): VOLUME 23, NOMOR 4, OKTOBER 2021 Vol 23, No 3 (2021): VOLUME 23, NOMOR 3, JULI 2021 Vol 23, No 2 (2021): VOLUME 23, NOMOR 2, APRIL 2021 Vol 23, No 1 (2021): VOLUME 23, NOMOR 1, JANUARI 2021 Vol 22, No 4 (2020): VOLUME 22, NOMOR 4, OKTOBER 2020 Vol 22, No 3 (2020): VOLUME 22, NOMOR 3, JULI 2020 Vol 22, No 2 (2020): VOLUME 22, NOMOR 2, APRIL 2020 Vol 22, No 1 (2020): VOLUME 22, NOMOR 1, JANUARI 2020 Vol 21, No 4 (2019): VOLUME 21, NOMOR 4, OKTOBER 2019 Vol 21, No 3 (2019): VOLUME 21, NOMOR 3, JULI 2019 Vol 21, No 2 (2019): VOLUME 21, NOMOR 2, APRIL 2019 Vol 21, No 1 (2019): VOLUME 21, NOMOR 1, JANUARI 2019 Vol 20, No 4 (2018): VOLUME 20, NOMOR 4, OKTOBER 2018 Vol 20, No 3 (2018): VOLUME 20, NOMOR 3, JULI 2018 Vol 20, No 2 (2018): VOLUME 20, NOMOR 2, APRIL 2018 Vol 20, No 1 (2018): VOLUME 20, NOMOR 1, JANUARI 2018 Vol 19, No 4 (2017): VOLUME 19, NOMOR 4, OKTOBER 2017 Vol 19, No 3 (2017): VOLUME 19, NOMOR 3, JULI 2017 Vol 19, No 2 (2017): VOLUME 19, NOMOR 2, APRIL 2017 Vol 19, No 1 (2017): VOLUME 19, NOMOR 1, JANUARI 2017 Vol 18, No 4 (2016): VOLUME 18, NOMOR 4, OKTOBER 2016 Vol 18, No 3 (2016): VOLUME 18, NOMOR 3, JULI 2016 Vol 18, No 2 (2016): VOLUME 18, NOMOR 2, APRIL 2016 Vol 18, No 1 (2016): VOLUME 18, NOMOR 1, JANUARI 2016 Vol 17, No 4 (2015): VOLUME 17, NOMOR 4, OKTOBER 2015 Vol 17, No 3 (2015): VOLUME 17, NOMOR 3, JULI 2015 Vol 17, No 2 (2015): VOLUME 17, NOMOR 2, APRIL 2015 Vol 17, No 1 (2015): VOLUME 17, NOMOR 1, JANUARI 2015 Vol 16, No 4 (2014): VOLUME 16, NOMOR 4, OKTOBER 2014 Vol 16, No 3 (2014): VOLUME 16, NOMOR 3, JULI 2014 Vol 16, No 2 (2014): VOLUME 16, NOMOR 2, APRIL 2014 Vol 16, No 1 (2014): VOLUME 16, NOMOR 1, JANUARI 2014 Vol 15, No 4 (2013): VOLUME 15, NOMOR 4, OKTOBER 2013 Vol 15, No 3 (2013): VOLUME 15, NOMOR 3, JULI 2013 Vol 15, No 2 (2013): VOLUME 15, NOMOR 2, APRIL 2013 Vol 15, No 1 (2013): VOLUME 15, NOMOR 1, JANUARI 2013 VOLUME 14, NOMOR 4, OKTOBER 2012 VOLUME 14, NOMOR 3, JULI 2012 VOLUME 14, NOMOR 2, APRIL 2012 VOLUME 14, NOMOR 1, JANUARI 2012 VOLUME 13, NOMOR 4, OKTOBER 2011 VOLUME 13, NOMOR 3, JULI 2011 VOLUME 13, NOMOR 2, APRIL 2011 VOLUME 13, NOMOR 1, JANUARI 2011 Volume 12, Nomor 4, Oktober 2010 Volume 12, Nomor 3, Juli 2010 Volume 12, Nomor 2, April 2010 Volume 12, Nomor 1, Januari 2010 Volume 11, Nomor 4, Oktober 2009 Volume 11, Nomor 3, Juli 2009 Volume 11, Nomor 2, April 2009 Volume 11, Nomor 1, Januari 2009 Volume 10, Nomor 4, Oktober 2008 Volume 10, Nomor 3, Juli 2008 Volume 10, Nomor 2, April 2008 Volume 10, Nomor 1, Januari 2008 Volume 9, Nomor 4, Oktober 2007 Volume 9, Nomor 3, Juli 2007 Volume 9, Nomor 2, April 2007 Volume 9, Nomor 1, Januari 2007 Volume 8, Nomor 4, Oktober 2006 Volume 8, Nomor 3, Juli 2006 Volume 8, Nomor 2, April 2006 Volume 8, Nomor 1, Januari 2006 Volume 3, Nomor 2, April 2001 Volume 3, Nomor 1, Januari 2001 Volume 2, Nomor 4, September 2000 More Issue